On My Own

eos_by_agnes_cecile-d9vfr6y
cr. to : agnes-cecile @ deviantart

I love him
But only on my own

.

.

© sasphire, 2016.

Pada Senin minggu ke-3 bulan Mei 2015, akhirnya Kana bisa keluar dari rumahnya dengan wajah datar. Lebih baik karena sejak awal Mei wajahnya selalu murung—di suatu waktu kadang terlihat terlalu pucat, persis hantu yang biasanya muncul di film horror. Lanjutkan membaca “On My Own”

Perfume

lg_4e9caf4b-de9c-4f58-a959-08430a7a1917
Enter a caption

“Sita, tahu parfum baru yang kemarin baru aku beli nggak?”

Sita hanya bengong sebentar, lalu tersenyum sambil mengeluarkan es balok warna merah muda dari freezer.

“Sita, kalo ditanyain jawab dong.”

Sita duduk di meja makan. “Enggak kak.”

Rani melihat jam tangannya dengan gelisah. “Beneran nggak tahu? Yang warna merah muda?”

Sita menggeleng. “Enggak.”

Karena risih melihat tingkah kakaknya yang seolah kebakaran jenggot hanya karena kehilangan sebuah parfum, Sita berkata ketus, “Beli lagi aja kenapa sih kak?”

Lanjutkan membaca “Perfume”

#1 Dreamer

tumblr_inline_mg6v7fbJha1r7j34bDia, dengan tanpa pembukaan berkata, “Maaf, aku udah nggak suka sama kamu.”

Sesaat setelah dia memutuskan hubungan di antara kami dengan tidak sopannya, aku menggenggam gelas dengan kuat. Kamu membayangkan satu adegan yang sangat dramatis—biasanya lumrah terjadi di dalam drama, tapi sangat arogan jika terjadi di dunia nyata—yang mungkin kamu aplikasikan pada lelaki itu. Kamu menyiram lelaki itu dengan air, lalu pergi.

Lanjutkan membaca “#1 Dreamer”

[Ficlet] 13

tumblr_myok3kf63s1qk2w44o1_1280

Kalau diingat lagi, aku pernah benci pada Tomi.

Waktu itu kami masih kelas sepuluh. Kata kakak kelas, masih bau kencur.

Aku uring-uringan setengah mati saat Pak Nur membagikan kertas ulangan kami yang belum diberi nilai secara acak. Ulangan itu sudah satu minggu yang lalu, kenapa saat dibagikan belum ada nilainya? Kenapa harus kami—pecundang-pecundang yang bahkan tak mengerti apa itu bilangan avogrado—yang mengoreksi? Bagaimana kalau kami membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar?

Lanjutkan membaca “[Ficlet] 13”

[Ficlet] Tomi

bike-boy-button-up-city-photography-favim-com-191787

Lelaki yang selalu sibuk dengan eksperimennya soal robot, si penghuni bangku nomor dua dari belakang, katanya bernama Tomi. Kenapa aku bilang ‘katanya’? Karena saat guru mengabsen, dia baru mengangkat tangannya saat dipanggil Tomi. Nama lengkapnya—Enggar Wicaksono—tak pernah dia acuhkan.

Saat pelajaran, dia selalu tidur. Saat guru menghukumnya dan menyuruhnya mengerjakan soal yang tertulis di papan, dia akan menulis jawaban yang polos—terlampau polos,

Saya tidak tahu.

Lanjutkan membaca “[Ficlet] Tomi”

[Ficlet] Capcay Pak Ode

wpid-13755445538131
cr: geasy.wp

“Capcay untuk Didit dari Ayah….”

Pagi-pagi dapur Pak Ode sudah berantakan. Sayur-mayur yang sudah disisihkan karena layu belum dimasukkan ke tempat sampah, bumbu-bumbu belum dirapikan, sementara Pak Ode masih sibuk bergerak ke sana kemari. Dengan jalannya yang terseok-seok—kaki kirinya cacat akibat kecelakaan kerja 4 tahun lalu—dia sibuk bolak-balik melihat buku resep dan kembali ke wajan, mempraktekkan satu resep spesial.

Lanjutkan membaca “[Ficlet] Capcay Pak Ode”