[Oneshot] Bima di Sabtu Malam


yang orific yang orific….

saladbowldetrois

bima

“Karena definisi bahagia itu berbeda bagi setiap insan…”

Sasphire, 2015

Kamu merenung diri setiap Sabtu malam, di beranda rumahmu. Lampu teras sengaja kamu matikan. Biar cahaya bintang terlihat terang, katamu. Polusi cahaya membuat kamu begah, kangen dengan cahaya bintang yang saat kamu kecil selalu menemanimu menguap karena kantuk. Sekarang kamu tujuh belas tahun—oh, dua hari lagi delapan belas tahun ‘kan?—tapi masih keranjingan dengan cahaya bintang. Mengherankan bagiku, karena kamu laki-laki.

“Kangen ibu.” Kamu mengatakannya tepat setelah aku duduk di sampingmu. Sepertinya kamu mencegahku mengomel lagi karena keegoisanmu untuk membiarkan seisi rumah gelap gulita.

Lihat pos aslinya 1.104 kata lagi

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s