#1 Dreamer


tumblr_inline_mg6v7fbJha1r7j34bDia, dengan tanpa pembukaan berkata, “Maaf, aku udah nggak suka sama kamu.”

Sesaat setelah dia memutuskan hubungan di antara kami dengan tidak sopannya, aku menggenggam gelas dengan kuat. Kamu membayangkan satu adegan yang sangat dramatis—biasanya lumrah terjadi di dalam drama, tapi sangat arogan jika terjadi di dunia nyata—yang mungkin kamu aplikasikan pada lelaki itu. Kamu menyiram lelaki itu dengan air, lalu pergi.

Tapi itu terlalu menjijikkan. Lagipula, orang-orang yang ada di warung lesehan tempat kami bertemu tak mungkin familiar dengan adegan itu. Bisa jadi mereka menganggapku gila, bukannya menertawakan dia.

Harus ada yang impas.

Aku berdiri, meneguk habis air putih di dalam gelas, lalu memecahkan gelas dengan melemparnya ke lantai. Si pemilik warung berlari menghampiri kami. Aku tak akan membiarkan ibu itu bertanya yang aneh-aneh, jadi aku langsung berkata,

“Dia yang bayar, dia juga yang ganti rugi.”

Tapi pada kenyataannya, aku cuma bisa melihat punggungnya menjauh. Dia meninggalkanku dengan dua gelas air putih.

Punya dia habis, punyaku masih penuh.

Menyedihkan.

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s