One Day Date: Minhyun


thatgirl

NUEST’s Minhyun | OC

Dark, Angst | +15

by

Graphic1 resize

We had such a hard time starting

And we didn’t last that long

But it’s so strange

When i close my eyes i still dream of you

“Boleh ‘kan, kalau aku terus memikirkanmu?”

Minhyun melihat seorang Gadis berdiri di belakangnya. Di antara kerumunan orang di festival tahunan Sungai di desanya, dia belum yakin kalau Gadis itu adalah Gadis yang dia kenal. Dari suaranya pun juga kurang yakin, meskipun dia menangkap dengan jelas kalimat yang diucapkan Gadis itu. Tapi kerumunan di sana terlalu ramai—terlebih saat lampion-lampion diterbangkan.

Tapi Gadis berjaket denim itu berjalan menghampirinya sambil tersenyum, membuat Minhyun yakin.

Gadis itu ‘dia’.

Gadis itu merebut korek di tangan Minhyun, menyalakannya, membakar sumbu di lampion yang Minhyun pegang, lalu menerbangkannya. Gadis itu melihat lampion itu, semakin tinggi, semakin tinggi… sampai tak terlihat.

Sementara Minhyun menatapnya dalam diam.

“Kamu yang ada di lentera itu siapa?”

Lamunan Minhyun buyar seketika saat pandangan mata mereka bertemu. Dia mengalihkan pandangan, lalu pergi menjauh dari Gadis itu.

Semoga kamu bahagia.

“Aku bukan?” Gadis itu masih mengikuti langkah Minhyun. Dia tak berubah, begitu pikirnya.

“Aku ‘kan?” Gadis itu mengulangi pertanyaannya dan berjalan di samping Minhyun. Minhyun tetap diam, sesekali membeli kue beras pedas dan memakannya di tempat.

“Jawab dong…”

Minhyun membeli satu kue beras pedas lagi, lalu memberikannya pada Gadis itu. Gadis itu tersenyum, lalu membenarkan topinya.

“Kamu tidak berubah ya, membungkam mulutku dengan makanan.”

Minhyun tersenyum kecil, lalu kembali berjalan lurus. Masih enggan menatap Gadis itu.

“Akhirnya kamu tersenyum juga.”

Mereka sampai di ujung jembatan. Dari sana sudah sedikit kerumunan orang—kebanyakan dari mereka memilih untuk menerbangkan lampionnya di tengah jembatan sungai, atau sengaja naik perahu menyeberanginya—dan tentu saja, cahaya yang seadanya. Cuma ada bulan purnama dan beberapa cahaya dari lampion yang pastinya akan memudar, semakin tinggi lampion-lampion itu melambung.

Dan pastinya, suasanya di antara mereka masih saja sunyi sejak si Gadis mengucapkan satu kalimat tentang senyuman Minhyun.

“Masih ingat tidak, saat kamu mencuri buah jeruk di perkebunan nenekmu?” lagi-lagi, si Gadis yang bersuara. “Aku sudah bilang padamu, jangan mencurinya walau itu perkebunan nenekmu.”

“Akhirnya tanganku dipukul seratus kali oleh nenek…”

Si Gadis tersenyum senang. Akhirnya Minhyun bersuara.

“Saat ulang tahunmu yang ke sepuluh, Ayah ibumu meninggal karena kecelakaan.”

Minhyun berhenti berjalan. Memikirkan masa-masa berat di masa lalu. Matanya hampir saja menitikkan air mata, tapi bukan Minhyun kalau dia menangis. Dia hanya menghela napas keras, lalu kembali berjalan sambil memakan kue beras pedasnya.

“Aku ada di sana, Minhyun. Ingat?”

Minhyun mengangguk. Gadis itu ada di sampingnya saat Minhyun menatap foto kedua orang tuanya di rumah duka. Saat Minhyun masih tak percaya atas kepergian orang tuanya, Gadis itu menepuk pelan punggungnya, seolah meminta Minhyun menerima kenyataan yang di alaminya.

Semakin jauh mereka berjalan, semakin sepi jalanan yang mereka telusuri. Lampu jalanan bersinar temaram, bahkan beberapa di antaranya tak menyala. Kunang-kunang yang baru saja mereka lihat pun tak begitu membantu penglihatan.

Gadis itu mencengkeram lengan Minhyun.

Minhyun tersenyum kecil.

“Kita sudah melewati banyak hal, ya?”

Minhyun mengangguk.

Minhyun masih enggan berbicara.

Kini suara jangkrik terdengar jelas ketika sebelumnya hanya terdengar samar saat di jembatan. Suasana semakin sepi dan menyeramkan, tapi bagi Minhyun, suasana malam itu sangat tenang dan damai. Menyejukkan. Menentramkan.

Gadis itu melihat beberapa gubuk yang kelam, nampak tak berpenghuni. Gadis itu asing dengan lingkungan itu, tapi Minhyun begitu akrab. Mungkin Minhyun tak bisa hidup tanpa lingkungannya yang sudah menemani separuh hidupnya…

Ketika Gadis itu pergi.

Lama-kelamaan, jalan yang mereka lewati semakin gelap. Keduanya sama sekali tak takut akan kegelapan, sama sekali tidak. Hanya saja mereka memiliki perasaan yang berkebalikan.

Si Gadis—entah mengapa—sedikit merasa bersalah, sementara Minhyun hanya tersenyum.

Di penghujung jalan, mereka melihat satu gubuk yang kontras dengan gubuk yang lain karena cahayanya. Gubuk itu jauh lebih kecil, jauh lebih kotor, jauh lebih tak terurus, tapi entah kenapa, seperti menyimpan kedamaian.

Tapi menyimpan berjuta kesedihan, juga kekosongan.

“Kamu masih seperti dulu ‘kan?”

Minhyun mengangguk. “Masih. Kamu juga masih seperti dulu ‘kan?”

Si Gadis mengangguk. “Masih.”

Kaki mereka berhenti di depan gubuk itu. Cukup lama mereka terdiam. Minhyun melangkahkan kaki ke dalam gubuk itu, sementara si Gadis menunggu di luar gubuk dengan perasaan tak menentu.

“Minhyun.”

Minhyun berdiri di dalam gubuk. Pintunya masih terbuka. “Apa?”

“Kamu memaafkanku, kan?”

“Kamu tidak salah apa-apa kok.” Minhyun menghela napas. “Sudah takdirnya.”

Minhyun menutup pintu gubuknya, lalu duduk bersandarkan pintu. Lama sekali tak terdengar apapun selain suara jangkrik. Minhyun meniup lilin di sudut ruangan yang menjadi satu-satunya penerangan di gubuk itu. Sekarang hanya ada cahaya bulan purnama yang masuk melalui celah-celah dinding kayu dan atap daunnya. Dia membuka jendela, tapi berusaha menjauhi pandangan matanya dari sang Gadis yang masih berdiri di sana.

Gadis itu terus-terusan memanggil namanya, sementara Minhyun hanya memejamkan matanya. Lama-lama semakin gelap, lalu perlahan kembali terang. Saat dia membuka mata, langit sudah cerah. Matahari meninggi. Minhyun memperhatikan kue beras pedas di tangan kirinya yang sama sekali tak tersentuh.

Kue beras pedas yang dia belikan untuk kekasihnya yang telah pergi.

Minhyun membuka pintu gubuknya dan tak ada seorangpun di sana.

.

.

.

HAHAHAHHAHAHA MINHYUN NGE-DATE SAMA ARWAH GENTAYANGAN /kicked

sebenernya gak kebayang sih endingnya mau kayak gimana, aku cuma pengen bikin cerita dari lagunya mbak Fromm yang featuring mas Minhyun ini… kalo aku sesuaikan dengan keseluruhan liriknya, entah kenapa aku lagi males (gagitu bersemangat kayak bikin ‘Voodoo Doll’ atau ‘Eternity’). Selain itu, khusus untuk bias (mas Minhyun terutama) aku gak pernah rela memasangkan mereka dengan siapapun, BAHKAN TERHADAP OC!!! (?????) makanya aku pengennya, si Minhyun gak pacaran (atau tunangan, atau nikah) setelah kencan sama nih cewek….

dan walla… maaf ya jadinya absurd dan maksa :”) entah kenapa aku PPPEEENNNGGEEEENNNN BANGET kambek nulis yang gelap-gelapan (surreal, fantasy, thriller…. if you know what i mean) atau kalau enggak slice of life…. yang angst semacam Auld Lang Syne (halah sama aja gelap Sa)

dan…. oh… jangan komplain soal endingnya… oke? entah kenapa aku seperti teracuni sama beberapa cerpen yang udah aku baca belakangan ini dan endingnya tuh bener-bener ending tapi gantung. Jadi kubiarkan kalian menerka sendiri apa yang terjadi pada si Gadis, pada si Minhyun, dan pasa mereka berdua… hooohhhoooo

P.S : jangan kira si Gadis gak aku kasih nama karena aku kehabisan ide nama OC ya?! biar misterius!

5 thoughts on “One Day Date: Minhyun

  1. Lagi-lagi…..plot twist yehet!
    Dari awal aku sebenernya udah curiga bakal ada yg twist nih. Dan sempet mikir kalo minhyun yg udah jadi arwah wkwkwk abis dia diem muluk sih….eh ternyata malah si cewek yg statusnya arwah.
    Good job Sasaa! Ehehehehe🙂

    1. aku pengennya semua ODD Series plot twist sih kak, tapi ini masih belum ngerti plot twistnya mau yang kayak gimana lagi jadi yah… ya sudah :”D dan aku juga sebenernya gak ngerti kenapa endingnya dia ngedate sama Arwah😄 (yang nulis aja gangerti apalagi yang baca) pokoknya aku pengennya ending yang ngegalau haha… jadinya begini :”)

      makasih ya kak review-nya…

  2. Hallo sasa
    duhh udah lama banget nii ga main ke blog kamu hahaha
    maklum deh udah kuliah trus sibuk*plak
    jdi mau ga mau harus ga haruss *mukasedih
    harus mulai ninggalin dunia ff T.T
    *lahhkenapajdimalahcurhatgini
    abisnya aku kangen kamu sihhh jdinya bawaannya pen curhat mlu wkwkwkkwk

    okehhh berhubung udah lama ga baca ffmu
    aku mesti mikir keras nih buat memahami ceritanya
    hahaha over all kamu banyak kemajuan banget loh dari yang jaman dlu aku baca ffmu
    aku makin suka gaya ffmu yang sekarang sok misterius gtuu
    tapii dari segi alur mungkin karena tujuan kamu cuma bikin ff yang singkat jadinya belom berasa feelnya langsung ilang *maaf ;(
    pendalaman karakternya yang belom kebaca trus tiba2 ehh ending

    suka sama twistnya di ending
    udah mikir sihh sikap Minhyun agak gimana gtu
    cuma ga nyangka aja kalo ternyata dia malah ngomong sama arwah
    udah deg2 deg2 gitu pas minhyun masuk ke gubuk kirain ngapain
    nahlohhh taunya dia mengenang cwenya yaaa
    iihhh coo cweet tapiii ;(

    tapi entah kenapa kok aku jadi kangen yaa gaya nulismu yang lama
    yang jujur realistis dan apa adanya
    tapi yang ini juga ga kalah menarik
    wuhuuuuu
    semangat Sasa!!
    ditunggu lohh karya2 berikutnya
    apalagi yang kayak kamu bilang fantasy horror thirller
    itu mah kesukaan aku banget dan entah kenapa walaupun suka’
    rada ga bisa nulisnya T___T
    Aku ngeles (?) dong sama kamu
    hahahha ^^

    1. Hallo Kakk…. aduh aku juga kangen kakak… kadang nungguin komennya kakak sih hehe… ternyata lagi sibuk kuliah ya…

      hehe…. kakak kan salah satu viewers yang ngikutin perkembangan aku ya… jadi pengen nostalgia deh… :”)

      sebenernya aku pengen banget ngegabungin gaya nulisku yang lama sama yang udah di improve kak (ya seperti kakak bilang, jujur realistis dan apa adanya) tapi kadang bagi beberapa genre kadang gak begitu cocok… tapi di beberapa fic yang lama (yang terlalu banyak kata kiasnya huhu) kesannya terlalu alay… tapi kalo baca yang dulu banget (ya yang jujur itu) kadang juga suka ill feel semacam, “duh aku kesambet apa sih pas bikin ini dulu?”

      hehe… yang pasti sekarang aku juga masih terus belajar kok kak… fic-fic lama juga (ada rencana entah kapan megangnya) pengen aku remake lagi biar seragam bahasanya (rebuilt idea, hoho) terus pengen aku jadiin kumcer, hoho… minta doanya ya kakk😄

  3. Haiiii~ aku penggemar baru kamu! Setelah patah hati gegara susah banget cari fic dengan cast anak2 nu’est akhirnya aku nyangkut disini dan rasanya bahagia hiks.

    Ah…Minhyun…
    Awalnya mikir simple ku ngiranya kalo dia lagi marahan sama yg cewe. Tapi ternyata..ga nyangka kalo twistnya bener2 bikin ga percaya dan sukses buat aku ngulang baca dari awal saking penasarannya.

    Kutunggu fic NUE’ST lainnyaaaa!!! 🙆

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s