F for Firasat


original

“kuberikan hatiku untuk kamu pinjam.”

“kuberikan hatiku untuk kamu pinjam.”

Sita mengernyit sesaat mendengar ucapan Riko barusan. Belum sempat Sita mengucapkan rentetan pertanyaan di benaknya, Riko sudah menggenggamkan satu origami hati berwarna pink. Sita menelengkan kepala, lalu tersenyum tipis. Padahal ia belum benar-benar tahu alasan Riko memberikan origami itu.

“Penyemangat hidup, tuh.”

“Bagaimana bisa?”

Riko mengangkat bahu, lalu membenarkan posisi tasnya. Ia kembali berjalan, diikuti Sita. Sita masih menatap Riko penuh tanda tanya, menagih jawaban dari Hongin. Hanya saja, Sita memiliki satu firasat: origami hati itu bukan benar-benar dari Riko. Riko bukan tipe orang yang romantis, apalagi peduli. Ya, mungkin saja kali ini Riko peduli dengan Sita karena Sita sahabat baiknya, yang selalu menemaninya. Tapi tetap saja—

“Kata Tari, origami hati itu bisa jadi penyemangat hidup. Aku juga nggak begitu ngerti maksudnya. Tapi saat aku dapat origami ini dari Tari, aku merasa seperti dapat kekuatan.”

–Aneh.

Sita menghela napas pelan, lalu memperhatikan origami hati itu.

“Soalnya kamu suka dia, dan itu pertama kalinya dia peduli sama kamu ‘kan?”

“Mungkin aja.” Riko terkekeh.

“Nih…” Sita menggenggamkan origami itu pada Riko, lalu tersenyum. “Sayangnya penyemangat hidupmu itu nggak ada pengaruhnya buat aku.”

Riko mengernyit, sementara Sita berjalan ke arah lain.

Firasat Sita kali ini benar-benar tepat.

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s