[Ficlet] Gone


m_1665781_yqPl9p7UJMyj
credit picture: to owner @pinterest

Red Velvet’s Joy | LC9’s AO (Hyunsoo) | Someone you’ll find in the end

Inspired by: Thunder – Gone

© Sasphire, 2014

Kadang Hyunsoo bingung pada sifatmu yang selalu murung. Kamu anti sosial, selalu menyendiri. Keseharianmu saja hanya kamu habiskan dengan mendengarkan playlist di handphone-mu, mendengarkan guru seperlunya, lalu jika kamu beruntung, kmu tertidur dengan rambut panjang yang menutupi wajahmu.

Karena keberadaanmu dalam kelas kami, siswa-siswa di kelas jadi suka berebut bangku; siapa cepat, dia dapat. Siswa yang datang terakhir pasti sial karena harus duduk denganmu, berhubung kelas kalian memiliki jumlah siswa genap. Kamu terlampau acuh, tapi pasti kamu sakit hati juga.

Bahkan beberapa di antara mereka yang sering datang terlambat berteriak kesal, “Ah sial!! Duduk dengan Sooyoung lagi!!”

Kalau kamu sedang sabar, kamu hanya mengernyit sekilas, lalu kembali membaca list lagu di handphone-mu. Tapi kalau kamu sedang kesal, kamu akan melempar tas orang yang bersangkutan, lalu menyuruhnya pergi. Tanpa satu katapun.

Kamu tidak bisu. Dulu saat masa orientasi, kamu memperkenalkan namamu dengan manis. Tapi wajahmu datar, pandangan matamu kosong. Pikiranmu ada di tempat lain.

Hidup tak hidup, mati tak mati.

.

.

.

Hari itu awal musim Semi. Kamu bertopang dagu memandang bunga-bunga yang mekar saat Hyunsoo berjalan menghampirimu.

Iya. Hari ini Hyunsoo yang bernasib sial. Ia menggerutu menyalahkan Sanghyuk karena ban sepeda yang sengaja dibocorkan olehnya—karena hanya Hyunsoo yang belum mendapatkan malapetakan untuk duduk di sampingmu.

Hyunsoo menggaruk tengkuknya, lalu berdehem—dengan canggung tentunya. “Ehem.”

Kamu mengangkat kepala sambil mengernyit. Setelahnya kamu mengitarkan pandangan dan tak kamu dapati bangku kosong selain di sampingmu. Kamu hanya mengangguk dan menarik tasmu di bangku sampingmu, lalu kembali menyandarkan kepalamu di dinding. Beberapa siswa di sana menertawakan Hyunsoo, tapi kamu tetap tak peduli.

Saat Hyunsoo duduk di sampingmu pun kamu tak peduli.

“Sooyoung…”

“Hm?”

Hyunsoo meremas tangannya erat setelah memanggilmu, setelah membuka tasnya dan menyadari sesuatu.

“Punya berapa bolpoin?” Hyunsoo tersenyum kecut, “aku lupa membawanya.”

Kamu hanya bergerak membuka resleting tasmu, membuka kotak pensilmu, lalu menyerahkan satu bolpoin pada Hyunsoo. Lagi-lagi tanpa berkata apapun.

“Terima kasih…”

Kamu hanya mengangguk menanggapi ucapannya. Siswa-siswi yang tadi menertawakanmu kini terdiam. Kamu berhasil berinteraksi dengan orang lain setelah sekian lama—walau hanya sekadar meminjamkan bolpoin—dan itu menakjubkan.

Hyunsoo menulis tugas yang tertulis di papan—Guru matematika Pak Jeong sedang absen karena istrinya baru saja melahirkan—sementara kamu tertidur. Hyunsoo biasanya acuh, tapi kali ini ia ingin peduli. Kamu tak pernah mendapatkan perhatian, makanya Hyunsoo pikir, kamu harus memiliki perhatian mulai sekarang.

“Sooyoung…”

Kamu malah merespon ucapan Hyunsoo dengan menyodorkan tip-x padanya, hanya karena Hyunsoo tengah sibuk mengerjakan tugas. Kamu kembali memeluk tasmu dan tidur.

“Bukan ini…”

Kamu bangkit. Dengan wajah kesal, kamu menatap wajah Hyunsoo. Pandangan matamu bermakna ‘jangan ganggu aku’.
Aku… bukannya aku… bermaksud… mengganggu privasimu… tapi…”

Hyunsoo terbata-bata berucap, namun kamu sabar menunggu. Baru kali ini ada orang yang berbicara cukup lama padamu dan kamu ingin menghargainya. Karena sebenarnya kamu merindukan seseorang yang mampu melelehkan dinginnya kamu. Karena kamu sebenarnya lelah untuk menjadi anti sosial yang dijauhi orang lain.

Karena sebenarnya kamu enggan dikasihani. Masa lalumu selalu jadi bahan satu rasa iba dan kamu begah. Hanya satu orang yang mampu memahamimu dan tak lagi kamu temui orang yang serupa.

“Kenapa kamu begitu dingin?” akhirnya Hyunsoo memutuskan untuk mengatakan yang ada di pikirannya selama ini. Kamu diam, meneguk ludah, lalu menatap ke langit luar.

Ya, jawablah Sooyoung. Aku juga penasaran dengan sikapmu yang berbeda jauh dengan terakhir kali kita bertemu.

“Hayoung.”

“Hah?” Hyunsoo mengernyit. Aku meneguk ludah.

“Karena aku mengimani keberadaan seorang teman dengan sangat, tapi dengan tiba-tiba dia pergi. Tanpa satu katapun.”

Aku menggelengkan kepala. Di sudut ruangan ini, aku melihatmu menitikkan air mata. Lagi-lagi membuang muka dan menatap langit ke luar jendela.

“Kecelakaan. Hari ini. Dua tahun lalu.”

Hyunsoo terdiam. Kamu menghela napas, lalu mengangkat tasmu dan berjalan pergi. Kamu tak sanggup lagi menahan air mata. Selama ini kamu menahannya dengan lagu-lagu ceria di handphone-mu, walau tak memberi efek berarti.

Kamu jadi membuatku sedih.

Aku sudah membuatmu terpuruk.

end

dan okee… another angst story. dulu kayaknya aku bilang aku mau hiatus ya? ya gimana ya kalo aku stress biasanya berakhir dengan melampiaskan unek-unek di word.. gimana tuh -_-” ya… pokoknya support me untuk UNAS tahun depan :”)

eunbi2

2 thoughts on “[Ficlet] Gone

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s