[Ficlet] L for Lupa


I don’t want to stay another minute
I don’t want you to say a single word

“Sendirian, Lan?”

Gadis yang merasa dipanggil hanya meneguk saliva susah payah saat pandangan matanya teralihkan ke sosok lelaki yang memanggilnya. Ia hanya berharap lelaki itu tak menghampirinya, berharap lelaki itu memanggil orang lain. Tapi nyatanya, lelaki itu malah duduk di sampingnya.

“Iya…” akhirnya Lani memilih untuk menjawab pertanyaan itu dengan tersenyum kecut. Dalam hatinya berdoa, semoga saja lelaki itu tak menyeretnya ke dalam percakapan yang—Lani prediksi—akan membingungkan.

“Cari Wi-Fi nih?” lelaki itu membuat harapan Lani kembali memudar. Lani membuang muka hanya karena ia yakin ekspresi wajahnya kini menunjukkan kejengkelan yang amat sangat. Sesaat kemudian, saat ia yakin ia berhasil mengembalikan ekspresi wajah normalnya, ia kembali menatap layar laptop di pangkuannya.

“Iya..”

Lelaki di sampingnya tersenyum, disusul terdengarnya bunyi pembuka Windows Seven.

“Udah lama di sini?”

Lani memutar kedua bola matanya, lalu kembali mengucapkan jawaban yang sama. “Iya.”

“Oh…”

Sebenarnya Lani tak begitu tertarik atas apa yang lelaki itu lakukan dengan laptopnya, di hari Minggu itu. Mungkin sebenarnya lelaki itu sama seperti Lani, menggunakan fasilitas sekolah sebaik mungkin—mumpung gratis—bahkan di hari Minggu. Tapi kenapa baru Minggu itu dia bertemu dengan lelaki itu?

Maksudnya, kenapa harus bertemu juga, sementara Lani sendiri sangat ingin melupakannya?

“Kalau hari Minggu, kamu ke sekolah seperti ini?”

Lani berusaha tak acuh, tapi sulit. “Iya.”

“Wah, kok kita jarang ketemu ya?”

Kali ini Lani hanya tersenyum, malas menjawab pertanyaan yang begitu… aneh baginya. Kenapa harus ada pertanyaan macam itu di benak lelaki itu? Apakah ada satu keharusan untuk mereka bertemu lagi? Lani sendiri sangat bersyukur saat tahu lelaki itu memilih jurusan IPA saat kenaikan kelas. Mereka tak akan satu kelas lagi.

“Ngomong-ngomong,” lelaki itu kembali berceloteh, membuat hati Lani kembali mengucapkan sumpah-serapah, “kenapa kamu nggak gabung klub Kimia?”

Kali ini Lani tertawa mengejek. Tapi taktik sang lelaki untuk menarik lisan Lani berbicara selain kata ‘iya’ sepertinya berhasil.

“Ya mana mungkin anak IPS ikut klub kimia?”

“Iya juga sih…” si lelaki tersenyum puas. Saat ia hendak mengajukan pertanyaan lain, teman Lani tak sengaja berjalan melewati koridor tempat mereka menggantungkan koneksi internet mereka dengan Wi-Fi sekolah.

“Loh, Lani… katanya nggak ada istilah CLBK?” dan ia berlalu sambil tertawa mengejek. Lani berdehem pelan, lalu memutuskan untuk mengakhiri percakapan mereka.

Niatannya untuk melupakan cinta lamanya akan kembali kabur kalau ia tak segera melakukan sesuatu.

“Ngomong-ngomong…”

Si lelaki was-was karena baru kala itu Lani mengajaknya berbicara untuk pertama kali, setelah status berpacaran mereka berakhir dua tahun sebelumnya.

“Nama kamu siapa ya?”

“Hah?” si lelaki terkejut. Kernyitan di dahinya juga diikuti tatapan mata yang menelisik jauh ke dalam iris mata Lani, berharap Lani hanya bohong demi menutupi gengsinya.

Tapi tidak.

Lani masih ingat betul wajah lelaki itu, siapa lelaki itu, apa yang dilakukan lelaki itu di masa lampau– yang membuatnya selalu kecut saat melihat wajah lelaki itu.

Perselingkuhan. Sudah biasa di kalangan remaja saat ini.

“Maaf.” Lani tersenyum senang melihat wajah kecut lelaki itu. “Aku lupa.”

6 thoughts on “[Ficlet] L for Lupa

  1. LOL
    WHAT HAPPENED WITH YOU SIST.
    galo nih ye galo tumben ga buat thiller duh gue kira ini thiller tapi napas yang dihembuskan sepertinya menjadi fluff.

    tapi ini bener-bener ciri khas anak jaman sekarang kok, ngecoba ngelupain tapi akhirnya clbk lagi, sampe gue udah muak liat anak kelas bahasnya ini semua pada
    ga ada yang cocok sama gue sih ew ew ew.
    dan yea, back to the topic,
    yakinlah aku kaget pas liat ini but what ever aku suka dengan plot ceritanya dan ini maunya aku sharein ke temen-temenku biar pada kesindir juga eh ga deng ntar mereka tau aku gimana di dunia maya, maapkeun, anaknya suka berkepribadian ganda dan rada dingin di dunia nyata yes mereka belom liat aku pas ayan aja.

    diksinya ringan, pendek lagi. maunya aku juga bikin kek gini pas waktu di smp dulu wakakakak
    oke sekian!
    see you at the next fic!

    p.s;
    kak sasa bulan ini lagi produktif ya? ;( duh aku nyusul kapan nih jadi serajin kak sasa TTvTT

  2. Hai, Sa.
    Sebelumnya, ehem, makasih dulu nih udah ditag-in cerita kamu hihi. Tapi sebelumnya kalau aku ga bisa ngasih semacam review bermanfaat maafkanlah ya, haha. Aku ga jago begituan, aku tahunya–makan, eh–nikmatin cerita kok /elah/

    Argh, remaja banget. Apalagi bagian wifi nih, berasa Lani itu aku yang suka nyuri wifi di sekolah buat donlot drama/vs korea xD /halah/ /gananya/ terus Ini ori-fic pertama yang aku baca dari kamu, dan aku suka! narasinya ngalir, udah oke, ah, tulisan kamu udah pasti bagus ya, sa, haha.

    Awalnya aku kira si Lani beneran amnesia /begodahlu/ /biarin/ eh tahunya emang sengaja di depan si ‘cowok’ dan jleb banget pasti haha, skakmat. Lagian masih aja berani ngajak ngomong-_- Tapi anw, ini cerita nyatakah? xD kalau iya berengsek beud ya si cowok wkwkwk

    Ah, okelah sa, makasih ori-ficnya! Menghibur dan oke.

    Salam,

    Zen.

  3. YAHILEH ENDINGNYA WKWKWK KESIAN LO YE DILUPAKAN PULANG AJA SANA
    .
    Hallllooo, kak Sasa! Iya, ini lais, yang udah kakak tag dua kali tapi baru muncul sekarang… aku…. hh entah sibuk entah males entah apa. Wb terus… yah, efek kelas 9:’) anyway, aku kira kakak tag aku terus ada kak Mala juga kirain fic anak winner (tbh) HAHAHAH sumpah tapi ini kenapa saya banget ateuh iye? Maksudnya, posternya juga… DUH (galau mode: on) (padahal lagi belajar)
    .
    terus terus, aku kagum banget sama penggunaan diksi atau pemilihan bahasa kakak yang berimprovisasi dalem banget. Soalnya kak Sasa yang aku tahu sebagai author di ifk itu terkenal sama genre dark, diksi berat, udah gitu artworknya (sepengelihatan aku selama ini yash) gapernah ada sama sekali cerah cerahnya (?) serius lohxD makanya aku dari atas aja udah kaget. SAMA JUDULNYA AKU KAGET SERIUS YHA!
    .
    overall, ini..
    ‘“Maaf.” Lani tersenyum senang melihat wajah kecut lelaki itu. “Aku lupa.”’
    .
    AKU PENASARAN SAMA MUKA COWOKNYA DIGITUINN HAHAHAH aduhh ini campur aduk rasanyaa si ceweknya sebel si cowoknya sok deket terus yang paling bikin feelnya nambah itu ada temen lewat terus godain sumpaahhh ini jst like reality bgt?? Indonesia banget??? asdfghjkl meski pendek, ini membuat malam mtk-ipa-english-bahasa saya menjadi lebih baik:”) dan bener kata kak Vanes. kak Sasa produktif sekaliiiiiii! macam kak Nyun gituu, heheheh😀
    .
    DAAAHH KAK SASAAAA! Makasih buat tagnya yaa!!!!!!!! /bow/
    xx, lais!

  4. sa, ini enak banget dibacanya. ringan lagi..
    eh tapi sebenerny Lani lupa bohongan kan ya? kan di narasi awal dia aja males ngomong sama tuh cowok gara-gara dia mantannya. iya gak sih? o.O

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s