[Nightmare Maker] Grey Zone [Un-expected Ending]


grey zone

SASPHIRE

(@sasphire1501)

Presented

Grey Zone

Ficlet (392 W) | AU!, Thriller, Romance, Psychology, Mystery, Surrealism, slight! Supernatural, slight! Horror | PG +17

Starring by :

BESTie’s Haeryung & BTS’s Jin

Nightmare Maker Series

Inveartible / Keep Your Light On / Mine / Saxophone / The Secret [ 1 | 2 ] / Something / Voodoo Doll / Good bye bye

I’m sorry for the painful times
I won’t lose you again

[Full Story : Angst Ending]

 

oke…. kan sebelumnya endingnya angst, nah, kalian harus baca nightmare maker yang ada link-nya di atas dulu untuk paham, karena ini cuma ending lanjutan doang, ini versi psycho-nya lho… jadi harus tahan napas bacanya =)

inspired by: Leo x Lyn – Blossom Tears


7

 

Haeryung membuka matanya perlahan. Dia merasakan pusing yang masih luar biasa sakit, meskipun rasa-rasanya dia telah memejamkan mata—tidur sekadar melepas penat—selama beberapa jam. Teriakan-teriakan pasien yang awalnya dia dengar kini memudar. Ruangan dokter ‘Kim Seokjin’ memang kedap suara, tapi baru kali ini Haeryung tahu kalau ruangan itu juga mampu menahan bau anyir darah untuk tak keluar ruangan. Buktinya, kini hari telah berganti malam dan dia bersama Seokjin masih berada dalam tempat yang sama. Tak ada yang berusaha masuk ke dalam ruangan, atau sekadar masuk ke koridor ruang tunggu. Tak ada manusia lain yang berhasil menemukan jejak mereka. Masih sama.

Hanya saja, sebelum dia menutup mata, Seokjin menatapnya pilu. Kini sang dokter jiwa itu tergeletak, tanpa nyawa.

Dia tersenyum senang saat dia dapati jantung Seokjin berada di tangannya lagi.

Taktik manipulasinya berhasil.

Haeryung merasakan pusingnya memudar, terlebih saat darah di tubuhnya dia rasa telah berhenti keluar dari lubang lukanya. Tangan kanannya mencabut benang-benang jahit di tubuh Seokjin secara paksa—oh, mencabut benang-benang yang juga ada di jantung Seokjin—lalu menjahit tangan kirinya yang sempat dia putus demi membohongi Seokjin.

Dia benci menjadi pembual, tapi mau tak mau dia harus melakukannya.

“Aku juga bisa berbohong, kalau kau tahu…” Haeryung melirik pada jam dinding. Pukul dua dini hari. Belum terlambat untuk membawa manekin terakhirnya kembali ke rumah ‘kan?

“Doaku juga selalu dikabulkan, kalau kau tahu…” Haeryung membopong tubuh Seokjin yang kali ini dia yakin betul, Seokjin tak akan hidup lagi. Seokjin sudah mengingkari doanya sendiri yang sudah dikabulkan oleh Tuhan—dia tak mau mati sebelum tesisnya selesai, maka dari itu dia tak akan mati bagaimanapun Haeryung membunuhnya. Untung saja Haeryung memiliki rencana B begitu tahu dokter Kim adalah Seokjin.

“Permohonanku adalah, aku harus punya seratus manekin. Hebat tidak?” Haeryung membuka pintu mobilnya, lalu memasukkan Seokjin pada jok di samping bangku kemudi.

“Kau masih yang ke lima belas. Mana bisa aku berhenti begitu saja?” Haeryung terus-terusan mengajak Seokjin berbicara, meskipun dia tahu Seokjin tak akan membalas ucapannya.

“Aku tak selemah kau yang begitu mudah terperdaya oleh air mata…” Haeryung menatap sosok Seokjin melalui spion tengah mobilnya, “tapi, terima kasih sudah memutuskan untuk mati. Padahal tesismu belum selesai. Seingatku, kita—orang-orang psikopat yang suka berdoa tak jelas pada Tuhan ini—akan mati setelah kita memutuskan untuk mati ‘kan? Berarti kau tak akan hidup lagi ‘kan?”

Haeryung tertawa kecil. “Yah, hidup memang kelabu.”

7

 

Yah Endddd… uwwooo😄 ide ini terlintas saat kembali mendengar lagunya mas Leo sama mbak Lyn saudara-saudara yeah… so sorry untuk awkward ending… tapi entah mengapa aku lebih suka ending yang ini.. jadi kan lebih surreal lagi haghag😄

buat pertanyaan di fic sebelumnya (maaf belum sempat bales, aku lagi sibuk agustusan huhu T_T) soal Jin : itu kenapa Jin bisa hidup lagi padahal dia udah jadi manekin?

jawabannya simpel: doa dia dikabulkan oleh Tuhan, dia gak pengen mati sebelum tesisnya selesai, gimanapun dia dibunuh. soalnya dia udah ada feeling dia bakal dibunuh, jadi dia doa seperti itu ke Tuhan. dan kenapa akhirnya dia mati? karena dia minta sendiri ke Tuhan untuk mati… paham nggak? pahalm lah ya xDD so sorry for another absurd story…

hope you like this sequel😉

dan soal judul, Grey Zone. abu-abu itu pertanda ketidak pastian… jadi udah paham kan kenapa aku milih judul ini?😉

Review nya yah saudara-saudara

One thought on “[Nightmare Maker] Grey Zone [Un-expected Ending]

  1. UWOOO kece sangat!
    Walau entah kenapa aku justru suka yg end sebelumnya.. Abis gemes.. Pingin haeryung mati aja /?
    Btw, buatin lagi dong Nightmare Maker nya! Seru2 sih! Sadis2 pula :’) memacu adrenalin/? Hyahaha

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s