[Prompter-Fic] Stupid Cupid


stupid-cupid

SASPHIRE

(@sasphire1501)

Presented

“Stupid Cupid”

Ficlet (973 W) | AU!, Life, Friendzone, slight! Romance | General

Starring by :

Mamamoo’s Moonbyul & VIXX’s Wonshik (Ravi)

1st Promter-Fic

1st Sentence by Tsukiyamarisa

Dia duduk termenung dalam sepi.

Dia duduk termenung dalam sepi.

Tidak benar-benar sepi, tapi bagi lelaki berumur 22 tahun itu keadaan sekitarnya sangatlah sepi. Begitulah dia. Selalu berlebihan atas apa yang dia alami. Sesekali dia mengalihkan pandangan pada hiruk-pikuk penumpang bus yang silih berganti mengosongi dan mengisi setdiap bangku bus yang berhenti di sana.

Ya. Dia ada di halte bus. Jam tangan yang ada di tangan kirinya kadang menjadi penyebab utama kekesalannya kali ini. Sudah 3 jam dia di sana, menunggu satu hal yang menurutnya pasti, tapi semakin lama dia di sana dia semakin ragu. Gadis yang dia tunggu tak juga datang.

Handphone-nya dari tadi dia gunakan sebagai satu-satunya penghibur dengan memutar playlist lagu favoritnya. Tapi kini dia mencari nomor seseorang di kontaknya. Dia mengetikkan beberapa abjad dalam kolom ‘cari’. Setelah menemukannya, dia kembali gamang.

Telepon? SMS? Telepon? SMS?

Akhirnya dia hanya menyentuh panel bergambar amplop dan mengetikkan beberapa kata.

Kamu dimana, Moon?

Wonshik, K.

Lelaki bernama Wonshik itu menghela napas saat laporan terkirimnya pesan singkat itu muncul di layar handphone-nya. Harusnya dia tak memercayai sahabatnya, Hongbin. Bisa dibilang Wonshik yang jarang—atau bahkan sama sekali tidak—dekat dengan gadis harus berguru pada Hongbin yang cukup populer di sekolahnya. Bahkan bodohnya, kali ini dia memercayakan seluruh usaha ‘pendekatan’ pada Hongbin, hanya karena Hongbin sangat mudah bergaul dengan siapapun, termasuk para gadis.

Oke, serahkan padaku, itu yang diucapkan Hongbin padanya kapan hari, membuat Wonshik sedikit lega.

Kali ini dia menyukai Moonbyul, teman sekelasnya sejak kelas satu. Entah kebetulan atau memang sudah takdirnya, mereka kembali sekelas saat menginjak kelas dua. Wonshik hampir mati kegirangan begitu tahu Moonbyul menjadi teman sekelasnya lagi.

Tak lama kemudian, handphone-nya berdering keras. Alih-alih menjawab pesan, Moonbyul malah menelponnya, membuat jantungnya berdetak cepat. Firasatnya tak enak.

“Halo?”

“Aku di rumah, Wonshikkie. Kenapa?”

Baiklah, dia memanggilku Wonshikkie.

Untuk sesaat, Wonshik merasa terbang atas panggilan akrab itu, tapi saat dia kembali ke daratan, dia ingat sesuatu dan mengumpat pada cupid jadi-jadian yang dia anggap sahabat.

“Kemarin aku sudah bilang ke Moonbyul. Waktu dia tahu kamu suka dia, dia mau ketemuan pas liburan semester nanti.”

“Eh? Serius?” Wonshik terbelalak. Hongbin tersenyum cerah dan menepuk pundak Wonshik.

“Halte bus dekat sekolah, jam 6 pagi.”

Ya salah Wonshik sendiri, sih. Percaya begitu saja. Kalau dipikir-pikir, mana ada gadis yang mau mengajak kencan terlebih dahulu, jam 6 pagi pula? Memangnya, sepagi itu kencan kemana?

Wonshik menggerutu dalam hatinya. Hongbin sialan!

Nggak ada apa-apa kok.”

Tanpa menunggu ucapan berikutnya dari Moonbyul, dia menutup sambungan telponnya, malu atas dirinya sendiri. Dia menutup wajahnya, sementara playlist lagu handphone-nya kembali berbunyi menemani dirinya yang masih sendiri dalam sepi.

stupid-cupid

Dia menghentak-hentakkan kakinya kesal, rasanya ingin pergi saja dari sana.

Tapi, entah darimana datangnya firasat irasional yang menghinggapi dirinya saat itu membisikkan kata-kata aneh: jangan pergi dulu.

Memang apa lagi yang mau dia tunggu? Sejak jam 6 pagi sampai jam 9, sejak embun pagi masih menciptakan bau tanah yang khas sampai kini matahari nampak, dari hujan rintik-rintik yang turun sampai sekarang digantikan oleh pelangi yang hampir hilang… dia menunggu nihil.

Setengah jam setelahnya, dia menghentakkan napas dengan keras, lalu berdiri tegap. Hatinya masih bertengkar, memilih untuk tinggal atau pergi. Tapi sang empunya hati memilih pilihan yang kedua.

Sebelum akhirnya handphone-nya kembali berdering.

Dari gadis yang sama.

“Halo?”

Kok gak sopan sih? ‘Kan aku yang telepon kamu, kok kamu yang mutus?”

Ah, ya. Saking malunya dia sampai lupa siapa yang memulai percakapan tadi.

“Maaf.”

Moonbyul mengangguk. “Iya. Ngomong-ngomong, kamu masih di sana ‘kan?”

Wonshik mengernyit. Karena tak ada jawaban, Moonbyul mengulangi pertanyaannya.

“Kim Wonshik, kamu masih di sana ‘kan?”

“Di sana mana?” akhirnya Wonshik mengucapkan pertanyaan yang tersimpan di benaknya. Jantungnya kembali berdegup kencang, merasa harinya tak akan berakhir sial.

“Di halte dekat sekolah. Kamu di sana ‘kan? Apa aku cuma salah menduga?”

Kenapa dia bisa tahu? Wonshik berteriak dalam hati. Sumpah serapah dalam hatinya semakin meluas saat membayangkan wajah Hongbin yang sepertinya memang sengaja mengerjainya.

“I-iya…”

Tak lama kemudian, ada satu bus berhenti di hadapan Wonshik. Seorang gadis keluar di antara penumpang lainnya sambil melambaikan tangan padanya. Wajah si lelaki memerah saat tahu gadis di depannya memakai jaket putih berkerah bulu, hadiah yang pernah ia berikan saat pentas seni sekolah dan si wanita mendapatkan gelar The Best Girls Dancer.

“Lama di sini?”

Si gadis bernama Moonbyul itu duduk sambil menatap Wonshik yang masih berdiri ternganga menatap kehadirannya yang tak terduga.

Jadi itu alasan hatinya untuk mencegahnya pergi? Karena gadis itu akan datang menemuinya?

Wonshik akhirnya duduk setelah Moonbyul mengisyaratkan padanya untuk duduk dengan menggerakkan dagunya ke tempat duduk di sampingnya.

“Menurutmu, 3 jam itu lama nggak?” Wonshik memilih untuk jujur. Dia sepertinya sudah muak jika harus mencari alasan lain. Otaknya terlalu buntu saat ini.

“Wah, 3 jam… untungnya nggak sampai 3 abad ya…”

“Umur manusia nggak sepanjang itu.”

Moonbyul tertawa.

“Maaf ya. Sepertinya Hongbin salah kasih informasi ke aku.”

Hongbin lagi… ada apa denganmu?

“Katanya, kamu mau ngajak aku kencan, di tunggu di halte dekat sekolah jam 6 sore.”

Hongbin sialan! Kubunuh kamu waktu masuk sekolah nanti!

stupid-cupid

Untuk beberapa saat, mereka terdiam. Lagi-lagi Wonshik duduk dalam sepi, namun kali ini ada seseorang yang menemaninya dalam sepi. Tidak benar-benar sepi, tapi rasa canggung yang menjadi atmosfer keberadaan mereka malah membuatnya terasa sepi.

Beberapa saat kemudian, Moonbyul melihat adanya bus berhenti di depan mereka. Tujuan Gangnam.

“Mau ke Gangnam?” akhirnya Moonbyul yang terlebih dulu memecah keheningan.

Ngapain?”

“Nge-dance ‘Gangnam Style’ di Gangnam,” jawab Moonbyul asal. “Biar kamu nggak terlalu malu juga. Kamu di sini juga sudah lama ‘kan? Nanti dikira ‘penunggu halte’ lho…”

Wonshik tersenyum kecil. Ada benarnya.

Dan karena itu, Wonshik membulatkan tekad bahwa kejadian pagi ini adalah pertanda awal dari usahanya merebut hati Moonbyul. Tanpa bantuan Hongbin, tanpa bantuan cupid manapun, tapi bantuan dari hatinya sendiri. Lebih baik memasrahkan perasaan yang suci pada hati. Karena setidaknya, hati tak pernah memiliki perasaan yang salah. Yang membuatnya salah terkadang si empunya hati.

Wonshik menggenggam tangan Moonbyul, membuat Moonbyul terkesiap.

“Ayo.”

stupid-cupid

hallo… everybody… jadi fic Prompter itu fic yang kalimat pertamanya ditentukan, dalam artian itu bukan kalimat dari kita sendiri, tapi ditentukan orang lain. atas hasil cuap-cuap ngalor ngidul ngetan ngulon yang gak jelas, akhirnya kak Amer ngasih satu kalimat pembuka, ya gini dh jadinya x) sebenernya ini pengen aku buat galau, tapi enggak deh. aku udah sering bikin yang galau haghag x)

makasih buat kak Amer… dan ini kalimat pertama untuk kak Amer:

Dia senang begitu menyadari dia bukanlah satu-satunya orang di sana.

oke kak… gak beda jauh kan? (apanya yang gak beda jauh)

aku tunggu Prompter fic-nya kakak x)

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s