[Daily-Fic] Thoughtlessness


leo

SASPHIRE

(@sasphire1501)

Presented

“Thoughtlessness”

Ficlet (699 W) | AU!, Life, Friendship, slight! Romance | General

Starring by :

Mamamoo’s Solar & VIXX’s Leo

sketch by me xD

Series Daily-Fic

1 | 2 | 3

“Dan kau tahu? yang kubenci dari diriku adalah cara berpikirku yang terlalu jauh.”

Saat itu dia pergi.

Malam ke sepuluh mungkin, aku tidak ingat terlalu detail. Banyak orang bilang aku jenius dalam ingatan, aku akui itu benar. Tapi tidak jika kaitannya dengan perpisahan, kehilangan, kepergian seseorang, atau yang lain yang semacam itu.

Bukan perpisahan yang baik, bukan perpisahan yang ada kata-kata tenang semacam, “Tunggulah, aku akan kembali”, “Aku hanya pergi sementara”, “Aku tak lama pergi, tenang saja…” atau yang semacam itu. Sungguh aku menginginkan kata-kata itu saat melihat punggungnya menjauh. Huh, kesal mengakuinya saat ini, tapi aku begitu sedih melepasnya pergi. Tololnya, aku tersenyum bangga padanya dan memamerkan ketegaranku ketika ia pergi.

Dia sangat pendiam, agak manis, dia orang yang tenang. Jika aku bilang padanya bahwa aku baik-baik saja, maka dia hanya tersenyum lalu menganggap keadaan benar-benar baik, tak ada masalah. Maka sekarang aku benar-benar menyadari bahwa kebodohanku jauh lebih mengenaskan daripada kebodohan orang lain. Masalahnya, kebodohanku ini bukan dalam hal ilmu, tapi dalam hal kepekaan.

Oh, bagaimana mungkin ada orang yang bahkan tak mampu menyadari perasaannya sendiri?

Huh…

Perpisahan.

Apakah aku dan dia sudah berakhir?

Malam itu dia sama sekali tak mengatakan apapun, saat aku berkata “Pergilah, aku baik-baik saja…” dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan, padahal aku tak tahu sama sekali kemana ia akan pergi.

Dan seperti yang kuucapkan sebelumnya, tak ada ucapan yang menenangkan.

THOUGHTLESSNESS

 

Mungkin harusnya aku tak begitu khawatir. Dia memang orang yang sangat diam, berbicara jika aku benar-benar ingin mendengar suaranya. Dia baik, sungguh. Dia melakukan apapun yang kuminta—dalam hal ini semua hal yang menurutnya masuk akal. Aku pernah memintanya terjun ke sungai penuh buaya, tapi dia hanya tertawa.

“Bodoh,” begitu katanya sambil mengacak rambutku gemas.

Aku merindukan itu semua, sungguh. Merindukan suara lembutnya, merindukan tawanya yang ringan, merindukan ekspresi sabarnya saat aku mengocehkan semua hal yang terjadi padaku, setiap harinya.

THOUGHTLESSNESS

 

21 Februari.

Saat aku melihat kalender dan menandai hari demi hari, aku baru sadar, sudah 40 hari lebih aku tak bertemu dengan sosoknya. Lelaki bernama Jung Taekwoon itu. Lelaki yang membuatku gila saat dia tak ada di dekatku.

Oh, my. Aku benar-benar gila.

Kenapa aku masih merasakan penyesalan itu tanpa henti?

Soalnya, malam itu dia benar-benar bilang dia akan pergi, lalu bertanya apa aku baik-baik saja jika dia pergi? Dan dengan bodohnya, aku menjawab iya.

Padahal ketika dia pergi… aku…

Ah sudahlah!!

Tak terhitung berapa kali aku mengacak rambutku, memukul kepalaku karena benar-benar kesal pada diriku. Kenapa aku tak jujur saat itu? Mungkin Taekwoon hanya menganggapku sahabat dan aku sangat malu jika aku harus mengakui perasaanku yang lebih dari itu, tapi kenapa hal ini harus terjadi padaku?

Katakan seperti ini.

Ternyata dia pergi untuk menghampiri cinta sejatinya yang selama ini aku tak pernah tahu siapa, lalu dia menikah dan berbulan madu ke Paris tanpa mengundangku…

Ah, pikirlah, Yongsunnie… Taekwoon akan mengabarimu kalau dia menikah dengan gadis lain. Kalian bersahabat ‘kan?

Tapi bagaimana jika Taekwoon sudah tahu perasaanku yang sebenarnya, maka dari itu ia tak ingin melukai perasaanku dan menikah diam-diam?

Ah!! Aku benci diriku kalau begini jadinya.

THOUGHTLESSNESS

“Yongsunnie!!”

Aku membalikkan tubuhku mengikuti suara yang kudengar. Aku berdehem kecil begitu menyadari aku berdiri di tengah jalan dan diperhatikan banyak orang karena tingkahku yang aneh. Tapi saat aku menemukan sosok yang mungkin mengeluarkan suara memanggilku tadi, aku sadar orang-orang tidak memperhatikanku, tapi memperhatikan sosok itu. Panda besar yang memegang boneka babi pink. Oh, boneka babi yang pernah ingin kubeli kapan hari, tapi uangku habis untuk membeli perangkat menggambar. Itu benar-benar boneka yang kuinginkan, sungguh. Ada tanda hati bertuliskan ‘I Love You’ di sana. Jelas itu boneka yang sama.

Panda itu berjalan ke arahku, lalu aku benar-benar yakin Panda itulah yang memanggilku. Masalahnya, siapa orang yang ada di dalamnya? Suaranya begitu tersamarkan karena kostum berat itu. Aku yakin aku akan sangat tersiksa saat memakainya.

Yah, dan kini boneka babi itu ada di genggamanku. Aku senang menerimanya, tapi aku benar-benar penasaran, siapa yang ada di balik semua ini?

Perlahan panda itu membuka tutup kepalanya. Aku terperangah.

“Taekwoon-a?”

Lelaki yang begitu kurindukan itu tersenyum kecil. Tak lama kemudian, kembang api yang indah menghiasi langit Seoul, bersamaan dengan munculnya beberapa kata dari bibir indahnya, “Selamat ulang tahun, Yongsunnie…”

THOUGHTLESSNESSA.N

here it is, another failed Daily Fic haghag xDD ya… kali ini perkenalkan salah satu member rookie girlband yang lagi aku suka… MAMAMOO’s Leader…. Solar!!! nama aslinya Kim Yong Sun, dia lahir tanggal 21 Februari 1991. wooo… dia Leader paling manis yang paling aku suka setelah Sojin Girls Day, haghag… powernya booo…

sebenernya ide awal itu lagunya Billionaire, That Night. ya itu lagu sedih kalo kalian baca postingan blogku soal Recommended Korean Sad Love Song, yeah, tapi karena aku capek bikin fic sedih (lagian setelah ini aku masih ada proyek Nightmare Eternity punya Hyukkie sama Wonshikkie) jadi aku selewengin 180 derajat.. haghag… ya aku tahu ini endingnya anti-klimaks, so awkward gitu tapi yah mohon dimaklumi =_= ini hanyalah satu upaya agar aku terselamatkan dari kebosanan tingkat akut karena liburan lama tapi aku gak kemana-mana huhu T_T

jadi mari kita tertawa bersama haha xD

P.S : btw karakter Solar yang suka berpikiran terlalu jauh itu aku banget. ._.v

P.P.S : arti judulnya kesembronoan, ketidakbijaksanaan. kkk…

 

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s