[Nightmare] Eternity – Ken ver.


ken-hyeri

SASPHIRE

(@sasphire1501)

.

Presented…

ETERNITY

 

.

Starring :
VIXX’s Ken & Girl’s Day Hyeri

Drabble [620 W] | AU!, Romance, Fantasy | PG-15

A miracle has come to me
From the beginning, we had started

Another SongFic :

Voodoo Doll | Eternity [Leo Version] | Eternity [Hongbin Version] | Eternity [Ken Version]

Another Illusion Fic :

Illusion | Alive

 

.

.

.

Look

.

.

.

Love is a Nightmare

.

.

Cuma 1 malam.

Bayangmu pernah tenggelam dalam kabut memuakkan di malam hari, tepat di jantung kota tua yang kata kebanyakan orang berhantu. Kota itu tertimbun oleh debu, lapuk dimakan waktu. Kota bekas industri pakaian yang maju berabad-abad lalu, terlihat dari bangkai mesin-mesin terbengkalai yang tergeletak begitu saja di berbagai tempat.

Aku tak tahu kenapa malam itu aku menemukanmu, padahal aku baru saja pulang dari perpustakaan. Ada 2 pilihan saat itu: mengikutimu atau beristirahat karena punggungku sangat sakit karena terlalu lama duduk. Dan entah mengapa, aku memilih opsi pertama.

Kamu tersenyum padaku di balik topeng matamu. Pakaianmu hitam kelam, hampir tak terlihat di antara langit malam yang saat itu bulan masih tertidur di antara awan-awan yang tak kalah kelamnya. Tapi aku seperti melihat cahaya yang ada di sekitarmu, padahal nyatanya tidak ada. Kamu tetap menuntunku sampai ke kota tua ini.

Setelah bayangmu hilang, aku tertegun. Sesaat aku menyadari kebodohanku, mengapa aku mengikutimu yang aku sendiri tak mengerti apa wujudmu.

Tapi, setelah itu, aku kembali menemukan potret dirimu. Aku hanya melihat sisi belakang tubuhmu, kurasa. Gaun memanjang yang membungkus kakimu sempurna dengan lengan panjang serta sarung tangan hitam… benar-benar tak membiarkan orang lain melihat keindahan kulitmu, namun tetap indah nan sempurna. Awalnya aku tak yakin jika itu kamu, tapi aku sendiri juga tak mengerti, tiba-tiba keyakinan yang tak berasal semakin membuncah, meyakinkan diri jika itu dirimu. Auramu yang gelap namun bercahaya begitu kental, tak mungkin ada orang lain—atau mungkin dewa, peri? Terserah—memiliki aura yang sama persis denganmu.

Aku berlari mengikuti bayangmu setelahnya. Aku begitu bodoh, mengagumi eksistensimu yang bahkan tak begitu kentara. Dan yang aku herankan—sudah berapa kali aku mengucapkan kata yang berarti sama—aku begitu bahagia berlari mengejar ‘bayanganmu’ padahal saat itu aku benar-benar lelah. Semua yang serba gelap dalam dirimu malah seperti satu cahaya bagiku di antara reruntuhan peradaban di kota tua ini.

Jelas saja.

Kamu yang membawaku ke antah berantah ini, jadi aku pikir, kamu yang mampu membawaku kembali. Kalaupun tidak membawa kembali, setidaknya ke tempat yang lebih baik.

Oh, betapa bodohnya aku saat itu begitu memercayaimu.

Yang aku ingat setelah itu, kamu berhenti, tepat di ujung perempatan jalan. Padahal aku berlari semakin cepat menghampirimu agar aku tidak kehilangan dirimu lagi, tapi kamu tetap diam di sana. Saat aku berdiri di depanmu, kamu tersenyum membuat jantungku yang berdetak cepat karena berlari semakin bergetar tak karuan. Perlahan, kamu membuka topengmu, membiarkanku melihat paras cantikmu yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.

“Kim Jae Hwan, benar?”

Aku mengangguk.

.

.

.

Aku tidak ingat apa yang terjadi setelah itu. Hanya saja, jika kamu mau, aku ingin kamu kembali lagi padaku. Tak apa jika dengan cara yang sama, aku ladeni. Kamu begitu indah, bayangmu yang bahkan timbul-tenggelam di antara kabut masih bisa diingat dengan jelas di pikiranku. Bukankah berarti kamu yang bertemu denganku malam itu sangatlah nyata?

Kalaupun aku dan kamu tak dapat bertemu lagi, setidaknya, pertemuan kita yang singkat itu mampu mengobati rasa rinduku jika sesekali aku merindukanmu seperti sekarang.

Karena yang aku imani sampai sekarang, bukankah aku istimewa bagimu? Kenapa di antara banyak orang, kamu yang memilihku dan membawaku ke kota tua di sana, memanggil namaku dengan lembut? Bukankah aku adalah orang yang kamu pilih sebagai keajaibanmu?

Karena saat itu, yang aku ingat dengan jelas, yang kamu katakan padaku setelah memanggil namaku adalah,

“Terima kasih, kamu ada di sini.” Saat itu, kamu yang belum mengenalku sama sekali memegang dadamu, mengisyaratkan bahwa selama ini aku ada di sana. Di hatimu, entah sejak kapan.

Aku tahu dari nada bicaramu, kamu begitu kesepian selama ini. Mungkin kamu telah mengajak banyak orang untuk menemanimu—yang sampai sekarang aku tak tahu apa dirimu sebenarnya—tapi hanya aku yang mau mengikuti bayangmu.

.

.

Time’s Over

A.N

ini maaf banget ya.. semakin kesini semakin pendek. tapi gini… sama kayak yang versinya Hongbin, ini buatnya singkat banget. tadi malem, terus lanjut pagi ini. yang bikin keliatan lama cuma tidurnya aja sih haha xD dan untuk Eternity, selain punyanya Leo bakal pendek-pendek ya. bukan karena punya Leo spesial, tapi, punya Leo itu bener-bener idenya terlampiaskan full song, nah kalo buat yang lain, sebait-sebait aja. jadi Leo itu full ver-nya fic Eternity yang lain haghag /ketawa setan/

ehm… yeah… tapi jujur aku gak ada niatan untuk bikin ini series-nya Eternity lho sungguh ._.v sama kaya punya Hongbin yang berasal dari kata “Kamu” aku cuma nulis “Cuma 1 hari” di ms. word tadi malem ==” aku pengennya nulis berdasarkan lagunya Chocolat yang One More Day, tapi entah kenapa larinya kok malah fantasy gaje kayak gini huhu… maafkan T_T mana akhirnya jadi ganti “Cuma 1 malam” duh… keliatan banget kan aku gak konsisten =_=

tapi meskipun ini judulnya Eternity, kan cuma terinspirasi dari bait awal ya, part-nya N. terjemahannya ada di summary atas, tapi keseluruhan lagunya sih, aku malah terinspirasi VIXX yang Light Up of  the Darkness xD soalnya lagunya VIXX yang non-promotion yang nyampek saat ini masih ada di top-list ya itu, selain Sad Ending sama Love,LaLaLa

makasih udah baca ini ya. dan review?😉

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s