[Nightmare] Eternity – Hongbin ver.


hong-yura

SASPHIRE

(@sasphire1501)

.

Presented…

ETERNITY

 

.

Starring :
VIXX’s Hongbin & Girl’s Day Yura

Drabble [<1000 W] | AU!, Romance, slight!Action | PG-15

“Don’t even get away from me for a second
No, I just won’t let go of you
I’ll accept every little thing of you
You love me, right?”

Another SongFic :

Voodoo Doll | Eternity [Leo Version]

Another Illusion Fic :

Illusion | Alive

 

Look…

.

.

Love is a Nightmare

.

.

Saat ini, kamu tidak tahu, aku hanyalah bayangan yang mengincar nyawamu.

Selama ini, aku sangat dekat, dekat, dekat sekali denganmu. Aku seperti udara yang jika aku pergi, kamu tak akan hidup. Aku seperti udara. Tanpa manusia yang membutuhkannya, udara hanya bisa menghilang tanpa bekas. Singkatnya, kita saling membutuhkan.

Aku butuh kamu, kamu butuh aku.

Dari kejauhan, aku melihatmu berjalan dengan tatapan mata kosong. Kamu melangkah dengan sangat lemasnya, pun wajah pucat. Sudah lama sejak aku meninggalkanmu karena satu alasan, wajahmu yang selalu tersenyum masih terpatri jelas di benak. Walau kini yang ada di mataku beda sepenuhnya.

Tanpa sadar, aku menangis.

Rasa bersalah dalam sanubari tak terbendung, namun tak dapat dipungkiri, aku harus mengakhiri semuanya. Kamu hanya korban dari kejahatanku.

Aku menarik pelatuk selaras panjangku, menempatkan potret wajahmu agar tepat sasaran. Agar tak ada korban lain. Kerumunan ini menyulitkanku, tapi juga memudahkanku untuk segera menghilang saat timah panasku berhasil membunuhmu dalam satu serangan. Aku tak ingin menyiksamu dengan rasa sakit akibat peluru yang tak langsung menyerang organ dalam penentu kehidupanmu–entah jantung atau otak–maka dari itu aku berusaha yang terbaik kali ini.

Dadaku sesak sebenarnya. Beberapa waktu kita jalani bersama dengan tanpa cela. Karena terlalu indah… aku enggan melupakannya. Tapi jikalau aku mengingat, sepersekian detik setelah ini kamu akan pergi untuk selamanya, maka kenangan-kenangan di antara kita akan terlalu sedih untuk tetap diingat.

Tepat saat aku hendak menarik pelatukku, aku melihatmu tersenyum…

Tepat ke arahku!

.

.

Aku masih terpaku di sini, masih tak menyangka kamu menemukanku yang berada sangat jauh darimu. Kamu ada di bawah, aku ada di atas. Jarak kita berpuluh-puluh kilometer jauhnya. Bagaimana kamu bisa tahu, aku di sini?

Bagaimana kamu bisa tahu akulah yang berada di sini, sementara senapan laras yang kupegang jelas-jelas mengarah padamu?

Apa kamu sudah tahu?

Kamu tahu tentang aku?

“Ahyoung-a...”

Aku kembali terhenyak. Kali ini aku benar-benar diam, enggan bergerak. Aku tak akan berbalik, tak akan menoleh, tak akan melirik barang sedetikpun padamu. Sejak beberapa menit lalu kamu yang berada pada bidikanku tersenyum bahagia, seolah-olah kamu berhasil menemukan satu benda hilang paling sempurna yang pernah ada. Aku menggenggam erat senapan larasku, kurasakan tanganku gemetar hebat.

Aku merasakan langkah kakimu yang perlahan mendekat padaku. Aku berjalan maju, menjauhi kamu yang semakin dekat padaku. Butuh waktu lama untuk menjauhimu hingga aku mampu mengumpulkan keberanian untuk membunuhmu, tapi kenapa kamu berhasil menemukanku dan mendekat lagi padamu?

Aku harus berbuat apa?

Kenyataan bahwa kamu, satu-satunya orang yang aku cintai adalah orang yang harus kubunuh kali ini… bukanlah satu hal yang mampu kuterima, tapi tak mampu kutolak. Kenapa kamu membuat keadaan ini semakin rumit?

“Ahyoung-a…”

Kamu memanggil namaku lagi. Aku mampu mendengar berbagai macam perasaan saat kamu menyebut namaku tadi. Rasa sayang, rindu, sakit, semuanya berkumpul menjadi satu. Sial. Tak mampukah kamu menyadari, aku terus diam sejak kamu ada di sini semata-mata karena aku berusaha menegarkan diriku? Tak tahukah kamu, di sini aku yang paling terluka?

“Setelah kamu pergi, aku tahu, kita tak lagi bisa seperti dulu.”

Jelas kamu tahu itu. Kamu lelaki paling pengertian, paling baik yang pernah kutemui.

“Aku tahu kamu hanya melakukan tugasmu. Kamu hanya berusaha bertahan hidup.”

Ucapanmu sukses membuat air mataku mengalir. Laki-laki brengsek.

“Tapi, harusnya, saat itu kamu jelaskan saja padaku, lalu kita tetap bersama sampai kamu bisa menguatkan hati untuk melakukannya. Kamu tak perlu pergi. Aku tak akan menyesal nanti, karena kamu yang membunuhku. Aku akan baik-baik saja, sungguh.”

Kini aku berbalik dan berlari menghampirimu. Aku memelukmu erat, melampiaskan semua rasa rindu dan sedih yang semakin lama kubiarkan semakin membuat jantungku sesak. Kamu tak tahu betapa aku menyesal telah memilih pekerjaan laknat ini beberapa tahun lalu.

Kamu memelukku erat, menepuk pundakku seperti yang biasa kamu lakukan setiap aku menangis di pelukanmu.

Senapan larasku sudah kujatuhkan sejak aku berlari padamu, tapi aku masih mempunyai satu pistol di saku kanan celana jeans-ku. Dalam jarak sedekat ini, dalam kondisi bebas dari kerumunan khalayak ramai di atap gedung ini, pasti aku bisa menyelesaikan misiku dengan sempurna. Segera setelah isak tangisku tenang, aku menggenggam pistol dengan erat, mengeluarkannya perlahan, kudekatkan tepat di ulu jantungmu…

Aku merasakan syaraf-syaraf di wajahmu membuat bibirmu menyunggingkan satu senyuman manis, meskipun air mata hangatmu jatuh di punggungku. Kamu benar-benar memasrahkan dirimu, kamu benar-benar tak takut…

Tapi kamu tak tahu betapa sakitnya aku saat melakukan ini.

“Ahyoung-a… aku mencintaimu.”

“Apapun yang kamu katakan, aku tak akan terpengaruh.” Akhirnya aku berbicara padamu, dan kamu mengangguk menyetujuinya.

DOR!!!

Tepat setelah aku menembakkan peluru ke jantungmu, kamu jatuh tersungkur. Begitu pula aku yang berada dalam dekapanmu. Nampaknya, karena kamu memelukku terlalu erat, peluru tak bersarang tepat ke jantungmu. Kamu masih bernapas meskipun sedikit tersengal, kamu pun masih tersenyum padaku, mengecup keningku.

Aku memegangkan peluru di tanganku ke tanganmu.

“Tembak aku…”

Kamu membuka mulutmu, hendak berbicara. Namun aku menggeleng, melarangmu berbicara dan menitahkanmu untuk melakukan apa yang kukatakan.

Mengerahkan seluruh kekuatan terakhirmu, kamu menarik pelatuk pistol…

Dan pekikan senjata itu akan kembali terdengar.

DOR!!!!

Berdua kita saling bertatapan, mengatur napas yang tak karuan. Kau tersenyum padaku, begitu pula aku yang tersenyum padamu. Di sela-sela rasa sakit yang sama-sama kita rasakan, di saat kita masih sibuk memikirkan kematian yang jelas-jelas ada di depan mata, kita tak lagi takut akan kesendirian, kehampaan, kehilangan…

Karena kita tetaplah kita. Aku dan kamu, kamu dan aku. Dan hanya akan seperti itu untuk seterusnya, tak akan ada yang berubah.

Sampai kapanpun.

Time’s Over

okey… another fic untuk Eternity. Hah!! percaya nggak sih nih fic bikinnya mendadak banget, dari abis teraweh sekitar jam setengah sembilan nyampek sekarang jam setengah sebelas?

kalo kalian tanya kenapa aku bikin fic yang mendadak nan singkat ini, ya alasannya cuma satu : aku terlanjur suka lagunya VIXX yang ini jadi entah kenapa setiap bait lagu tuh menghasilkan ide yang gak biasa. termasuk fic ini. emang gak biasa tapi juga gak bagus, huhu.. maaf T_T

dan kalian harus percaya ya, aku bilang ini mendadak berarti idenya juga mendadak. ya cuma pas ada di depan word aku dapat ide ini. jujur. awalnya aku cuma nulis “Kamu” di word, tapi entah kenapa tahu-tahu ceritanya gini. pas udah end, aku baru nyadar kalo ini nyesek-nyesek-semacam-into-an-eternal-dream… jadi ya udah judulnya aku kasih eternity. bukan berarti aku ada niatan untuk bikin VIXX Eternity series ya. liat besok aja kira-kira ada ide apa enggak. dan… sekali lagi, karena ide mendadak, maap banget nih cerita absurd T_T

dan kalo kalian bilang ini maksa, iya ini maksa… aku tahu, soalnya kan mendadak x) cuma ide dari fic ini let it flow banget. beda kayak yang punya Leo, yang selalu terbayang kalo gak selesai, bikinnya juga niat banget 3 hari 3 malem (gak full) beda dengan ini yang idenya mengalir bersama Silvermist.

niatnya ini cuma drabble T_T

banyak maap terselip di sini, tapi mudah2an suka dan ada review😉

P.S : udah tahu kan pekerjaannya Yura apa? x)

P.P.S : masalah cover, ini cuma males nyari ide lain jadi ya… begitulah

One thought on “[Nightmare] Eternity – Hongbin ver.

  1. Sasaaaaa aku sedang berjelajah ke eternity series dan ternyata malah mampir ke blogmu
    Haduh ini. Diksi oh diksi, indah banget. Kamu belajar darimana sih saaaaa nelen kamus apa?:p
    Oke aku mau berjelajah lagi;-)

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s