[Daily-Fic] Surat Cinta untuk Sanghyuk


surat cinta

SASPHIRE

(@sasphire1501)

Presented

“Surat Cinta untuk Sanghyuk”

Ficlet (1.375 W) | AU!, School Life, Family, Failed Comedy | General

.

.

“Jadi… Sanghyuk dapat surat cinta?”

.

.

Inspired by One of any chapter of Manga “Look Up by Kusaba Michiteru”

Sanghyuk dan Hongbin menghampiri loker mereka usai pertandingan persahabatan antara SMU mereka dengan SMU Sunhwa Art School. Mereka berniat mengambil beberapa barang yang mereka simpan di sana, meninggalkan satu-dua benda yang dirasa cukup membebani tas mereka, lalu bergegas pulang. Meskipun hasil pertandingan basket mereka seri, setidaknya mereka cukup puas. Hanya mereka senior yang masih memperjuangkan kemajuan basket sekolah mereka di saat teman seangkatan mereka memilih menyerah dan fokus pada ujian akhir semester.

Bukannya tak peduli pada ujian yang akan mereka lewati, tapi mereka tipe orang yang bebas. Kebetulan sekali 2 orang setipe bisa satu kelas bersama sejak masuk sekolah menengah pertama.

Mereka tertawa kecil atas lelucon konyol yang mereka lemparkan satu sama lain, hingga akhirnya mereka terdiam saat berhenti di depan loker. Adik kelasnya sekaligus junior mereka di tim basket, Kim Ji Hoon, mendapatkan banyak surat cinta di lokernya. Wajahnya datar, seolah tak memedulikan surat-surat itu, mengambil beberapa barangnya, lalu bergegas menutup pintu lokernya. Kali ini ia menguncinya.

“Merepotkan,” desisnya pelan.

Sanghyuk dan Hongbin hanya menelan ludah melihatnya. Mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing. Mereka sudah menjadi atlet basket selama hampir 5 tahun—bahkan sejak SMP—tapi mereka tak pernah sekalipun mendapatkan surat cinta.

Awalnya mereka pikir, sekarang sudah bukan jamannya lagi mengirimkan surat untuk pengungkapan perasaan. Tapi, melihat junior mereka, mereka berpikir ulang.

Apa mereka kurang keren?

Apa permainan mereka kurang bagus?

Apakah mereka bukan lelaki yang dapat memikat hati wanita?

Hongbin yang pertama lepas dari lamunannya, akhirnya membuka pintu lokernya dengan tak sabar. Ia tertawa keras begitu menemukan 2 pucuk surat di dalamnya. “HAH!!”

Sanghyuk tersentak. Hongbin menatap Sanghyuk dan berdehem, berusaha tetap terlihat cool dan tak peduli.

“Kamu tahu, mendapatkan surat cinta atau nggak, kita adalah kita.”

Hongbin berusaha tenang, walau di hatinya ia sangat bergembira. Ia tak peduli Sanghyuk temannya terkenal atau tidak, yang penting ia cukup populer di kalangan para remaja putri, setidaknya di sekolahnya.

“Aku duluan,” Hongbin menepuk pundak Sanghyuk dengan ekspresi datar. Tapi begitu membalikkan badan, ia tersenyum gembira. Ia tak sabar untuk segera sampai di rumah dan membaca kedua surat itu. Mulai hari itu, ia berjanji untuk tidak mengunci pintu lokernya, apapun yang terjadi.

“Yoi,” Sanghyuk menjawab lemas. Melihat Hongbin yang mendapatkan 2 surat cinta membuat semangatnya hilang begitu saja. Tapi entah mengapa, jantungnya berdebar keras begitu tangannya memegang gagang pintu. Perlahan, ia membuka pintu lokernya…

Ada satu amplop berwarna merah muda di sana.

HAH!! Lihat, Hongbinnie, aku juga dapat!

Ia mencium surat itu berkali-kali, berputar-putar tak jelas, seolah ia mendapatkan harta karun. Meskipun ia cukup tampan, ia tak begitu populer sejak dulu. Ia beranggapan surat itu adalah awal dari perubahan hidupnya.

Tiba-tiba, handphone-nya berdering. Dari adiknya, Kim Yoonjoo.

“Halo?” ucap Hyuk dengan nada sedikit membentak. Dasar perusak suasana.

Oppa, ayo pulang,” suara di sana terdengar merengek. Sepertinya Yoonjoo telah menunggu kakaknya di parkiran sekolah, di dekat sepeda Sanghyuk.

“Minta jemput Soohyun Hyung, aku sibuk,” jawabnya ketus.

“Kenapa dengan kalian berdua? Tadi Soohyun juga bilang dia sibuk, katanya main drama musikal… Kamu sibuk apa? pertandinganmu sudah selesai ‘kan?”

“Heh, heh, berani memanggil kakak-kakakmu seperti itu?!” Sanghyuk tertawa kecil. Ketika ia mendengar hentakan napas Yoonjo yang akan mengucapkan kata-kata pembelaan diri, ia menyergap, “pokoknya aku sibuk. Pulang sendiri sana! Naik bis! Eomma ada di rumah, kalau nggak ada uang, minta ke Eomma!”

“Hei…”

Sambungan terputus. Yoonjoo menatap layar handphone-nya tajam. Ia bergegas menelpon Sanghyuk sekali lagi.

“Apa lagi?!” tanya Sanghyuk dengan nada tinggi. Tapi, tanpa ia pikirkan sebelumnya, Yoonjoo berteriak sekeras mungkin padanya,

OPPA JELEEEEEKKKK!!!!!”

Dan tanpa Sanghyuk sempat memarahinya, sambungan terputus.

Aku… jelek?

.

.

.

Sanghyuk tak sabar untuk membacanya di rumah, maka dari itu, ia membacanya di salah satu bilik toilet. Ia membuka surat itu dengan membuka lipatan yang ada di sana dengan pelan, satu-persatu.

“Wah… tulisannya rapi. Apa dia kakak kelas 3? Wah…”

Kau tahu, Sanghyuk-ssi, sudah lama aku memperhatikanmu. Permainanmu luar biasa, tak ada yang menandingi kemampuanmu. Tapi kenapa selama ini kau jarang memasukkan bola dan malah mengopernya ke juniormu? Aku tahu kau ingin melatih mereka dengan baik, tapi jangan terlalu memanjakan mereka. Sedikit kerja keras lebih dihargai, Sanghyuk-ssi.

Air mata Sanghyuk hampir menetes saking terharu karena membacanya. Kemudian, lipatan selanjutnya ia buka.

Tapi, apa yang kau lakukan sudah baik. Kau senior yang hebat. Pertahankan. Kemajuan basket sekolah ini pasti bergantung padamu. Kebetulan aku juga atlet basket putri, jadi aku sedikit tahu tentang dunia basket. Tapi, aku merindukan pertandinganmu yang luar biasa. Jika ada pertandingan lagi, perlihatkan kejayaanmu lagi, ya.

Sanghyuk tertawa kecil. Ia benar-benar kagum atas keindahan susunan kata demi kata dalam surat itu. Ia tak menyangka ada kakak kelas yang memperhatikannya selama ini, bahkan mungkin sejak SMP, mengingat kompleks sekolah mereka menyatukan setiap tingkatan, mulai dari TK sampai SMA. Kemudian ia membuka lipatan ketiga.

Kalau boleh, bisakah lain kali kita bertemu? Kau selalu sibuk dengan berbagai kegiatan, entah kegiatan organisasi atau kegiatan klub basket. Kau tak pernah dekat denganku, jadi aku harap, suatu hari nanti aku bisa bertemu denganmu dari jarak dekat.

Salam hangat…

Ia membuka lipatan terakhir. Ia terkejut saat ada foto dan keterangan nama si penulis surat.

Nenek penjaga kantin.

Kali ini semangatnya benar-benar hilang.

Apakah aku benar-benar jelek hingga yang mengirimkan surat padaku cuma Nenek Penjaga Kantin?

.

.

.

Sanghyuk berjalan gontai sambil membawa amplop pembungkus surat cinta yang ia baca tadi. Setidaknya, ia bisa memamerkan amplop surat itu pada Hongbin sebagai bukti bahwa ia mendapatkan surat cinta. Tapi Hongbin tak perlu tahu dari siapa.

Lamunannya terbuyarkan saat ia mendengar bel sepeda berbunyi nyaring di dekatnya.

“Yoonjoo-ya?”

Yoonjoo tertawa jenaka. “Kamu sibuk apa ‘sih? Aku menunggumu dari tadi di parkiran. Tadi aku sudah ke halte, tapi nggak ada yang ke rumah, jadi aku nunggu kamu.”

Sanghyuk mengangguk paham.

“Kok, lemas begitu?” Yoonjoo memperhatikan kakaknya yang umurnya beda satu tahun lebih itu dengan seksama. Ia melihat tangan kanan Sanghyuk menggenggam amplop merah jambu, lalu ia tersenyum dan menyenggol lengan kakaknya.

“Heh, dapat surat cinta kok lemas sih?”

Sanghyuk tetap diam.

Well, karena ‘Oppa-ku yang kini dicintai seorang gadis’ lemas begitu, aku bonceng deh. Naik.”

Tanpa berbicara apapun, Sanghyuk naik di sadel belakang sepeda, kemudian melampiaskan kekesalannya akibat surat cinta itu dengan memegang erat bagian depan tas Yoonjoo untuk menutupi wajahnya.

“Ini surat cinta terbaik yang pernah aku terima… adikkuu…”

Apa yang ada di dalam hati Sanghyuk sebenarnya kebalikan dari apa yang ia ucapkan, tapi ia terlalu gengsi untuk mengakuinya di depan adiknya yang selalu iseng padanya.

“Hei, hei, aku nggak bisa mengayuh kalau kamu seperti itu.. .Ah!”

Sanghyuk tetap menangis tanpa memedulikan gerutuan adiknya. Yoonjoo menghela napas, lalu memutuskan untuk mengayuh dengan kecepatan rendah.

“Aku nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi sih, tapi, Oppa semangat dong. ‘Kan, aku sama Soohyun Oppa selalu ada untuk Oppa…”

Sanghyuk sedikit tenang mendengarnya.

Setidaknya, Yoonjoo adalah adik terbaik yang aku miliki.

.

.

.

Malamnya…

“Hyukkiee!!” Yoonjoo memeluk Sanghyuk dari belakang dengan erat, membuat Hyuk terbatuk sesaat.

“Bodoh, sesak!!” bentak Sanghyuk, sementara Yoonjoo terkekeh pelan. Ia pun mengambil tempat di samping kakaknya. Sanghyuk masih mengerjakan proyek fisikanya di meja pendek di depan tv saat Yoonjoo ingin meminta bantuan padanya. Kekonyolan mereka terkadang selalu menjadi pusat perhatian keluarga jika semuanya tengah berkumpul. Mereka telah difasilitasi meja belajar di masing-masing kamar, tapi entah mengapa, mereka selalu belajar di depan tv.

Oppa, aku nggak bisa matematika bab garis linear ini,” Yoonjoo menyodorkan buku paketnya yang masih tertutup.

“Aku masih sibuk, kamu lihat ‘kan?”

Soohyun tertawa kecil, lalu menawarkan diri untuk membantu Yoonjo, “yang mana yang sulit? Sini, aku ajarkan.”

Yoonjoo memasang wajah manis pada kakaknya yang pertama, “Hari ini, mood-ku ingin belajar dengan Hyukkie…”

Tuan dan Nyonya Kim hanya menggeleng kecil sambil tersenyum melihat tingkah putri bungsu mereka.

“Ayolah, Oppa. Aku juga tahu itu tugas Oppa untuk 2 minggu lagi ‘kan?”

Sanghyuk masih enggan berpaling. “Tapi ini tugas sulit, Yoonjoo-ya. Minta tolong Soohyun Hyung sana!”

Yoonjoo menyeringai licik, lalu mendekatkan wajahnya dengan Sanghyuk sambil berbisik. “Oppa...”

Hm?!” Sanghyuk masih merasa risih.

“Mau kusebarkan ke setiap orang, kalau surat cinta yang Oppa dapatkan tadi itu surat dari Nenek kantin?”

Akhirnya Sanghyuk mengalihkan pandangannya ke Yoonjoo. Yoonjoo pun menatap tajam Sanghyuk dan membuka buku paketnya. “Bahkan surat cinta itu jadi pembatas buku paketku sekarang.”

Sanghyuk menelan ludah, lalu bergegas mengambil buku paket Yoonjoo. Agar tak diketahui seluruh anggota keluarga, ia tetap berusaha tenang.

“Bab apa tadi?”

Yoonjoo tersenyum menang.

Dan terkadang, aku berpikir, Yoonjoo bukan adik yang baik.

END

okey… hello guys.. gimana? mari kita mulai ramadhan dengan sesuatu yang menggembirakan, okey? x)

dan… ini judulnya Daily-fic, jadi tuh, ya temanya ya sekitar kehidupan. tapi aku bakal ngambil banyak genre sih, tapi tetep ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, dan cast-nya gak itu-itu melulu kok, bakal ganti terus, pokoknya sesuai dengan fic-nya x) dan untuk series pertama–anggep aja nih fic teaser–aku sengaja milih Kim family. tapi marganya gak Kim semua di dunia nyata… kkkk

family

jadi kenalkan… anak pertama bernama Kim Soohyun

anak kedua (anggap saja) bernama Kim Sanghyuk, beda 7 tahun dengan kakaknya

dan si bungsu, (lagi-lagi anggap saja) bernama Kim Yoonjoo, beda 1 tahun hampir 2 tahun sama kakak yang kedua dan beda 8 tahun hampir 9 tahun dengan kakak yang pertama… kkkk

dan… anyway…

 di series ini mungkin banyak yang ooc, jadi aku gak nerima komen semacam itu, maaf =) yang namanya fanfic itu seni berimajinasi yang digabungkan dengan ide, dan yang punya itu si penulis…

aku menerima kritik saran kok, tapi soal pengkarakteran, aku gak bisa nerima, maaf T_T

dan makasih udah baca ^^

8 thoughts on “[Daily-Fic] Surat Cinta untuk Sanghyuk

  1. Oh, malem-malem tiba-tiba aku kepikiran sama fic kakak yang kulihat di IFK. Well, mungkin kakak nggak tahu aku lewat u/name-ku ini, tapi aku udah sering menuhin TL kakak di twitter😄

    Oke, Kakak ini kok fresh banget ya fic-nya. Kesannya beda dari fic yang biasa kakak buat. Comedy-nya dapet banget. Aku cuma bisa nutup muka dan cengar-cengir geje waktu tahu siapa yang ngasih Sanghyuk surat. OH EM JI hellow, aku kira cewek cantik, tinggi, pokoknya yang well gitu, tahunya Nenek penjaga kantin >_< Sanghyuk habis diterbangin ke atas langit, terus tiba-tiba saja dilepasin dan BOOM! Jatuh😄 But, it's okay lah. Biarpun Nenek yang ngasih, tapi Sanghyuk tetep dapet surat cintanya, walaupun tahu dan bisa ngerasain betapa 'gela'-nya hati Sanghyuk /peluk Sanghyuk :*/

    Yoonjoo aku pikir-pikir adik yang baik juga ngomong bijak sama Sanghyuk. Tahunya ujung-ujungnya gitu. Ngancem /haha.. tapi dia cerdik x)/

    OOC nggak masalah, yang penting ini menghibur dan beda banget. Keep writing ya!

    1. haghag… bener kata kamu aku asing pada dirimu, makanya dateng ke blogmu dan baru ngeh kalo kita udah follow2an x)

      iya.. emang beda dari fic-ku yang biasa sih, tapi kamu pernah baca fic-ku kah? yang mana? haghag.. atau mungkin tanpa baca ficku yang lain pun udah keliatan kalo aku suka genre yang aneh-aneh? haghag x) /ditendang/

      haghag… ya.. sebenernya Yoonjo itu aku banget x) liciknya maksudnya. kalo jadi adek yang licik, aku pengen kayak gitu tapi apa daya aku anak pertama T_T

      makasih review-nya yaa ^^

  2. Annyeong chingu..
    nice fic:)
    ngakak deh bacanya, sakitnya itu lo JLEB banget pas tau suratnya ternyata dari nenek kantin…
    ga kebayang deh kalo itu beneran terjadi..
    kalo bisa sih ini fic pengennya ada chapter 2 nya:P
    tapi tetep ditunggu kok fic yg lainnya:)
    apalagi yg castnya anak-anak VIXX:)
    keep writing!

    1. haghag.. iya jleb banget x) ehm.. mungkin ada sih, tapi gak dalam waktu dekat, tapi gak janji ya x) btw aku udah pernah buat fic main cast VIXX lho, meskipun bukan Daily-Fic, boleh coba dibaca.. makasih komennya ^^

  3. sanghyuk, dia nenek-nenek terkeren yang pernah eksis di dunia! PERCAYALAH! (y)😀
    hehe, aku suka ffnya, riang plus ringan(?), jadi bacanya gak mikir terlalu dalem udah ngena dan jelas kalo ini ngebully hyuk :v :v :v #digampar

    kayanya aku pernah baca ff author, tapi aku gabegitu inget pernah baca ff author yang mana, jadi anggaplah aku reader baru ._.😀

    salam kenal author-nim!!!🙂

    1. apa… nenek2 terkeren apanya? xD iya… kal soal nge-bully kan emang gak perlu mikir terlalu dalam kan x) aku juga lupa kamu pernah komen dimana /dilempar
      tapi makasih lho reviewnya… salam kenal juga..

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s