#1 Hello, Baby


500

A Movie by :

SASPHIRE

(@sasphire1501)

Hello, Baby

Starring :
Jung Taekwoon Vixx, Han Miyoung (OC or You)

Ficlet Series | Family, Romance | G

Inspired by:

click this link ^^

“malam itu, mereka tak tahu bahwa kehidupan mereka akan berubah 180 derajat…”

Lelaki itu melihat kepulan asap putih yang menjadi berkas embusan napasnya di udara dengan perasaan tak menentu. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam celana hitamnya, sesekali bergerak membetulkan posisi syalnya yang sedikit bergeser. Setelahnya ia melanjutkan kegiatannya untuk berjalan menyusuri jalanan kota Seoul dan berniat untuk kembali ke apartemen kecilnya.

Oppa!”

Lelaki itu berbalik dan menatap gadis berpenutup telinga di belakangnya dengan muka memerah. Meskipun ekspresi mukanya datar, ia tak mampu menutupi rasa sungkannya untuk berada di dekatnya.

“Cuaca hari ini lebih dingin, ya?”

Lelaki itu diam dan kembali berjalan, berusaha tak acuh pada gadis itu.

Oppa! Taekwoon Oppa!”

Gadis itu kembali mengejar lelaki itu.

Oppa merasa sungkan padaku karena Oppa menolakku ‘kan?” gadis itu tertawa kecil, lalu kembali melanjutkan ucapannya, “aku baik-baik saja, Oppa. Aku hanya ingin kau tahu perasaanku dan aku tak berniat untuk mendengarkan jawabanmu…”

Kalimat kedua membuat lelaki bernama Taekwoon itu berhenti, lalu menatap gadis itu penuh tanda tanya, seolah melontarkan kalimat, “Lalu apa tujuanmu mengatakannya kalau tak berniat mendengarkan jawabanku?”

“Aku… ehm… bagaimana mengatakannya ya?”

Taekwoon berdecak kecil, lalu kembali berjalan. Gadis itu menggenggam lengan Taekwoon untuk mencegahnya pergi selagi ia memikirkan kalimat yang pas untuk saat itu.

“Miyoung-a…”

“Tak apa Oppa tak menerima perasaanku, tapi aku tak bisa terima kalau kau jadi canggung padaku.”

Taekwoon kembali menatapnya, kali ini cukup dalam, membuat Miyoung gugup dan melepas lengan Taekwoon.

“Aku tetap ingin di dekatmu meskipun hanya bersahabat. Mengertilah, Oppa? Ya.. ya…”

Belum sempat Taekwoon menjawab, samar-samar terdengar suara tangisan bayi.

Oppa, kau dengar itu?”

Taekwoon mengangguk. Semakin lama semakin keras.

“Kita cari asal suara itu.”

Miyoung ingin saja menolaknya, tapi kemudian ia ingat masa lalunya. Ia menghela napas, lalu bergegas mencari suara tangisan itu.

Taekwoon menyusuri tempat sampah di sudut tata kota dan mengobrak-abriknya demi mencari suara tangisan yang semakin keras di sana, tanpa peduli tangannya kotor ataupun respon masyarakat yang mungkin akan memarahinya karena telah mengotori lingkungan.

“Oh? Miyoung-a!! Aku menemukannya!”

Miyoung yang baru saja menyusuri semak belukar di dekat taman kota langsung berlari menghampiri Taekwoon dengan jantung berdegup kencang. Tidak. Bukan karena Taekwoon memanggilnya dan mengajaknya berbicara untuk pertama kalinya semenjak ia mengungkapkan perasaannya pada lelaki itu, tapi karena firasat buruknya akan bayi yang kini berada di dekapan Taekwoon.

“Oh…” dengan napas tersengal-sengal, Miyoung berusaha berbicara, “dia membiru!”

“Kita bawa ke rumah sakit!”

.

.

.

Bayi laki-laki itu kini berada di IGD. Miyoung dan Taekwoon menunggu di lorong dengan cemas, bahkan Miyoung menangis terisak. Taekwoon yang merasa risih langsung menepuk pundak Miyoung. “Kau terlalu berisik. Kau mengganggu pasien lain.”

“Maaf…”Miyoung menghapus air matanya, “aku berusaha tenang, tapi tidak bisa. Bayi itu sama nasibnya denganku.”

Taekwoon menatap Miyoung, sementara Miyoung tak mengalihkan pandangannya dari lantai.

“Bunda Kim, ibu panti asuhanku dulu, bercerita padaku bahwa dia menemukanku di dekat tempat sampah. Bunda Kim menghiburku dengan menceritakan keadaan ekonomi Korea saat aku dilahirkan dulu. Dia bilang orang tuaku pasti tak mampu membiayai kehidupanku, jadi mereka membuangku.”

Kemudian ia menatap Taekwoon. “Lalu bagaimana dengan orang tua bayi itu? Sekrisis apapun Korea sekarang, masih banyak orang tua yang mampu membesarkan anaknya dengan baik! Dan lagi, kenapa mereka harus membuang bayi itu di dekat tempat sampah dan membiarkannya kedinginan di musim dingin seperti ini?! Kenapa mereka tidak menitipkannya di panti asuhan?! Jika begini jadinya, harusnya mereka tidak berkomitmen memiliki anak!”

Taekwoon kembali menepuk-nepuk pundaknya, berusaha menenangkannya.

“Aku tidak bisa tenang sekarang,” Miyoung kembali menangis, “Kalau terjadi apa-apa pada bayi itu, aku tidak bisa memaafkan orang tuanya!”

Taekwoon mengangguk. Ia setuju pada ucapan Miyoung. Semua orang pernah menjadi bayi. Semua orang berhak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Semua orang berhak hidup bahagia, tapi kenapa orang tua bayi itu tidak mau memahami itu? Bukankah mereka terlahir di dunia ini sama dengan anak mereka?

“Aku yakin bayi itu baru lahir, kau tahu sendiri ‘kan? Tubuhnya sekecil botol… apa mungkin dia prematur?”

Miyoung mencengkeram kepalanya dan menunduk. “Kenapa harus ada orang lain yang bernasib sama denganku? Itu sangat menjijikkan…”

Tak lama setelahnya, seorang dokter berkacamata keluar dari ruang IGD sambil tersenyum.

.

.

.

“Kalian menyelamatkannya tepat waktu. Ia bisa diselamatkan, namun ia butuh perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari karena dia prematur.”

Kalimat itu terus terngiang baik di telinga Taekwoon maupun di telinga Miyoung. Lalu bagaimana nasib bayi ini setelah ia keluar dari rumah sakit? Adakah yang mau mengadopsinya? Adakah orang baik yang akan merawat dan membesarkannya dengan baik?

Mereka terlalu takut bayi itu mendapatkan keburukan lagi. Orang tuanya sendiri saja memilih untuk membuangnya? Bagaimana dengan orang lain?

Baiklah. Mungkin akan ada orang baik yang mau merawatnya. Tapi bagaimana jika nantinya dia dibesarkan di lingkungan yang buruk?

.

.

.

Hari demi hari Taekwoon dan Miyoung bergantian menjenguk bayi itu. Mereka senang ketika bayi itu mengalami perkembangan yang cukup baik. Ia bisa bernapas dengan baik dan warna tubuhnya tak lagi pucat.

Satu hari di akhir musim dingin, Taekwoon mendapati Miyoung tengah menyandarkan kepalanya di tepian inkubator. Jari telunjuknya mengelus pelan pipi mungil bayi itu.

“Miyoung-a…”

Miyoung menegakkan kepalanya sebagai respons panggilan Taekwoon. Mungkin Miyoung memang gadis yang sangat cerewet dan mengganggu, namun ketika bertemu dengan anak-anak, sifat keibuannya muncul. Pasti karena Bunda Kim telah banyak mengajarkannya tentang arti hidup, bahwa semua manusia di dunia berhak mendapatkan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.

Karena itu, Miyoung sangat menyayangi bayi itu.

Miyoung menggerakkan jari telunjuknya ke dekat tangan bayi itu. Ia menangis terharu saat bayi itu menggenggam jari telunjuknya.

“Bagus… kau sudah kuat…”

Taekwoon tersenyum senang melihat perkembangan bayi itu.

“Tapi jangan genggam terlalu kuat, kau masih lemah…”

Melihat itu, Taekwoon memikirkan jalan keluar dari semua masalah yang ia pikirkan bersama Miyoung beberapa hari ini (tentang kehidupan bayi itu selanjutnya).

Oppa, kau lihat ‘kan?dia menggenggam jariku… Dia sudah punya kekuatan…”

Taekwoon mengangguk, kemudian bergegas mengatakan solusi terbaik yang ia pikirkan demi bayi itu.

“Kita asuh bayi itu.”

Miyoung ternganga.”Hah?”

“Kita berdua, mengasuh bayi itu. Kita jadi orang tuanya.”

“Hah?!”

Taekwoon tersenyum. “Kita berdua yang menemukannya, jadi kita yang mengasuhnya.”

“Tapi.. Kuliah…”

“Aku akan mulai mengurusnya hari ini.”

“Tapi…”

Taekwoon pergi dengan cepat sebelum Miyoung mengucapkan kalimat yang menyatakan ketidak setujuannya. Namun kemudian, ia mengalihkan pandangannya ke bayi di dalam inkubator yang masih menggenggam telunjuknya.

Mereka berdua sama-sama masih kuliah. Leo semester 5, sedangkan Miyoung masih semester 3. Mereka sanggup menghidupi kebutuhan sendiri sejak mereka memutuskan untuk hidup mandiri. Miyoung keluar dari panti asuhannya karena kasihan pada Bunda Kim yang menua, sedangkan Taekwoon memang memilih untuk hidup mandiri sementara kedua orang tuanya tinggal di Amerika. Mereka bekerja sambilan di tempat yang berbeda, lalu bagaimana mereka bisa mengatur waktu untuk mengurus bayi itu? Lalu bagaimana respons orang-orang di sekitarnya?

“Aduh…” Miyoung menghela napas berat.

Tapi semua itu kembali sirna ketika Miyoung melihat lekukan kecil di bibir bayi itu yang terlihat seperti sebuah senyuman. Miyoung tersenyum.

“Kau senang, punya orang tua baru?”

Baiklah.

Miyoung mulai berpikir positif.

Dia pernah tinggal di panti asuhan cukup lama karena banyak orang tua yang tertarik mengasuhnya, jadi ia terbiasa mengurus anak-anak dari segala umur dan segala sifat. Ini mudah baginya. Taekwoon… dia suka anak-anak melebihi Miyoung. Sebelum Miyoung keluar, saat pertemanan mereka masih dekat, Taekwoon sering bermain ke panti asuhannya dan membantu Miyoung mengurus beberapa anak. Bahkan anak-anak yang nakalmenjadi penurut ketika bertemu Taekwoon.

Mereka juga tinggal di lingkungan yang tidak buruk. Mereka juga bukan tipe orang yang tega menjual anak demi uang.

“Baiklah… Mungkin ini yang terbaik untukmu.”

.

.

.

“Bagaimana kalau kita namai Tae Gyong? Jung Tae Gyong?” ucap Taekwoon sambil memilih beberapa baju bayi dengan senyum lebar, sementara gadis di sampingnya bingung menyesuaikan posisi gendongan yang tak begitu pas dengannya.

“Terdengar bagus.”

.

.

.

Dan begitulah cerita di antara Miyoung dan Taekwoon benar-benar dimulai.

Oh, dan juga Tae Gyong, bayi laki-laki yang memiliki orang tua baru itu.

 | To Be Continued |

aloha… saya kembali haha… setelah WB cukup lama dan setelah bangkit dari keterpurukan gara2 gak bisa ikut tes OSN, akhirnya aku bisa bikin satu fic yang udah aku bayangkan dari dulu. oke, aku akui utang masih banyak. Open Your Mind, LITGF yang tinggal part terakhir (maaf banget, maaf TT__TT) Time After Time-nya Kyuhyun yang baru nyampek part 2 (aku juga minta maaf karena semakin ke sini feel-nya gak dapet, mau diusahakan gimanapun juga)… dan.. entahlah kayaknya masih banyak, haha //digampar

salahkan laptop dan komputer yang gak bisa dikompromi itu -_-” sebenernya banyak fic yang udah jadi nyampek part terakhir, but~~~ semuanya hilang tanpa bekas, itu yang bikin aku kesulitan nyari feel-nya lagi, maaf T_T

tapi jangan khawatir, untuk Ficlet Series B (ya mungkin dah gak ada yang inget sama fic itu, haha -_-“) dan Breaking the Case, sekaligus Fic baru ini xD aku pasti bakal lanjutin… oh, dan juga Vixx-Girls Day, Nightmare Maker Series dan juga Atlantis Series, itu pasti lanjut terus

dan soal main cast, jujur, aku udah lama gak pake OC jadi saat aku kembali pake OC, dan kembali pake nama Miyoung (Han Miyoung lebih tepatnya, haha xD) rasanya jadi mengenang masa lalu, jaman-jaman awal aku nulis fic EXO in Love (iya, yang penulisan sama idenya alay itu) kan kapelnya Baekhyun itu Miyoung, alias Saya😀 (yang ini abaikan).

sebenernya ada banyak kandidat yang pengen aku pasangin sama Leo appa ini, seperti Park Bo Young (soalnya kan dia juga ikut program Green Umbrella Foundation for Children kayak Vixx pas Celebrity magazine, selain itu dia imut! satu line juga sama Leo appa, oh, dan juga aktingnya di Speedy scandal x) ), Eunji A-Pink (ini rekomendasi temen twitter sih x) dan yang bikin aku sempat yakin itu, ketika aku tahu Eunji sama Leo main drama musikal-nya Full House), Ara Hello Venus (gak ada alasan khusus sih, cuma aku ngefans sama dia. 1 line juga sama Leo appa ._.), bahkan aku sempat kepikiran buat memperkenalkan anggotanya Mamamoo lewat fic ini, tapi karena mereka baru debut dan gak banyak artikel yang mengulas profil lengkap mereka, gak jadi deh (yang pengen tahu Mamamoo, click ini ), padahal aku udah suka sama mereka dari single pertama. mudah2an mereka gak latah seksi lah, mereka udah bagus gitu x) mungkin aku gak bakal nge-fans ke mereka, tapi aku bakal ngikutin perkembangan mereka, sekaligus ngoleksi lagu mereka. (malah curcol Mamamoo).

dan akhirnya, aku memilih OC, Han Miyoung, Saya (iya, iya Sa). atau You lah. kenapa? untuk fic semacam ini, takutnya ada yang nge-bash dan bilang “ah OOC ah OOC”, ya udah biasa sama komen seperti itu sih, tapi kali ini, aku hanya ingin bersenang-senang lewat fic ini :”) (take a deep breath), yah sekalian lah bayangin Miyoung ngasuh anak bareng Leo appa tanpa ada ikatan pernikahan (bahkan cinta bertepuk sebelah tangan) kayaknya asik deh, haha xD

oke oke… mind to review? ditunggu respons-nya ya😉 kalau banyak yang suka, aku usahakan akan lanjut terus di waktu senggang,😉

2 thoughts on “#1 Hello, Baby

  1. Baru mulai baca, n kayaknya nih ya aku baru mampir kemari😀 Salam kenal dulu saeng🙂
    Maaf ga bisa komentar banyak, tp suka sama story awalnya ini.
    Bakalan seru!
    Oh iya, emang lebih bagus dipairing-in dgn OC (y)😉
    Soalnya, kadang ada yg gak suka dengan cast idolXidol ~

    Sippo. Mau lanjut baca terusannya dulua yaa🙂
    Keep writing n fighting!!^^

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s