[Nightmare Maker] Something


something-sojin2

A Movie by :

SASPHIRE

(@sasphire1501)

Something

Starring :
Leo VIXX, Sojin Girls Day

Ficlet (+1200 W) | Thriller, Psychology, Gore | +16

Memanipulasi pikiran, perasaan dan perilaku adalah keahlian Leo, kau tahu.

Entah darimana ilmu yang ia dapatkan, tapi sesuatu telah mengubah dirinya menjadi lebih menyeramkan dari pelaku pembunuhan berantai.

 .

.

.

Leo duduk di sofa merah marunnya, dengan kedua tangan yang tertautkan jari-jemarinya, pun benak yang dipenuhi oleh berbagai macam masalah yang sebenarnya satu muara : di mana Sojin-nya berada?

Tak satupun petunjuk ia dapatkan, hanya satu ingatan yang membuatnya sedikit lebih ringan: 3 hari sebelumnya ia bertemu dengan Sojin. Ia masih ingat betapa harum rambutnya saat ia mencium lembut ujung kepala Sojin, membelai rambutnya, diakhiri dengan dekapan hangat yang diiringi perpisahan mereka.

Kali ini ia harus menggali ingatannya lebih dalam lagi, 3 hari ke belakang.

2 Januari 2014

Hari itu Leo akan meminta bantuan temannya, Ravi, untuk menanyakan hasil pencarian Sojin. Ia tahu Sojin telah menganggap Ravi sebagai saudara dan begitu pula sebaliknya, jadi Leo pikir semuanya akan menjadi lebih baik saat Ravi membantu, meski ia sama sekali tidak akrab dengannya.

Dengan mobil cherry-nya, ia dapat dengan jelas mengingat rute yang ia lewati. Setelah lampu merah berganti menjadi hijau, ia mengarahkan mobilnya untuk belok kiri sekitar 10 meter, melewati halte bus, dan ia tinggal menyeberangi jalan untuk memasuki apartemen Ravi.

Namun yang ia temui saat membuka pintu hanyalah kaki yang melayang.

Leo mengangkat wajahnya ragu, lalu menemukan seorang lelaki berwajah pucat dengan tali yang terikat di langit-langit apartemen—di tiang lampu mewahnya.

Bahkan Leo belum sempat mengedipkan mata karena tak percaya, lampu hiasnya jatuh ke lantai karena tak kuat menahan massa tubuh Ravi.

PRANGG!!!

Darah tersebar kemana-mana, termasuk ke tubuh Leo.

.

.

.

Setelah polisi beserta petugas autopsi lainnya pergi meninggalkan TKP, Leo melangkah gontai memasuki mobilnya. Ia tak ingat mengapa Ravi sampai nekat menggantung diri tanpa meninggalkan satu alasanpun, bahkan pada kerabat dekatnya. Mereka bahkan tak percaya bahwa Ravi bunuh diri, karena hari-hari sebelumnya ia tak nampak frustasi, terlebih memiliki masalah.

Yang Leo herankan bukan hanya itu.

Ia merasa Ravi mengatakan satu kalimat padanya sebelum kematiannya.

Maafkan aku…

Tapi entah kapan. Sebelum Ravi mati? Sebelum ia jatuh? Tidak-tidak. Sebelum penyangga lampu lepas dan jatuh, ia sudah tak bernapas. Matanya terbuka lebar seolah menahan rasa sakit yang tiada tara.

Dan mengapa dia mengucapkan kata maaf? Ada kaitannya-kah dengan menghilangnya Sojin?

Leo tak tahu.

Lebih tepatnya tidak ingat.

.

.

.

Leo menghela napas. Ia berdiri dari sofanya. Kakinya menapaki lantai marmer menuju pantry, membuat kopi yang ia rasa bisa membuatnya sedikit membaik. Ia melirik sekilas pintu gudangnya dengan ragu.

.

.

.

1 Januari 2014

Jadi begini.

Polisi belum bisa menerima laporan kehilangan dari Leo karena Sojin belum menghilang selama 48 jam. Akhirnya Leo memperalat Ravi untuk membantunya menemukan Sojin.

Yang Leo ingat, Sojin adalah saudara sepupu Ravi, dan hubungan mereka cukup akrab.

“Aku meminta bantuanmu, Ravi-sshi. Tolong bantu aku mencari Sojin.”

Dengan wajah pucat, Ravi bertanya, “Kenapa kau meminta bantuan padaku?”

“Sojin pernah bilang, bahwa kau adalah saudara dekatnya.”

Sejenak, Ravi menghela napas lega. “Baiklah. Aku bantu.”

Leo tersenyum kecil.

Walaupun setelah keluar dari apartemen Ravi, ia menyeringai. Kesan khawatir yang terpancar di wajahnya berubah menjadi wajah penuh rasa dendam.

.

.

.

Baru saja Leo menyelesaikan kopinya, terdengar bel apartemennya berbunyi. Ia menemukan sosok ibunya dari balik pintu.

Eomma….”

.

.

.

“Kenapa eomma ke sini? Sudah kubilang ‘kan, jika eomma merindukanku, aku yang akan ke sana.”

Ibunya tersenyum sambil mengelus rambut anaknya. “Kenapa eomma tak boleh mengunjungimu, hm?”

“Aku hanya takut eomma lelah. Rumah dan apartemen ini kan cukup jauh,” Leo beralasan.

Eomma hanya merindukanmu. Kenapa? Apakah ada yang kau sembunyikan dari eomma?”

Leo diam sejenak, lalu menjawab, “Tidak ada.”

Ibu Leo tersenyum kecil, mengabaikan keganjilan yang tersirat dari wajah anaknya. Tentu saja ia memilih untuk percaya pada anaknya, dibandingkan membesarkan firasat buruknya tentang anaknya.

Tapi mungkin, jika ia tahu yang sebenarnya, ia akan menyesal telah memercayai anaknya.

Dan setelah berkali-kali Leo mengucapkan dengan lembut kata demi kata yang membuat ibunya tenang, akhirnya sang ibu pergi, kembali meninggalkan anaknya yang mandiri tinggal sendirian di apartemennya…

Yang meninggalkan bau darah di beberapa tempat.

.

.

.

31 Desember 2013

Leo berpelukan dengan Sojin. Nafsunya membara, hingga tak ayal memeluk sang gadis dengan sangat erat, hingga tak sanggup mendapatkan cukup banyak oksigen.

“Kau tahu betapa aku mencintaimu ‘kan… Nuna?”

Leo tak dapat mendengar sepatah katapun dari bibir sang gadis, tapi ia tahu Sojin-nya menjawab dengan anggukan, terasa dari gesekan dagu Sojin di bahunya.

“Kau berjanji akan setia padaku ‘kan… Nuna?”

Sojin berusaha mengelak dari pelukannya, namun dekapannya semakin erat. Tak dapat dipungkiri, Leo semakin menyeramkan saat desisan suaranya memantul di setiap ruang di gendang telinga si gadis.

“Kau bilang Ravi saudara sepupumu? Yakin?”

“L…Le…o…” Susah payah Sojin bersuara.

“Ciuman di bibir itu… apakah wajar dilakukan oleh sepupu?”

Sojin tercekat.

“Kau tak mau kujemput hari itu… Katamu kau sibuk, dan kau terpaksa pulang malam…”

Mian… mianhae….”

JLEBB!!

Setelah tersiksa kurang lebih 30 menit dalam dekapan kekasihnya, akhirnya ia ditusuk oleh belati yang sejak tadi Leo bawa.

Demi membuat Sojin menjadi miliknya. Seutuhnya, selamanya….

.

.

.

Leo bangkit dari tempat duduknya dan bergegas menghampiri gudang.

“Oh, kau di sini Nuna?”

Ia memeluk gadis yang sejak 3 hari ini ia tidak tahu keberadaannya—atau mungkin sengaja tidak tahu demi menyempurnakan kepura-puraannya.

Nuna… Jangan pernah bohongi aku lagi… Jangan pernah mengkhianatiku lagi… Kau mengerti?”

Leo tersenyum puas melihat mannequin cantik di depannya, mengenakan gaun pengantin yang telah mereka persiapkan sehari sebelum kematian Sojin.

Ah, tapi Leo tak pernah menganggapnya sebagai ‘kematian’. Itu hanyalah pemindahan status sebagai ‘gadis yang dimiliki 2 lelaki’ menjadi ‘gadis yang hanya Leo seorang yang punya’.

Mungkin kau tak sanggup membayangkannya. Membayangkan ‘perpindahan’ yang Sojin alami.

.

.

.

Setelah Leo mencabut belatinya….

Ia cukup membayar petugas rumah sakit untuk mengawetkan mayat Sojin dengan mengeluarkan seluruh organ dalamnya, memberikan beberapa orbat herbal ke dalam tubuh Sojin—karena dia tak ingin Sojin memiliki aroma menyengat yang dimiliki obat-obatan kimia—supaya Sojin tetap seperti semula.

Sebelum menjadi milik Leo seutuhnya.

Setelah menyaksikan ‘pengabadian’ Sojin, dia cukup puas, dan karena rasa percayanya pada orang lain telah terkikis, ia tak percaya bahwa petugas rumah sakit itu akan bungkam. Ia membunuhnya dengan cara yang lebih keji.

Nuna, bukankah dia lelaki lancang yang telah menggerayangi tubuhmu? Akan kuhukum dia, karena telah berani menyentuh Sojin-ku…”

Ia menjambak kasar rambut pendek lelaki tak bersalah itu hingga terdengar erangan-erangan kecil dari bibirnya. Namun itu tak akan menghentikan tingkah Leo yang tengah murka.

Dan langkah terakhir yang ia lakukan—setelah memastikan lelaki itu tewas—ia membiarkan lelaki itu hanyut di sungai, menghilangkan semua sidik jari yang ada di tubuhnya.

.

.

.

Nuna… hari ini lelaki yang telah membohongiku mati mengenaskan. Bahkan ia meminta maaf padaku. Kenapa ya? Padahal aku hanya meminta dia untuk membantuku mencari Nuna, tapi dia malah bunuh diri. Nuna tahu tidak, apa alasannya?”

Tak ada jawaban.

“Ah, tapi… Nuna tak perlu menjawabnya. Yang penting, Nuna milikku sekarang…”

Yeah…

Because there is nothing to be an answer.

Nothing…

Is Something…

 

 | E.N.D |

ya ya…. entahlah, aku gak pernah bikin ff pake Leo, cuma kalo Sojin pernah, di Express 8282 (Promo). sebenernya aku lagi pengen bikin fic series-nya girls day untuk hari jadinya mereka yang ke 3 tahun, cuma kok ya…. jadinya malah nge-thrill gini -_-” jeongmal josunghamnida

dan untuk judul, ya ya… bener kata Minah, Nothing is Something. itu bener banget emang… entahlah kenapa jadinya ke sana, aku juga gak ngerti… maaf -_-

sebenarnya aku udah lama gak bikin fic kayak gini. jujur aja, thriller sama horror, aku lebih jago di horror. coba bandingin Nightmare Maker yang horror sama Inveartible, pasti beda jauh feel-nya. lagian belakangan aku ngarangnya fantasy mulu, jadi maaf kalo gak sesuai harapan :”D

and mind to review?

13 thoughts on “[Nightmare Maker] Something

  1. Kerennnnnnn bangett,,, Leonya egois banget😦 Tapi gak papa deh😀 *labil* Alurnya gak mudah ketebak.. Pokoknya very amazing.🙂

  2. Hanya tiba-tiba lewat lewat ke blog orang dan menemukan ff ini hihihi😉
    hahh, ff unnie emang kemajuan pesat dalam bahasa.
    mulai bergerak ke diksi berat hihihi

    tapi cuma saran aja unn, waktu “jleb”nya mendingan di buat ke kata kata inplisit aja supaya readernya perlu mencerna dulu hihihi

    kalau baca ff unnie yang sekarang yang eyd sama tata bahasanya keren banget jadi inget dulu “titik attack” kalau ngasih “titik” banyak banget😆

    1. ah… halo dek… xD lama tak bersua //halah
      eh…. diksi berat? masa’ sih? ehm… gak segitu beratnya kok, haha :3

      ehm… bisa dicoba lain kali soal saranmu, makasih sayang:*

      haha… iya… titik attack, jamannya BaekYoung Story ya xDD

      1. udah berapa tahun coba ini komen ternyata udah di bales.-. wordpress di hp nana error, suka nggak masuk ada notif.-.
        yang di twitter jg kak.-. maaf ya gak bales mention, males bener buka twitter.-.

        IYA banget.-. titik nya banyak bener😆

        sama sama kak ^^

  3. Annyeong saeng… Masih inget eonni gaa ?
    Ehhhh maaaf yaa baru muncul lagii u.u
    Pass ngeliat judul n covernya langsung tertarik ternyata kamu demam vixxday juga *pelukk *ehh ga nyambung ding T.T

    Pas baca awal2nya langsung ngena feelnya
    Apalagi bahasa kamu berubah banget saeng… Melihat ffz2mu yang dlu sama yg skr berasa banget feelnya beda tentu gaya bahasamu yang ini menunjukkan peningkatan yang pesat dibandingkan yang dulu
    Good joob lahh ^^

    Tapi entah mengapa aku lebih suka gaya bahasamu yang dulu… Yang sekarang emang ga beda jauh dri yang dlu masih khas sasa banget … Dan perubahanan ini menuju yang lebih baik tentunya… tapi gaya bahasamu yang dlu tuh bener2 menunjukkan kekhasan kamu… Gaya bahasa yang sederhana tanpa basa basii… Suka banget u.u tapi yang sekarang aku juga suka sihh😀
    Pokoknya aku selalu suka sama gaya bahasamu baik dulu maupun sekarang…

    Okeehh balik ke soal cerita… Beneran jatuh cinta deh sama ff ini… Duhhh walaupun kasusnya sederhana tetep aja pembaca dipuaskan… Apalagi ditunjang dengan keunikan alur mundur yang bkn ff ini greget banget pokoknya… Twist di bagian akhirnya jugaa suka banget…

    Cuma kekurangannya dkit saeng… Yang bagian ravi bunuh diri itu agak ngegantung sih… Aku awalnya malah mkr leo yang bunuh hahahahaahaha… Agak bingung klo cuma karena ravi merasa bersalah dia jdi bunuh diri…
    Eh saeng maap ya klo aku sok tau n maap juga karena baru komen padahal bacanya udh cukup lama T.T

    Pokoknya ditunggu dh karya selanjutnyaa😀
    Semangatt !!!

    1. masih dong kak, masa’ lupa sih? kita kan akrab ^^

      iya kak… saking demamnya suhu tubuhku nyampe 40 derajat //gagitu

      iya… kakak salah satu reader yang ngikutin perkembangan aku ya, makasih kak :”
      ehm… berarti yang sekarang basa-basi kak? xD //dilempar
      bisa dibilang ini pengaruh komunitas baru sih kak, belajar sana-sini, dan aku sendiri juga gak terlalu ngerti sejak kapan diksi yang aku pake mulai berubah, mulai kerasa kalo berubah ya setelah temen-temen yang ngikutin dari awal (seperti kakak) bilang kalo gayaku udah beda :3

      ravi itu sebenernya gak bunuh diri kak, ya dibunuh Leo tapi Leo buat seolah bunuh diri, yaitu sebelum Leo pulang ke rumah… ya aku juga lupa menyelipkan hal ini, haha -_-”

      gak pa-pa kak, aku kangen komennya kakak :”)

      makasih kak ^^

  4. setelah voodoo doll, aku pun beranjak ke kediaman seorang kak sasa dan menemukan ff ini. dan baru menyadari bahwa ini ff series voodoo doll-_- tapi yang ini kok kayak berkebalikan sama yang voodoo doll ya? bales dendam gitu ceritanya._.

    oke, kembali ke laptop. DEMI APA FF KAKAK SELALU MEMBUATKU GEREGETAN SEKALIGUS TERKAGUM-KAGUM. APALAGI KALO YANG THRILLER.-. DAN AKHIRNYA SELALU… MINTA DIGOROK KARENA GANTUNG YANG TAK BERKELANJUTAN-_________-

    nggak jauh-jauh dari yang voodoo doll /aku selalu berkiblat pada ff yang masih membuatku speechless itu/ ini pun gak ada bedanya. kejamnya nggak jauh beda. dan teteeeeppp aja kerennya nggak hilang. keren banget kak.

    mikirin soojin diawetin sampe jadi kayak barbie gitu jadi serem sendiri. masalahnya yang ada dipikiran aku bukan wajah sojin, tapi wajah barbie yang pake senyum lebarnya itu. serem banget-_- /apa ini/ /malah curhat/ /lupakan aja kak/

    terakhirrr…. KEEPWRITING KAK. AKU SELALU MENUNGGU FF THRILLERMU YANG SADISNYA LUAR BIASA KEREN KAK. AKU MENUNGGUUUU~~

    1. wah adek mampir haha xDD

      enggak dek, ini bukan fic series-nya voodoo doll, tapi fic series-nya Vixx-Day, sama Nightmare Maker sih. jadi di Nightmare maker itu main cast-nya bisa jadi sama, tapi ceritanya beda… gitu.. jadi ini gak ada sambungannya sama Voodoo doll😉

      HAH MASA’ SIH ENDINGNYA GANTUNG HAHA?! YA KEKERENAN AKU DISITU SIH DEK HAHA //lalu hening//

      woah… jadi fic ini dan juga fic voodoo doll itu keren? *_* //terkesima

      ah… kalo barbie diawetin gak ngaruh bagi aku dek, kan barbie emang boneka, haha xD //ditendang ke lubang buaya

      haha.. oke.. tapi aku bakal kembali minggu-minggu ini dengan fic fantasy… sayang ya😛

      makasih review-nya sayang :”)

  5. wah….bener-bener pertama kali ini aku baca ff Vixx-Girlsday. aku juga suka banget ama girlsday. tapi jarang nemu ff girslday di web lain nya. makasih buat author… hehehe…
    aku seneng banget bcanya,walupun sojin eonni harus mati mngenaskan di tangan leo oppa….
    keep writing…
    4 jempol buat author…
    FIGHTING…!!!

  6. Leo kenapa jadi psikopat kayak gtu😮
    Emang sih mukanya yg poker cocok buat karakter kayak gini lol
    Tapi tetep aja ga kebayang kl Leo beneran punya bakat jd psikopat. Psikopat keren pastinya.
    Ngeri bgt ya obsesinya sm Soojin smpe rela gt -,-
    Suka sama alur ceritanya walaupun awalnya smpet agak bingung. Keren !

  7. anyeong, aku reader baru.
    ffnya keren banget!
    aku baca pas awal belum ngeh ya mungkin karena aku sendiri fokusnya ada apa dengan ravi. awalnya aja aku mikir kalo yg punya something itu si sojin ternyata yaa benar-benar tidak tertebak. leo dengan muka seperti itu jujur cocok ya😀 bukannya ngejek tapi kenyataan karena dia jarang senyum di variety shownya vixx dulu. tapi sekarang udah nggak kok. ah abaikan itu–”
    alurnya bagus dan cara penulisan juga bagus. sip dah. aku cukup paham ya gimana perasaan leo karena pernag baca ff dengan cast beda tapi karakter hampir sama tapi ff itu lebih sadis TT well, ditunggu ff lainnya, keep writing~

  8. WAAAA!!!! THOR!!! Kenapa author bisa memprediksi?! Ini FF kan dah lama.. Aku baca ini setelah Blossom tears keluar .. Dah nonton belum? (Promosi)
    God! FF nya terasa miripp sekali dengan MV Blossom Tears *.* thor bisa membaca masa depan/?
    Aku nganga waktu tau Leo bakal jadiin Sojin Manequin! Gak nyangka! Lebih asoy nih dari Voodoo Doll menurutku xD

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s