[Ficlet] Mon Amour


my love

A Movie by :

SASPHIRE

(@sasphire1501)

Mon Amour (My Love)

Starring :
Leo VIXX, Han Miyoung (OC) or You (Visualized by Yoo Young Hello Venus)

Ficlet (+1000 W) | Romance, School Life | T

Inspired by:

Lee Seung Chul – My Love
Girls Day – Show You

Another Leo Fic’s Story

Thriller | Romance

 

Leo melihat dengan pasrah seorang perempuan yang duduk di depannya sambil memeluk kedua lututnya. Dia tak bermaksud mengganggu perempuan itu, maka dari itu ia tak bersuara sejak ia melihat gadis itu menangis. Dan si gadis pun tak menyadari keberadaan Leo.

Sunbae jahat!”

Leo tahu siapa yang dimaksud gadis itu. Dirinya.

“Bagaimana bisa dia membuang kue buatanku?”

Ya. Ya. Salahnya Leo.

“Aku tahu kalau aku mengganggu waktu latihannya, tapi kenapa dia bisa seketus itu padaku?! Memangnya dia tidak bisa berkata sepatah katapun?!”

Leo selaku sutradara di klub teater sekolahnya tak dapat berpaling dari tugasnya barang sedetik. Waktu pentas seni sudah tinggal menghitung jam, bukan lagi hari. Malam ini pun harusnya ia beristirahat untuk mempersiapkan pementasan keesokan harinya. Namun, mendengar seorang Miyoung menangis setelah menemuinya, ia mengurungkan niatnya untuk pulang. Hingga akhirnya ia menemukan gadis yang ia cari menangis di depan sebuah restoran yang telah tutup.

Pukul 23.45 KST

Sudah 2 Jam lebih 13 menit Leo berada di situ, menunggu sang gadis berhenti menangis, namun sepertinya Miyoung terlanjur sakit hati hingga tak mampu menghentikan air matanya.

Awalnya Leo hendak mengabaikan Miyoung. Ia terlalu kecewa ketika mendengar satu kenyataan dari adik kelasnya—teman seangkatan Miyoung—bahwa ia dan Miyoung sengaja menjadikannya bahan taruhan. Siapa yang berhasil mencuri hati Leo sunbae akan ditraktir oleh yang kalah taruhan.

Miyoung selalu ingin menjelaskan yang sebenarnya terjadi, tapi Leo memilih untuk tidak mendengarnya. Bukan saat yang tepat untuk mengurusi urusan pribadinya saat ia dibutuhkan para aktor-aktrisnya. Terlebih Kepala Sekolah yang juga mengharapkan kemajuan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Tapi kemudian, ia baru menyadari.

Miyoung mendekatinya bukan karena taruhan bodoh itu.

Bahkan jauh sebelum ada taruhan itu, Miyoung telah mengejarnya dengan tulus.

Karena apa yang ia dengarkan, ia jadi buta akan segalanya. Ia lupa, sejak Miyoung resmi menjadi murid SMA 1 Shunwa Art School, dia sudah jatuh cinta pada Leo, sama seperti dia.

Bedanya Leo terlalu pendiam dan tak mampu mengucapkan perasaannya, sementara Miyoung dengan blak-blakan mendekati Leo, walau sebenarnya, Miyoung sendiri tak berani mengatakan cinta pada sunbae-nya.

Beberapa saat kemudian, tangisan Miyoung mulai mereda.

“Sudah puas menangisnya?”

Miyoung mengangkat wajahnya, namun tak menyadari bahwa orang yang ia sebutkan namanya di sela-sela tangisannya berada di depannya. Ia hanya mengangguk dan sibuk menghapus air matanya. Terlihat jelas ujung hidungnya dan juga pipinya memerah.

Dan setelah menyadari siapa yang ada di depannya, matanya membulat.

Sunbae?!”

“Di luar dingin. Kau tidak kedinginan?”

Bukannya menjawab pertanyaan Leo dengan tepat, Miyoung hanya tersenyum kecil, sibuk mencari alasan, “Ah.. aduh… kau dengar apa yang kukatakan?”

Leo mengangguk sambil tersenyum.

“Dari awal?!”

Leo kembali mengangguk. Miyoung sangat ingin berteriak histeris karena Leo yang selama ini dekat dengannya akhirnya tersenyum. Memang hanya tersenyum, tapi interaksi mereka selama ini hanyalah saling bertukar lauk makan siang, saling bercerita, saling bernyanyi, saling berdiskusi atas imajinasi yang dibutuhkan untuk scenario drama yang akan Leo sutradarai…

Memang banyak hal yang mereka lakukan bersama dan tak dapat dikatakan ‘hanya’. Tapi satu hal yang membuat itu semua pantas dibilang ‘hanya’ karena Leo tak pernah tersenyum di depan Miyoung.

Bukan tak mau, tapi takut.

Takut Miyoung menyadari perasaannya.

“Ah, Sunbae… aku hanya bercanda…”

“Sangat sakit ya?”

Miyoung menggaruk tengkuknya. “Eh.. Sakit… tapi… pasti Sunbae hanya terlalu sibuk, jadi tak mau aku ganggu. Aku yang salah, aku tidak tahu waktu… hehe…”

“Memang aku yang salah.”

Beberapa saat hening. Miyoung sangat ingin mengalihkan pembicaraan, tapi Leo membenci itu. Leo pernah bilang padanya, mengalihkan pembicaraan sebelum pembicaraan itu berakhir bukanlah suatu etika yang baik.

“Tapi…”

Miyoung lega bahwa akhirnya Leo yang pertama berucap, memecahkan keheningan.

“Terima kasih kuenya. Kau mau buatkan lagi?”

Rasa sakit hati Miyoung sedikit hilang. Ia tersenyum dan mengangguk cepat.

“Terima kasih. Kau satu-satunya yang ingat ulang tahunku.”

Miyoung mengernyit. “Benarkah? Kau sangat terkenal, Sunbae. Masa’ tidak ada yang ingat?”

Leo menggeleng.

“Maaf.”

Miyoung semakin kikuk mendengar ucapan maaf Leo. Dia sudah banyak mengatakan umpatan-umpatan kecil di depan Leo layaknya orang bodoh. “Aduh, Sunbae. Kau tak harus minta maaf… Aku hanya terlalu lelah bekerja dan akhirnya…”

Dan akhirnya Miyoung kelepasan bicara.

“Bekerja?” Leo mendekatkan posisi jongkoknya ke depan Miyoung. “Kau bekerja di restoran ini?”

Akhirnya, dengan sangat terpaksa, Miyoung mengakuinya. Leo menghela napas. Sekolah tak mengizinkan muridnya untuk bekerja sambilan, karena itu mengganggu pelajaran mereka.

“Kau pintar juga. Memilih restoran yang cukup jauh.”

Sunbae.” Miyoung menggenggam kedua tangan Leo erat, membuatnya sedikit terkejut, “kau tahu ‘kan, aku sudah tak punya orang tua lagi. Satu-satunya cara untuk bertahan hidup hanyalah bekerja sambilan di sini. Aku mohon, jangan beri tahu siapapun soal ini, ya?”

Leo tersenyum lagi. Ia memegang kedua pipi Miyoung dengan gemas. “Aku murid teladan. Kau lupa?”

Tersirat sedikit rasa putus asa di wajah Miyoung.

“Baiklah. Aku tak akan melaporkanmu. Asalkan…”

Wajah Miyoung kembali cerah. “Asalkan?”

Dan tidak Miyoung duga, sebuah kecupan hangat mendarat di bibirnya.

Cukup lama…

Hingga rasa dingin yang ia rasakan perlahan tergantikan oleh rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

Ya…

Leo tak mungkin membiarkan Miyoung menangis lagi. Ia tahu, melihatnya menangis memang tidak membuat air matanya jatuh, tapi cukup untuk membuatnya memikirkan berbagai cara untuk membuat Miyoung kembali tersenyum.

Sama seperti sebelumnya, masalah di antara mereka—entah pertengkaran sepele atau masalah besar yang membuat mereka tak saling bertegur sapa selama seminggu—selesai. Bedanya, jika sebelumnya mereka menyelesaikannya sebatas ungkapan formal antara Sunbae dan Hoobae, kali ini mereka menyelesaikannya dengan lebih baik.

Bisa dibilang lebih romantis?

Mungkin mereka memang tak mampu mengucapkan kata-kata manis seperti pasangan lainnya, tapi mereka lebih mampu menunjukkan rasa cinta mereka yang bisa jadi lebih dalam daripada pasangan yang mengumbar ungkapan cinta setiap waktunya.

Setelah saling menatap satu sama lain (pastinya dapat kau bayangkan betapa jauhnya perbedaan ekspresi wajah keduanya: Miyoung menatap Leo tak percaya, sementara Leo menatapnya lembut), mereka berdiri, setelah Leo memaksa Miyoung untuk berdiri. Leo sadar, sudah lebih dari tengah malam dan jalanan sudah sepi. Sudah saatnya ia mengantar Miyoung pulang ke rumahnya, seperti biasanya.

Leo menggenggam tangan Miyoung erat. Namun tak sampai satu menit, Leo memutuskan untuk merangkul bahu Miyoung, lebih erat daripada saat ia menggenggam tangan kecil gadis di sampingnya itu. “Bukankah dingin, Miyoung-a?”

Dingin?

Selama ada Leo di sampingnya, mungkin Miyoung tak mengenal apa itu dingin.

 

 

 

Oh rather than a bright and sunny morning, the night’s moonlight is better
Setting aside the goodbye kiss for a moment, let’s stay like this

I’ll tightly hug you and then I’ll tell you
I’ll shout out your name and say my love
You won’t be able to see my last tears

| E.N.D |

oke pemirsa.. aku akui aku sangat jatuh cinta pada abang Leo belakangan ini. inget Leo pas jamannya Hyde? dia kan rambutnya panjang ya? awalnya aku jijik pada setiap cowok yang rambutnya panjang, tapi entah mengapa liat video maupun liat performance-nya, aku cuma bisa teriak-teriak “Kampret! kok bisa sih tuh orang keren gitu?!”

ya.. kalo ada orang ganteng tapi punya satu hal yang aku gak suka, ya gitu jadinya. dan kan sebelumnya aku gak tahu Vixx itu yang kayak gimana, jadi aku suka Vixx, awalnya ya karena jatuh cinta sama Leo. jadinya banyak searching live performance-nya mereka. tapi aku tetep berandai-andai “kalo rambutnya dia pendek pas hyde, kayaknya lebih kece deh daripada di lagu sebelumnya.”

dan pas goodbye stage-nya hyde, saudara-saudara, rambutnya pendek!! dan aku kembali teriak

“NAH KAN KEREN?! ADUH ADUH!! SEMAPUT AKU SEMAPUT!!”

alay-kah? ya ya.. aku gak tahu kok bisa se alay itu, padahal sebelumnya ya biasa T_T

dan voodoo doll keluar… aku semakin gak bisa berpaling dari Leo, walau pas G.R.8.U aku lebih suka Ken (secara, member lain senyum-senyum ke audience, wajah dia lempeng-lempeng aja).

makanya kali ini main cast-nya OC, Han Miyoung, alias sayahhh xD

and at least, mind to review?

thank you ;)

6 thoughts on “[Ficlet] Mon Amour

  1. hwaaaaaaaaaa kak aku blushing sendiriiiiiiiiiii oh tidaaaaaaaakkkk><
    aku ga ngebayangin ekspresi Leonya pas diumpat umpat gitu, mana dua jam lagi😄
    pokoknya ini romantis asik meskipun pendek u,u

  2. Hahaha samaan. Aku juga awalnya suka VIXX ya krna Leo. Pas di On and On pertama kali tau VIXX. Kaget liat Ravi yg mirip Baro b1a4. Tp tertariknya sm muka datarnya Leo yg entah kenapa bkin gemes apalagi suaranya itu bkin klepek2. Awalnyacuma suka Leo jd ga brani ngaku sbg Starlight kyk aku ngaku sbg EXOstan walau ngebiasin Kai. Tp belakangan makin diikutin makin yakin jd Starlight itu ga malu2in. VIXX keren bgt !
    Dn utk FF kamu, karakter leo dpt bgt dn sumpah bkin aku melting bacanya ♡ kayaknya couple ini bakal jd favoritku di wp kamu ini hehehe. Fighting chingu ^^

  3. aaaaa kak sasaaa!!

    kakak harus tanggung jawab krna udh bkin aku klepek klepek sma aa leo pas bca ni ff hwaaaaaa /ini… abaikan saja-.-v/

    kak sasa suka sma leo jgaaa ?!?! aaaa sama masa ‘-‘ tpi aku lebih cinta sma minhyun ketimbang leo (?) lhooo~

    keseluruhan cerita aku suka bgt kak! apalagi karakter Minyoungnya unyuk2 gmna gtuu. aa leo jg karakternya…. uuuuuu~ susah untuk dijelaskan dengan kata2 wkwk. ceritanya menghibur kak. bkin aku ngebayangin klo minyoung itu aku (?) wkwk

    pokoknya 4 jempol deh buat ff-nya kak sasa hohohoho~ keep writting ya kak! ditunggu ff leo selanjutnyaa!

    btw, salam kenal. adelia imnida, 00’l hehe^^v

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s