Ancestor Chants [Prequel of “Et Grave Odium”]


anchestor chant

A Movie by :

SASPHIRE

(@sasphire1501)

Ancestor Chants (Prequel of “Et Grave Odium”)

Fantasy Series of New Atlantic Kingdom

Starring :
Hyerin (2eyes) as Claire, Lee Howon (Infinite) as Prince Orion

Drabble (<600 W) | AU, Fantasy, Romance | Teen

Read the Series :

CapricornVirgoAries

Inspired by : Gita Gutawa’s Song – Remember
(Harmoni Cinta Album)

Jadi, ini yang mengetuk hati Claire untuk balas dendam ke Raja Athos melalui Pangeran Orion, karena setelah Raja Athos mati, udah pasti Pangeran Orion bakal naik tahta. dan yang buat dia percaya sepenuhnya pada Orion…. karena…

Check this out!😉

Nyanyian suci para leluhur Klan Aries kembali terngiang di telinga Claire, mengusik kelelapan tidurnya di pangkuan sang nenek. Ia melihat jauh di atas langit, tak ada cahaya rembulan. Claire menggerutu menyalahkan mendung yang menutupi lampu kehidupannya. Sesekali terdengar suara burung hantu, namun ia abaikan. Ia tak mempan dengan suara-suara malam, namun ia terusik dengan nyanyian suci yang berkali-kali terdengar, seolah memanggil jiwanya.

is there any love left
to illuminate the world?

Ia mengikuti arah suara–mungkin mengikuti isyarat hatinya. Ia tak begitu yakin akan suara keberadaan suara itu, tapi entah mengapa langkah kakinya memaksanya untuk pergi.

I have often wondered when
Will people ever learn?
Have we strayed time and again?
We’re only human
And it’s human to demand
As much as we can get
But have we got it yet?

Ya, ya….

Gambaran Klan Aries. Jelas sekali. Mungkin leluhurnya sudah memperkirakan sebelumnya, jikalau penerus mereka tak akan ada yang bijaksana–mungkin hanya sedikit, itu pun bukan pemimpin. Claire mengucek matanya, sungguh malam yang dingin hingga ia enggan membuka mata.

Lagu sialan….

Before we ask for more
Ask yourself, remember
How to love each other

(is there any love left
to illuminate the world?)

 “Mana aku tahu?” Claire kembali mengumpat. Lagu yang ia dengarkan semakin lama semakin dekat, namun tetap belum jelas di mana sumbernya. Sampai-sampai ia bersumpah, jika setelah bait yang ia dengarkan selesai, belum ada tanda-tanda pasti tentang sumber suara itu, dia akan kembali dan pergi tidur–oh, atau mungkin makan roti gandum? Ia baru sadar, ia belum makan seharian penuh.

Can we find it in ourselves
To make a little change?
think for once of someone else
Is love a stranger?
Cause it’s love that was a friend
A million years ago
Which now we hardly know?

Ya.

Bait ini selesai.

Tapi Claire berubah pikiran.

Hatinya merasa tersentuh–mungkin tersindir?

Claire tersenyum. “Kalian pintar.”

Entah ‘kalian’ siapa yang Claire maksud.

‘To make a little change’.

mungkin itu yang ia butuhkan saat ini. Ia bosan hidup di lingkungan kumuh. Tak ada satu orang pun yang peduli padanya, kecuali keluarga senasib-nya. Mereka saling bahu-membahu dalam hal pangan, tapi mereka tak yakin untuk bisa melindungi satu sama lain. Kaum bangsawan sangat ganas jika kalian tahu, dan mereka bisa saja menyerang tanpa suara hingga mematikan kehidupan kecil mereka.

Claire butuh perubahan. Ia bosan hidup dengan penuh rasa takut.

A light that once was bright
Now a dying ember
Fan the flames, remember

(is there any love left
to illuminate the world?)

 Ya. Cahaya kebersamaan, cahaya solidaritas, cahaya kekeluargaan yang dulu menghangatkan semua klan, termasuk Klan Aries, mendadak redup setelah kepemimpinan Raja Athos–oh, sejak kepemimpinan kakek Raja Athos, tepatnya–karena mereka haus akan kekayaan, kehormatan…

Terlebih jabatan.

Claire yakin nenek moyangnya butuh orang-orang yang mampu mengobarkan bara api cinta seperti ketika klan Aries pertama didirikan, beribu tahun yang lalu.

Now just before we carry on
Capture the spark before it’s gone
Brighten our souls and lead the way
Hear us say
Hear our universal prayer

(is there any love left
to illuminate the world?)

Kini ia berada di ujung jalan. Di sana ia melihat sebuah cahaya mendekatinya. Silau… dan…. menghangatkan.

Lagu-lagu yang ia dengar tadi perlahan menghilang, seiring membesarnya cahaya yang ia lihat. Namun masih dapat ia dengar bait utama lagu tersebut, bernada putus asa dan kesedihan yang mendalam dari para nenek moyang.

Mereka sedih karena mereka tahu, ramalan masa depan mereka tentang klan mereka akan jadi nyata.

is there any love left
to illuminate the world?

Claire terperangah ketika mendapati seorang lelaki dengan pakaian megah berwarna merah berdiri di depannya. Terlebih ada lambang kerajaan di kedua bahunya.

‘Pangeran Orion yang tampan’, bisiknya dalam hati ketika melihat wajahnya. Ia pikir hanya rumor bahwa sang Pangeran adalah bangsawan yang rupawan, namun sekarang ia mendapatkan bukti nyata.

Ia membungkuk.

“Hai. Kau mendengar lagu nenek moyang kita tidak? Lagu berjudul Remember?”

Claire terkejut.

“Aku berjalan mengikuti lagu itu, hingga tanpa sadar, aku sampai di sini, ketika aku berjalan menghampiri sebuah cahaya.”

“Cahaya?”

Claire mengangguk. “Dan ternyata, cahaya itu kau…”

“Oh…”

Dan Claire mengerti.

Pangeran Orion adalah orang yang akan membuat perubahan. One People to make a little change

Sementara Orion, matanya berbinar-binar.

‘Capture the spark before it’s gone’.

Gadis di depannya adalah sebuah percikan cahaya, percikan harapan yang akan membawanya keluar dari segala kebosanan yang ia alami selama menjadi pangeran.

Dan entah mengapa, ia yakin, percikan cahaya di depannya saat itu, akan menuntunnya membawa perubahan di masa yang akan datang, bersamanya.

Membawa pergi ketidak-adilan di negerinya tercinta, dan membawa hal baru yang telah lama ia rindukan–agar tak hanya berwujud dongeng :

Perdamaian.

Orion menggenggam erat tangan Claire, membuatnya salah tingkah. Lalu terdengar kembali lagu yang mempertemukan mereka ketika bintang jatuh menghias langit yang kini cerah. Mereka menatap langit, lalu mereka baru tahu adanya bulatan-bulatan cahaya–entah dari mana–mengitari mereka, pun kelopak bunga mawar beterbangan tertiup angin.

Can we find it in ourselves
To make a little change?
think for once of someone else
Is love a stranger?
Cause it’s love that was a friend
A million years ago
Which now we hardly know?

A light that once was bright
Now a dying ember
Fan the flames, remember

(is there any love left
to illuminate the world?)

.

.

.


(is there any love left
to illuminate the world?)

.

.

.

One thought on “Ancestor Chants [Prequel of “Et Grave Odium”]

  1. eung, ini series atau oneshoot ya? Keren banget kalaupun berhenti di sini! Fantasi nya dapet banget.. manis banget pokonya.. aduh.. kok kamu bisa sejago ini sih??
    Ah ya, cherry ibnida, bangapseubnida. 98 line. kamu?

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s