[Drabble] Mon Frère


cover

Mon Frère

Starring

Song Joo Hee (Alice) Hello Venus

Lee Jeong Min Boyfriend

Drabble : 500+ Words || Friendship, School Life, AU || T

“Aku mencintaimu.”

Jungmin terkejut mendengarkan ucapan dari Alice. Kali ini ia sungguh malu karena menjadi bahan tontonan bagi seluruh siswa, baik yang berada di dalam kelas maupun di sekitar lapangan basket. Apa yang Alice lakukan benar-benar membuatnya malu sekaligus terkejut, tak percaya. Alice? Cinta padanya? Menyatakannya tepat di tengah-tengah kerumunan siswa?! Apa dia tidak malu?!

“Kau dengar itu, Jungmin?! Aku mencintaimu!!” Alice kembali mengulangi ucapannya sambil berteriak keras meskipun ia telah menggunakan toa. Ia tersenyum manis.

Bola basket di tangan Jungmin sampai terjatuh. Ia berdiri terpaku. Lelaki di sekitarnya juga terpaku. Mereka telah melakukan banyak hal untuk memikat hati Alice, tapi kenapa seorang Jungmin—yang katanya hanya menganggap Alice sebagai adiknya—malah berhasil memikat hati gadis berambut sebahu yang kini berdiri tak jauh di depan mereka?

“Mungkin kau muak karena mendengarkan kalimat ini dariku berkali-kali.”

Lanjutan kalimat dari Alice membuat semua lelaki menatap Jungmin tajam. Berkali-kali? Berarti Alice sudah menyatakan cintanya pada Jungmin berkali-kali dan berarti berkali-kali juga Jungmin menolaknya. Bagaimana bisa Jungmin menyakiti hati Alice sementara ‘mereka’ berusaha keras membahagiakan Alice?

Jungmin keterlaluan.

“Mungkin kau juga bosan menolakku berkali-kali.”

Jungmin menelan ludah sambil menggaruk tengkuknya. Ia menatap Alice dengan banyak rasa tersirat di matanya: marah, malu, dan merasa bersalah.

“Tapi biarkan kali ini aku mengucapkan semua perasaanku padamu secara lengkap.”

Kali ini tatapan mata Jungmin berubah menjadi tatapan mata penuh tanda tanya. Alice menghela napas, mengendalikan perasaannya, juga mengendalikan jantungnya yang berdetak tak karuan karena berusaha keras menahan malu.

“Aku hanya mengatakan kalimat itu setiap berpapasan darimu. ‘Aku mencintaimu’, dan belum sempat aku meneruskannya, kau selalu mengatakan hal yang sama. Kau hanya menganggapku adik bagimu, karena aku adalah sosok adik yang sangat kau inginkan dari dulu. Setelahnya kau pergi, lalu hubungan di antara kita merenggang karena kau merasa canggung.”

“Aku menyatakan cinta padamu, bukan karena aku inginkan jawaban darimu. Aku hanya ingin kau tahu perasaanku. Kau cinta pertamaku.”

Perlahan, Jungmin tersenyum. Alice tidak lagi kekanakan seperti sebelumnya, ia cukup tahu. Tinggal di panti asuhan yang sama selama 12 tahun cukup membuatnya mengenal Alice, lebih dari yang orang lain tahu tentang dia.

“Kau selalu memikatku. Setelah kau diadopsi, aku memikirkanmu setiap malam, bahkan sampai terbawa mimpi. Kau berbeda dengan lelaki yang kukenal lainnya. Kau tampan, tapi kau tak pernah menunjukkan padaku bahwa kau tahu kau tampan, itu membuatmu semakin tampan.”

“Meskipun kau tidak mengenakan kemeja dan jas berkelas seperti lelaki lainnya—meskipun belakangan ini kau melakukannya demi keluarga barumu—dan hanya mengenakan kaos putih dan jeans biru, kau selalu terlihat sempurna. Karena kesederhanaanmu.”

“Dulu, saat kita masih kecil, saat aku menangis di loteng, selalu hanya kau yang tahu aku di sana, lalu kau memanggil namaku lembut dan memelukku, menenangkanku. Kau juga sering menatapku secara diam-diam. Kau selalu ingin memastikan bahwa aku selalu bahagia, bahkan di hari kepergianmu kau tetap membuatku tersenyum.”

“Aku senang, hari itu, kau mengajakku bersepeda sampai jauh, melewati gunung, menyeberangi sungai, melihat kereta api yang melintasi pedesaan hijau. Kita memperhatikan tangan kita yang memerah karena terik matahari, lalu kita tertawa bersama. Kau terus berkata, kau akan tetap begitu, meskipun kau tak lagi di panti asukan.”

“Kau benar-benar kakak yang baik bagiku, aku ingin memikirkan hal itu, tapi aku tidak tahu, kenapa aku tetap mencintaimu sebagai lelaki, bukan sebagai kakak.”

Air mata Alice mengalir, namun ia tersenyum. Ia hanya merasa lega karena apa yang ingin ia ucapkan telah keluar dari lidahnya, walau caranya begitu memalukan. Ia tahu Jungmin tak akan mendengarkannya jika ia mengajaknya bicara empat mata.

“Yang terpenting, jangan menjauhiku lagi. Kau berjanji, kau akan tetap begitu, tetap menyayangiku,” Alice melanjutkan kata-katanya sambil menutup mata. Bibirnya bergetar karena menangis, ia tak sanggup menatap wajah Jungmin lagi. Ia hanya terlalu sedih ketika Jungmin perlahan menjauhinya dan ia hanya bisa menghela napas tanpa berucap sepatah katapun.

Namun matanya terbuka ketika ia merasakan dekapan hangat, diiringi dengan tetesan air mata yang jatuh ke pipinya—bukan air matanya sendiri.

“Maafkan oppa, tidak peka pada perasaanmu seperti dulu.”

Alice memeluk erat Jungmin. Ya, baiklah.

Mungkin Alice tak akan pernah mendapatkan Jungmin sebagai kekasihnya. Ia sangat tahu Jungmin selalu memegang teguh prinsipnya.

Tapi setidaknya, ia akan mendapatkan Jungmin-nya sebagai kakak yang akan menenangkannya saat ia sedih.

“Tapi, aku akan terus berusaha menjadi kakak terbaik bagimu.”

4 thoughts on “[Drabble] Mon Frère

  1. hai sasa, akhirnya kak bisa baca ini juga…
    btw apa sih arti judulnya? hehehe~ penasaran aja..
    dan jungmin, mungkin tindakannya uda tepat. daripada ia membohongi alice dgn menyukainya, lebih baik mengatakan kebenaran klo dy cuma anggep adik. itu menyakitkan pastinya tapi lebih baik. setidaknya alice jdi tau klo jungmin memang bakal selalu ad di sampingnya, sebagai seorang kakak terbaik yg alice miliki.

    “Maafkan oppa, tidak peka pada perasaanmu seperti dulu.” => oppa disitu sapaan bukan sa? setau kak sih ‘o’-nya kapital, kalo ga salah juga ya..hehehe

  2. ksian alice😦
    tp jungmin bner.. dy kan udh lma sm alice nd anggp sbg adeknya. lgian kkak adek lbh mnynangkan koq🙂 ga akan putus. nd klo pun msuh.. psti bklan brstu gy. smw ad hikmahnya. hehehe
    aq jg prnh mrsakan ni. tp akhrny pcran jg..eh akhrny ptus dh -___- trnyta lbh asik jd kakak adk aja . #curcol

    keren crtnya.. bahasany mdh d mgrti. wlwpn pndek tp asik🙂

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s