So You : At the End of Spring


spring 3

At the End of Spring

Story by Sasphire

So You SISTAR, Lee Jong Suk | General | Ficlet (1.339 Word) | Romance, Fluff

oh ya… di awal bulan Juli ini, apa permohonanmu?🙂

me : semoga aku bisa menunjukkan kalo pilihanku tu gak salah

So You duduk di tepi pelabuhan dengan menyipitkan matanya karena terpaan angin yang membelai wajahnya. Cahaya matahari tak terlalu mengganggu suasana sepi di sekitarnya karena awan putih yang cukup besar menutupi sebagian besar tubuh sang surya. So You menyunggingan senyuman ketika suara deburan ombak merasuki telinganya.

Ah… Sudah lama sekali ia tidak merasakan suasana tenang nan damai seperti ini. Bahkan ia tak ingat kapan terakhir kali ia merasakan keindahan ketenangan seperti ini. Mungkin 4 tahun yang lalu, saat ia masih punya waktu untuk bermain dengan keluarganya? Saat itu ia masih kelas 2 SMP. Ia masih polos dan yang ada di benaknya hanya kesenangan, kegembiraan dan bermain-main.

Dan sekarang dia telah lulus SMA. Ehm… mungkin lain kali ia harus mengajak keluarganya untuk pergi piknik seperti 4 tahun lalu. Kegiatannya sebagai murid teladan saat kelas 3 SMP dan juga sebagai anggota Club Drama Radio saat SMA ternyata menyita banyak waktunya hingga ia lupa bahwa ia punya sebuah keluarga.

Oh, ada satu alasan lagi yang terlupakan.

Karena ada Lee Jong Suk, sang ketua Club Radio. Pesonanya berhasil membuat So You tergila-gila padanya.

So You yang dari tadi menyipitkan matanya kini membuka matanya saat mendengar suara merdu harmonika di sampingnya. Ia bergegas menoleh ke sebelah kiri. Ia mendapati Lee Jong Suk tengah memainkan harmonika dengan tubuh menatap ke jalanan, berbeda dengan So You yang duduk menghadap lautan.

So You bingung harus senang atau sedih. Ia memiliki perasaan suka yang teramat dalam, namun di sisi lain Jong Suk sudah punya tambatan hati, Park Se Young. Bahkan hubungan di antara mereka berdua telah dimulai jauh sebelum So You bertemu dengan Jong Suk. Cinta monyet yang berlangsung lebih dari 3 tahun lamanya. Mereka benar-benar setia satu sama lain, membuat So You iri.

Akhirnya, gadis itu memutuskan untuk kembali menatap lautan, menganggap Jong Suk tak ada. Ia kesal jika ingat betapa seringnya Jong Suk memberikan harapan-harapan palsu padanya, membuat So You selalu berada di atas angin. Namun kini So You telah jatuh ke bumi.

Bagaimana perasaanmu sebagai gadis yang telah beranjak dewasa dan baru saja mengenal cinta?

So You tersenyum saat sebuah pertanyaan terlontar dari hatinya yang tentu saja diajukan untuk dirinya sendiri. Bagaimana perasaanku? Entahlah. Mungkin bingung?

.

.

.

Ketika melihat Jong Suk pertama kalinya ketika berada di satu kelas yang sama di awal Masa Orientasi 3 tahun lalu, jantungnya berdebar cepat, membuatnya gelisah siang dan malam. Awalnya yang terlintas di benaknya hanyalah pelajaran penting di sekolahnya, tapi setelah melihat wajah Jong Suk, yang ada di benaknya hanyalah Jong Suk, Jong Suk dan Jong Suk.

Ia bertanya pada teman sebangkunya, Dasom. Kenapa dia begitu? Apa dia terkena penyakit aneh? Apa dia alergi pada Lee Jong Suk? Apa dia terkena racun mematikan saat berada di dekat Jong Suk?

Dan dengan bijak Dasom bilang bahwa So You tengah jatuh cinta, seperti yang pernah Dasom rasakan sebelumnya.

Setelah tahu itu, So You pun berbangga diri dan mengira bahwa ia telah dewasa mengingat ia telah tahu rasanya jatuh cinta. Ia terlalu sering menceritakan kesenangannya ketika Jong Suk menatapnya intens, saat membaca buku bersama, makan sup rumput laut—bekal Jong Suk—di sudut ruang kelas, dan hal-hal bodoh lain. Dasom memang pendengar yang baik, namun lama-kelamaan ia bosan ketika So You terus berbicara tanpa mempedulikan bibirnya yang hampir saja berbuih.

“Kau menceritakannya seolah-olah Jong Suk memiliki perasaan yang sama denganmu,” ucap Dasom sambil tersenyum manis. Walau tak ada nada sindiran dalam pengucapannya, dalam hati Dasom terselip harapan supaya So You berhenti mengucapkan kalimat-kalimat tentang Jong Suk. Dasom tidak cemburu, hanya bosan.

“Ya, aku memang tidak tahu. Tapi, sepertinya, dia punya perasaan yang sama denganku.”

“Benarkah? Darimana kau bisa yakin?” Kali ini nada bicara Dasom penuh tekanan. So You memilih diam.

.

.

.

Ia tertawa kecil mengingat betapa bodohnya ia ketika mencintai Jong Suk pada awalnya. Hingga akhirnya ia tahu bahwa Jong Suk memiliki gadisnya sendiri, Se Young. Seorang gadis cerdas yang memiliki suara indah ketika berbicara di depan mike radio. Ya, ya, Se Young adalah penyiar radio utama di club radio.

“So You, kau tidak tahu aku ada di sampingmu dari tadi?” tanya Jong Suk setelah berhenti memainkan harmonika.

So You masih menatap deburan ombak yang sesekali terciprat ke ujung kakinya. “Ya.”

“Oh.”

Mereka terdiam untuk beberapa saat.

So You mengayunkan kakinya. Setelah ini, mereka akan berpisah cukup jauh untuk meraih cita-citanya. Jong Suk telah mendapatkan beasiswa untuk Jurusan Sastra Inggirs di Oxford University, sementara So You memilih untuk tetap tinggal di Korea, menjadi seorang entertainer.

So You bingung. Haruskah ia terus-terusan memendam perasaan dan membiarkan rasa sesak terus-terusan ada di hatinya? Mengucapkan salam perpisahan dan tersenyum manis saat Jong Suk pergi, padahal kenyataannya ia tak menginginkan perpisahan itu? Oh, cukup. Itu cinta yang memuakkan.

“Jong Suk,” ucap So You pada akhirnya.

“Hm?”

So You membenahi posisi duduknya. Dan sekarang, ia duduk menghadap jalanan, sama seperti Jong Suk.

“Aku… ehm…” So You menyusun kata-kata di benaknya, namun ia masih bingung. Ia tak ingin ucapan yang puitis. Ia hanya ingin ucapan yang apa adanya dari batinnya. Namun, melihat wajah Jong Suk membuatnya kesulitan. Haruskah ia mengatakan ‘aku mencintaimu’? Tidak. Itu kuno.

“Ada apa?” desak Jong Suk.

“Aku membencimu.”

Jong Suk mengernyit.

“Bagaimana bisa, ada lelaki yang suka sekali memberikan harapan palsu pada setiap gadis dengan senyumannya?” So You tersenyum sinis, lalu membuang muka, “memangnya kau tidak tahu, setiap kali kau tersenyum, kau membuatku memiliki pikiran yang salah tentangmu?”

Jong Suk berkata, “Maaf, tapi aku tak mengerti maksud ucapanmu.”

“Lihat? Kau juga tak mengerti apa maksud ucapanku! Itu menandakan kau lelaki yang tak mengerti perasaan para gadis.”

Oh, So You merutuki dirinya sendiri karena ucapan yang keluar justru malah makian-makian yang sejak dari dulu ia tahan ketika tahu bahwa Jong Suk telah memiliki kekasih.

“Kalau sejak awal kau hanya menganggapku teman, perlakukan aku dengan biasa saja, jangan tersenyum setiap saat, jangan mengajakku ke perpustakaan, jangan mengajakku makan bekalmu bersama. Kau tahu? Selama ini aku mengira kau mencintaiku karena kau terlalu baik padaku!”

Kali ini Jong Suk mengerti walau hanya beberapa poin.

“Maaf,” ucap Jong Suk, “aku melakukannya padamu karena kau baik padaku. Aku hanya ingin membalas kebaikanmu sebagai seorang sahabat.”

Untungnya, So You bukan tipe orang yang mudah menitikkan air matanya. Kalau sampai ia menangis, maka itu akan membuat bentakan-bentakan yang ia ucapkan tak ada artinya.

“Simpan ucapan maafmu untuk gadis lain. Toh, aku tak ambil pusing soal itu.” So You tertawa. Walaupun kata cinta keluar bersamaan dengan amarah yang membabi buta, toh sekarang ia merasa lega. Tak ada perasaan yang terpendam lagi di dalam hatinya. Jong Suk tahu kalau dia mencintainya, itu cukup bagi So You.

“Setelah ini, kau dan aku akan berpisah. Makanya, aku ingin kau tahu perasaanku padamu, sebelum perpisahan itu terjadi.”

“Oh.”

So You tersenyum. Gadis ‘cuek’ itu kini kembali mendapatkan jati dirinya. Di benaknya kini terpenuhi daftar apa saja yang akan ia lakukan bersama keluarganya, bersama sahabatnya, atau mungkin kegiatan sosial bersama tetangganya. Ia tak pernah memikirkan itu semua sejak 4 tahun lalu. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, karena ia terlalu cinta pada Jong Suk.

“Aku dan Se Young, sudah berakhir.”

“Oh.”

So You cukup terkejut, namun ia tak ingin menanggapinya lebih. Ia tak ingin menggunakan kesempatan itu. Ia takut membayangkan respons teman-temannya jika tahu So You berusaha merebut Jong Suk setelah Jong Suk mengakhiri hubungannya dengan Se Young. Oh, benar-benar roman picisan.

Di sisi lain, Jong Suk sama terkejutnya. Ia tahu So You mencintainya, namun kenapa responsnya biasa-biasa saja ketika tahu hubungannya dengan Se Young telah berakhir?

So You berdiri di depan Jong Suk sambil berkata, “Kau pasti bisa menemukan gadis yang lebih baik dari Se Young. Semangat!”

Jong Suk tersenyum kecil.

So You pun memberikan tangannya, mengajak Jong Suk untuk berjabat tangan.

“Kita berpisah tepat di hari terakhir musim semi ini. Misiku untuk menyatakan cinta padamu pun selesai. Ucapkan selamat padaku karena misi musim semiku berhasil.”

Jong Suk menjabat tangan So You dengan sedikit keraguan, namun akhirnya ia berkata, “Selamat, So You.”

So You mengangguk, lalu pergi meninggalkan Jong Suk sendirian.

“So You!!” Jong Suk berdiri dan memanggil So You, membuat So You menghentikan langkahnya dan kembali menatap wajah lelaki itu.

“Aku juga mencintaimu!!”

3 thoughts on “So You : At the End of Spring

  1. Wah, akhirnya… gantung banget😦
    Jong suk cinta sama So You, tapi ampe segitu aja nih?
    Kurang ah.. tapi karena ini ficlet, yah gak apa deh..
    Ceritanya bagus, pendek tapi keren!!!
    Ditunggu karya selanjutnya author-nim ^^
    Hwaiting

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s