[Ficlet] Disturbance – Impossible Way


d

Author : Sasphire

Main cast : Kwon Boa as Kwon Yun Hee, Han Mi Young (OC), Lee Taemin SHINee

Ratting : PG+15

Genre : Romance, Moment

Length : Ficlet (2000 + Words)

Disturbance – Impossible Way

Cahaya matahari yang melalui celah-celah gorden kamar membuat tidur Yun Hee terganggu. Ia mengerjapkan matanya dan memperbaiki posisi tidurnya. Ia pun kembali tertidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam.

Namun, ada satu hal yang membuatnya merasa janggal. Kekasihnya yang telah menemaninya tidur semalam tidak ada di sampingnya. Ia pun bangun dan menggaruk kepalanya.

“Chagiya..” Panggilnya lirih. Ia turun dari ranjangnya sambil menutupi tubuhnya dengan selimut besar yang ia pakai.

“Chagiya.. kau dimana?”

Belum menemukan kekasihnya, ia dikagetkan dengan handuknya yang tiba-tiba terlempar ke bagian belakang kepalanya. Ia pun menggenggam handuk berwarna pink itu dan menoleh ke belakang.

“Chagi…” Ucapnya dengan sedikit bernafas lega.

“Kenapa khawatir begitu?” Ucap gadis yang bernama Han Miyoung itu sambil tersenyum nakal, “Aku hanya mandi sebentar. Aku tak akan pergi, nuna… jangan khawatir.”

Yun Hee berlari memeluk gadis yang kini memakai kemeja putih dan jeans hitam itu, “Kau bilang aku tidak boleh khawatir?” Yun Hee tersenyum, “Kalau kau sering datang dan pergi seperti ini, bagaimana aku tidak khawatir?”

Miyoung tersenyum, lalu membalas pelukan hangat Yun Hee, “Iya, aku tahu.”

Miyoung pun melepas pelukan Yun Hee dan membelai pelan rambut Yun Hee, “Sana. Cepat mandi,” Ucapnya lembut, “Setelah ini, kita akan bersenang-senang.”

Yun hee menatap lekat wajah Miyoung, lalu tersenyum.

Yun hee pun memasuki kamar mandi, membiarkan Miyoung sendirian di kamar hotel. Miyoung tersenyum kecil, lalu berjalan mendekati jendela kaca. Ia menghela nafas pelan-pelan sambil menyipitkan matanya karena cahaya matahari yang terlalu kuat. Bayangannya pun kembali ke 3 tahun sebelumnya.

Ia bertemu dengan seorang gadis yang lebih tua 7 tahun darinya di restaurant  tempat gadis itu bekerja. Gadis yang bernama Kwon Yun Hee itu. Kwon Yun Hee tertarik dengan Han Miyoung yang saat itu sedang berkencan dengan Lee Taemin. Taemin memang bukan kekasih Miyoung, namun mereka memang telah dijodohkan sejak kecil oleh orang tua mereka.

Yun hee yang memang merasa bahwa Miyoung adalah pasangan hidupnya yang sebenarnya pun berusaha mempengaruhi Miyoung, dengan berkata bahwa jangan memaksakan diri menyukai orang yang tidak kita sukai. Itu akan menjadi boomerang bagi diri sendiri. Dan Miyoung terpengaruh. Ia pun melarikan diri dari keluarganya dan pergi bersama Yun Hee.

Miyoung pun bercerita pada Yun Hee bahwa dari kecil ia sangat ingin menjadi lelaki. Memanjat pohon, bermain layang-layang, melakukan segalanya yang menyenangkan tanpa harus takut dimarahi oleh keluarganya yang kaya karena perilakunya sangat tidak sesuai dengan perilaku yang sepantasnya dimiliki oleh putri bangsawan.

Miyoung pun mulai mencintai Yun Hee karena Yun Hee selalu mendengarkan semua keluh kesahnya tanpa mengeluh. Perasaannya akan hangat begitu berada di dekat Yun Hee.

“Sejak melihatmu pertama kali, aku langsung menyukaimu,” Ucap Yun Hee, “Aku yakin, kau tipe orang yang setia.”

Miyoung semakin menyukai Yun Hee. Meskipun ia tahu itu jalan yang salah, ia tetap ingin melewatinya. Miyoung pun merasa, apa yang ia inginkan selama ia hidup telah terkabulkan dengan adanya Yun Hee.

Sejak kecil, ia sangat ingin menjadi laki-laki, dan Yun Hee meyakinkan bahwa Miyoung adalah lelaki yang terperangkap dalam tubuh perempuan. Miyoung pun bertekad untuk menjadi pendamping setia bagi Yun Hee dan akan melindungi Yun Hee, apapun resikonya.

Perlahan, Miyoung membalikkan badan dan berjalan menuju kamar mandi. Ia pun membuka pintu kamar mandi secara perlahan.

“Dasar nakal,” Ucap Yun Hee sambil menatap Miyoung yang berjalan menghampirinya yang berendam di dalam bath tub yang penuh dengan busa.

“Nakal?” Miyoung menyipitkan matanya. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam bath tub dan menyipratkan air pada Yun Hee, “Ini yang namanya nakal.”

Yun hee memejamkan matanya karena terkejut, lalu membuka matanya dan menatap Miyoung sambil tertawa, “Dasar!!”

Mereka pun saling mencipratkan air sambil tertawa, melupakan semua kesedihan yang pernah mereka alami sebelum mereka bertemu.

~***~

Miyoung menggenggam tangan Yun Hee erat saat berjalan menyusuri taman kota Seoul sambil tersenyum.

“Kau senang hari ini?” Tanya Yun Hee sambil menatap wajah Miyoung.

“Hm,” Miyoung mengangguk, lalu menoleh dan menatap wajah Yun Hee, “Bagaimana dengan nuna?”

Yun Hee tersenyum dan mengangguk, lalu mempererat pegangan tangannya.

Miyoung pun mengajak Yun Hee ke sebuah mall besar.

“Kau tunggu di sini,” Ucap Miyoung sambil membelai pelan pipi Yun Hee, “Aku ada urusan sebentar.”

Yun hee menggenggam lengan Miyoung dengan erat, “Aku ikut.”

“Hm?” Miyoung tersenyum, “Padahal aku ingin memberi surprise.”

“Aku tidak butuh surprise,” Tegas Yun Hee, “Aku takut kau pergi lagi, seperti setengah tahun lalu. Kau lupa?”

Miyoung mengernyit, lalu mulai mengingat kembali apa yang terjadi dalam kurun waktu yang disebutkan Yun Hee.

Ah, ya.

Saat itu, saat Miyoung dan Yun Hee pergi berkencan, orang tua Miyoung tak sengaja berpapasan dengan mereka dan berusaha memisahkan mereka berdua. Beruntung, Miyoung dapat kabur setelah di kurung selama 3 hari penuh.

“Itu tak akan terjadi lagi,” Miyoung tersenyum, “Hanya sebentar.” Miyoung pun mengecup mesra pipi Yun Hee.

Yun hee pun tersenyum. Miyoung melambaikan tangan pada Yun Hee, dan Yun Hee membalasnya.

Yun hee pun menghampiri bagian boneka sambil berkata dalam hati, “Kalau Miyoung bilang begitu, tak ada yang harus dikhawatirkan.”

Baru 10 menit, ia sudah berubah pikiran. Ia mulai khawatir ketika Miyoung tak kunjung kembali. Ia pun bergegas mencari Miyoung.

Ia terkejut ketika seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Ia menoleh dengan cepat.

“Maaf, tapi….” Lelaki itu memperlihatkan sebuah lembaran, “Apa anda melihat gadis ini? Sudah setengah tahun dia tak kembali ke rumah. Sebelumnya dia juga menghilang selama satu setengah tahun.”

Di bawah foto itu tertulis nama yang sangat ia kenal, “HAN MIYOUNG”

Yun hee menggeleng kuat, “Tidak. Tidak pernah.”

Yun hee bergegas berlari, namun lelaki itu kembali menepuk bahu Yun Hee. Bahkan kini mencengkram bahu Yun Hee dengan kuat.

“Jangan bohong,” Desis lelaki itu, “Aku tahu, siapa yang menyebabkan Miyoung menjadi seorang pembangkang. Kau kan, orangnya? Kwon Yun Hee…”

Yun hee menelan ludah.

“Kau penasaran kenapa aku bisa tahu semuanya?” Lelaki itu menyeringai, “Karena aku calon suami Han Miyoung, Lee Taemin.”

Yun Hee masih sangat ingat itu. Dua tahun sebelumnya, ia bertemu dengan Miyoung di restaurant tempat ia dulu bekerja. Dan Miyoung mendatangi restaurant itu bersama dengan tunangannya, Lee Taemin.

“Kau akan aman,” Lee Taemin kembali berkata, “Asal kau mau beri tahu aku di mana kalian tinggal sekarang. Aku pun akan membawa Miyoung pulang, dan masalah akan selesai.”

“Sudah kubilang aku tidak tahu!!” Bentak Yun Hee, karena memang dia tak tahu di mana Miyoung detik itu juga.

“Nuna…” Kini seseorang menggenggam tangan kirinya dengan kuat. Yun hee menoleh, dan mendapati Miyoung tengah berdiri di depannya.

“Miyoung…” Ucap Taemin dan Yun Hee bersamaan. Miyoung pun terkejut dengan keberadaan Taemin di depannya. Miyoung pun bergegas menarik kasar tangan Yun Hee dan berlari secepat mungkin untuk menjauhi Tae Min.

“Kalian!!” Ucap Taemin untuk memanggil seluruh anak buahnya, “Kejar mereka!!”

“Baik!!”

Taemin pun mengejar mereka.

Miyoung dan Yun hee berlari tak tentu arah. Yun hee kembali mempererat genggaman tangannya. Miyoung pun melakukannya.

Saat melewati toilet umum, Miyoung bergegas menarik Yun Hee kedalam toilet perempuan dan memasuki bilik paling dalam. Miyoung duduk di atas wastafel dan memangku Yun Hee. Ia pun memeluk erat Yun Hee sambil menciumi kening Yun Hee.

“Untuk sementara, kita akan aman di sini.”

Yun Hee mengangguk dan memeluk erat Miyoung. Rasa takut kembali menghantuinya.

~***~

Taemin mengendarai mobil pribadinya dengan menyuruh sopir pribadinya cuti. Ia menaikkan kecepatan mobilnya dan mengendarai mobilnya tak tentu arah. Ia merasa kesal hari itu. Berhari-hari mencari gadis yang telah ia sukai sejak kecil, setelah ia berhasil menemuinya, gadis itu kembali menghilang.

“Brengsek!!” Ucapnya sambil memukul setir mobilnya, “Bagaimana bisa dia lebih memilih gadis yang bahkan lebih tua 7 tahun darinya?! Apa yang gadis itu punya hingga ia lebih memilih gadis itu daripada aku?!”

Taemin pun menghela nafas untuk menenangkan hatinya.

“Tenang,” Batinnya, “Sebentar lagi, kau pasti berhasil mendapatkannya lagi. Seorang Taemin pasti bisa mendapatkan Miyoung lagi.”

~***~

Saat Yun Hee bekerja di restaurantnya, ia kembali dikejutkan oleh seorang Taemin. Taemin berdiri di depan meja kasir dan tersenyum, “Boleh minta waktunya sebentar?”

Saat Yun Hee ingin menolaknya dengan tegas, Taemin berkata, “Kalau kau menolak, aku akan bilang kepada manager restaurant ini bahwa aku tidak melayani pelanggan dengan baik. Bagaimana?”

Yun hee mendengus kesal.

“Kau hanya bisa cari uang dengan cara ini ‘kan?” Taemin tersenyum penuh kemenangan.

Yun hee pun melepas celemek kerjanya dan mengikuti langkah Taemin saat Taemin memilih tempat duduk yang pas untuknya.

“Silahkan duduk,” Ucap Taemin setelah duduk. Yun hee menatapnya kesal saat berdiri di depannya.

“Apa yang ingin kau bicarakan padaku?” Tanyanya ketus.

Senyum di wajah Taemin pun memudar. Ia pun berdiri, “Baiklah. Kalau kau tak mau duduk, aku juga tidak duduk,” Ia mengeluarkan sebuah amplop coklat dari dalam saku jasnya dan meletakkan amplop itu ke atas meja.

“Apa itu?” Tanya Yun Hee ketus.

Taemin mengangkat bahu, “Bukalah. Itu dari orang tua Miyoung.”

Dengan penuh keraguan, Yun Hee mengambil amplop itu. Ia pun terkejut. Di dalamnya memang terdapat banyak lembaran cek bertuliskan nominal 10 juta won yang bahkan lebih dari cukup untuk menopang hidupnya. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut. Di bawah semua cek itu, terdapat sebuah lembaran undangan pernikahan antara Miyoung dan Taemin.

“Bagaimana mungkin kalian menentukan tanggal pernikahan tanpa kalian tahu Miyoung ada dimana?!” Bentak Yun Hee.

“Itu membuktikan, bahwa orang kaya seperti kami jauh lebih berkuasa daripada orang sepertimu yang hanya mempedulikan cinta,” Taemin tersenyum, “Kami memikirkan kesejahteraan bagi kehidupan kami, kesempurnaan bagi kehidupan kami, meskipun kami tahu hidup memang tak harus sempurna. Kami juga memikirkan baik buruknya suatu hal, termasuk hubungan antara Miyoung-ku dan kau.”

“Miyoung-ku?” Yun Hee tersenyum sinis, walau terbersit kekhawatiran di dalam hatinya.

“Ya. Miyoung-ku,” Taemin memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya, “Seminggu lagi dia akan jadi milikku. Bukan milikmu.”

“Bagaimana kau bisa yakin, sementara yang Miyoung cintai adalah aku?!”

“Tentu saja yakin. Sudah kusebutkan sebelumnya, karena Miyoung adalah milikku.”

Yun hee kesal dan melemparkan amplop di tangannya ke Taemin, “Aku tak akan terpengaruh ucapanmu.”

Yun hee membalikkan badan.

“Ini peringatan terakhir,” Ucap Taemin setelah menghela nafas, “Ini demi kebaikan Miyoung. Hubungan kalian sejak awal adalah salah. Seorang perempuan seharusnya memiliki pasangan seorang lelaki, bukan perempuan dengan perempuan, atau lelaki dengan lelaki. Kalau hubungan kalian diteruskan, maka tak akan ada kebahagiaan yang sesungguhnya di kehidupan kalian.”

“Mengerti apa kau soal kebahagiaan?” Yun Hee berkata, “Kami saling mengerti satu sama lain, saling mengisi satu sama lain. Hanya dengan itu kami bisa bahagia.”

Taemin berjongkok memungut Amplop yang terjatuh dan bergegas berjalan menghampiri Yun Hee lalu menggenggamkan amplop itu ke tangan Yun Hee. Taemin pun membisikkan sesuatu, “Aku tahu, kau juga harus menghidupi ibumu yang kini berada di rumah sakit jiwa.”

Yun Hee kembali terkejut.

“Bagaimana? Terima tawaranku, Nuna?”

~***~

Sore itu, Miyoung berjalan menyusuri wilayah pertokoan pakaian jadi setelah selesai menuntaskan pekerjaannya di sebuah mini market. Ia tersenyum ketika melihat serentetan pakaian wanita khas musim semi dengan rok tumpuk yang berenda-renda dengan warna-warna pastel yang sangat indah dipandang.

“Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku memakai pakaian seperti itu,” Miyoung tersenyum. Ia pun melihat tas kertas yang ia pegang. Di dalamnya terdapat pakaian yang tak beda jauh dengan yang dipajang di pertokoan, “Nuna pasti pantas memakainya.”

“Miyoung!!”

Miyoung mengangkat kepalanya dan mendapati gadis yang berdiri cukup jauh di depannya. Ia tersenyum. Ia pun melambaikan tangannya.

Yun Hee berlari kecil menghampiri Miyoung dan memeluk erat Miyoung, seakan tak mau berpisah dengan Miyoung.

“Kenapa Nuna memelukku seperti ini? Seperti yang akan berpisah untuk waktu yang lama saja,” Ucap Miyoung sambil tersenyum kecil. Ia pun melepas pelukan Yun Hee dan memberikan tas kertas yang ia bawa, “Untukmu.”

Yun Hee menerimanya, “Gomawo.”

Miyoung tersenyum.

“Temani aku ke suatu tempat. Mau?”

Miyoung mengernyit. Gaya bicara Yun Hee tak seperti biasanya. Namun ia tak mengambil pusing. Ia pun menggenggam tangan Yun Hee dan mengikuti langkah Yun hee.

Setelah berdiri di depan restaurant tempat Yun Hee bekerja, Yun Hee memasuki restaurant dan berkata, “Kau tunggu di sini. Aku ingin mengambil beberapa barang yang tadi tertinggal.”

Miyoung mengangguk.

Setelah lama menunggu, bukannya Yun Hee yang ia temui, malah Taemin yang keluar dari restaurant itu. Miyoung bergegas berlari, namun Taemin bergegas memeluk Miyoung dari belakang dengan erat.

“Lepaskan!!”

Taemin pun menyekap mulut Miyoung dengan sapu tangan yang telah diolesi obat bius. Miyoung pun kehilangan kesadarannya di pangkuan Taemin. Taemin pun menggendong Miyoung ke dalam mobilnya dan bergegas membawanya pergi.

Yun hee yang melihat Miyoung seperti itu hanya menangis, “Selamat tinggal, Miyoung.”

~***~

@ Bridal, 5.47 PM

Taemin berdiri di depan Miyoung yang telah mengenakan Gaun pengantinnya. Bawahan yang panjang menjuntai dengan tube dress yang membuatnya semakin terlihat cantik. Taemin tersenyum.

“Kau memang cantik.”

Miyoung menatap Taemin penuh kebencian.

“Tinggalkan kami berdua,” Ucap Taemin kepada seluruh pengawal yang berdiri mengitari merkea berdua.

“Tapi, Tuan…”

“Tak apa…” Taemin berkata, “Sekuat apapun dia pergi sekarang, dia tak akan pergi.”

Para pengawal akhirnya pergi.

“Bagaimana menurutmu denganku?” Taemin memutar badannya untuk memperlihatkan jas putih dengan hiasan mawar di dada kirinya, “Apa aku tampan?”

“Gila..” Desis Miyoung.

“Bukan aku yang gila, tapi kau…” Taemin berjalan menghampiri Miyoung yang semakin berjalan mundur ketika Taemin menghampirinya.

“Apa kau sudah tak punya akal? Apa yang gadis itu lakukan hingga kau tergila-gila padanya?” Tanya Taemin yang mendekatkan wajahnya pada Miyoung.

Miyoung semakin bingung ketika tahu ia tak dapat menggerakkan kakinya lagi karena terhalang oleh tembok putih di belakangnya.

“Dia pernah memberikanmu ciuman hangat?” Taemin tersenyum sinis, “Biar kuberi tahu ciuman yang hangat padamu.”

Miyoung memalingkan wajahnya, namun Taemin memaksanya dengan mendorong dagu Miyoung untuk kembali menatap wajahnya. Taemin pun mencium mesra bibir Miyoung sambil memejamkan mata. Cukup lama ia memainkan bibir Miyoung hingga membuat Miyoung melayang ke alam bawah sadarnya.

Setelah sadar, ia pun mendorong Taemin dengan kasar dan mengusap bibirnya dengan punggung tangannya, “Apa yang kau lakukan?! Kurang ajar!!”

“Bahkan kau tak mendapatkan ciuman seindah itu kan, dari gadis itu?” Taemin kembali mendekati Miyoung. Kini, ia memeluk erat tubuh Miyoung.

“Sekarang, bolehkah aku bertanya padamu? Kau itu wanita ‘kan? Kenapa kau memanggil gadis itu dengan sebutan ‘Nuna’? apa karena kua benar-benar ingin menjadi lelaki?”

Miyoung berusaha mengelak, namun rengkuhan tangan Taemin lebih kuat.

“Kau ingin jadi lelaki? Sadarlah, bahwa itu salah. Kau terlalu sempurna bagiku. Seorang Han Miyoung hanya pantas untuk menjadi wanita bagi seorang Lee Taemin.”

“Geuman…” Desis Miyoung.

“Kenapa kau sangat ingin menjadi lelaki? Apa kau tidak menstruasi di setiap bulannya? Bahkan saat memelukmu pun, aku sangat yakin kalau kau perempuan.”

Kali ini, Miyoung benar-benar merasa dilecehkan. Ia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mendorong Taemin.

“Kurang ajar,” Ia pun mengangkat roknya dan berlari ke luar. Taemin membiarkan Miyoung pergi dan menelpon pemimpin pengawalnya.

“Hallo?” Terdengar suara di ujung telepon.

“Biarkan dia pergi,” Ucap Taemin.

~***~

Miyoung mengetuk pintu rumah Yun Hee dengan tergesa-gesa. Saat Yun Hee membuka pintu, Miyoung memeluk erat Yun Hee sambil menangis, “Nuna. Ayo kita pergi, pergi ke tempat yang sangat jauh.”

Sekeras mungkin Yun Hee menahan air matanya agar tidak jatuh. Ia pun melepas pelukan Miyoung dan berkata, “Panggil aku Unnie, bukan Nuna.”

Miyoung mengernyit, “Apa?”

“Kau perempuan dan aku perempuan. Kau tidak boleh memanggilku Nuna…”

“Tapi…”

“Seminggu lagi kau akan menikah,” Yun Hee menghela nafas, “Kau harus fokus pada pernikahanmu. Lupakan aku.”

“Tapi…”

“Aku lelah dengan ini semua. Sejak awal, hubungan di antara kita adalah salah. Seharusnya, kita hanya menjadi Kakak-adik saja, tak lebih dari itu. Hidup di antara cemoohan orang lain, membuatku sadar, kau bukan untukku.”

“Nuna…”

“Pergi…”

Miyoung kembali menangis, berusaha mengerti apa yang dikatakan Yun Hee. Setelahnya, Yun Hee menutup pintu rumahnya dengan kasar. Yun hee dan Miyoung sama-sama menangis.

“Maldo Andwae…” Desis Miyoung.

Saat ia membalikkan badan, ia mendapati calon suaminya tengah berdiri di depannya. Ia pun segera sadar bahwa mobil putih yang sedari tadi mengikutinya adalah mobil milik Taemin.

Taemin pun bergegas memeluk Miyoung dan menenangkannya. Kali ini, Miyoung tak berusaha mengelak seperti sebelumnya. Ia masih bingung atas perubahan yang Yun Hee alami.

~***~

1 weeks later…

Setelah Taemin dan Miyoung saling mengucapkan janji setia di depan altar dan menukar cincin, Miyoung pun bergegas mengambil tempat yang tepat untuk melemparkan bouquet di tangannya. Ia membalikkan badan.

“1…” Miyoung mendengar dengan baik suara sang pembawa acara.

“2…. 3….”

Miyoung pun melemparkan bouquet dengan sekuatnya, lalu bergegas membalikkan badan untuk melihat siapa yang mendapatkan bouquet itu. Dan ternyata, ia mendapati Yun Hee tengah berdiri sambil memegang bouquet yang baru saja ia lempar diiringi tepuk tangan para tamu undangan. Taemin pun tersenyum lebar. Walau setelahnya, senyum di wajahnya memudar mendapati wajah Miyoung yang datar-datar saja selama pesta pernikahan berlangsung.

Tak lama kemudian, perasaan sesak yang membuncah di dada Miyoung membuatnya pingsan. Taemin pun menangkap tubuh Miyoung. Seluruh tamu undangan panik, tak terkecuali Yun Hee. Yun Hee melangkahkan kakinya, namun setelahnya terhenti. Ia menangis dan bergegas pergi dari tempat itu.

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa,” Ucap Taemin berusaha mencairkan suasana, “Dia hanya terlalu lelah.”

Taemin pun menggendong tubuh Miyoung yang lemas seorang diri.

Taemin PoV

Aku merebahkan tubuh Miyoung di ranjang pengantin yang telah disiapkan oleh orang tua Miyoung di kamar milik Miyoung. Mereka memang orang kaya, namun mereka tidak terlalu suka kehidupan yang terlalu mewah seperti kebanyakan orang kaya yang lainnya. Mereka hanya merubah interior kamar yang awalnya pink kekanak-kanakan menjadi bernuansa silver dan emas. Aku melonggarkan dasi yang menggantung di leherku dan melepas jas putihku. Aku sudah yakin dari awal bahwa malam pertamaku tak akan semudah milik orang lain yang tengah dimabuk cinta.

Aku mengitari pandangan mataku ke seluruh ruangan dan mendapati foto yang membuatku kesal. Foto antara Miyoung dan gadis yang sampai sekarang aku tak mau tahu namanya itu. Dia telah merubah Miyoung menjadi seorang yang sama sekali tak ku kenal.

Aku menghampiri foto itu dan membuangnya ke tempat sampah. Setelahnya, aku kembali menaiki ranjang dan menatap wajah cantik Miyoung. Pipinya basah oleh air mata. Pasti sakit melepaskan orang yang ia cintai. Aku tahu aku jahat karena telah memisahkannya dengan gadis itu. Tapi, bagaimanapun juga, jalan yang harus mereka tempuh adalah jalan yang mustahil. Tak akan ada hidup bahagia yang mereka miliki jika hubungan mereka diteruskan, yang ada hanyalah kesengsaraan.

Miyoung butuh pertolongan dari seorang lelaki, agar ia bisa lepas dari keinginannya yang terlampau mustahil itu. Aku akan membantunya, apapun yang terjadi.

Tangan kananku menghela lembut rambutnya, dan tangan kiriku mengelus lembut bibirnya.

Dan perlahan, aku mencium mesra bibir wanita yang telah menjadi istriku ini.

Miyoung PoV

Di dalam mimpiku ini, aku bertemu dengan seorang lelaki tampan berpakaian putih dan juga menaiki kuda putih. Ia bilang, ia adalah satu-satunya pangeranku yang harus kumiliki.

Di mimpiku pun, aku memakai gaun putih yang indah, layaknya seorang putri mahkota. Ia pun memberiku kesenangan yang tak terperi, membuatku lupa kehidupanku yang sebelumnya.

Dan akhirnya, ia mencium bibirku dengan mesra.

Aku hanya bisa tersenyum padanya, bingung mau mengucapkan apa. Tapi, akhirnya aku berkata padanya, “Terima kasih.”

Terima kasih telah membuatku hidup bahagia. Untuk selanjutnya, aku akan mempercayainya lebih dari siapapun.

Jujur saja, aku takut untuk membuka mataku.

Yun Hee PoV

Benar kata Taemin, jalan yang harus kutempuh dengan Miyoung terlalu banyak ranjau yang akan melukai kami. Tidak benar jika diteruskan.

Saat melihat Miyoung berdiri di altar penikahan, aku bingung harus berbuat apa.

Aku yang telah membuatnya pingsan seperti itu. Aku yang telah memberikan hidup berat padanya.

Apakah aku masih pantas mendapatkan cinta di dunia ini, setelah satu-satunya cinta yang kumiliki itu pergi?

 

19 thoughts on “[Ficlet] Disturbance – Impossible Way

  1. jujur aja saya nggak sempet melihat typo nya.-.
    karena anti pati sama genre Yuri dan memutuskan tetep membaca cerita ini karena si kakak yang minta.-. aduhh.-.
    tapi overall *setelah mengenyampingkan Yuri-nya* cerita ini cukup-touching. Kurang diteken kuatnya dibagian yang pangeran berkuda putih sama yang di ranjang itu😄

    1. iya sih… sebenernya aku juga gak suka Yuri… -_- makanya endingnya kayak gitu.. biasanya kan kalo Yuri yang sesungguhnya itu sampe akhir tetap bersama (?), tapi ini endingnya sama Taemin😄 kenapa bukan sama BaekHyun? kenapa bukan Jinki? kenapa bukan Joonmyun? aku juga gak tahu kenapa😄

      makasih y saeng…😀 maaf ya… T.Tv

  2. astaga, tnyata ini crita yuri tpi ga mengurangi rasa penasaran eon bwt baca smpe selesai dan..wooo~ tnyata mreka sadar klo jalan yg mreka ambil itu salah dan akhirnya miyoung balik sama taemin ><

  3. Halo halo! Setelah ngilang, akhirnya kakak bisa nampakin wujud juga. Awalnya… kaget pas baca. Ini beneran sasa bikin genre yuri? Asa ga yakin gitu sama endingnya. Terus sempet mikir sasa mau bikin kaya di mvnya boa unni. Tapi 2 pemikiran itu duarr, musnah, hehe..
    Kali ini, ga akan bahas typonya di sini. Jujur, ini ceritanya menarik karena sasa belum pernah bikin genre begini, terus alurnya juga menarik, plus penokohannya juga diceritainnya ga terlalu jahat ga terlalu baik. Misal: taemin mungkin awalnya keliatan jaat, tp kakak ngerasa dia begitu karena dia cinta sama miyoung dan pengen nobatin miyoung. Miyoung juga kayanya ga terlalu tomboy atau dia beneran suka sama si cewe itu, dia cuma kebawa alur dn masa kecil aja. Tp di lubuk hatinya, dia tetep suka sama cowok.
    Over all, ini finclet top top markotop deh. Ganbatte!!

    1. Ya ampyun unn… kemana aja?😄 itu LITGF unn udah kelewat berapa part coba? BaekYoung udah berapa part? bahkan unn belum baca tentang Open Your Mind… Jiah… unn mau hiatus gak kasih kabar sih T_T bingung jadinya..

      iya.. sebenernya gak mau bikin Yuri… tapi gak tahu kenapa dapet idenya kayak gitu -_-”

      itu sebenernya aku pengen buat Taemin jadi bener-bener jahat lho unn… :3 tapi setelah liat Dream Girl, gak jadi deh ._.v

      makacih ya unn ^^

  4. waah~ keren.. kirain Yunhee nya suka sama taemin jadinya dia berusaha misahin Taemin dari miyoung dgn cara ngerusak hidupnya Miyoung wkwkwk /salah/😄
    uwaa dahsat itu yah ciuman hangatnya taemin nyampe si miyoung jadi normal lagi waks XDD
    kirain juga taemin bakalan jadi antagonis super nyebelin gara2 punya pasukan wkwkwk tapi seneng endingnya gini ^^

  5. huhuhu..
    Ak mau minyoung jd normal!!
    Anti yaoi n yuri.
    Hehehe.
    Taem~
    Selamatkan minyoung phulease..
    Bkin lnjtannya ya..ya..ya

  6. Uh, ini.. yuri? sebenarnya, aku agak anti banget sama yuri dan yaoi karena yah..
    gigu aja ngebayangin dua orang yang sejenis saling bercinta, dan itu.. ah, sudahlah..

    aku tertarik sama ff ini karena poster ffnya yang keceh badaai xD keren keren, kak Sasa kan udah pro, jadi yang masalah beginian, lewaaat daah~😀
    oh iya, bolehkah saya memberi sedikit review tentang ff ini?

    aku tadi nemu beberapa typo disini:
    1. Itu akan menjadi boomerang bagi diri sendiri -> boomerang: bumerang.

    2. “Padahal aku ingin memberi surprise.” -> surprise itu bahasa inggris, jadi penggunaannya dicetak miring.

    3. “Kalau kau menolak, aku akan bilang kepada manager restaurant ini bahwa aku tidak melayani pelanggan dengan baik. Bagaimana?” -> kalimat, aku tidak melayani pelanggan dengan baik, kata aku seharusnya “kamu” kan?

    4. Taemin berdiri di depan Miyoung yang telah mengenakan Gaun pengantinnya. -> gaun pengantin huruf G-nya kecil😉

    5. Bawahan yang panjang menjuntai dengan tube dress… -> tube dress itu bahasa asing, jadi sama seperti kata surprise, dicetak miring ya😉

    6. apa karena kua benar-benar ingin menjadi lelaki?”’ -> kata apa-nya huruf A besar, kua -> kau, tanda petik yang berlebih.

    7. “Maldo Andwae…” -> meski ini termasuk kata korea yang cukup sering digunakan di dunia ff, tapi karena ini bahasa asing, penulisannya dicetak miring ya kak😉 sama seperti kata Appa, Eomma, Hyung, Eonni, Noona…

    Meski ini ff uhm.. ya bergenre gitulah, tapi secara moral, ff ini bisa dipegang! khusunya bagi orang-orang yang berkelainan seksual ya -_- uhuk.. saat adegan awal aja aku udah sedikit kaget.. uhuk..

    tapi, kak Sasa aku bisa ngebayangin sosok Miyoung yang tomboi, tapi perhatian dari covernya.. dan, pemilihan gambarnya juga cocok xD gambar Taemin di cover pas banget sama karakternya disini, dan itu poin plusnya sih😉

    dan, menurutku keputusan YunHee untuk meninggalkan Miyoung itu tepat sekali! karena, benar kata Taemin, bahwa tak seharusnya perempuan mencintai sejenisnya, begitupun sebaliknya.. dan, aku ngebayangin sosok Taem disini itu licik banget ya -_- tapi, aku dukung sepenuhnya sih sama keputusannya..😀 meski rada nyebelin gitu -_- /slapped

    dan, i love the way kakak sasa buat kegigihannya Taem dalam mengembalikan Miyoung ke jalan yang benar :)) oh iya, satu lagi.. aku kok ngebayangin Miyoung disini itu cewe yang polos banget, sesuai di covernya itu :3 dan, entah cuman perasaanku aja.. tapi, Miyoung itu mirip kaya Nana yang di City Hunter ya? ._. /eh

    okeh, sekian rusuhan saya disini xD moga-moga ga kepotong deh😀 terus berkarya yaa kak😀 i love this one😀

  7. OMG.. trnyta Miyoung sk sm Yunhee… xD tp brkt Taemin, Miyoung kmbli mnjdi seorng gadis.
    mgkn Miyoung nd Yunhee mrsa slg syang shbt, bkn cnta..

    aq sk sm crtany. sllu keren ff buatanmu saeng🙂

  8. OMG.. trnyta Miyoung sk sm Yunhee… xD tp brkt Taemin, Miyoung kmbli mnjdi seorng gadis…

    aq sk sm crtany. sllu keren ff buatanmu saeng🙂
    ya wlwpn ini ad sdkit unsur yuri.. tpi ga bgtu kuat yuriny dgn adegan adultnya. mreka cmn ngliatin slg syang antar ssma prmpuan..

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s