[Draft] U Can’t Go (Draft for LITGF)


u cant go

Author : Sasphire

Main cast :  Han Mi Young, Choi’s Family, Lee Jin Ki

Ratting : Teen, General

Genre : Family

Length : Ficlet

Preview

Teaser : ( a | b | c )

Part : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery

Oke para pemirsa… kenapa saya bilang Draft? karena ini cuma konsep, daripada dibiarin nanti malah lupa, jadi mending ditulis aja. dan anehnya lagi, ini cuma konsep, kenapa malah aku publish? karena saya orang aneh (?).

Ini bukan buat part 11, tapi untuk part lebih lanjut. Okey?
Source : Cinderella’s Sister (KB
S, 2010)

Miyoung PoV

Ibu koma. Penyakit yang selama ini ia bilang ringan ternyata parah. Baru aku tahu kalau penyakitnya adalah kanker rahim. Stadium akhir.

Semua orang di rumah sudah terlebih dahulu menyerah, namun aku tidak. Aku masih ingat betul bahwa ibu adalah orang yang tegar dan kuat dalam menghadapi apapun. Sama seperti mendiang Ayahku. Aku yakin ibu bisa bertahan.

Di sisi lain aku juga merasa bersalah atas ini. Aku memilih keluar dari rumah dan memilih jalanku sendiri tanpa menemani ibu. Harusnya aku tahu, berpisah setelah sekian lama hidup berdua itu sangat berat, walau pada kenyataannya ibu ditemani banyak orang di rumahnya. Kalau saja aku tak memutuskan untuk pergi dan menjaga kesehatan ibu, tak akan begini jadinya.

Di saat seperti ini aku merindukan Ayah.

Kasihan Soo Hyun. Anak berumur 3 tahun itu harus menjalani hari-harinya tanpa ibu selama 6 bulan ini. Untuk itu pula, aku menggantikan posisi ibu demi dia. Tinggal di rumah ibu lagi, hanya demi dia. Walau sebenarnya, sekarang aku sudah punya rumah sendiri dari hasil kerja kerasku selama ini.

“Kenapa kalian murung begitu?” ucapku saat melihat kedua kakak tiriku terduduk lemas di bangku ruang tamu.

Akupun memasuki rumah dan berjalan ke dapur setelah pulang berbelanja. Aku mengeluarkan seluruh sayur mayur dan daging segar yang baru saja kubeli.

“Ngomong-ngomong, dimana lelaki itu?” aku keluar dari dapur dan mendekati mereka, “Apa dia masih tidur?”

Minho mendesah, “Dia….”

Aku mengernyit. Aku menerka sesuatu hal yang aneh disini, “Kenapa?”

Hyung tidak memperbolehkanku mengatakannya, tapi, kau harus tahu yang sebenarnya.”

“Minho!!”

“Katakan yang sebenarnya, ada apa?!”

“Ayah pergi meninggalkan kita!!” Minho berteriak sambil memejamkan mata. Setelahnya menggeleng. Dan ucapannya barusan membuatku terkejut.

“Apa?”

“Dia pergi meninggalkan kita. Dengan seorang gadis.”

“Kenapa kalian tak berusaha untuk menghentikannya?!”

“Kami sudah berusaha menghentikannya,” Kali ini Siwon-oppa berbicara, “Tapi kami gagal. Dia bangkrut. Dan sekarang dia gelap mata dan akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang kembali.”

Aku pun teringatkan sesuatu. Saat aku pulang dari minimarket, kulihat seorang lelaki menaiki mobil mewah berwarna hitam bersama seorang gadis muda, seumuran dengan Siwon-oppa. Kupikir hanya mirip dengan lelaki itu, tapi ternyata memang dia. Aku yakin dia.

Dan arah mobil itu ke bandara.

Aku menggeleng kuat, dan bergegas berlari keluar rumah. Tak menaiki mobil, sepeda motor, bahkan sepeda. Kami tak punya kendaraan apapun karena itu semua sudah hilang untuk membayar hutang milik lelaki keparat itu. Aku sudah tahu akan begini jadinya.

“Miyoung!! Miyoung!!”

Aku tak mempedulikan Siwon-oppa dan Minho-oppa. Yang ada dibenakku hanya ibu, dan Soo Hyun.

Terlintas sejenak di pikiranku saat ibu menamparku, memarahiku, dan mencaci-maki dirku hanya demi membela lelaki itu. Sekarang, perlakuan keji seperti ini yang ibu terima setelah apa yang selama ini dia lakukan?!

“Ah!!!”

Aku melempar kedua sepatuku karena salah satu heels-nya patah. Aku merasa kesal, di saat seperti ini harus terjadi hal menyakitkan seperti. Bukankah Tuhan sangat menyayangiku?! Sangat adil sekali bagi seorang Miyoung untuk merasakan sakit hati dan juga sakit pada fisiknya.

Dan sekarang aku kembali tersandung oleh palang nama cafe coffe yang cukup besar, namun pandanganku terhalang oleh air mataku.

Minho-oppa dan Siwon-oppa berusaha menolongku, “Miyoung, hentikan….”

Aku mengelak dari bantuan mereka berdua dan bersusah payah berdiri dan meneruskan berlari dengan terseok-seok. Sepertinya luka dalam di bagian lutut.

Masih kuabaikan. Sesakit apapun akan ku tahan.

Ibu….

“Miyoung….”

Sebuah suara yang sangat lembut itu membuatku terhenti, karena pemilik suara itu kini berhenti di depanku.

“Hentikan. Aku sudah dengar semuanya dari Siwon Hyung….” Tuturnya. Orang yang kucintai itu.

Aku mendorongnya dan meneruskan berlari. Maaf, Jinki-oppa. Bukan saatnya untuk mendengarkan nasihatmu.

“Miyoung….” Dia menarik tanganku, “Kau terluka.”

“Kau tak tahu apa-apa!!” Bentakku sambil terisak. Aku pun kembali berlari setelah Jinki melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tanganku.

~***~

Jinki PoV

Kami tiba di bandara dengan nafas tersengal-sengal, namun tidak bagi gadis yang kesedihannya sudah berada di tingkat puncak itu.

Dan aku yakin sekarang kesedihannya semakin memuncak ketika melihat sesosok lelaki paruh baya yang bermesraan dengan gadis muda yang umurnya tak lebih tua dari Siwon Hyung.

Miyoung kembali berlari menghampiri lelaki itu, Mr. Choi.

Mr. Choi yang menyadari kehadiran kami pun bergegas pergi sambil menarik kopernya.

“Hei!!”

Miyoung mempercepat larinya. Dan usahanya berhasil. Iapun menarik kasar lengan lelaki itu.

“Hentikan!!” Bentak Mr. Choi.

“Tidak boleh!!”

Hah!!”

Lelaki itu mengelak hingga Miyoung terjatuh.

“Miyoung….”

Seluruh rasa yang berkecamuk di batinnya berhasil membuatnya bangkit dan menarik pergelangan tangan Mr. Choi, “Tidak boleh!!”

“Pergilah!!”

Kali ini Miyoung terjatuh dengan kening mencium lantai. Ia berhenti sebentar, lalu berusaha merangkak. Setelahnya, dia menarik koper besar Mr. Choi hingga terlepas dari tangannya.

“Kau!!”

Miyoung tak pernah takut akan gertakan gigi milik siapapun, sekalipun milik Lucifer. Miyoung segera menduduki koper besar itu dan mengangkat kepalanya demi menatap tajam mata Ayah tirinya.

“Kembalikan!!”

“Kemana kau akan pergi, hah?!”

Bersamaan dengan itu, aku mendengar bisik-bisik para calon penumpang di sekitarku.

“Bukankah itu Han Miyoung, model baru yang sedang naik daun?”

Ah iya!! Dia juga patissier sukses!”

“Itu kan Choi Siwon, aktor tampan yang selalu mendapatkan penghargaan atas aktingnya yang sempurna?!”

Ah, dan itu Choi Minho, yang punya bakat luar biasa dalam berakting, sama seperti kakaknya!!”

“Dan itu Lee Jinki, penulis terkenal itu kan?!”

“Hari yang luar biasa karena bisa melihat wajah mereka secara dekat!!”

Kini banyak orang mengerubungi kami, namun itu sama sekali tak membuat Miyoung gentar.

“Kemana kau akan pergi?!” Ulangnya dengan seringainya, “Ke Prancis, Ke Inggris, Ke Amerika? Atau ke Ujung Dunia?”

Mr. Choi hanya diam.

“Kemanapun kau pergi, aku tak akan mengijinkanmu pergi!!” Kali ini Miyoung berteriak.

“Apa hakmu melarangku, hah?!”

“Heh, Nona!!” Miyoung mengalihkan pandangannya ke seorang gadis yang berdiri di samping Mr. Choi, “Kenapa kau mau menjadi pacar lelaki tua bangka ini?! Hah?! Harta?! Sekarang dia miskin, bukan?! Kenapa kau mau menjadi pacar seseorang yang bahkan mempunyai anak yang sebaya denganmu?!”

Gadis itu hanya menggertak, lalu bergegas pergi meninggalkan Mr. Choi.

“Apa maksudmu?! Kembalikan koperku!!”

Miyoung semakin membencinya, tersirat jelas di matanya.

“Kenapa kau punya keinginan untuk pergi?! Hah?! Kau itu kepala keluarga!! Kau yang harus menanggung semuanya!!”

“Kau….”

“Kau yang membuat semua kekacauan ini!! Kau sendiri yang sudah membuat perusahaanmu bangkrut!! Kau harus memperbaiki semuanya!! Kau harus bertanggung jawab!! Kau pikir kau bisa lari begitu saja?! Kau pikir kau bisa bersenang-senang, sementara kami bersusah payah membayar semua hutang-hutang yang kau miliki?! Kami memang sudah besar dan mampu mencari uang sendiri, tapi selama kau masih hidup, kau yang harus menanggung semuanya karena kau kepala keluarganya!!”

“Dasar anak nakal!!” Mr. Choi berkacak pinggang, “Bukankah kau membenciku?! Seharusnya kau membiarkanku pergi, dan kau akan merasa tenang karena berada jauh dariku!!”

“Kau pikir aku menahanmu pergi karena aku menyayangimu?! Jangan harap!!” Miyoung mengatur nafasnya yang semakin tak teratur karena emosi yang meluap-luap, “Aku menahanmu pergi karena ibu sekarat!! Dan aku menahanmu demi adikku, Choi Soo Hyun!!”

Pandangan mataku beralih pada lelaki paruh baya itu yang kini tertegun. Mungkin dia gila sesaat hingga melupakan Soo Hyun. Lelaki yang sudah mengabaikan nyawa orang tuaku itu, setidaknya masih punya rasa manusiawi.

“Demi anak ibuku, Choi Soo Hyun!! Dan demi darah dagingmu sendiri, Choi Soo Hyun!!”

Air mata Miyoung semakin deras, membuatku tanpa sadar meneteskan air mata.

“Apa kau tega membiarkan anak itu tumbuh dengan cemoohan orang-orang di sekitarnya?! Bagaimana jika dia tumbuh dengan julukan ‘anak haram’?! Bagaimana jika ia tumbuh dengan julukan ‘anak pembawa sial’?! Itu semua terlalu menyakitkan bagi anak kecil seperti dia….”

Kali ini Miyoung terisak dan menundukkan kepalanya tanpa mempedulikan bisik-bisik orang di sekitar kami.

“Aku tahu rasanya…. Aku tak mau dia merasakan hal yang sama sepertiku….”

Miyoung kembali menengadahkan kepalanya dan menatap mata Ayah tirinya, “Jadi aku tak akan pernah membiarkanmu pergi!! Tak akan!! Kau tak boleh pergi!! Kau tak boleh mengabaikan perasaan ibu padamu selama ini!!” Miyoung berteriak sambil menangis dan menggeleng kuat, “Apa kau lupa saat ibu memarahiku dan menamparku hanya demi membelamu di depanku?! Setelah ibu berkali-kali membela dirimu, hanya pengkhianatan yang ibu dapatkan?!”

Miyoung menahan isak tangisnya supaya ucapannya bisa terdengar baik oleh Ayah tirinya, “Kalau kau pergi, akan makin banyak orang yang membencimu!! Siwon-oppa, Minho-oppa, bahkan Soohyun yang tak tahu apa-apa itu akan membencimu suatu saat nanti!! Kalau kau manusia dan bukan binatang, tetaplah tinggal disini dan lakukan apa yang harus kau lakukan sebagai Ayah, dan juga sebagai Kepala Keluarga!!”

Mr. Choi kini menangis, “Aku sudah bangkrut…. tidak bolehkah aku mencari kebahagiaan bagi hidupku yang malang ini? Aku sudah banyak menerima kesialan dalam….”

“Teruslah mengumbar ucapanmu yang absurd!!” Miyoung membentak, “Dan teruslah mengeluarkan air matamu!! Tapi itu akan sia-sia!! Kau harap aku akan mengampunimu dengan air matamu?! Tak akan!! Orang yang sering mengampunimu pun koma!! Apa yang bisa kau harapkan dari air mata itu?! Hah?!!”

Mr. Choi terdiam.

“Sebagai kepala keluarga mana boleh kau menangis?! Harusnya aku yang menangis!! Aku sudah kehilangan Ayahku, dan sekarang aku dihantui rasa takut akan kehilangan ibu!! Aku juga dihantui rasa takut akan masa depan Soo Hyun kalau kau pergi!!”

Nafas Miyoung makin tak teratur, membuat Siwon-Hyung dan Minho turut menangis. Sebagian besar dari calon penumpang pun menangis melihat ia menangis. Mereka mengesampingkan tujuan awal mereka mengerubungi kami.

“Kalau kau seperti ini, percuma ibu menikahimu!! Percuma ibu menyayangimu!! Percuma Soo Hyun lahir di dunia ini kalau kau campakkan!! Sudah kukira, dari awal kau tak lebih baik dari Ayah!!”

Miyoung memukul-mukul dadanya dan membungkuk. Setelahnya terdengar teriakan darinya, “AYAHHHH!!! IBUUUUU!!!”

Kali ini aku kembali menerima pelajaran hidup dari apa yang ia lakukan. Di umurnya yang masih 22 tahun, dia sudah sering menerima pengalaman pahit di hidupnya. Maka dari itu ia selalu bersikap dingin pada orang lain. Ia hanya tak ingin orang-orang di sekitarnya ikut merasakan penderitaan yang ia alami. Dia juga tak ingin penderitaan di hidupnya semakin bertambah.

Tapi, apa yang ia lakukan hari ini telah mengisyaratkan pada orang-orang di sekitarnya, betapa hangat hatinya, mengabaikan penampilannya yang dingin. Perhatiannya yang sangat kuat pada Soo Hyun adalah lambang besarnya kehangatan hatinya, yang sekarang mampu melelehkan sifat dinginnya, seperti yang kulihat saat pertama kali bertemu. Dia semakin dewasa.

Dan sepertinya, tatapan mata tajam yang Miyoung berikan untuk Mr. Choi bukan berarti kebencian. Ada makna lain yang tersirat dari sorot mata itu. Rasa takut kehilangan sosok seorang Aya.

“Aku tak akan pergi. Berhentilah menangis.”

Mr. Choi berjalan pasrah dan menerobos kerumunan orang-orang di airport untuk kembali ke rumah.

“Miyoung….” Siwon-Hyung berkata, “Ayo pulang….”

~***~

10 thoughts on “[Draft] U Can’t Go (Draft for LITGF)

  1. woah,ud sukses nih mrka..
    Bpak tirinya miyoung keji bgt de.
    Ngeliat sosok miyoung-soo hyun d sni kyk katniss-prim d hunger games de,sama2 krakter dingin tp warm klo ama adenya.
    D tnggu chpt 11nya.

  2. Halo Sasa! Am I the first?^^

    Walaupun ini draft, tp isinya tetep bagus seperti part” lainnya. Pemilihan katanya udah pas, alurnya jg nyentuh hati bgt, feelingnya jg kuat bgt, tp disini ada typo jg sih.

    Pertama di bagian penulisan ‘SooHyun’, harusnya penulisannya dipisah jadi Soo Hyun.
    Kedua di bagian penulisan ‘Ayah’ dan ‘Ayahku’, menurut unni harusnya ayah dan ayahku aja karena gada embel” nama di belakangnya. Soalnya Sasa nulis kata ‘ibu’ dengan huruf kecil semua.
    Ketiga di bagian penulisan ‘Ke Inggris, Ke Prancis..’, menurut unni harusnya jadi ‘ke Inggris, ke Prancis’. Soalnya cuma awal nama tempatnya aja yg huruf besar, jd kata ‘ke’ ga usah huruf besar.
    Paling itu aja sih typo yg unni temuin, tp kalo itupun ada yg salah, unni minta maaf ya Sasa.

    Mungkin segini dulu komennya, maaf loh krn panjang isinya. Ttp semangat menulis ya!:)

    1. makasih unn… ^^
      typo-nya cuma itu unn? ._.v aku pikir banyak, soalnya ngarang sambil melawan ngantuk… kan aku ngarangnya jam 1 malam #akibatNontonHarryPotter

      ok… makasih unn ^^ aku suka kok komen yang panjang-panjang ^^

  3. Yah typo nya udah di bahas di atas .-.
    Cuma kalo memang panggilan semacam Ayah atau Ibu, karena itu merujuk pada panggilan orang lain sebagai pengganti nama, mendingan di huruf besarin semua🙂
    hihihi
    cukup menyayat” hati unn TT.TT *apa.an sih yah*

  4. wew, draft tpi uda menarik banget bwt dinantikan kelanjutannya ini.
    ga nyangka bakal ad kejadian sperti itu di keluarga Choi. gimana sang kepala keluarga berusaha lepas tanggung jawab. astaga, tega bener itu Mr. Choi tpi untungny dy bakal balik lgi stelah ditahan miyoung ^^

  5. Aduh aku paling telat ya? Maaf unni T^T
    Ini cuman draft? Seriusan? Yaampun in keren banget
    Gak nyangka Miyoung sampe segitunya, dia hangat banget
    Beneran gak nyangka Miyoung bakal nahan Mr. Choi dengan segitunya
    Salut deh sama dia
    Disini Jinki nyempil dikit doank😀
    Minho sama Siwon juga sih .___.
    Jadi Mr. Choi udah tobat nih? Masih cinta kan sama umma-nya Miyoung? Trus ceweknya tadi dikemanain? *banyak nanya*
    Annyeong unni ^^

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s