(teaser) fabolous Five


Fabolous Five

Author : Sasphire

Main cast :
fab-5 [universal gender] : Krystal Jung [f(x)], Alice Song [Hello Venus], Byun Baekhyun [EXO-K], Aaron [Nu’est], Lee Jinki [Shinee]

Other Main Cast :
fab-5 [male] : Byun Baekhyun [EXO-K], Aaron [Nu’est], Lee Jinki [Shinee], Kim Soo Hyun [Actor], Park Sanghyun/thunder [MBLAQ]

fab-5 [female] : Krystal Jung [f(x)], Alice Song [Hello Venus], Kwon Yuri [SNSD], Son Na Eun [A-pink], Yoon Bo Ra [sistar]

Ratting : Teen, General

Genre : Romance

Length : Chaptered

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery

Note : Typo ._.v

malah keluar dengan teaser baru -_- tenang aja…. bakal aku terusin kok FF lainnya… cuma ya itu…. lebih baik nulis draft yang ada di otak, baru nerusin FF, daripada nanti ide dasar yang bagus lupa, mubazir kan :3

ah ya…. idenya dapet dari novel terjemah, tapi gak njiplak kok

Enjoy

Krystal Jung

Ia bingung menghadapi keluarganya yang broken Home. Ayahnya pergi bersama gadis lain yang seumuran dengannya, dan pulang 2 hari kemudian.

Apa yang dilakukan ayahnya dengan gadis itu?

Pergi ke hotel bintang 5, dan melakukan hubungan suami istri yag tak sepatutnya ia lakukan di usianya yang hampir 50 tahun. Terlebih dengan gadis yang tak lebih tua dari anaknya sendiri. Tanpa memikirkan anak istri yang ada di rumah.

Ia juga harus di bingungkan oleh ulah ibunya yang diam saja atas sikap ayahnya. Bahkan parahnya, ibunya juga selingku dengan orang lain, yang 8 tahun lebih muda dari ibunya.

Gila ya?

Apalagi, 2 orang yang saling selingkuh itu masih tinggal serumah, dan bisanya hanya meninggalkan amukan di rumah, membuat hati anak tunggalnya teriris kesakitan. Sementara di luar? Bersenang-senang, melupakan anaknya.

“Payah….” Desis Krystal saat melihat Ayahnya berciuman dengan gadis lain di depan rumahnya.

Alice Song

“Bagaimana? Bagus tidak?” ucapnya pada Na Eun sambil menempelkan pakaian berwarna pink di tubuhnya di depan kaca mall itu.

“kau itu cantik…. Pakai apapun pasti pantas….”

Alice menatap temannya sambil mendengus kesal.

“Wae? Kau tak suka di puji?” tanya Na Eun dengan dahi berkerut.

“setiap kali kutanya pendapatmu, pasti jawabanmu hanya itu. Aku ingin dengar kata lain….”

“Baiklah….” Na Eun tersenyum menggoda. “Kau jelek memakai baju itu….”

“NA EUN!!!”

“kau ini…. Jawab ini salah…. Jawab itu salah…. Aku harus jawab apa dong?”

Alice diam saja sambil memilih baju yang lainnya di deretan pakaian yang seluruhnya berwarna pink.

“Kau marah?”

Alice tetap diam, berpura-pura marah untuk menggoda temannya yang kelewat sabar itu.

“Maaf ya….” Ucapnya lagi. “aku ‘kan, bukan pecinta mode sepertimu. Walau aku ingin selalu cantik sepertimu yang  fashion Lovers, tapi aku tetap saja tak bisa. Jadi, aku bingung harus berpendapat apa tentang setiap pakaian yang kau pilih….”

Alice menghentikan langkahnya, dan menatap Na Eun pilu. “Maaf…. Aku tak bermaksud menyindirmu, atau yang lainnya….”

Na Eun hanya tersenyum.

Alice bergegas memeluk tubuh temannya yang notabene berasal dari keluarga yang tak mampu. “maaf ya….”

“Iya,…. Tak apa….” Ucap Na Eun sambil menepuk pelan punggung Alice.

Byun Baekhyun

“Mungkin aku bukanlah orang yang sempurna…. Tapi aku selalu berharap…. Cintaku padamu akan selalu sempurna….”

“Cut!!!” teriak Baekhyun di kursi sutradara di teater sekolahnya. Obsesinya dari kecil adalah menjadi sutradara professional seperti Ayah angkatnya, Kim Joong Sik.

“Penghayatanmu kurang bagus….” Ucap Baekhyun saat sang aktor, Kim Soo Hyun—yang juga teman sekelasnya—berjalan menghampirinya.

“Ya,…. Maaf….”

“Apa kau tidak merasa cocok dengan Bo Ra?” selidiknya.

Ia menggeleng pelan. “Entahlah…. Aku tidak tahu….”

“jangan mentang-mentang dia adalah mantanmu, bukan berarti kau menyingkirkan profesionalitasmu sebagai aktor….” Ucapnya bijak.

“Iya….”

Baekhyun mendengus kesal. “pementasan tinggal 5 hari lagi, dan drama musical ini belum sepenuhnya bagus. Aku memilihmu karena suaramu sangat mendukung. Aku juga memilih Bo Ra, karena aku tahu dia cocok menjadi wanita sombong yang bernama Marry di drama ini. Tapi kau malah seperti ini….”

Kim Soohyun hanya diam mendengar celotehan sahabatnya—yang jika di teater Baekhyun menjadi atasannya—itu. Iapun bergegas menggagas ide untuk menghentikan gerutuan Baekhyun.

“kalau aku diganti, bagaimana?”

Baekhyun memelototinya, semakin membuat ia berkecil hati. “Maaf…. Aku bercanda….”

Baekhyun berdiri, masih menatapnya tajam, lalu mencengkeram erat pundak sahabatnya itu. “Ide bagus!!”

Aaron

Ia masih sibuk berkutat di depan komputernya dengan aplikasi Photoshop di sana. Jari-jemarinya sudah hafal apa yang akan dia pencet dan apa yang akan ia klik, jadi ia tak henti-hentinya menatapi layar monitor–untuk men-design poster teater musical di sekolahnya yang disutradari Baekhyun—tanpa berkedip. Ia menjadi panitia publikasi dalam acara yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun sekolahnya.

Namun, kesenangan yang ia dapatkan langsung hilang seketika saat ia merasa pusing. Matanya berkunang-kunang. Ia sudah kelewat batas.

“Obat….” Desisnya. “mana obat?”

Ia berlari ke kamarnya dan mencari sesuatu di laci yang berada di setiap sudut kamarnya. Tidak ada. Ia tak berhasil menemukannya. Ia bergegas berlari ke ruang keluarga dan mencarinya di antara barang-baranya yang berserakan di lantainya.

Ia tak menemukannya.

“Dimana?”

Iapun berlari ke kamarnya lagi, namun kali ini mengobrak-abrik seluruhnya. Hingga ia menarik selimut di atas kasurnya dengan kasar, dengan mata berbinar-binar, ia mengambil benda itu.

“Kau ada disini….”

Dengan perlahan, ia menyuntikkan obat terlarang itu di urat nadinya.

Lee Jin Ki

Sendirian di ruang musik sambil terus-terusan memencet tuts piano membuat ia senang, setidaknya untuk sesaat. Hanya untuk melupakan masalahnya.

Di rumahnya banyak sekali masalah.

Ayah yang di PHK sejak 10 bulan lalu, ibu yang bekerja di bidang jurnalistik yang membuat ibunya keluar rumah terus-menerus tanpa memperhatikan anak semata wayangnya. Membuat ia bekerja sendirian untuk menanggung biaya pendidikan sekolahnya—setidaknya, ia tak membayar biaya hidup di rumahnya—yang sudah membuatnya selalu tersengal-sengal tiap harinya.

Sekilas info tentang kedua orang tuanya.

Ayahnya adalah koki handal. Ia bekerja dengan gaji cukup tinggi di hotel bintang lima. Namun, karena terus munculnya generasi baru di bidang yang sama—apalagi mereka membawa pembaharuan baru yang tak bisa dilakukan pria tua sperti ayah Jin Ki—maka ia pun harus di PHK. Kesehariannya setelah di PHK hanyalah terus-terusan membuat resep baru dengan ikan yang ia pancing di Danau, Sungai, atau laut—jika temannya ada yang mau mengajaknya ke laut—dengan bumbu racikannya sendiri. Enak memang, tapi biaya pembuatan bumbunya—hanya bumbu—sudah bisa membuat pengeluaran berubah. Yang awalnya cukup untuk sebulan, setelahnya malah cukup hanya untuk setengah bulan.

Ibunya adalah jurnalis, spesialis remaja. Bekerja di majalah Fashion terkenal, dan juga bekerja di majalah remaja, admin di teen solution problem’s forum. Di umurnya yang sudah 40 tahun lebih, ia masih menjadi pujangga di kalangan remaja hanya karena ia suka menjadi psikolog remaja. Ia juga menyesuaikan penampilannya dengan berpakaian modis ala remaja.

“Jin Ki….” Decitan pintu ruang music terdengar.

“Eh…. Baekhyun….” Ia menatap sekilas temannya itu, lalu kembali beralih ke tuts piano. “Dengar…. Ini lagu kesukaanku…. Aku baru saja menguasainya hari ini….”

Saat ia mendentingkan nada awal lagu Let it Be dari the Beatles, Baekhyun menghampirinya dengan lankah cepat. “Tapi aku butuh bantuanmu, jadi bermainnya lain kali saja….” Ucap Baekhyun sambil menarik tangan Jin Ki kasar, membuat Jin Ki bertanya-tanya dalam hati,

“Temanku ini kesurupan apa?”

~***~

One thought on “(teaser) fabolous Five

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s