Fabolous Five : 01 : Casting


Author : Sasphire

Main cast :
fab-5 [universal gender] : Krystal Jung [f(x)], Alice Song [Hello Venus], Byun Baekhyun [EXO-K], Aaron [Nu’est], Lee Jinki [Shinee]

Other Main Cast :
fab-5 [male] : Byun Baekhyun [EXO-K], Aaron [Nu’est], Lee Jinki [Shinee], Kim Soo Hyun [Actor], Park Sanghyun/thunder [MBLAQ]

fab-5 [female] : Krystal Jung [f(x)], Alice Song [Hello Venus], Kwon Yuri [SNSD], Son Na Eun [A-pink], Yoon Bo Ra [sistar]

Ratting : Teen, General

Genre : Romance

Length : Chaptered
Preview :
Teaser

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery

Note : Typo ._.v
trus… disini… semua main cast itu umurnya sama… ok?

 

Aaron

“hallo…. Baekhyun….” Dengan wajah berseri-seri, ia berjalan menghampiri Baekhyun di tempat latihan teater musical itu.

“Posternya sudah jadi…. Makanya~”

“Eh…. Aaron….” Baekhyun memotong perkataannya. “setelah 2 hari lagi, bisakah kau membuat poster baru lagi?”

“Eh? 2 hari lagi?” Aaron mengerutkan dahi. “Kenapa?”

“Ya….” Baekhyun menggaruk kepalanya. “Casting ulang….”

“HAH??!! CASTING ULANG??!!” Aaron berteriak sambil membulatkan pupil matanya, membuat Baekhyun mengelus pelan daun telinganya. “DI WAKTU YANG SERBA MEPET INI KAU BUAT CASTING ULANG??!!”

“Ya…. Panjang ceritanya….” Ucap Baekhyun.

Aaron hanya menggelengkan kepalanya sambil berdecak.

“Terserah kau lah….”

Baekhyun tersenyu kecut. “Maaf ya…. Habis, Soo Hyun sendiri yang minta?”

Aaron semakin terkejut. “Minta? Bodoh sekali dia!! Menjadi pemeran utama itu kesempatannya 1 berbanding 10. Apalagi di teater musical seperti ini. Kemungkinannya 1 berbanding 100. Apa yang ia pikirkan?” aaron mendesah, ikut merasa bingung. Ia pun teringatkan sesuatu, “Apa ada hubungannya dengan Bora?”

Baekhyun mengangguk.

“Tidak professional. Bagaimana dia bisa menjadi aktor kalau begitu?”

“Itu yang aku bilang padanya….”

“Lantas?”

“Dia tetap minta, ia digantikan orang lain….”

“Tsk….”

Baekhyun

Ia yang menjadi juri di casting ulang hari itu–beserta 2 guru pembimbing ekstrakurikuler teater di sekolahnya—berkali-kali memijat keningnya pelan. Sudah 23 lebih peserta casting, namun tak ada satupun yang cocok dengan karakter kedua tokoh utama. John yang pintar bernyanyi opera dan cool, serta Marry, gadis yang ceria, centil namun sombong.

“Baekhyun…” bisik Mr. Choi yang duduk di telinga kirinya.

Yes Sir….”

“Kenapa kau berusaha mencari pemeran baru?” ucapnya lagi dengan bahasa korea yang patah-patah.

“cast sebelumnya tidak cocok….” Jawab Baekhyun singkat. Dia malasc menjelaskan panjang lebar tentang kedua aktornya yang bermasalah.

“Next!!” baekhyun mengalihkan perhatian.

Setelahnya, Jin Ki memasuki ruangan. Baekhyun sedikit tersenyum. “Aku menaruh harapan besar padamu, Jin Ki….”

Jin ki membungkukkan badan, setelahnya menatap para juri. Tubuhnya gemetaran. Ia merasa ia tak punya bakat di bidang acting. Dan Baekhyun memaksanya mengikuti casting ini.

“dasar Baekhyun….” Umpat Jin Ki dalam hati.

Krystal

“Oh…. Aaron….” Krystal melambaikan tangan penuh semangat ketika melihat Aaron berjalan tak jauh dari tempatnya berdiri.

Aaron menggerakkan kepalanya, mencari asal suara. Saat pandangan matanya terhenti pada Krystal, ia tersenyum, lalu balas melambaikan tangan pada Krystal dan berjalan menghampirinya.

“hai….”

“yang ada di tanganmu itu poster untuk teater musical 5 hari yang akan datang ya?” Krystal mengambilnya dari tangan Aaron. “wah…. Bagus…. Mewah sekali…. Dengan background hitam dan tulisan yang berwarna keemasan…. Sangat cocok dengan judulnya…. Trouble Maker in Palace….”

“Yah…. Begitulah….” Aaron mendengus. “tapi aku harus membuat ulang poster ini….”

Krystal mengernyit. “Why?”

Aaron mengangkat bahu. “tanya saja Baekhyun….” Iapun mengambil berkas-berkasnya yang ada di tangan Baekhyun.

“kenapa harus tanya padanya?”

Aaron tersenyum, lalu mengacak rambut Krystal, membuat jantung Krystal berdebar kencang. Ya. Dia menyukai Aaron.

“jangan berpura-pura bodoh….”

Krystal tersentak kaget.

“Kau menyukai Baekhyun kan?”

“Eh?”

Aaron melihat jam tangannya. “sudah ya…. Aku ada urusan… bye….”

Krystal masih berdiri terpaku. Kemudian, ia mengacak rambutnya sendiri denga geram.

“yang kucintai itu engkau, bukan Baekhyun!! Dasar bodoh!!” umpatnya dalam hati.

Alice

Dengan penuh keraguan, ia menggeret koper hitamnya dengan memasuki pintu asrama. Tak ada siapapun di asrama putri SMA Seoul saat itu, hingga suasananya pun menjadi sangat sepi.

Saat itu, yang terdengar hanya suara decit roda kopernya yang bergesekan dengan lantai keramik asramanya.

“pokoknya…. Kau harus tinggal di asrama untuk melatih kemandirianmu…. Kau ini sudah terlalu sering dimanjakan hingga bebasmu melewati batas!!”

“Dasar Ayah!!” ucapnya saat telinganya kembali terngiang ucapan-ucapan Ayahnya.

Tangan kanannya memegang kunci kamarnya. Ia kembali meliha angka yang ada di gantungan kuncinya. “kamar 430….”

Ia menaiki tangga yang terbuat dari kayu itu pelan-pelan. Sampai di lantai 9, ia bergegas mencari pintu kamar yang bertuliskan nomor kamarnya.

“427….. 428…. 429….”

Langkahnya terhenti pada sebuah pintu kamar yang terbuat dari kayu dan terlihat baru saja di pernish.

“430….”

Saat tangannya bergerak untuk membuka pintu, ia terkejut saat pintu itu terbuka dari dalam. Ia mengangkat wajahnya untuk melihat seseorang yang telah membuka pintu.

Ia menelan ludah. “Bora?”

Bora

Ia tersenyum sinis saat melihat kedatangan Alice. Tangan kanannya memegang bibir pintu, lalu berdiri dengan bertumpu satu kaki.

“oh…. Putri mahkota….” Desis Bora pelan. “Putri mahkota nan manja, kenapa harus tinggal di Asrama ini?”

“A…. aku….”

“Ah…. Setelah berhasil menguasai sekolah, kau juga mau menguasai asrama? Tsk…. Serakah….”

“Bukan begitu….”

Bora masih tersenyum sinis. Setelahnya, handphone di saku belakang celana Jeans-nya berdering. Ia segera mengambilnya dan menutup pintu dengan keras, hampir mengenai ujung hidung Alice.

“Hallo….”

“Bora?” suara di ujung sana terdengar sangat terburu-buru.

“Apa Baekhyun?” ia menduduki kasurnya lalu menyilangkan kakinya dengan anggun.

“Kalau kau ingin tetap bertahan di teater musical kita…. Datanglah ke casting ulang hari ini…. Cepat!!”

“Hah? Casting ulang?” Bora mendengus kesal. “padahal aku suka sekali memakai tank top dan hot pants….”

“sudahlah!! Jangan banyak omong!!”

PIP!!

Sambungan telepon terputus.

Bora menghela nafas. “pasti karena Soohyun…. Ck…. Dari dulu, tak pernah bisa menjaga profesionalitas…. Untung sudah kuputuskan….”

Ia pun berjalan menghampiri meja rias. Merapikan kaus belang biru putihnya yang berlengan ¾, lalu menguncir rambutnya dan memiringkan poninya. Hanya seperti itu.

Iapun berjalan menghampiri pintu dan membukanya.

“Kau masih disini?” bora kembali tersenyum sinis saat melihat Alice masih berdiri di depan pintu.

“Aku tidur dimana?” tanya Alice tanpa menghiraukan ucapan Bora.

“terserah…. Mau tidur di kasur kanan boleh, kasur kiri boleh…. Tidur di lantai juga boleh….” Bora menutup pintu dan pergi.

“M-Mau kemana?”

Bora menoleh dan menatap Alice sambil tersenyum. “bukan urusanmu….”

Kwon Yuri

Ia membaca pengumuman yang terpampang di dinding ruang teater.

Pemeran Utama

Lee Jin Ki as John

Kim Bora as Marry

Na Eun as Bella (Marry’s sister)

Untuk yang bersedia menjadi pemeran figuran (pelayan bar, cewek yang di tabrak John ketika berlari, dll), harap ambil formulir di bawah ini. Terimakasih.

Dengan mempertaruhkan seluruh harga diri, Yuri mengambil formulir sebagai pemain figuran di bawah papan pengumuman itu.

“Lebih baik ikut daripada tidak….”

Saat tangannya bergerak untuk menggoreskan namanya di formulir itu, seseorang menepuk pundaknya.

“Hei…. Kwon Yuri?”

Yuri menoleh. Baekhyun. Pipinya langsung memerah. Dia menyukai Baekhyun.

“Kenapa kau mengisi formulir sebagai figuran? Kau bisa jadi cadangan Bora kalau kau mau….”

“aku ‘kan, inginnya jadi Bella. Di formulirpun aku memilih Bella, saat casting, aku juga menjalankan peran Bella…. Apa aku pantas jadi pemeran utama, Marry?”

“tentu saja cocok….” Baekhyun tersenyum. “Wajah-wajah judes yang ada di wajahmu itu membuatmu sangat cocok menjadi Marry yang sombong….”

Ribuan umpatan langsung menyesaki batin Yuri. Namun dengan baik, ia berhasil menutupi kekesalannya dengan senyum manisnya. “tapi aku tidak yakin….”

“Yah…. Bagaimana ya? Alice sudah menjadi cadangan Bella…. Yang kubutuhkan sekarang adalah cadangan Marry…. Cuma kau yang bisa…. Untuk jaga-jaga kalau terjadi sesuatu pada Bora….”

“ehm…. Bagaimana ya?”

“Ayolah…..” kedua tangan Baekhyun menggenggam erat tangan kanan Yuri dan mengayun-ayunkannya. “Kumohon….” Baekhyun memasang wajah innocent.

Yuri tertawa kecil, lalu menggeleng pelan, heran pada sifat Baekhyun. Bagaimana mungkin dia mencintai Baekhyun? Pikirnya.

“Iya deh…..”

Lee Jin Ki

Ia masih tak percaya akan apa yang ia baca di papan pengumuman ruang teater. Diterima? Bermain di drama biasa saja tidak pernah, kenapa dia bisa jadi pemeran utama?

Seumur hidup, baru sekali ia menjejakkan kaki di ruang teater untuk casting.

“Baekhyun….” Jinki menarik-narik lengan jaket sahabatnya itu. “Serius?”

Baekhyun mengangguk. “dua rius malah….”

“Kenapa kau pilih aku? Aku belum siap…. Lagipula, aku tidak berpengalaman di dunia acting….”

“yang memilihmu itu bukan aku, tapi semua juri casting….” Baekhyun mendengus kesal mengatasi keluguan sahabatnya. “yang penting latihan terus-menerus…. Ok? Time is Money….”baekhyun menepuk-nepuk pelan pundak Jinki, lalu pergi begitu saja meninggalkan Jinki yang masih tak percaya akan apa yang ia alami hari itu.

“I know you’ll be a super star….
So don’t you worry where you are and….
sorichyeo neoui ireumeul….
We all know and love….”

Jinki menoleh ke belakang, berasalnya suara indah itu terdengar. Bora.

Gadis itu tersenyum lebar pada Jinki, lalu berjalan menghampirinya. Iapun memberikan tangannya, “selamat ya…. Kau diterima untuk bermain di drama ini….”

Jinki menjabat tangannya. “terima kasih….”

“Aku sudah mengira kau akan di terima….” Bora melepas jabatan tangannya.

Jinki mengernyit. “sudah mengira? Maksudmu?”

“iya…. Kau itu jauh lebih baik daripada Soohyun…. Beda jauh….” Bora kembali tersenyum. “kita akan bekerja sama…. Semangat….”

Iapun berjalan menjauhi Jinki.

Sudah dua orang yang datang dan pergi meninggalkan Jinki yang tengah kebingungan.

~***~

@ night….

Alice

Setelah merapikan tempat tidurnya, iapun menduduki kasurnya dengan menggunakan babydoll bermotif boneka dan berwarna pink.

“Mulai hari ini… aku harus mengubah kebiasaanku dan sifatku yang masih kekanak-kanakan….”

Alice membuka buku catatannya yang dibelikan ayahnya dua hari yang lalu. Di halaman pertama, dituliskan seluruh sifat dan kebiasaan Alice.

“tidak boleh manja….” Alice mencoret tulisan ‘manja’ di halaman itu.

“tidak boleh merengek….”

“tidak boleh marah ketika keinginannya tidak dituruti….”

“harus berhenti berbelanja hal-hal yang tak penting….”

Kegiatan Alice mencort huruf demi huruf terhenti ketika membaca kata ‘shopping’.

“Shopping termasuk kegiatan buruk?” Alice terbelalak.

“Aduh!! Bagaimana ini??!! Na Eun!! Andai saja kau ada disini…. Pasti kau bisa memberikan solusi yang baik….”

Sesekali, Bora yang sudah terlelap jadi membuka matanya karena tingkah Alice yang terlalu heboh. Ia membalikkan badan dan menutupi telinganya dengan guling yang ia dekap.

“Sudahlah…. Aku bermain gitar saja….”

Alice menutup buku catatannya dan meletakkannya di meja kecil di antaa kasurnya an kasur Bora. Ia bergegas menghampiri gitar yang bersandar di dinding.

“ehm….” Ia berdehem.

gajima gajima nal jiwobeorigetdan geojitmal
dasin
hajima geureon mareun hajima
geojitmal da geojitmal geureon maeumedo eomneun mallo
nal japjima
imi neon neujeotjanha
jeongmal uriga idaero heeojindaneun ge geobina eum geobina
naneun uriga idaero mannandaneun ge deo geobina….”

“Heh!!!”

Bantal pink melayang sempurna ke kepala Alice. Alice mengelus pelan kepalanya sambil mengernyit.

“sudah malam!! Malah bernyanyi!! Berisik!!” bora kembali berteriak. “kau tidak tahu kalau kau itu mengganggu? Kau juga mengganggu kamar lain!!”

“Habis…. Aku tidak bisa tidur….”

“Jelas saja tidak bisa!! Kau tidak berusaha untuk berbaring dan memejamkan mata!! Bagaimana kau bisa tidur??!! Sudah, cepat tidur sana!! Jam 9 malam lampu kamar harus dimatikan!! Kalau tidak, kita bisa dimarahi!!”

“i…. iya….”

“Huh!! Dasar!!” Bora kembali membaringkan tubuhnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan elimut tebal bermotif hello kitty. Sementara Alice, sebelum berbaring, ia berjalan menghampiri sakelar lampu dan mematikan lampu kamar.

Baekhyun

Ia memandangi foto Alice di meja belajarnya setelah selesai menyusun naskah berikutnya untuk drama di sekolahnya. Ia menghela nafas.

“kita tak mungkin bersatu ya? Kau kan, kaya…. Sedangkan aku? Anak dari sutradara yang pernah melakukan dosa….”

Baekhyun merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamar. Lampu neon putih yang remang-remang menyinari kamarnya yang kecil.

Sekali lagi, ia menghela nafas. Terlintas sekilas masa kecilnya bersama Alice saat di TK, saat di SD.

“Masa Indah….” Desis baekhyun sambil tersenyum.

Lama-kelamaan, matanya lelah, dan lambat laun ia terlelap dalam tidurnya, dibawah bayangan Alice.

Krystal

“Apa ini??!!” ayahnya berjalan cepat menuju dapur.

Ibu Krystal menoleh. Ia Nampak terkejut ketika suaminya berhasil menemukan bon-nya yang ia sembunyikan di bawah lemari bajunya, namun ia berhasil menutupinya dengan senyum kecil. “hutangku saat berbelanja baju kemarin. Kenapa?”

“Hutang??” wajah Ayah Krystal memerah. “santai sekali kau berhutang!! Biaya anak untuk sekolah saja belum lunas, berani sekali kau berhutang tanpa sepengetahuanku??!!”

“makanya…. Kerja yang benar!! Jangan hanya bermain wanita yang kau bisa!!” ibunya mengalihkan pembicaraan dengan berbalik menyalahkan. “Kau pikir aku mau seperti ini??!!”

“Makanya…. Tinggalkan pekerjaan yang memaksamu untuk berdandan mewah!! Berhenti menjadi public figure yang selalu diutamakan penampilannya!!”

BRAKK!!!

Dengan wajah kesal, Krystal membuka pintu dapur dengan kasar, lalu menatap kedua orang tuanya satu-persatu.

“Krystal….”

“Sssttt….” Krystal menempelkan jari telunjuknya ke bibir. “Jangan berisik…. Sudah malam….”

“Eh…. Tapi….”

“Cepat tidur sana!!!” kali ini Krystal yang membentak, layaknya seorang ibu yang memarahi anaknya. “jika sampa kalian tidur malam, aku akan kabur dari rumah ini dan memutuskan untuk jadi gelandangan!!”

BRAKKK!!!

Krystal menutup pintu dapur dengan kasar.

“Ini semua gara-gara kau!!” bentak Ayah Krystal ke ibu Krystal.

“bukan!! Ini karena didikanmu yang….”

“DIAMMM!!!” jerit Krystal, membuat kedua orang tuanya memutuskan untuk bungkam.

Aaron

Di antara tumpukan baju yang berserakan di atas kasurnya, ia tak berhasil menemukan jarum suntik obat terlarangnya itu. Berkali-kali ia mengobrak-abriknya, ia tetap tak menemukannya.

Aaron menggaruk kasar kepalanya. Disudut ruangan, ia melihat ada sebuah gitar yang bersandar di dinding. Ia segera meraihnya dan berjalan keluar rumah.

“Aku harus mendapatkan uang untuk membelinya…. Harus….” Gumamnya.

Di tengah jalan, ia berpapasan dengan Ayahnya yang tinggal berpisah dengannya. “Aaron….”

Ayahnya menggenggam tangan Aaron. Aaron menatap lelaki itu tajam, lalu melepaskan genggamannya.

“aaron…. Ini ayah nak….”

“bukan. Aku tak punya Ayah….”

Jinki

Ia tak bisa tidur dengan nyenyak untuk malam ini. Di tangannya terdapat naskah drama yang akan ditampilkan 5 hari lagi.

“Aku tidak boleh membuat sekolah malu…. Setidaknya…. Aku tidak boleh mempermalukan diriku sendiri….”

Ia menghafalkan lagu my love dari westlife, beautiful girl dari Josh Mari chan, dan lagu lama lainnya yang cocok untuk ia bawakan.

“Dasar Baekhyun!! Menyusahkan orang saja!!”

Sehari ini, sudah lebih dari 27 kali ia mengumpat seperti itu, membuat Baekhyun terbangun sesekali karena telinganya terasa gatal.

~***~

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s