Inveartible 07 :: Krystal Jung :: Shopaholic Girl


Inveartible 07 :: Krystal Jung :: Shopaholic Girl

Author : Sasphire

Main cast : Krystal f(x)

Ratting : PG 16, NC 17

Genre : Thriller

Length : Chaptered

Preview ::

Ren | Krystal | Baekhyun | Jeongmin | Ren (2) | Baekhyun (2) | Krstal (2)

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery

Ok.. tinggal part 8 & 9, sama bakal ada satu side story lagi😀
disini emang banyak typo, maaf… soalnya ini ada keperluan mendesak, dan, yah… aku udah terlanjur janji untuk mempublish FF ini secepatnya. dan… Oh… maaf kalo kependekan ._.v
Check this out ^^

Sekarang, aku berada di tengah pusat perbelanjaan kota Seoul. Pakaianku tak terlalu banyak sekarang, karena diantaranya kental akan bau darah manusia. Kalau Extearmined tahu, habislah riwayatku.

Aku menghampiri stand pakaian wanita. Banyak yang bagus. Entahlah, aku bingung memilih yang mana.

Saat perhatianku tertuju pada sebuah long shirt bermotif stripes…..

BRUKKK!!!

“Wah…. Lihatlah Yoonjo…. Ini bagus sekali….”

“Wah…. Iya…. Kau pasti cocok memakainya….”

2 gadis itu…. Seenaknya saja mendorong orang lain hanya karena pakaian. Memangnya mereka tak tahu sopan santun?

Dengan susah payah aku berdiri dan membersihkan debu-debu yang bertebaran di tubuhku. Perlu diketahui, ketajaman penglihatan Inveartible jauh lebih tajam dari manusia, 10 kali lipat.

Dan saat itulah, mataku memerah. Aku bergegas menggelengkan kepalaku dengan cepat. Jangan sampai aku bertindak gegabah.

Memang aku bisa mengendalikan jiwa Inveartible-ku, tapi aku tidak bisa megendalikan emosiku.

“Kalian….” Aku menghampiri mereka sambil tersenyum sinis. “Aku yang lebih dulu tahu baju itu….”

“Tapi kau tak mengambilnya ‘kan? Siapa cepat, dia dapat….” Gadis itu malah membalas senyum sinisku. Cih!!

“Ya…. Tolol kalau hanya memandangi namun tak bergegas merebutnya….” Lanjut gadis brambut pirang. Oh…. Begitukah? Dan tolol bagiku kalau membiarkan kalian tetap hidup!!

It’s Fine…..” Aku berlalu.

“Iya iya…. Aku tahu….”

Aku memperhatikan gadis yang sedang menelepon—entah dengan siapa—yang baru saja memasuki mall ini.

Aku berjalan hati-hati melewatinya. Namun karena ia berjalan dengan tergesa-gesa, tak sengaja ia menabrakku hingga terjatuh.

Oh my…. Sebenarnya ada apa denganku? Bagaimana mungkin aku terjatuh dua kali di mall ini?

Aku kembali bangkit dan membersihkan bajuku.

“Heh!!!” Gadis itu menyentakku hingga membuatku kaget. “Kalau jalan, gunakan matamu!!!”

Ia pun membalikkan badan dan kembali melanjutkan percakapannya di telepon. Apa dia bilang?? Hey, kau yang harusnya membuka matamu!! Dasar!!

Lihat ini!! Hari ini, bukannya mendapatkan pakaian yang bagus, aku malah kena damprat 3 kali oleh gadis-gadis yang tak lebih cantik dariku!!

~***~

Aku berdiri di samping mall hingga larut malam, menunggu ketiga gadis itu keluar dari mall itu dan menghabisinya sekarang juga.

Akhirnya, sepasang sahabat keluar. Masih ingat? Yang mendorongku hanya karena long shirt berwarna pink?

“Ya!!!!”

Kedua gadis itu menoleh.

“Ah…. Gadis payah ternyata….” Ucap si pirang.

Aku tersenyum sinis. Mataku langsun memerah. Dan bersamaan dengan itu, mereka ketakutan.

“K-Kau….”

Wae?”

Saat mereka bersiap untuk berlari, aku segera menjambak rambut keduanya.

“ARGHH!!!”

Aku membenturkan kepala keduanya dengan keras hingga keduanya pingsan.

“Hey…. Apa yang kau lakukan?”

Aku menoleh ke arah suara. Seorang satpam bertubuh kekar berjalan menghampiriku. Aku langsung membanting kedua gadis itu dan berjalan cepat menghampiri  satpam itu, merebut tongkat yang di pegangnya, lalu memukul kepalanya dengan sekuat tenaga hingga ia pingsan. Waduh, kepalanya berdarah.

Aku sudah melukai orang yang tak seharusnya kubunuh. Tapi, kenapa tak terjadi apa-apa padaku?

Dulu, saat Baekhyun dan aku membunuh orang lain yang tak seharusnya kami bunuh, darah di dalam kami langsung terbakar. Dan setelahnya, kami mendapatkan bisikan gaib yang memperingatkan kami. Kalau kami melakukan kesalahan yang sama, kami tak boleh lagi memakan jantung manusia. Yang kami makan hanyalah jantung hewan.

Hah…. Biarlah…. Berarti hari ini aku beruntung.

Aku mencengkeram kuat kerah satpam itu, menariknya dan memanggulnya di pundakku. Dia terlalu enteng.

Akupun kembali menghampiri dua gadis itu dan membawa mereka di pundak kiriku. Sudah kubilang, mereka terlalu berat.

Untungnya, saat ini suasana kota sudah sedikit sepi. Hanya 4-5 kendaraan yang berlalu lalang disini. Itu sangat menguntungkanku.

Sampai di belakang gedung, aku membanting ketiganya sekaligus ke lantai ubin.

Kira-kira, mana yang harus kubunuh terlebih dahulu?

Sepertinya, Satpam lebih menarik.

Aku menarik baju bagian belakangnya, lalu membenturkan kepalanya ke dinding yang ada di sampingku hingga ia terbangun.

“ARGHH!!”

“Hello….” Ucapku sambil tersenyum dingin. Aku membenturkan kepalanya dengan frekuensi cepat, hingga terdengar teriakan keras berkali-kali dari pria kekar ini.

“Aduh…. Maaf ya…. Aku terlalu kejam sepertinya,” Ucapku cuek.

Aku pun mendorong tubuhnya kelantai, lalu menginjak kasar wajahnya. Karena aku tidak merasakan adanya ancaman berarti untukku—karena aku membunuh orang yang tak melakukan kesalahan padaku—aku pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menyiksanya. Anggap saja bonus.

Aku menginjak wajahnya dan memutarkan sepatuku yang heels-nya setinggi 12 cm. bisa kau bayangkan?

“ARGHH…. HMPHH….”

Aku pun menendang kepalanya hingga ia tertelungkup. Untuk selanjutnya, aku menginjak bagian belakang kepalanya hingga menembus otaknya. Darah menyembur keluar mengotori celana jeans-ku.

Sudah kuduga, harusnya aku menggulung ujung celana agar tak terkena darah.

Akupun membungkuk dan menggulung kedua ujung jeans-ku agar aku leluasa menginjak korban-korbanku hari ini. Dibandingkan semua Inveartible, sepertinya, aku yang paling sering mengenakan kaki sebagai senjata.

Aku kembali menginjak bagian belakang tubuh satpam itu—tengkuk—dengan heels-ku yang tajam. Darah kembali menyemburat, membuatku tersenyum puas. Bukankah disitu tempat otak kecil?

Dia resmi mati malam itu juga.

Akupun mengalihkan pandanganku kepada gadis yang berteriak. Salah satu diantara mereka sudah sadar.

“Hh…. Hh….” Kulihat dengan jelas bibir gadis yang berambut pirang itu berdarah karena ia gigiti sendiri penuh ketakutan. Begitu juga ujung jarinya.

“Takut?” Aku tersenyum sinis. Aku menarik paksa tubuhnya dengan menjambaknya hingga ia berdiri sejajar denganku.

“Kenapa takut?” Lanjutku.

“Siapa kau?” ucapnya masih gemetaran.

Disini memang gelap. Bahkan cahaya rembulan pun tak ada, tertutupi mendung. Yang terlihat saat ini pasti hanyalah cahaya merah menyala di kedua mataku, bagi gadis cecurut ini.

“Tidak tahu?” Aku masih tersenyum sinis, walau aku tak yakin ia akan takut pada senyuman sinisku. Tapi sudahlah, dia masih bisa melihat cahaya mataku, “Mata merah menyala itu identik dengan apa?”

Yang ia lakukan saat ini hanyalah menggeleng pelan sambil menggigiti bibirnya.

“Oh…. Tidak tahu? Baiklah, ku jawab….” Aku membenturkan kepalanya sekali ke dinding beton mall itu. “Aku inveartible tercantik…. Puas?”

Aku kembali membenturkan kepalanya ke dinding. Nafasnya tersengal-sengal disela-sela isak tangisnya. Rasakan!!

“Ampun….” Rintihnya.

“Memang kau tahu apa salahmu? Manusia naïf sepertimu mana bisa tahu kesalahannya? Bukankah manusia naïf sepertimu selalu berpikiran bahwa diri sendiri selalu benar? Munafik….”

Aku membantingnya di samping mayat satpam yang tewas dengan posisi badan tengkurap. Gadis berambut pirang itu meraba tubuh satpam yang berbenturan dengannya.

Ketika ia meraba tengkuk penuh darah milik satpam payah itu, dia berteriak sekencang mungkin.

“Berisik!!”

Aku segera mencakar wajahnya hingga ia berteriak lebih kencang. Aku kembali menariknya untuk berdiri sejajar denganku dengan mencakar kuat wajahnya.

“Sakit?”

Aku tersenyum nakal.

“Bagaimana dengan ini?”

Aku mencakar perutnya dengan tangan kiriku. “ARGHHH!!!”

Aku menarik tangan kiriku dan mencakarkannya lagi ke dadanya hingga menghujat payudaranya.

“ARGHH!!!”

Aku mendorong tubuhnya lagi ke lantai. Wajahnya sudah tak berbekas. Yang terlhat dimana-mana hanya darah.

“Jantungmu tak bisa kumakan sepertinya….” Aku tersenyum sinis. “Padahal sudah kulukai terlalu jauh. Bagaimana kalau ku habisi sekalian?”

Aku menginjak dadanya dan langsung menembus jantungnya. Selesai.

Tinggal gadis yang tadi mendorongku.

Aku berjalan mendekatinya yang masih tak sadarkan diri. Aku masih heran, dari tadi banyak sekali teriakan yang terdengar, namun dia tak bangun-bangun.

Oh, apa jangan-jangan, dia ingin mengelabuiku? Berpura-pura mati?

“Heh!! Gadis cecurut!!” Bentakku padanya, “Kau pikir aku mudah kau kelabuhi seperti manusia biasa, hah??!!”

Aku menendang bagian kepalanya hingga ia tertelungkup. Saat itu juga dia berteriak, “ARGHHH!!!”

Aku melihat pakaian yang ia gunakan. Baju yang tadi.

Dia tak boleh memakainya. Yang boleh memakainya hanya aku.

Aku merobek baju itu dengan cakarku hingga ia terlihat seperti gelandangan. Dalamannya pun terlihat jelas beserta goresan-goresan penuh darah di bagian dada dan perutnya.

“Makanya, jadi orang tahu diri…. Kau itu jelek….” Ucapku lagi.

“Maaf….”

“Memang kau tahu apa salahmu? Memang kau tahu siapa aku? Tidak sama sekali ‘kan? Yang kau tahu, aku hanya Inveartible ‘kan?”

Dia masih tersengal-sengal sambil menangis.

“Ibu….” Desisnya.

Memuakkan. Ibumu pasti tak pernah mengajarimu sopan santun.

Aku menamparnya dengan keras. Terlihat dengan jelas tapak cakarku di wajahnya.

You’re no good….”

Aku membungkuk hingga wajahku dekat sekali dengan wajahnya. Nafasku yang panas karena membabi buta pasti terkena wajahnya. Iapun bisa melihat dengan jelas wajahku dengan jarak sedekat ini.

“K-Kau….”

“Gadis yang kau rebut bajunya tadi….” Aku tersenyum dingin. “Sempurna bukan?”

“AAAA!!!!”

“AAAAA!!!!!”

Aku membalas teriakannya hingga wajahnya berubah menjadi serpihan debu hingga cukup lama. Memang begitu. Membuka mulut lebar-lebar didepan manusia sama dengan menghisap jiwa mereka secara perlahan.

Kini wajahnya berubah seperti mummy yang tak berbungkus kain.

Malang.

Namun masih bisa kurasakan desah nafasnya, yang akan menjadi nafas-nafas terakhirnya.

“Kau sama sekali tak beruntung ya?”

Aku mencakar dada kirinya sambil tersenyum sinis. Seperti biasa, mencakar tulang rusuknya dengan sangat kuat, lalu mencabut paksa jantungnya.

Aku berdiri dan memakan seluruh jantung yang ada, tanpa menyisakan satu bagian pun hingga bibirku belepotan darah. Selanjutnya, aku membersihkan darah di sekitar bibirku dengan punggung tanganku.

Aku teringatkan satu korban lagi.

Aku berjalan menghampiri ranting pohon yang terjatuh di samping mayat Satpam itu. Ini akan kujadikan senjata untuk menyerang gadis penelpon yang membentakku tadi.

Tepat sekali.

Saat aku berjalan ke depan, kulihat dia berjalan sambil membawa berbagai paper bag. Shopaholic girl.

Aku berjalan di belakangnya. “Hei….”

Saat dia menoleh, langsung kupukul ubun-ubunnya hingga ia pingsan.

Aku menyeret tubuhnya dengan menjambak rambutnya sambil bersiul.

~***~

Aku berkacak pinggang. Apa yang harus kulakukan dengan gadis ini?

Sudahlah…. Lebih baik kubuat dia bangun terlebih dahulu. Melihatnya ketakutan pasti langsung terpintas sebuah ide keji.

“Heh!!!” aku menginjak kasar wajahnya.

“ARGHH!!!”

Ia memegang wajahnya sambil meringis kesakitan. “Apa-apaan kau?”

Kalau jalan, gunakan matamu!!!” Ucapku mengulangi bentakannya tadi. “Ingat?”

Ia menggeleng.

Manusia memang tak pernah mengingat kesalahannya untuk introspeksi. Sebaliknya, mereka malh mengingat-ingat kebaikan yang pernah mereka lakukan hingga membuat mereka mengagungkan diri sendiri.

Itu malah membuat mereka tampak bodoh. Munafik.

“Baiklah…. Tidak penting kau ingat atau tidak….” Ucapku lagi. Iku menjambak rambutnya, dan mendorongnya ke pohon yang tak jauh dari tempatku berdiri.

“AKHH!!”

Aku kembali menjambaknya lalu membenturkan kepalanya ke ranting tajam yang berada tepat di sampingnya. Ia tewas seketika karena rantingnya menembus bagian depan dan belakang kepalanya.

Aku tersenyum sinis.

Aku segera menidurkan tubuhnya dan bergegas menemukan jantungnya. Mungkin berguna bagi Inveartible jenis ketiga.

~*Normal PoV*~

Saat Krystal sedang asyik menggerayangi tubuh gadis itu—untuk mengambil organ dalamnya untuk dimakan tentunya—tiba-tiba ada serangan dari Extearmined yang mencium darah Inveartible-nya yang kuat bercampur dengan darah korbannya.

Salah satu dari dua Extearmined itu mengayunkan tombaknya ke arah punggung Krystal.

AAAOOO!!!!”

Sesosok serigala besar hitam mengambil tombak perak itu dan mematahkannya, lalu menusukkan tombak itu ke arah para Extearmined.

Krystal menoleh dan melihat kejadian yang ada di belakangnya. Di tangan kanannya sudah ada usus panjang dan ginjal.

Pergilah….” Desis serigala besar itu, yang dirinya sudah berkobaran api.

“Baekhyun?”

Serigala itu hanya mengangguk. “pergi….

Tanpa menunggu Baekhyun membentak, Krystal pun lari dan menyelamatkan diri.

Baekhyun pun membunuh kedua Extearmined itu dengan mencakar bagian perut dari keduanya hingga masing-masing tubuh dari mereka terbelah dua.

Tak akan kubiarkan kalian mengganggu temanku….

~***~

Krystal Pov

Esoknya….

Aku memasuki ruang kerja ketua baru kami, Baekhyun. Belakangan ini, aku merasa aneh. Darahku selalu memanas (bukan terbakar seperti saat aku membunuh orang yang tak boleh kubunuh) ketika mendapatkan mangsa. Bahkan, saat aku tahu orang lain tidak melakukan kesalahan terhadapku, mataku langsung memerah, dan aku membabi buta.

Aku harus berkonsultasi pada ahlinya.

“Baekhyun….” Ucapku manja.

Ia yang tengah menatap keluar jendela menoleh padaku sekilas, lalu kembali pada pemandangan langit malam hari. “Apa?”

Senyum di wajahku hilang seketika saat aku tahu dia tak acuh padaku.”Kau ini, mentang-mentang sudah jadi ketua, jadi lupa teman….”

“Ah…. Maaf….” Akhirnya ia berjalan menghampiriku sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jeans-nya. “Aku anya sedang banyak pikiran….”

Sekarang, aku jadi iba padanya, melihat sinar kelelahan di matanya. Pasti tak mudah baginya untuk menjadi ketua.

“Jadi, ada apa menemuiku?”

“Kau tahu tidak, kapan aku akan menjadi Inveartible sesungguhnya? Kau juga tahu tidak, bagaimana bentukku saat menjadi Inveartible? Serigala, harimau, atau apa?”

Kulihat, Baekhyun memejamkan mata beberapa lama. Sesaat kemudian, ia membuka matanya, lalu menatapku.

“Tak lama lagi kau akan menjadi Inveartible sesungguhnya….”

“Benarkah? Yah….”

Ia mengernyit mendengar ucapanku yang terlihat begitu putus asa. “Kau tidak mau jadi Inveartible sesungguhnya?”

“Bukan begitu…. Kalau aku jadi Inveartible sesungguhnya, aku tidak bisa lagi memakai baju-baju indah nan cantk yang dipakai para manusia. Aku juga tidak bisa mendandani wajahku yang cantik ini….”

“Dasar….” Baekhyun tertawa kecil. Saat tangannya bergerak akan mengacak rambutku, kulihat ekspresi wajahnya berubah. Memikirkan sesuatu. Setelahnya, ia menarik tangannya kembali ke saku jeans-nya.

Pasti berat baginya. Seorang ketua tidak boleh mempererat hubungannya dengan inveartible lain yang notabene adalah bawahannya. Walaupun hanya teman.

“Lalu….” Aku berusaha mengalihkan perhatian, supaya ia tak memikirkan sesuatu yang membuatnya sedih lagi sebagai ketua, “Bagaimana dengan wujudku?”

“Rubah berekor 5….”

“Tuh kan? Aku jelek lagi?”

 ~***~

sebenernya aku agak ragu buat Thriller, cos, isinya kan cuma bunuh2an doang, gak ada pesan moral-nya… tapi, karena begitu, makanya aku selipin Quotes yang gak mudah dilupakan sama readers😀 bisa jadi pesan moral walo cuma bentuk Quotes, bukan Alur ._.v Tapi kan, ciri khas-nya Sasa mah, selalu ada Quotes di setiap FFnya… yah… gak penting juga sih… untuk bahas ini…

tapi aku juga kerasa terpuruk, hasil polling para anggota Inveartible disini kenapa yang milih Jeongmin cuma 1 orang?? KENAPA??!!!! #emosi
kan aku suka Jeongmin, di Love style dia cool banget *_* #oke,ngelantur
emang sih Baekhyun paling banyak, tapi tetep gak puas… Jeongmin gak banyak yang milih T^T

yah… yang pasti tunggu part terakhirnya ya… part 8, part 9, sama satu side story-nya😀

oh ya… kalo ada yang mau di tanyakan tentang Inveartible, ato Extearmined, ato White Wolf (Sequel dari Inveartible), kalian bisa tanya di sini

Sekali lagi… thx…😀
Next Part :: Lee Jeong Min :: New Student

26 thoughts on “Inveartible 07 :: Krystal Jung :: Shopaholic Girl

  1. rubah berekor limanya warna apa? putih bukan? kalo gitu sih, krystal tetep cantik😀 inveartible mau abis? yah😦 padahal aku cinta banget sama ff ini eonni… jarang-jarang ketemu ff beginian. genrenya campur-campur gitu. menyenangkan!🙂
    keep writing eonni^^ aku tunggu ya Lee Jeong Min-nyaa

    1. pink😀 bukan kok.. bukan… coklat aja deh…

      wah.. maaf ya.. tapi aku bakal buat sequel-nya kan😉 tapi mungkin scene bunuh2annya gak banyak, karena fokusnya di Extearmined-nya😀

      oke.. makasih saeng ^^

  2. wah,aku gak tau ada voting! kalau tau aku mau nge vote krystal sebanyak mungkin. abis kebanyakan baekhyun sih..
    waw,bentar lagi mau abis? nanti ada sequelnya ya? Extearmined? berarti cast baru ya? gapapa deh,aku pasti baca kok😀 ditunggu karya-karya yang lain yaaa🙂

  3. Untung bkn rubah brekor sembilan ntar jd kmbaran ma Naruto dong…hehehe. Mang rubah tu jelek y?Jelekan musang pdhl kekeke
    Btw part Ren kmrn dikit banget,,ntah knpa aq jd kasian ma dy krna udh g bs maen2 ma Baekhyun lg tkt jd pagar makan tanaman….
    Kykx seru klw dunia Inveartible chaos dkit klw ada konflik d antara sahabat…d tunggu next partx

    1. haha.. iya…😀 pengennya gitu, tapi aku pikir karena f(x) anggotanya 5, jadi dibuat 5 aja #g nyambung

      iya.. itu kan cuma side story :3

      haha… tapi gak kepikiran sampe situ -_-

      makasih ^^

  4. Aigo… Soojungah… speechless gue >o< Sebenernya Baekhyun – Krystal beneran so sweet hubungan pertemanannya (?), Krystal ngerti banget posisi Baekhyun. Scene pembunuhannya entah kenapa feelnya kurang, unn~ ke depannya aku harap bisa lebih sadis lagi (?)
    Update soon^^

  5. Inilah salah satu ff Sasa yg aku suka…
    Byrpun isinya bunuh2an yg sadis tp ttp aja aku suka…
    Brhubung aku bnci bgt sama mantan yg uda bkn aku skit hati *curcol* jd setiap bc ff ini, aku bynginnya aku yg jd inveartible dan mantanku yg jd mangsanya..hahahaha *sadismodeon*

  6. Sasaaaa, im comiiiiiing :p
    Apua? Jeomin yang milih cuma satu org? Walah, padahal dia bias aku no 4 loh -_- satu satunya bias dari luar SM *kenapa malah curhat*
    Aku mau komen, judul sama alur ceritanya gag nyambung menurut aku🙂
    But, still ff mu daebak saeng ^^
    Katakata kamu tentang sifat manusia itu emg gag salah banget, ngena gtu bacanya
    Hooo, baekhyun bisa liat masa depan ya? Ato emg setiap ketua itu emg bsa liat masa depan??
    Rubah berekor 5? Gag jelek kok, asal jgn nyaingin kyubinya naruto aja :p
    Last saeng, aku kurang ngeh pas baca adegan baekhyuh dengan extearmined-nya, gag bsa masuk otak saeng -_-
    Oke, krn udh pda banyak yang komen jd gag prlu panjang komennya ya *dilempar sasa*
    Sasa hwaiting buat karyamu selanjutnya ^^

    1. klo bleh ju2r unn… aku gak punya ide yuntuk pendeskripsiannya, soalnya kata2 sadis udah aku tekankan di part sebelumnya T.T tapi punya jeongmin bakal aku sadisin, mengingat itu adalah pembalas-dendamanku ke kakak2 OSIS yang ngebimbing aku MOPDB. KALIAN GAK AKAN MELEWATKAN PENDERITAAN SEDETIKPUN!!!! #teriak pake toa
      ok.. saya esmosi

      hahaha… soalnya aku sbgai manusia tulen (bukan manusia jadi2an kayak Miyoung) itu sering kayak gitu. aku sering munafik kok unn.. jujur -_-v

      iya… mianhae unn T.T

      ok unn… makasih ^^

      1. Ngerti kok gmn rasanya, emg tu kkak senior ngeselin banget, minta kena bunuh *ingat masa lalu* *berasa tua*
        Okeh, brarti yang jeongmin bakal tambah bnyak daraaah, saya sukaaaaaa *psikopat mode : on*
        Yah emg smua org gag ada yang sempurna kok, jd trus semngat sasaaaaaa😀

  7. ahh, sayang banget pembunuhannya kurang sadis *eh* \pletak
    kasian baekie klo sampe harus menghindari temen2nya gara2 uda jadi ketua tp dy jg bisa liat masa depan ya? kaya ketua sebelumnya.
    krys rubah ekor 5? ya..ga jelek2 ametlah #plak dibanding bentuk manusia..hehehe

  8. wth, kurang 2 part lagi thor?
    eum padahal nih ff seru abis, lumayan kan bisa belajar dari sini kalo besok” mau jadi psikopat *readers gila* :p
    back to this story, ini keren banget thor, as usually. tapi sekedar usul, cara ngebunuhnya buat lebih beda lagi dari yang biasanya, biar readers gabosen gituh, btw ini sekedar usul bukaan bash apalagi minta sumbangan *apaini* jadi gak bermaksud apa”..
    next chap aku tunggu thor! keep writing yaa!!

  9. padahal aku nangkep pesan moral dari seri 1 lo sa, kaya nggak boleh ngejekin orang, jangan sombong gitu gitu lah hehe kan jarang thriller ada pesan moralnya. sip sip!
    aku nggakmau tau ya sa, pokoknya baekhyun nggak boleh dimatiin! aku belom siap menjanda! *alay kumat #disapu

  10. KRYSTAL JUNG!!! KRYSTAL JUNG!!! KRYSTAL JUNG!!!
    Krystal keren banget kalo mbunuh orang, keji banget,
    sadisnya dapet!
    Bentar lagi Krystal mau ngalahin naruto ya? rubah berekor 5? aku kok mbayanginnya rubanhya warna putih ya?
    lucu imut gituh.

    1. makasih komennya di setiap part… tapi kok… komennya masih tentang Baekhyun aja yah? xD kan fokusnya gak hanya di Baekhyun aja… terlebih… emang udah jalan ceritanya gini… maaf aja sih kalo gak sesuai sama para readers… aku cuma pengen nge-shara apa yang ada dipikiranku… dan tolong hargai ide aku ya….😉 aku mohon dengan sangat..

  11. Baek oh Baek…..
    kasian Baek, yang tadi Kak Sasa tulis diceritanya kalau jadi ketua tidak boleh mempererat hubungannya dengan inveartible lain….
    jadi ketua emang gitu ya kak, susah, harus adil, mau pacarnya, sahabatnya, temennya, bahkan saudaranya harus ia perlakukan dengan adil kalau udah dalam satu kelompok…….

  12. Sudah mulai terbiasa baca fic ini. Kalimat krystal itu pencair suasana. Tegang2 baca penyiksaan terus ada kalimat terakhir krystal itu langsung balik senyum lagi deh

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s