Failed Revenge Part 10 – End


 

Author         : Shafira Firdaus [cloudsungie]
Tags             : All member of Super Junior
Catatan        : Cerita ini adalah cerita fiksi. Semua yang terjadi disini murni buatan

author. Jadi kalau ada kesalahan apapun mohon dimaafkan.
Poster by illuth@parrkyuri.wordpress.com

PREVIEW
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | END

 

CHAPTER 10 [LEETEUK]

Sial, dimana Kangin? Kok di lantai tiga dia sama sekali nggak ada? Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Saat ini aku benar-benar mencemaskan dongsaeng pemabukku itu.

“Jungsoo! Dimana kau?!” Aku mendengar suara Heechul. Aku langsung bangun dan keluar dari kamar.

“Ah! Chullie!” Aku berjalan mendekatinya. Tampaknya dia habis berlari-lari. Di wajahnya banyak sekali keringat yang menetes. “Mian, hehe. Tadi aku capek jadi istirahat dulu. Mana Kangin? Kamu sudah menemukannya?”

Dia memandangku dengan tatapan kau-pabo-sekali-jungsoo. Dan setelah itu dia langsung menyeretku ke kamar.

“Jungsoo, apa kamu tau apa yang kudapatkan di bawah?” Tanyanya dengan wajah yang benar-benar serius. Aku menggeleng tidak mengerti.

“Apa yang terjadi? Mana Kangin?” Tanyaku cemas.

Soal Kangin kujelaskan nanti.” Ujarnya sambil mengelap keringat yang menetes di pelipisnya. “Kamu tau? Ternyata selama ini pelaku pembunuhan dongsaeng-dongsaeng kita adalah—”

DEG. Aku bisa melihatnya. Sebuah pisau menancap di tubuh Heechul. Aku memandangnya dengan tatapan nanar.

“Chu-Chullie?” Aku mundur beberapa langkah. Tak beberapa lama, tubuh Heechul langsung terjatuh. Masih dengan pisau yang menancap di punggungnya. Dan sekarang aku bisa melihat wajah namja yang tadi menusuknya.

“K-Kyuhyun?!” Aku menutup mulutku tidak percaya. Kyuhyun yang seharusnya sudah meninggal saat ini. “A-apa yang kamu lakukan? Ke-kenapa kamu ada disini?” Aku kembali mundur beberapa langkah. Kyuhyun menarik pisau yang tertancap di tubuh Heechul dengan santai. Ia maju beberapa langkah.

“Menurut hyung?” Ia menyeringai. Dan aku langsung mual saat dia menjilat darah Heechul yang ada dipisaunya.

“Kyu…” Aku kembali mundur karena dia semakin mendekat. Apakah aku sudah tidak bisa lolos? “Apa… apa selama ini kamu yang membunuh mereka?”

“Ne.” Jawabnya enteng sambil terus mendekat. Enak saja dia jawab sesantai itu. Apa yang ada dipikiran bocah ini? Apa motifnya? Aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku. Kudekati dia dan langsung mendorong bahunya.

“Ya! Waeyo?! Kenapa kamu membunuh mereka?! Apa yang salah dari mereka?! Hyung tau mereka memang usil tapi buat apa kamu membunuh mereka?! Sampai membawa-bawa masalah Hye Jung! Kamu tau apa yang kamu lakukan sekarang?! Apa kamu gila?!” Aku membentaknya tepat di depan wajahnya. Aku tidak peduli. Dia sudah gila.

Dia menatapku sebentar. Dan langsung mendorongku hingga aku tersungkur ke bawah. “Pabo. Apa hyung tidak mengenali siapa aku? Hyung yakin belum pernah melihatku sebelum aku debut?” Kini dia membelakangiku. Tiba-tiba muncul sebersit bayangan dalam otakku. Aku tau. Aku tau siapa dia. “Kurasa hyung sudah tau siapa aku.” Ia membalikkan badannya sambil menyeringai.

“Kau… kau namjachingu Hye Jung kan?” Ya, aku yakin sekali itu dia, Cho Kyuhyun. Kenapa aku tidak cepat menyadarinya? “Yang waktu itu menangis terisak-isak di pemakamannya?”

“Bingo! Seratus untuk hyung.” Dia kembali mendekatiku. “Hyung tau? Jika kalian semua tidak ada di dunia ini dia tidak akan mati sia-sia seperti ini. Hyung tau? Hye Jung chagiya ku itu adalah penggemar besar kalian. Dia membeli album kalian, poster, dan berbagai merchandise yang bergambar kalian. Aku benar-benar tidak tahu, apa spesialnya kalian? Kalian hanya namja-namja biasa yang menyanyi dan menari di atas panggung. Tidak ada spesialnya! Kadang dia lebih memilih datang ke acara kalian dibanding berkencan denganku. Hingga akhirnya aku masuk trainee SM untuk membuktikan kepadanya bahwa aku bisa jika hanya seperti itu saja.” Kini dia duduk. Menyejajarkan wajahnya denganku. “Awalnya aku tidak terganggu dengan hal itu. Tapi semakin lama sikap fangirl-ingnya sangat berlebihan. Pada siang itu, beberapa saat sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dia sedang berkencan denganku, dan tiba-tiba saja dia berlari meninggalkanku dengan mengatakan bahwa ia melihat van Super Junior. Aku terus berusaha agar menahannya, tapi dia bersikeras. Hingga akhirnya kubiarkan dia mengejar van kalian,”

“Dan setelah beberapa saat dia kembali dengan wajah basah karena air mata. Dia mengaku bahwa kalian telah mengusir dan memarahinya. Idola macam apa kalian?”

Aku berusaha mengelak. “So-soal itu…”

“Ya! Jangan potong pembicaraanku.” Kyuhyun melanjutkan. Tangannya masih memegang pisau tajam itu. Aku kembali merosot ke dinding. “Hingga akhirnya pada perjalanan pulang kami melihatnya. Kami berdua melihat vanmu ditabrak oleh truk besar dari arah kanan. Vanmu terguling beberapa kali. Aku yakin sekali kalian semua tidak selamat. Hye Jung kembali menangis. Selama aku mematung memandangi kecelakaan tersebut, Hye Jung turun dari mobilku dan langsung berlari ke arah vanmu. Aku benar-benar tidak memiliki tenaga untuk mengejarnya saat itu. Dan kamu tau? Dia menolongmu. Kutekankan. Dia MENOLONGMU. Menolong kalian! Namja-namja pabo yang tidak tau terimakasih. Kalian semua selamat, tapi kenapa Hye Jung tidak? ITU KARENA KALIAN HANYA MEMIKIRIKAN DIRI KALIAN SENDIRI!!!! Apa kalian tidak sadar bahwa Hye Jung menolong kalian mati-matian?” Aku bisa melihatnya, Kyuhyun mulai meneteskan air matanya. “Aku sangat mencintai Hye Jung. Lebih dari apapun. Dari dulu sejak aku kehilangan orang tuaku hanya dialah yang menemaniku. Dia menerimaku apa adanya. Tapi karena kalian… aku kehilangannya! Aku kehilangan Han Hye Jung! Yeoja yang sangat kucintai! Dan saat itu aku putuskan, akan membalaskan dendam Hye Jung.”

“K-Kyuhyun…” Aku menatap Kyuhyun nanar.

“Diam! Aku belum selesai bicara!” Bentaknya. “Saat Soo Man ahjussi tua itu bilang kepadaku aku akan digabungkan dengan Super Junior, aku sangat senang. Akupun berusaha sekeras mungkin melatih bakatku saat trainee. Dan ternyata tidak sia-sia. Hanya beberapa bulan saja aku sudah lulus trainee. Dan saat itu aku mulai menyusun rencana untuk membalaskan dendamku ini.” Dia berjalan ke arah pintu. “Awalnya saat mendengar cerita kalian tentang begitu berharganya Hye Jung bagi kalian, aku nyaris membatalkan rencana balas dendamku ini. Tapi saat kudengar Hyuk hyung dan Hae hyung dihantui oleh Hye Jung, amarahku kembali membara. Aku yakin sekali Hye Jung belum tenang di alam sana. Dan aku semakin marah saat Hyuk hyung mencacimaki Hye Jung dengan segala umpatannya. Aku benar-benar sudah tidak tahan. Ingin rasanya kubunuh dia saat itu.” Kyuhyun mengepalkan tangannya. Glek. “Dalam rencana inipun aku menggunakan nama Hye Jung untuk pelakunya. Supaya kalian sadar dan pergi ke gereja untuk mendoakan Hye Jung. Tapi apa yang kalian lakukan? Kalian terus-terusan berkata bahwa kematian Hye Jung tidak disebabkan oleh kalian! Jelas-jelas ini semua gara-gara kalian! Munafik!”

“Kyuhyun! Bukan itu maksud kami! Kamu tidak mengerti!” Dengan mantap, aku berdiri. Tapi dia langsung berlari ke arahku dan menghujamkan pisaunya ke arahku. Aku menutup mataku.

KRRAKK!!!

Aku menoleh. Pisau itu menancap di dinding sebelahku.

“Tidak mengerti apanya?! Aku benar-benar mengerti! Kalian cuma idola yang tidak mementingkan perasaan penggemar!” Bentaknya. “Aku benar-benar ingin membunuh kalian! Andai saja aku melakukan ini sebelum Hye Jung mati…” Ia melanjutkan. “Selama seminggu aku benar-benar mengamati sikap dan kebiasaan kalian. Hingga akhirnya aku sudah mendapatkan cara untuk membunuh kalian. Meskipun banyak sekali pengganggu yang terbunuh sia-sia. Seperti Sungmin hyung, Kibummie dan Heechul hyung.” Ujarnya sambil melirik ke arah mayat Heechul.

“A-apakah kecelakaan mobil waktu itu juga adalah perbuatanmu?” Tanyaku ragu. Kyu menyeringai.

“Aku tau kalau Siwon hyung adalah orang yang tegas, lincah, dan kuat karena dia pemegang sabuk olahraga bela diri. Akupun memutuskan untuk tidak membunuhnya dengan pisau, melainkan dengan tabrakan maut waktu itu. Beruntung Yesung hyung juga ada di dalam. Aku tidak perlu repot-repot memikirkan caranya lagi.”

“Tapi… kamu juga ada di dalam mobil! Bagaimana kamu bisa menghindari risikonya?! Lalu… bukankah seharusnya kamu sudah mati di rumah sakit?” Tanyaku lagi. Aku berusaha mengulur waktu sambil mencari-cari senjata.

“Aku tidak bodoh, Park Jungsoo. Aku mencari saat yang tepat untuk menabrakan diri. Awalnya aku mau menabrakan mobil itu ke arah pohon, tapi ternyata ada truk. Memang risikonya besar, tapi aku sengaja memutar balik mobil agar yang bertemuan langsung dengan badan truknya adalah bagian belakang mobil, bagian yang diduduki Yesung dan Siwon hyung.” Terangnya sambil mencabut pisau yang tadi tertancap di dinding. “Dan soal kematianku, kalian benar-benar pabo. Bukankah pihak rumah sakit hanya berkata bahwa aku sekarat dan hampir mati? Aku belum mati kan tapi?”

Aku tersentak. Yang dikatakan Kyuhyun memang benar. Saat itu pihak rumah sakit hanya bilang Kyuhyun koma dan hanya menghitung hari saja ajalnya menjemput. Dan kami tiba-tiba saja langsung menyimpulkan kalau dia mati dan sama sekali tidak memastikan keadaannya ke rumah sakit. Pabo!

“Renungkanlah itu, Park Jungsoo. Kalian memang pabo.” Kyuhyun kembali menyeringai. Pisaunya hanya berjarak beberapa senti dari wajahku.

“La-lalu? Bagaimana caranya kamu masuk? Bukankah villa ini benar-benar terkunci?” Aku kembali mengulur waktu. Meraba-raba benda-benda yang ada di laciku. Berharap menemukan sesuatu yang berguna.

“Oleh karena itu aku disini tanpa penyamaran sedikitpun, tidak seperti saat aku membunuh yang lain.” Jawabnya. “Aku melihat Kangin di teras dan langsung menghampirinya. Dia jelas terkejut tapi aku sengaja tidak bilang-bilang awalnya kalau mau datang supaya menjadi kejutan. Dan dengan kepaboannya, dia percaya dan mengajakku masuk ke dalam. Aku langsung mengajaknya ke gudang di taman belakang yang awalnya sudah kusiapkan tali. Aku menyuruhnya menaruh kepalanya di atas tali itu dan bilang kalau ini hanya untuk mengerjai kau dan Heechul hyung. Dia menurut dan langsung saja kutarik kursi yang ditapaknya tadi. Huahaha, betapa pabonya pemabuk itu.” Kyuhyun tertawa evil. Jadi? Kangin juga sudah mati? “Dan sayang sekali Heechul hyung menggangguku saat sedang memutilasi badan Shindong hyung…” Mwo? Dia memutilasi Shindong?! “Kurasa dia sudah menemukan mayat Kangin hyung.”

“Dan sekarang…” Ia menoleh ke arahku. Mengunci kedua lenganku. Tubuhku bergetar hebat. “Giliranmu Park Jungsoo!” Tangan kiri Kyuhyun langsung mencekik leherku. Membuatku sama sekali tidak bisa bergerak. Sementara tangan kirinya mulai menggerakkan pisau. Sial, apakah hidupku harus berakhir saat ini?

“STOP!”

Pisau itu berhenti. Padahal hanya 5 sentimeter lagi pasti leherku sudah tergorok. Kyuhyun menoleh. Aku menghela nafas lega.

PRRAAKKK!

Pisau yang tadi di pegang Kyuhyun terjatuh. Cengkraman Kyuhyun pada leherku melemas. Kulihat wajahnya langsung ketakutan. Aku mengikuti arah pandangannya.

AIGO!

“Jangan Kyuhyun… sudahi permainan ini. Jangan mengotori tanganmu lagi dengan darah mereka. Aku mohon. Jebal.” Seorang yeoja, dengan tubuh bersinar terang memancarkan aura putih. Kakinya tidak menapak di lantai, dan aku bisa melihat ada sepasang sayap putih di punggungnya. Wajahnya pucat pasi seperti mayat hidup. Tapi aku bisa melihat di bibirnya terpahat senyuman tulus. Hye Jung.

“Cha-chagi?” Kyuhyun mendekati Hye Jung. Dia mengangkat tangannya perlahan, berusaha meraih Hye Jung. Melihat itu Hye Jung langsung menangkap tangannya dan menggenggamnya.

“Kyuhyun, ini aku, Hye Jung. Ini aku, yeojachingumu.” Hye Jung tersenyum. “Dengarkanlah aku, sudahi semua ini. Aku mohon, jangan bunuh Leeteuk oppa. Dia tidak bersalah, Kyu. Dia sudah berusaha menyelamatkanku saat itu.”

“Tapi kalau bukan karena dia pasti sekarang kamu masih ada disini, Jung-ya!” Seru Kyuhyun. Air matanya keluar dengan deras.

“Aku ada disini, Kyuhyun. Aku ada disini sekarang. Dan yang kamu harus tau, aku selalu ada disini.” Hye Jung menyentuh dada Kyuhyun. “Aku selalu ada dihatimu, yeobo.”

Aku mengucek mataku berkali-kali. Apakah ini nyata?

“Sekarang, kamu bereskan apa yang telah kamu lakukan. Aku mau kamu bertanggung jawab atas segalanya. Serahkan dirimu kepada polisi. Cerita yang sebenarnya dengan jujur. Kunjungi makam oppadeul dan minta maaf di gereja. Aku ingin melihatmu di surga nanti, Kyu. Aku ingin bersamamu di surga, bukan di neraka.” Tutur Hye Jung lembut. “Dan aku yakin, kau bersedia memaafkan Kyuhyun, kan?” Tiba-tiba Hye Jung terbang—melayang—jalan—ah entah apa namanya—kearahku. Dadaku kembali berpacu.

Mwo? Aku harus memaafkan Kyuhyun? Setelah apa yang dia lakukan pada karir dan dongsaeng-dongsaengku? Tapi, melihat tatapan Hye Jung… ah, kenapa aku dilahirkan menjadi orang baik. “Ne, Hye-Hye Jung-ssi.” Ucapku gugup. Hye Jung tersenyum ke arahku. Dia kembali terbang—melayang—atau apapun itu—ke arah Kyuhyun.

“Serahkan diri kepada polisi, aku yakin hukumanmu akan diringankan. Arraseo?”

Kyuhyun mengangguk pelan. Dan seketika, sosok Hye Jung langsung hilang ditelan angin.

***

“Leeteuk oppa!” Seorang yeoja kecil mendekatiku dengan sebaket bunga ditangannya. Aigo, neomu kyeopta!

“Aaahh… waeyo, chagi?” Aku berjongkok menyejajarkan tubuhku dengannya.

“Ini.” Dia memberikan baket bunga itu kepadaku. “Noonaku adalah fans beratmu.” Ujarnya dengan wajah aegyonya. Aaah!

“Uwaah… salam untuk noonamu ya. Apakah dia minta tanda tangan? Sini kuberikan.” Aku mengeluarkan buku catatanku dan merobek selembar kertasnya. Aku langsung membubuhkan tanda tanganku di atasnya.

“Gamsahamnida, oppa.” Anak kecil lucu itu membungkuk dan langsung berlari meninggalkanku. Aku memandangnya sambil tersenyum.

Sekarang semua orang mengenalku sebagai Park Leeteuk. Seorang penyanyi solo namja titisan SM Entertainment yang sudah mendunia. Aku sudah mengadakan SPECIAL SHOW di berbagai negara di dunia. Ini sudah SPECIAL SHOW-ku yang keempat. Dan SPECIAL SHOW 4 ku ini diadakan di Seoul.

Empat tahun sudah berlewat sejak kejadian itu. Setelah Hye Jung pergi, Kyuhyun langsung memohon kepadaku agar membawanya ke kantor polisi. Seminggu setelah itu dia langsung disidang. Aku tidak tahu kenapa tapi appa dan eomma dongsaeng-dongsaengku yang telah meninggal itu tidak terlalu menuntut Kyuhyun atas kejadian ini. Hingga akhirnya dia dipenjara untuk 6 tahun. Hampir setiap minggu aku menjenguknya. Keadaannya kembali seperti semula, seorang Cho Kyuhyun yang usil, tidak sopan, dan suka main games. Dia pernah merengek kepadaku untuk membawakan PSP-nya ke sel tahanan. Dan aku langsung menggeplaknya atas kepaboannya.

Dan, akhir-akhir ini, Hye Jung sering sekali muncul dalam mimpiku. Tidak dengan niat membunuhku, dia hanya muncul sekilas sambil berkali-kali mengucapkan gomawo.

Ah, cheonmanayo, Han Hye Jung-ssi. Aku janji akan selalu menjaga namjachingumu itu.

***

THE END

P.S.

Please comment. Don’t be a silent reader.

7 thoughts on “Failed Revenge Part 10 – End

  1. keren ffny. aku jg suka genrenya, walaupun kibum oppa meninggal di ff ini, aku tetep suka krn msih ad kyu oppa, walaupun yg membunuh semua member kecuali leeteuk oppa adlh kyuhyun. daebak…!!

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s