Unpredictable Kiss 01 :: An Accident


Unpredictable Kiss

Author : Sasphire

Main cast : Byun Baekhyun EXO K, Kwon Yoora (OC)

Ratting : Teen, General

Genre : Romance

Length : Chaptered

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery

Prolog | 01 |

Semburat cahaya matahari yang menembus lubang-lubang di dinding gubuk itu cukup menyilaukan mataku hingga membuatku bangun. Aku segera duduk, berusaha membuka lebar mataku. Di tubuhku, masih menempel jaket berwarna krem. Milik Baekhyun.

Aku memutar bola mataku, mencari sosok lelaki baik yang sudah memberiku tempat tidur yang cukup layak. Mataku terhenti ketika menemukannya tertidur,duduk bersandar di dinding sambil melipat kedua tangannya di dadanya. Ternyata, ia mengenakan kaus berwarna putih.

Aku berjalan menghampirinya, lalu memberikan jaket krem yang kini ada di tangan kananku. Ah, lebih tepatnya, menyelimutinya.

Untuk beberapa saat, aku berjongkok didepannya sambil memeluk lututku. Wajahnya sangat sempurna, bisikku dalam hati.

“Kau sudah bangun?”

Ah, ia menguap, lalu menutupinya dengan tangan mengepal. Aku menjawab pertanyaannya dengan anggukan.

Dia hanya tersenyum padaku, lalu membenahi posisi duduknya, dan memakai jaket krem itu.

“trimakasih jaketnya….”

Dia mengangguk. “setelah ini, kita mencari jalan keluar sama-sama ya?”

Aku mengangguk sambil tersenyum. Tiba-tiba, perutku merasa sakit. Ah, panggilan alam. Kemarin aku terlalu banyak makan.

“Mau buang air?” ia bertanya padaku sambil mengernyit. Aku tersenyum kecut, lalu mengangguk.

“Dibelakang pondok ini ada kamar kecil. Kau bisa kesana….”

“trimakasih….”

Aku segera berlari ke kamar kecil. Aku sudah tak bisa menahannya.

~***~

Lega….

Aku segera keluar kamar mandi. Lagi-lagi, aku dikejutkan oleh Baekhyun. Ia sudah berdiri di depan kamar mandi bobrok ini sambil mengembangkan senyumnya.

“sudah selesai?”

Aku mengangguk, lalu menutup pintu.

“baiklah…. Ayo, kita cari jalan untuk kembali ke camp masing-masing….”

Aku hanya mengangguk pelan dan berjalan di belakangnya. Tapi, ada sesuatu hal yang aneh. Ada yang kurang dari punggung Baekhyun.

Ah, iya!!

“Baekhyun!!” aku berteriak, lalu berjalan di sampingnya.

Ia menoleh padaku sambil menutup telinganya dengan jari telunjuknya. “kau kan masih dekat denganku…. Tak perlu berteriak….” Dengusnya kesal.

Aku hanya tersenyum kecut tak jelas. “Kau tak lupa sesuatu?”

Dia melepas jari telunjuknya dari telinganya. Ia pun terlihat berpikir, lalu menatapku lagi.

“tidak….”

“tas?” ucapku lagi.

“Ah…. Iya!!!” ia bergegas berlari ke pondok bobrok tempat kami bermalam. Beberapa lama kemudian, ia berlari menghampiriku dengan tas punggungnya yang berwarna coklat.

“Sudah?”

Dia mengangguk mantap. “Sudah….”

Aku hanya mengangguk-angguk, lalu kamipun berjalan meninggalkan pondok bobrok itu untuk mencari jalan keluar.

~***~

Kami melewati jalan yang sama, berkali-kali. Padahal sudah 2 jam kami berjalan menyusuri hutan belantara ini.

“Bagaimana ini?” ucapku.

“Bagaimana apanya?”

Aku mendengus kesal. Lelaki satu ini cuek sekali. Sudah seperti ini, dia masih memasang wajah santai.

“Lupakan….” Desisku.

Tapi, kemudian, aku menemukan ikat rambutku yang terjatuh saat aku bermain bersama temanku kemarin. Berarti, tak jauh dari sini, adalah tempat dimana aku mengikuti perkemahan yang diadakan sekolahku.

Aku tersenyum, lalu bergegas memungutnya dan membersihkannya.

“Apa itu?” tanyanya.

Aku menoleh padanya dan tersenyum. “ikat rambutku…. Kemarin terjatuh saat aku bermain dengan temanku…. Berarti, tak jauh dari sini, ada tempat perkemahanku….”

“Wah…. Pasti kau senang….”

Ucapannya barusan penuh nada putus asa. Oh ya. Jika aku sudah menemukan teman-temanku, bagaimana dengan dia?

Aku menyenggol lengannya sambil tersenyum cerah. “Tenang saja…. Nanti aku bantu mencari temanmu…. Ok?”

Dia hanya tersenyum tipis. “Kalau begitu…. Coba ingat jalan setelah ini….”

“Ya…”

Kulihat, dia membetulkan posisi handle tasnya yang sedikit longgar.

“Kesini….”

Aku melihat sebuah pohon yang di batang tuanya terdapat goresan silet hingga getahnya keluar. Aku menjadikan pohon itu sebagai tanda bahwa aku pernah melewati jalan ini, karena aku ingat betul, kaos yang kupakai sekarang pernah terkena getah pohon itu.

“Kau yakin?”

“Tentu saja….” Ucapku penuh percaya diri. “Sekarang, jika melangkah, hati-hati…. Berikutnya ada jurang….”

“Benarkah?”

“Iya…. Tapi jangan khawatir, jurangnya tak terlalu dalam, juga tak terlalu terjal…. Tapi kalau salah melangkah…. Kau bisa….”

“AAAHHH!!”

Baru saja aku akan mengatakannya, aku malah jatuh ke jurang yang kumaksud tadi. Dan saat aku bingung mencari pegangan untuk menahan tubuhku supaya tidak jatuh, tanganku malah menarik tangan Baekhyun. Tubuhnya yang berat dan tertarik itu semakin membuatku lemah dan jatuh terguling kedalam jurang.

“AAAA!!!!”

Entahlah, kami sudah berguling di atas tanah yang terjal ini berapa kali. Saking banyaknya, tak bisa dihitung. Hingga akhirnya tubuh kami berhenti di dasar jurang dan….

Chu~

Tubuhnya berada di bawah tubuhku, dan tak sengaja, bibirku menyentuh bibirnya.

AAAA!!! Bagaimana ini??!!

Itu semua berlalu hanya dalam kurun waktu sekian detik!! Dan itu terjadi setelah kami terjatuh dari jurang ini!!!

Aku segera bangkit dan berdiri, membersihkan bajuku.

“Hei….” Ia masih memasang wajah tenang setelah kejadian itu. Padahal aku tahu pasti ia menahan rasa malu bercampur kaget. Sudah terlihat jelas di pipinya yang memerah. Ia menjulurkan tangannya padaku. “Bantu aku…. Tasku ini berat….”

“Iya….” Aku segera menjabat tangannya dan menariknya untuk berdiri.

“Trimakasih….” Ucapnya. Kulihat, iapun membersihkan bajunya yang terkotori debu dan tanah.

Untuk beberapa lama, kami bertingkah “sok sibuk” dalam kesunyian, karena salah satu dari kami tak ada yang berani bersuara. Masih salah tingkah.

“Dan….” Akhirnya ia yang berucap terlebih dahulu. “Bagaimana selanjutnya?”

“Jurang ini tak terlalu dalam kok…. Juga tak terlalu terjal….” Aku menyesuaikannya. Dia saja bisa bertingkah seolah tak terjadi apa-apa, kenapa aku tidak? “Asal kita melangkah hati-hati, kita bisa sampai di atas….”

Dia hanya manggut-manggut tanda mengerti, lalu mengikuti langkahku.

Aku berada di depan. Berjalan penuh kehati-hatian sambil memegang batang-batang pohon yang cukup kokoh. Andai saja ada tali.

Tapi, siapa yang akan mengikatkan ujung tali di batang pohon yang ada di atas sana, sementara kami berdua ada di bawah dan tak ada orang lain yang ada di sekitar kami?

Berarti, ada atau tidak ada tali, kami tak akan menggunakan tali.

Setelah beberapa menit, kami sudah sampai di atas. Huh…. Lega….

Aku merasa seseorang mencengkeram kuat lenganku. Aku menoleh.

“Hei….” Aku berdecak saat melihat Baekhyun penuh dengan keringat dan nafasnya tersengal-sengal. Aku juga seperti dia, tapi tak separah dia, “Kau itu lelaki ‘kan? Kenapa begitu lemah?”

“Cerewet!!!” aku juga melihat kedua kakinya bergetar. Sepertinya, tubuhnya sangat lemas, “Kau itu yang berjalan sembarangan!!”

Loh, kok aku yang salah?

Salah dia sendiri, kenapa mengikuti langkahku? Bisa melangkah dengan caranya sendiri ‘kan?

“Kita istirahat dulu…” Ucapnya lagi.

Daripada nanti aku disalahkan lagi, lebih baik aku menuruti kata-katanya. Kamipun berjalan menghampiri sebuah pohon besar yang cukup rindang dan duduk di sela-sela akarnya.

Setelah duduk dengan meluruskan kedua kakinya, kulihat ia mengeluarkan handuk kecil dari dalam tasnya. Oh my, apakah dia anak orang kaya, yang tak terbiasa bermain kotor dan bersahabat dengan alamnya? Bahkan mengeluarkan keringatpun harus dibersihkan dengan handuk.

Tapi, kalau benar begitu, kenapa dia ikut perkemahan yang sama?

“Kenapa?” Tanyanya saat melihatku mengamatinya. “Ada yang aneh?”

Aku segera mengalihkan pandangan mataku. “Tidak ada….”

“Ho….”

Namun, di samping tempatku duduk, aku menemukan sebuah handphone layar sentuh. Aku memungutnya, dan melihatnya dari berbagai sisi. Bagaimana mungkin ada handphone di sini? Mungkinkah milik pengunjung? Bukan. Ini bukan wilayah hutan wisata, ini wilayah hutan rimba. Dan kami belum menemukan perbatasan antara hutan wisata dan hutan rimba.

Aku berjalan menghampiri Baekhyun.

“Baekhyun….” Ucapku.

“Apa?”

“Aku menemukan handphone di tempatku duduk tadi….” Setelah aku menyodorkan handphone padanya, ia menyahutnya dan memperhatikan handphone itu.

“Kira-kira, punya siapa ya?” ucapku lagi.

Kulihat, ia membuka handphone tersebut dan membuka galeri foto yang ada di dalamnya. Ia terlihat terkejut.

“kenapa?”

Ia langsung berdiri dan berteriak, “Kai!!”

Akupun berdiri. “Hah?”

“Iya…. Kai…. Handphone ini milik Kai, temanku….”

“Kenapa bisa ada disitu?”

“Entahlah….” Ia mengangkat bahu. “Mungkin, ia mencariku hingga kemari?”

“Baekhyun!!!”

Seorang lelaki yang kira-kira sebaya dengan Baekhyun berlari menghampirinya dan memeluknya sambil tertawa. Berkali-kali ia menepuk punggung Baekhyun. “Haha…. Kau disini….”

“Hyung…. Kau berlebihan….” Ucap Baekhyun sambil terbatuk.

“Oh…. Maaf….” Lelaki itu langsung melepas pelukannya. Hyung? Ah…. Mungkin beda setahun.

“Ayo…. Kita ke teman-teman….” Ucapnya lagi sambil menarik Baekhyun.

“Hei…. Tunggu….” Baekhyun melepas tangan Joonmyun, dan menoleh padaku. Sesaat kemudian, ia menoleh pada lelaki itu.

“Hyung…. Kukenalkan pada dia….”

Lelaki itu hanya mengernyit menatap Baekhyun. Baekhyun sendiri tak ambil pusing setelah ditatap dengan penuh rasa aneh oleh lelaki itu, dan berjalan menghampiriku. Akhrnya, lelaki itu berjalan menghampiriku.

“Yoora…. Perkenalkan…. Dia temanku…. Suho….”

Ia menoleh lagi pada lelaki yang bernama Suho itu.

“Hyung…. Ini Yoora….” Ia tersenyum. “teman baruku….” Lanjutnya.

Suho semakin menatapnya heran. “Teman baru? Wa…. Kau sudah berubah ya? Apa terjadi benturan keras di kepalamu?” Suho mengacak rambut Baekhyun dengan kasar.

Apa maksudnya?

“Baiklah….” Suho mengulurkan tangannya. “Senang berkenalan denganmu, Yoora….”

Aku menjabat tangannya sambil tersenyum.

“Ayo…. Kita kembali ke camp…. Kita akan pulang hari ini….” Lanjut Suho.

Baekhyun menatapku sekilas, seolah bertanya padaku, “Bagaimana denganmu?”

Aku hanya tersenyum dan memberikan isyarat padanya, bahwa aku baik-baik saja.

Baekhyun pun membalas senyumanku, dan kembali menatap Suho.

“Ayo…. Kita bantu mencari teman Yoora….”

“Hah??!!”

Suho membelalakkan matanya. Aku juga heran. Aku sudah memberitahunya bahwa aku baik-baik saja, kenapa dia malah ingin membantuku?

“Dia kan perempuan, Hyung tega membiarkannya berjalan tak tentu arah di hutan belantara ini? Setidaknya, kita ajak dia ke hutan wisata, dan biar dia mencari temannya sendiri…. Kalau sudah di hutan wisata, tempat yang sering dijadikan camping, pasti aman kan?”

“Ya…. Lebih baik gitu….” Suho menatapku. “Ayo….”

“Ah…. Baik….”

Sepanjang perjalanan, aku berjalan di belakang mereka berdua. Aneh. Baekhyun yang cuek, dan pendiam—walau sesekali baik—jika berada didekat temannya, sangatlah murah senyum. Jika berada di dekatku, dia memang murah senyum, dan, yah…. Membuatku nyaman berada di dekatnya walau diantara kami sangat sunyi karena tak ada yang berani memulai pembicaraan saking malunya. Tapi, saat dia berada di dekat Suho, dia merasa sangat nyaman. Menurutku.

Lagipula, sepanjang alan aku diacuhkan oleh mereka. Mereka berbicara, sambil sesekali tertawa karena suatu joke entah apa. Aku hanya mendengus kesal karena tidak diperhatikan.

“Yoora….”

Eh….

Aku mengangkat kepalaku yang baru saja menunduk melihat jalan. “Apa?” Aku sedikit gugup ketika dua pria itu menatapku. Terutama Baekhyun.

“Kau tidak takut berjalan dibelakang kami sendirian?” Tanya Baekhyun lagi. Sekali lagi, kulihat Suho mengalihkan pandangannya pada Baekhyun sambil mengernyit.

“Tidak…. Tidak apa-apa…. Haha….” Aku tertawa, berusaha mencairkan suasana hatiku yang masih gugup. Tapi, bukannya tambah santai, aku malah merasa kikuk. Sial…. Ini semua karna kiss accident saat di jurang tadi. Ahh…. Kenapa itu harus terjadi?

“Lagipula, apa yang harus kutakutkan? Ini kan masih siang….” Lanjutku kemudian.

“Sudahlah….” Baekhyun berjalan menghampiriku, menarik tanganku dan berjalan menghampiri Suho, sejajar dengannya. “Nah…. Begini….”

Aku tertunduk, berusaha menyembunyikan wajahku yang mungkin saja memerah karena malu. Oh my,…. Apa yang dilakukan Baekhyun?

Meskipun Baekhyun terus berbicara dengan Suho tanpa mengajakku masuk ke dalam topik pembicaraan mereka, namun tangan Baekhyun masih saja menggenggam tanganku erat. Apa yang dilakukannya??!!

Aku terus-terusan berteriak dalam hati. Entahlah apa yang kurasakan sekarang. Yang aku tahu pasti, sekarang aku malu. Malu pada diriku sendiri. Tapi kenapa??!!

Walau telapak tanganku sudah basah karena terus-terusan di genggam olehnya, itu tak membuatnya melepaskan genggamannya. Ada apa ini??!!

“Nah…. Baekhyun…. Kita sudah sampai….” Ucap Suho. Aku melihat sekeliling. Benar. Sudah sampai. Ini hutan wisata. Banyak orang berlalu lalang demi menikmati indahnya alam liar.

“Yoora!!!”

Aku mendengar jelas pekikan itu. Kulihat, seorang gadis dengan rambut dikuncir kuda melambaikan tangannya padaku.

“Yoonjo!!”

Saat aku bergegas berlari memeluknya, Baekhyun mencengkeram lenganku. Apalagi?

“Yoora?”

“Ya?”

“Setelah ini…. Kita masih bisa bertemu lagi kan?”

Aku mengangkat sebelah alisku, lalu mengangkah bahu. “Mungkin, jika Tuhan menghendaki….”

Ia hanya tersenyum, lalu melepaskan cengkeraman tangannya. Akupun berlari menghampiri Yoonjo.

Yoonjo langsung memelukku. “Kau ini suka sekali membuat orang khawatir….”

“Maaf….”

Yoonjo melepas pelukannya. “Tapi, kau beruntung sekali….”

“Apa?”

“Kau bisa bersama dengan Baekhyun dan Suho….”

Aku mengernyit. “Bagaimana kau bisa tahu nama mereka?”

Yoonjo malah mengernyit juga, dan balik bertanya, “kau tak tahu mereka? Mereka itu putra dari Star Planet group….”

Aku mengernyit, lalu mengingat sesuatu. Memoriku tentang Star Planet group.

Bukan. Bukan.

Kenapa yang kuingat malah kesan pertamaku saat mendengar Star Planet group?

“Nama yang aneh…. Bintang ya bintang, Planet ya Planet, mana ada Planet Bintang?”

Ah, iya. Aku ingat!!

Star Planet group, tempatku bekerja sambilan saat ini!!

Ya, di dalam Star Planet group banyak sekali sub-perusahaan. Aku masuk ke dalam Star Planet Secret Agency. Wah…. Suatu kebetulan.

~*Baekhyun PoV*~

“Baekhyun…. Wah….” Dio langsung memelukku senang. Begitu juga Sehun.

“Kalian ini…. Sudah seperti tak bertemu aku bertahun-tahun saja….”

Mereka berdua melepas pelukanku sambil tersenyum.

“Hyung….” Aku kembali menatap Suho. “Ada yang aneh….”

“Apa?” Ucap mereka bertiga hampir bersamaan.

Aku mengeluarkan sesuatu dari saku jaketku, dan memperlihatkannya pada mereka. “Handphone milik Kai….”

“Kai?” Sekali lagi, mereka bertiga mengucapkannya serempak. Setelahnya, mreka bertatapan.

“Bukankah Kai tidak ikut camping kali ini?” Tanya Dio.

“Itu juga yang kuherankan….”

“Kau menemukannya dimana?” Tanya Suho.

“Disamping tempat kau menemukanku…. Tepatnya, di bawah pohon besar tadi….”

“Aneh….”

“Tapi,…” Sepertinya Sehun berusaha mengalihkan perhatian. Dia menatap ke arah lain. “Sepertinya, hyung mendapatkan harta karun….”

Aku mengernyit. “Harta Karun?” Akupun menatap ke arah yang sama. “Apa sih?”

“Gadis yang tadi…. Yang datang bersamaan dengan Hyung….” Ia tersenyum menggoda. “Wah….”

“Kenapa memangnya? Aku bertemu dengannya secara kebetulan. Dia juga tersesat, sama seperti aku….”

“Ah…. Romantisnya….” Sahut Dio. Aku langsung memukul bahunya, membuat dia meringis kesakitan.

“Tapi, benar kata Sehun….” Suho berkata, “Kulihat, dia orang yang ceria…. Penuh semangat…. Kalau kau, kebalikannya. Pendiam, terlalu serius dengan pekerjaan…. Sepertinya, dia gadis yang bisa melengkapimu….”

Wah, Suho-Hyung sudah berubah menjadi sedikit dewasa sampai ia bisa menasihatiku seperti itu. Aku pun menoleh lagi untuk menatapnya dari kejauhan. Mungkin benar. Buktinya, aku selalu merasa nyaman berada didekatnya, walau kami baru bertemu.

Ah, ya!!

Mataku terbelalak. Tangan kananku pun reflex memegang bibirku. Kami berdua sudah berciuman!! Karena nasib sial!!

Ah, bukan bukan.

Itu kecelakaan.

Tapi, tetap saja…. Bibir bersentuhan dengan bibir….

“Baiklah…. Ayo pulang….” Akhirnya, Dio mengatakan sesuatu hal yang menyenangkan.

Aku mengangguk, dan mengikuti langkah mereka untuk keluar dari wilayah hutan wisata ini. Pada dasarnya, aku tak pernah berpetualang seperti mereka. Aku tidak suka. Lebih baik membaca novel Sherlock Holmes daripada membuang waktu mengikuti hal-hal yang tak berguna seperti ini. Aku mengikuti acara ini pun karena paksaan mereka.

Sebelumnya, aku menghentikan langkahku dan menatap Yoora lagi. Dan kebetulan, Yoora pun menatapku. Ia tersenyum. Pipinya memerah.

Akupun membalas senyumannya dan melambaikan tangan padanya.

Apakah kami akan bertemu kembali karena kecelakaan di jurang itu?

An unpredictable Kiss….

~***~

 maaf ya… Baekhyun Pov sedikit… nanti di part dua aku banyakin deh😀
and… makasih udah mau baca ^^

67 thoughts on “Unpredictable Kiss 01 :: An Accident

  1. Sasaaaaa, kenapa ffmu bagus banget siiih >.<
    Aku bingung pas baekhyun sama yoora jatuh -_-
    Entah mengapa agak kurang ngudeng🙂
    Okeh, lanjutannya ditunggu😀

  2. sasa is your thebest
    aku aja nggak bisa buat ff sebagus ini
    pokok nya daebak daebak daebak ><
    hahahaha
    ditunggu next part
    tapi jangan lama-lama ya?
    :-):-):-):-)

  3. karakter baekhyun aku suka banget. cowok banget. walopun deskripsinya dia ga begitu manly, mendekati anak mamih /plak tapi care sama perempuan. porsinya pas aja untuk campuran karakternya(?) aku suka banget. boleh tuker tempat sama yoora?
    dan soal kai, ayoo kenapa hp kai secara ajaib ada di sana? dan sehun yg tiba2 ngalihin pembicaraan.
    aku lupa baca genrenya, tp kok ngerasa ini ada kaitannya sama unsur fantasi *ignore this*

    baekhyun, agak misterius waktu pertama mereka ketemu. duh aku suka banget sm karakter baek disini.

    1 yang kurang. kurang panjang HAHAHAHA.
    salam kenal ya irine imnida 16 tahun, golongan darah a dan sering kelaperan tengah malem *penting*

    chapter 2 dipanjangin ya.

  4. Jadi tersipu waktu di notif ada comment dari sasa unnie >M< kaya mama Nana kalo bbm.an, titik-nya mesti banyak😆

    OVERALL, INI MAKIN BIKIN PENASARAN!! #capslockkeinjekbadda
    Gimana nasib dua orang itu setelah dari perkemahan ini. Ketemu apa nggaknya ituloh-___-
    Belum lagi kenapa ada HP nya si Kai di hutan ..
    Apa jangan" kai juga terlibat dengan kesasarnya Baekhyun .-.
    hah ini memusingkan sekaligus membuat penasaan:mrgreen:

    DITUNGGU CHAP SELANJUTNYA UNN!!

  5. DAEBAK \(^O^)/
    ff’a bagus bgt… d(^O^)b aku sk sm karakter baekhyun agak gmna gitu kkk~
    next part’a ditunggu.. jgn lm” ya hehehe

  6. comment kepotong TT.TT

    Jadi tersipu waktu di notif ada comment dari sasa unnie >M< kaya mama Nana kalo bbm.an, titik-nya mesti banyak😆

    OVERALL, INI MAKIN BIKIN PENASARAN!! #capslockkeinjekbadda
    Gimana nasib dua orang itu setelah dari perkemahan ini. Ketemu apa nggaknya ituloh-___-
    Belum lagi kenapa ada HP nya si Kai di hutan ..
    Apa jangan" kai juga terlibat dengan kesasarnya Baekhyun .-.
    hah ini memusingkan sekaligus membuat penasaan:mrgreen:

    DITUNGGU CHAP SELANJUTNYA UNN!!

  7. kayanya kok gk jodoh banget sampe comment kepotong dua kali .-. semoga yang ini gk kepotong lagi.

    Jadi tersipu waktu di notif ada comment dari sasa unnie >M< kaya mama Nana kalo bbm.an, titik-nya mesti banyak😆

    OVERALL, INI MAKIN BIKIN PENASARAN!! #capslockkeinjekbadda
    Gimana nasib dua orang itu setelah dari perkemahan ini. Ketemu apa nggaknya ituloh-___-
    Belum lagi kenapa ada HP nya si Kai di hutan ..
    Apa jangan" kai juga terlibat dengan kesasarnya Baekhyun .-.
    hah ini memusingkan sekaligus membuat penasaan:mrgreen:

    DITUNGGU CHAP SELANJUTNYA UNN!!

    1. udah aku baca komentarmu… ok… makasih ya.. edit typo-nya.. aku emang rada males mencet Shift + hruf… udah sering latihan.. tapi kelupaan mulu saeng T^T yah… itu semua butuh proses #ngelantur

      makasih ya saeng.. tunggu aja deh😀

  8. pas liat d ffindo krain cman pendek, trnytaa da lanjutan’a.. horay!! ^^
    ci ci cieeeee baekhyun anak mamih #eh wkwk
    baekhyun udah gede, bsa cinta”an kekke
    lanjut y🙂

  9. sasa aku penasaran sama lanjutannyan xD
    wah mereka pasti bisa ketemu lagi di starplanet
    karakter baekhyun di sini tu agak misterius tapi tiba-tiba dia bisa berubah pas sama yoora :3
    eh tapi kenapa hpnya kai ada di sana padahal orangnya ga ada?
    ga tau kenapa pas baca part itu aku jadi merinding x(
    padahal genrenya romance
    dan itu juga tertera sehun berusaha mengalihkan perhatian
    emang kenapa hun? *tanya sehun*
    ada misteri di ff ini .__.

  10. Eh? Penasaran sama hp nya kai. Kai itu hantu ? Tau deh.. Yang penting ff nya keren thor . Kyaaaa baekhyunnn~ (≧∇≦)
    (づ ̄ ³ ̄)づ ♥

  11. Author akhirnya unpredictable kiss dilanjutin!! Seneng banget. Aku udh nunggu lama bgt smpe tiap hari kdang ulang2 baca prolognya hehe. Fighting ya buat lanjutannya thor!! ^^

  12. huaaaaaa keren-keren. sampe bingung mau komen apa. pokoknya daebak deh. ditunggu part 2-nya. jangan lupaaa kisseunya buakakakak *piss

  13. hoaaaa, daebak deh ff mu saeng. as always selalu menarik ^^
    ternyata unpredictnya disitu toh, abis guling2 lgs chu~ hahaha
    suka ama baekie disini, gimana gitu char’nya tapi ikut penasaran jg kenapa bs ada hp si kai pdhl org yg bersangkutan ga ikut, uda gitu sehun yg kaya ngalihin pembicaraan. sperti ad sumting2 gitu de *sotoy kambuh* \plak. ahh, smoga mreka bisa ketemu lagi toh yoora kerja di star planet jg. hehe ^^

  14. Wah ! Ciuman tak terduga terjadinya di jurang pula ! Keren nih eonnie !! Oh iya salam kenal namaku Do Raemi imnida !!!!! Jadi penasaran sama baekhyun dan yoora bakal ketemu lagi nggak ya ? Terus kenapa hp kai bisa ada di hutan ? Apa jangan jangan hpnya jalan jalan kehutan(?) *abaikanini

    tolong dipanjangin di chapt berikutnya ya eonn , sukses selalu !

  15. Wah wah,, seru thor ><
    Pasti ketmu lg kan baekii sama si yoora?
    Nahlo?! Ko bsa si kai ga ikut tpi ada hp-nya? Tuh anak ngilang kemana??
    penasaran~

    Lnjut kan thor..😀

  16. wa ff bgus nih..nemu di ff indo…tuh baekhyun n yoora ketemu lagi kan ntar?tu kai kenapa sih?penasaran..keep writing

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s