[Prolog] Unpredictable Kiss


Unpredictable Kiss

Author : Sasphire

Main cast : Byun Baekhyun EXO K, Kwon Yoora (OC)

Ratting : Teen, General

Genre : Romance

Length : Chaptered

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery

maaf…. disini gak ada kiss scene-nya… nanti di part 1 ada, so…. give a good respons, and

Check this out!! :D

YooRa PoV

Kemalangan menimpaku sekarang. Aku mengusap pelan siku kiriku saat menyusuri jalan yang daun-daun keringnya berserakan, jalan yang tanpa ujung di hutan belantara ini.

Ya. Hutan belantara.

Yang membantu penglihatanku hanyalah sinar rembulan di antara daun-daun pepohonan kekar yang berdiri di sekitarku. Lolongan serigala yang terdengar sesekali membuatku semakin merinding. Menyebalkan!! Umpatku kesal.

Maksudku, kenapa aku harus tersasar sampai ke sini?

Aku berangkat ke hutan wisata tadi pagi bersama teman-temanku untuk mengadakan perkemahan api unggun. Aku disuruh mengambil air di sungai tadi. Namun tiba-tiba, aku merasa tertarik dengan keindahan alam. Akupun berjalan menuruti kaki ini melangkah, hingga tanpa sadar, matahari sudah tenggelam. Aku tak bisa menemukan jalan keluar dari hutan belantara ini.

Berkali-kali aku merutuki diriku sendiri karena kebodohanku. Oh, Tuhan, aku memang banyak dosa, tapi bisakah kau memberi pelajaran padaku lain kali saja? Hal yang paling aku benci didunia adalah tersesat.

Wajah kusutku berubah menjadi senyum senang ketika aku menemukan sebuah pondok yang di dindingnya terdapat lampu petromax yang menempel. Aku berjalan menghampiri pondok itu sambil berkali-kali aku mengucapkan trimakasih pada Tuhanku.

Ah, ya.

Setelah berdiri tepat di depan pintunya, aku kembali mengumpat. Pintu terbuka, dan bagian dalam pondok itu terlihat jelas. Jelas sekali kegelapan yang ada disana, hingga aku tak bisa melihat dengan baik kenyamanan pondok itu—-boro-boro kenyamanan, yang ada ngeri.

“Hallo??” ucapku dengan nada hati-hati. Ketakutan lebih tepatnya. Aku langsung takut, begitu tahu pondok itu tak berpenghuni. Siapa yang menyalakan lampu petromax itu? Jangan-jangan, Hantu serigala?

Ok. Ini ngelantur. Abaikan.

“Ada orang?” ucapku lagi, sambil berjalan mengitari pondok ini. Barangkali ada pintu lain dan ternyata di dalamnya ada cahaya tersembunyi.

Baiklah. Virus menghayalku bangkit kembali di saat genting seperti ini. Kalau nanti aku berhasil pulang, akan kubuat rangkaian cerita berdasarkan pengalaman pahitku ini.

Hei, kenapa aku tambah ngawur saja?

Aku kembali menemukan sebuah pintu. Namun pintu tua yang sudah lapuk di makan rayap ini di gembok. Hah…. Tadi di depan terbuka, di belakang tertutup, gumamku kesal.

Aku menjatuhkan diriku dan bersandar di pintu tua ini.

BRAKK!!

Aku segera bangkit dan mengelus pelan kepalaku yang terkena lantai tanah pondok ini!! Sial!! Rapuh sekali pondok ini?

Aku berdiri dan memandangi pintu yang sudah jatuh tergeletak di dalam pondok. Another trial, bisikku pelan.

Aku melangkah ke dalam pondok itu. Gelap. Sama sekali tak ada cahaya.

“Siapa kau??!!”

Aku menoleh dan mendapati seorang lelaki yang di tangan kanannya membawa lentera. Ya Tuhan….. cowok ini keren sekali, gumamku.

“Hei?”

Aku terkesiap dari lamunanku, lalu tersenyum padanya. “tidak…. Bukan apa-apa,” aku langsung mengalihkan pembicaraan. “Kau penghuni pondok ini?”

“Bukan….” Ia langsung meletakkan lentera itu di meja kayu yang juga rapuh. “aku disini tersesat….”

Aku mengernyit. “Tersesat?”

Ia mengangguk, lalu duduk di atas meja. “tadi aku kesini bersama teman-temanku untuk mengadakan perkemahan pariwisata…. Tapi, aku tersesat. Kemudian aku menemukan pondok ini. Dan kuputuskan untuk tinggal disini sampai besok….” Ia tersenyum. Aishh… ia tambah tampan. “Kau sendiri?”

“Yah…. Sama sepertimulah….” Ucapku dengan nada santai, walau dalam hatiku terkejut luar biasa. Alasannya sama sepertiku? Kebetulan yang sangat kebetulan. “memangnya, kau dari SMA mana?”

“SMA? Bukan, aku kesini bersama teman-temanku….” Ucapnya. “Ah, ya…. Kita belum berkenalan,” ia turun dari meja reyot itu, lalu berjalan menghampiriku yang sedari tadi masih berdiri. “Byun Baekhyun….” Ia menyodorkan tangannya padaku.

Aku membalas jabatan tangannya, lalu tersenyum. “Kwon Yoora….”

“Baiklah….” Ia membeberkan sleeping beg di lantai tanah pondok itu, lalu meletakkan tas punggungnya yang berwarna kuning di atasnya. “Kau bisa tidur sekarang….”

Aku ternganga. “Aku? Kenapa? Itu kan barangmu?”

Ia tersenyum. “aku tidak bisa tidur….”

Aku langsung duduk bersila di atas sleeping bag itu. “Jangan lakukan hal yang aneh-aneh selagi aku tidur….”

Tatapan matanya yang sejuk berubah menjadi tatapan mata heran, seolah berkata, “memang aku kenal siapa kau?”

Shit!! Aku mempermalukan diriku sendiri di hadapan lelaki yang baru ku kenal dengan ucapanku sendiri.

Saat aku berbaring membelakanginya, kurasakan kakinya yang memakai sepatu kets berjalan menghampiriku. Ugh!! Mau apa dia??

Aku merasa sedikit hangat di bagian tubuh atasku, lalu setelahnya, aku merasa tangan kekarnya memijat pelan lengan kiriku yang kecil. “Kau pasti kedinginan….” Bisiknya pelan. Setelahnya, kurasakan gerakan menjauh darinya. Ah, dia menyelimutiku dengan jaket kulitnya. Aku tersenyum, lalu berkata dalam hati, “dia sungguh orang baik….”

~***~

6 thoughts on “[Prolog] Unpredictable Kiss

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s