[EXO in Love] Kai – Sapphire Blue


Cursed Sapphire

Author : Sasphire

Main cast : Kim Jong In EXO, Han Aemi (OC)

Ratting : Teen, General

Genre : Romance, Fantasy (Maybe) (100% fiksi)

Length : Oneshoot

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery

BaekYoung | HunRin | NaYeol | JoonJa | DoSung | KaiMi

inspired by : Kaito Kid – Aoyama Gosho

~*Normal PoV*~

Ia terbang dengan angkuhnya, menjelajahi langit biru nan luas dengan hang glider-nya yang berwarna putih, dan mengenakan pakaian serba putih, topi putih tinggi, dan kacamata di mata kanannya, berusaha mencari sesuatu barang yang harus dikembalikan ke tempat yang seharusnya.

Dia adalah pesulap sekaligus pencuri yang dibenci kebanyakan orang, karena mereka memang tidak tahu tujuan jelas yang dilakukan sang pencuri.

Dia selalu mencuri –terkadang menghilangkan—suatu barang milik orang lain, yang sebenarnya bukan miliknya. Ia mengambilnya tanpa sepengetahuan orang yang memiliki barang itu, lalu mengembalikannya ke tempat yang seharusnya.

Dia tampan.

Dan dia baik.

Dialah, Kai, The Truth Prince. Namun, kebanyakan orang menjulukinya “The Phantom Thief”

~*Kai PoV*~

Halo, namaku Kim Joong In, a.k.a Kai. Kalian bisa memanggilku Kai.

Lho? Sudah tahu?

Oh, iya. Kalian kenal aku sebagai member EXO ya?

Selain jadi penyanyi, aku juga pesulap. Aku juga bisa menyamar. Menjadi wanita? Gampang. Aku pernah menyamar sebagai kakek-kakek tua untuk menjadi pelayan di sebuah villa mewah, untuk mencuri lukisan agung karya Robert Vinalle.

Jangan kira aku nakal ya.

Aku hanya ingin mengembalikan lukisan itu ke tempatnya semula. Ke galeri lukisan milik Robert Vinalle. Aku tahu mungkin ini tidak sopan. Tapi bagaimana dengan orang yang mengambil lukisan ini?

Dia juga mencuri. Ia memang mengambilnya terang-terangan dari pelukisnya.

Tapi secara paksa, tanpa persetujuan pelukisnya.

Bisa di simpulkan ‘kan? Aku pencuri yang baik. Sayangnya orang-orang tak peka akan hal itu.

Sebenarnya, di awal debut, aku tak mau bekerja sama dengan JoonMyun Hyung. Kalian tahu kan, dia polisi? Polisi juga tak tahu niat baikku. Yang mereka tahu, aku pencuri, sekaligus pesulap yang lihai menyamar.

Aku berusaha menutupinya, tapi lama-kelamaan mereka tahu. Dan kujelaskan yang sebenarnya pada JoonMyun-Hyung. Dan….?

Ia percaya padaku, dan terkadang malah mendukungku untuk melakukan pencurian.

Dia leader terbaik yang pernah ada.

~*Normal PoV*~

“HEADLINE NEWS”

THE PHANTOM THIEF MENCURI PARTITUR LAGU “KEMURUNGAN JUPITER” DARI RUMAH VIOLIN TERKENAL, JANG SOO WON

“Dasar!!” ucap Aemi melihat headline news di koran pagi itu.

“kenapa?” tanya Kai yang sedang duduk di sampingnya.

“Itu…. The Phantom Thief…. Dia mencuri lagi….” Aemi mendesah.

“Lho? Memang kenapa kalau dia mencuri?”

“Kau bagaimana? Dimana-mana, pencuri itu jahat…. Apalagi dia suka menyamar. Kau masih ingat ‘kan, sebelumnya dia pernah menyamar menjadi aku, untuk mencuri berlian yang ada di rumah seorang milyarder?”

“Eh.. i… itu….”

“kalau aku berhasil menemukannya…. Bakal aku buka topengnya itu, dan menghilangkan seringainya yang selalu menghiasi wajahnya yang angkuh!!!!”

“Sepertinya, kau benci sekali dengannya….”

“Tentu saja. Bahkan saat dia beraksi, dia selalu memamerkan deretan giginya yang putih itu, dan langsung membuat para gadis di sekitarnya terpana. Dia sok ‘cool’, sok ‘keren’,…”

“Waduh… repot kalau begini….” Gumam Kai. “kalau dia benci setengah mati pada sosokku yang seperti itu…. Bagaimana aku bisa menjadi pacarnya dengan berterus terang?”

“apalagi…. Yang dia curi sekarang adalah partitur lagu ‘Kemurungan Jupiter’…. Kurang kerjaan mencuri partitur lagu!!”

PLETAKK!!!

“Aww!!” Aemi berteriak kencang saat Kai memukul keningnya. “apa-apa’an kau?”

“Kau yang kurang kerjaan!! Menggosip orang lain, padahal masih pagi….” Kai tersenyum.

“Tapi, tak perlu memukul keningku kan!!”

“Lagipula, kau bodoh sekali….” Lanjut Kai.

“Hah?”

“Justru, kita harus bersyukur kalau partitur lagu itu dicuri.”

“Why?”

“Ya. Kemurungan Jupiter, adalah lagu yang berhasil membuat Dewa kesenangan Mitologi Yunani –Dewa Jupiter– murung. Jika lagu ini diperdengarkan ke manusia biasa seperti kita, kita akan merasakan kemurungan yang mahadahsyat, sehingga kita tidak mempunyai harapan, dimana hati telah dirasuki oleh iblis keputus-asaan, dan pada akhirnya… bunuh diri….”

Aemi ketakutan mendengar penuturan Kai. “m.. masa’? ah… berlebihan….”

“ini kenyataan….” Ucap Kai. “ada 3 orang yang pekerjaannya bersangkutan dengan musik. Mereka pernah mengkritik dengan kata-kata pedas pada Jang Soo Won tentang tehnik bermain biola-nya yang terlalu emosional. Yang pertama, Mr. Han Youg Jin, pengamat musik, yang kedua Mr. Cha Soo Kyung, musisi, dan yang ketiga Mr. Kim Min Jung, gitaris band. Mereka meninggal karena bunuh diri. Dan di hari mereka bunuh diri, mereka mengadakan pertemuan dengan Violin Jang Soo Won….”

“Jangan-jangan….”

“Ya…” potong Kai cepat. “Jang Soo Won tidak terima dan akhirnya ia membunuh mereka secara psikologis, yaitu dengan memperdengarkan lagu itu pada mereka.”

“Sadis.”

“Makanya, jangan berburuk sangka padanya…”

“Siapa?”

“ya itu, yang kau panggil The Phantom Thief….”

“Kenapa kau membelanya?”

“Ah… Eh.. Ehm….”

“Jangan-jangan….”

“Aku temannya….” Ucap Kai. “dia yang mengajariku sulap….”

“oh….” Ucapnya. “tapi… jangan terlalu dekat dengannya ya? Nanti kau ketularan jadi pencuri….”

Kai hanya tersenyum tipis, masih heran dengan keluguan gadis yang ia sukai.

~*Kai PoV*~

Padahal aku sudah menjelaskan niat baikku dalam mencuri partitur lagu itu padanya, tapi dia masih saja belum mengerti. Aku jatuh cinta pada gadis selugu itu.

Sangat lucu.

“baiklah… aku pulang ya….” Ucapku padanya.

“Lo? Kenapa?”

“Ada urusan….” Aku menyerobot Koran yang ia baca. “aku minta korannya lagi ya?” aku tersenyum nakal padanya.

“Kim Jong In!!!”

Aku memetikkan jariku, dan menghilang dari hadapannya.

Nah, sekarang aku sudah di dorm EXO.

Aku membaca Koran itu. Tapi tidak membaca headline news tentang aku. Hanya membuatku jengkel.

Ada satu berita yang membuatku tertarik.

MILYARDER HAN SOO JIN YANG BARU SAJA MENEMUKAN SAPPHIRE BLUE TEWAS TERTEMBAK

Sapphire blue. Batu mulia yang sering membawa bencana bagi para pemegangnya.

Dulu, permata berwarna biru itu merupakan perhiasan Ratu Victoria yang menjadi hiasan pada mahkotanya, namun Ratu Victoria meninggal karena hemophilia. Lalu batu itu jatuh ke tangan pelayannya, dan pelayannya tewas saat meminum minuman yang ternyata diracun oleh sahabatnya sendiri. Sahabatnya itu lari sambil membawa permata itu. Malangnya, sahabatnya itu tewas saat menaiki perahu yang diserang oleh perompak. Ketua Perompak itu mengambil permata yang indah itu. Dan diapun tewas terkena sabetan pedang anak buahnya sendiri.

Lama tak ada kabar tentang permata penuh kutukan itu, akhirnya ditemukan oleh Raja Korea Selatan pada jamannya, Kim Ill Joong. Namun, putra mahkotanya dan seluruh keturunannya mati terkena wabah penyakit yang saat itu belum ada obatnya. Raja pun membuang permata itu, agar tak ada lagi orang yang celaka karena permata itu. Sayangnya, Kaisar Jepang memungutnya. Dan kejadian naas kembali terjadi. 6 kaisar dari 5 tsar tewas terbunuh.

Bertahun-tahun lamanya tak ada lagi berita tentang permata itu. Sudah damai.

Ternyata, permata itu malah ditemukan seorang milyarder sekaligus klektor permata, Han Soo Jin.

Berarti aku harus mencari permata itu, dan menghancurkannya.

Eh, tunggu. Han Soo Jin??

Ayah Han Aemi!!

~***~

Malamnya, aku mendatangi rumah Aemi. Keadaan berkabung.

“Turut berduka cita….” Ucapku padanya, yang malam itu memakai baju serba hitam.

“Trimakasih….” Wajahnya ditekuk, sangat melas.

“Bolehkah aku tanya sesuatu?”

“Apa?”

“Kau tahu, dimana ayahmu menyimpan permata itu?”

“Sapphire blue?”

Aku mengangguk.

“aku tak tahu. Itu perhiasan berharga baginya. Jadi Ayah menyimpannya dengan baik, agar tak dicuri siapapun, termasuk Phantom Thief.”

Aku lagi.

“Berarti, dia menyimpannya di tempat yang tak semua orang tahu?”

“Ya….”

“Bisa beri tahu aku petunjuk tentang itu? Atau mungkin, kau mau mencarikan permata itu untukku?”

“Kenapa? Kau disuruh Phatom Thief untuk mencurinya?”

“Bukan….” Aku berusaha menjelaskannya pada Aemi. “Permata itu permata terkutuk….”

“Mana mungkin??!!”

“Kau tak pernah dengar ceritanya?”

Ia menggeleng. Aku hanya menghela nafas. “panjang ceritanya….” Ucapku.

Aku hanya ingin melindungimu dari kenaasan. Apa itu tidak boleh?

Aku tahu, suatu saat nanti kedokku akan terbongkar, tapi sebelum itu terjadi, aku ingin semua orang tahu niat baikku dalam mencuri benda. Memang aku sedikit serakah, karena memilih jalan yang tak semestinya untuk berbuat kebaikan. Tapi bagaimana dengan orang yang barangnya kucuri? Mereka semua sama sepertiku, mencuri benda. Bedanya, aku mencuri untuk kukembalikan ke asalnya, atau kumusnahkan agar tidak ada lagi kesialan atas benda itu.

Kesialan memang harus ada di dunia, agar keseimbangan dunia tetap terjaga. Ada beruntung, pasti ada sial. Ada benar, pasti ada salah. Ada jujur, pasti ada dusta. Ada keberuntungan, pasti ada kesialan. Aku tak mungkin bisa menghilangkan salah satu dari itu semua, karena, walaupun aku pesulap handal, aku juga manusia biasa. Aku hanya tak ingin kesialan dari benda mati itu membawa makin banyak petaka hingga tak ada lagi keberuntungan yang tersisa di dunia ini.

Mendengar itu, mungkin kau kira aku berlebihan.

Tapi tidak.

“baiklah…. Aku pulang….” Aku menepuk pundak gadis itu. “turut berduka cita….”

Ia mengangguk. Aku segera menaiki mobil van ku yang berwarna merah. Bagaimana aku bisa menjaganya dari kutukan permata itu?

Mungkin….

Oh, iya. Milyarder Han Soo Jin punya sebuah brankas, eh, sebenarnya bukan brankas sih. Apa ya? Pokoknya, sangat besar. Dindingnya terbuat dari besi dan baja. Atapnya juga kokoh. Pintu masuknya sangat besar. Ruangan setinggi 15 meter, terdapat pintu masuk setinggi 10 meter. Di dalamnya banyak benda-benda berharga yang ia koleksi. Mungkin permata itu ada di dalamnya.

Aku bisa tahu itu, karena dulu beliau pernah mengajak seluruh member EXO untuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya. Kami kagum, tapi sengsara. Sebelum masuk, tangan kami di borgol. Ia takut salah satu di antara kami mencuri perhiasannya.

Pelit ya?

Aku memang pencuri, tapi kalau aku tahu itu benar-benar miliknya, buat apa aku curi?

Tapi sekarang lain halnya.

Permata biru yang indah namun penuh kutukan itu memang miliknya, tapi setelah ini, tak ada yang boleh menggenggamnya lagi.

Itu satu caraku untuk membuktikan pada semua orang, bahwa aku mencuri bukan untuk kejahatan, tapi untuk menghindari kenaasan.

Termasuk melindungi Aemi.

~***~

Baiklah. Penyamaranku kali ini sempurna.

Menjadi pelayan wanita nona Han Aemi.

Hei, jangan fikir dengan wajahku yang ‘cool’ ini aku menyamar menjadi wanita hanya dengan memakai wig panjang dan pakaian wanita saja. Aku juga pakai topeng khusus, seolah aku ini cantik, padahal itu bukan wajahku.

Jika aku menyamar dengan cara yang kampungan seperti itu, pasti akan langsung ketahuan kalau aku adalah Kai member EXO.

“Nona…. Saatnya membersihkan gallery perhiasan milik mendiang ayah anda….” Ucapku lembut padanya.

“Iya…. Sudah lama kita tak membersihkannya….” Ia berdiri. “ayo…. Aku bantu….”

“Tidak perlu nona…. Saya bisa sendiri….” Ucapku spontan. Untungnya aku bisa menyamarkan suara ini dengan menipiskan sedikit pita suaraku. Dan itu terdengar alami.

“Ruangan sebesar itu mau kau bersihkan sendiri?”

“Iya…. Saya tahu, nona masih dalam keadaan berkabung. Saya tak akan membiarkan nona semakin hanyut dalam kesedihan karena melihat benda-benda ayah anda yang penuh kenangan….”

Ia tersenyum. “Kau baik sekali…. Baiklah, akan kusuruh pelayan yang lain untuk~”

“tidak usah nona. Saya yakin saya bisa mengerjakannya sendiri….”

Ia menghela nafas. “baiklah….”

Berhasil. Sekarang aku bisa memasuki ruangan besi yang sangat besar itu. Aku benar-benar heran pada Mr. Han. Dia laki-laki, tapi suka sekali mengoleksi permata.

Di dalamnya banyak sekali perhiasan. Ada yang terbuat dari emas, perak, platina, berlian, permata.

Ruangannya terlalu luas. 2 lantai. Isinya hanya perhiasan.

Sekarang targetku sapphire blue. Dimana itu berada? Kenapa permata seperti itu sangat berharga baginya, hingga ia tak mau orang lain tahu keberadaan permata itu, termasuk anak semata wayangnya?

2 jam kemudian….

Sialan!! Dimana dia menyembunyikannya? Aku sudah mencarinya sampai di semua sudut ruangan, tapi tetap tak ketemu.

Aku menyandarkan punggungku ke dinding.

BRUKK!!

“Aww!!!”

Aku jatuh tersungkur ke belakang begitu menyandarkan punggung ke tembok besi itu. Eh, bergerak!!!

Aku segera memasuki ruangan rahasia yang baru saja kutemukan. Gelap!!

“Glowing in the darkness” pekikku. Sekarang di tanganku sudah ada stick lampu warna biru. Terang.

Aku menyusuri jalan itu. Di dindingnya terdapat banyak sekali lukisan abstrak walaupun realistis. Ya, Mr. Han memang pengagum seni. Selera seninya juga tinggi.

Mataku terhenti ke satu arah. Sebuah patung wanita yang telah usang, tak terawat. Rambutnya di urai dan terdapat mahkota di kepalanya. Memakai gaun, semacam gaun a la snow white. Oh, lebih tepatnya,  a la tahun 1920-an, jaman pakaian Victoria dengan rok melebar yang jadi cirikhasnya. Vintage style. Tangan kanannya menengadah, seperti orang mengemis. Di sana terdapat secarik kertas.

Aku penasaran. Segera kuambil kertas itu, dan kubaca isinya :

Teruntuk The Phantom Thief, a.k.a Kim Joong In EXO

Hah? Dari mana orang ini tahu aku adalah Kai?

Aku memintamu untuk mengembalikan permata”sapphire blue” ini ke tempat asalnya, patung wanita yang ada di Inggris. Bentuknya sama persis seperti patung ini, bedanya, patung yang asli tangannya menggenggam berlian ini di dadanya. Ya. Itu patung ratu Victoria, pemilik asli permata ini, yang sebenarnya adalah berlian murni pertama yang di temukan. Jika permata ini kembali ke tempatnya semula, maka tak aka nada masalah lagi oleh permata itu.

Oh iya, aku Mr. Han Soo Jin. Aku memanipulasi kematianku, dan bersekongkol dengan anakku sendiri, untuk membuatmu terpancing dan segera mencari permata terkutuk ini untuk di kembalikan ke tempatnya semula.

Kau pasti kaget karena aku bisa mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Ya. Aku bisa melihatnya dari tingkahmu. Kau sangat mahir sulap. Dan kau selalu membela Phantom Thief saat kita sering berdikusi tentangnya. Kau selalu membeberkan niat baiknya dalam mencuri, secara rinci, secara detail. Meskipun kau mengaku kau adalah temannya, langsung terlihat kau bohong. Mana mungkin ada seorang sahabat yang benar-benar mengetahui seluk beluk sahabatnya sendiri? Sedekat apapun kita pada sahabat, pasti masih ada sesuatu yang harus kita jaga sendiri dan orang lain tak boleh mengetahuinya.

Aku tahu, cepat atau lambat kau pasti akan berusaha mencari permata itu karena kecerdasanmu dalam menyelamatkan barang yang tak seharusnya di pegang oleh orang yang salah. Maka dari itu aku menyerahkan hal ini padamu.

Kau tenang saja, anakku, tak kuberi tahu kalau kau adalah Kai, atau Kai adalah Phantom Thief. Aku yakin, suatu saat kau mau mengakui jati dirimu yang sebenarnya pada anakku, Han Aemi.

Sekarang aku ingin hidup di luar negeri yang jauh dari Korea Selatan dan ingin membangun hidupku yang baru. Kutitipkan Aemi padamu ya. Jangan buat ia menangis, ok?

 

Your Father In Law,

Han Soo Jin,

For my Son

The Phantom Thief  The Truth Prince

Haha. Dasar!!

“akhirnya kau datang….” Suara serak nan parau menggaung jelas di gendang telingaku. Aku segera mencari sumber suara. Mr. Han Soo Jin?

“benar ‘kan, kau, adalah Kai, The Truth Prince?” ia tersenyum lebar padaku.

Aku membalas senyumannya. “tahu dari mana?”

“Yang tahu ruang rahasia ini hanyalah aku. Sudah kubilang di surat itu ‘kan? Kecerdasanmu itu sangat hebat,” ia berjalan menghampiriku. “kecerdasanmu yang sudah menuntunmu untuk membuka ruangan ini. Bahkan putriku sendiri tak tahu tentang ruangan ini….”

Aku tersenyum lagi. Lalu mengambil sapphire blue yang ada di tangan kanan patung itu. Lalu berjalan ke sebuah jendela kecil yang ada di ruangan itu. Aku membuka jendela itu, lalu berjongkok di atasnya. Aku menoleh sekilas ke Mr. Han. “terima kasih atas restumu…. Dan terima kasih sudah menyerahkan tugas ini padaku….”

“ya….”

“karena aku, tak akan membiarkan orang lain terluka hanya karena sebuah batu permata kecil seperti ini…. Dan karena aku….”

Aku membuka baju pelayanku. Seketika itu juga aku sudah memakai baju putihku, lengkap dengan topi tinggi khas pesulap dan kaca mata kananku. “adalah Kai, The Truth Prince.”

Aku meloncat dari jendela itu dan membuka Hang glider yang selalu kubawa, mempermudahku untuk kabur.

Baiklah. Tugasku sekarang adalah mengembalikan batu permata ini ke Inggris.

Bagusnya, kukembalikan dengan terbang bersama hang glider-ku, atau terbang dengan pesawat? Takutnya, selagi aku membawa permata itu di pesawat, malah akan terjadi kecelakaan di pesawat itu.

Baiklah, aku turun ke sebuah atap gedung, menukik rendah.

Aku segera bersiul setelah berdiri tegak di sana.

Satu-persatu kawanan burung merpati menghampiriku. Kuterima cengkraman kaki mereka di jariku, meletakkan mereka ke tubuhku.

Setelah tubuhku di tutupi dengan sempurna oleh burung-burung itu. Aku memetikkan jari, dan berkata,

“Fly to England” seluruh burung itu menghilang, dan akupun menghilang, seiring rontoknya bulu merpati.

~*Aemi PoV*~

“Ayah bilang aku tidak boleh menceritakan ini pada siapapun, kenapa ayah malah menyuruhku cerita pada Kai?” gerutuku di telpon. Ayahku yang sekarang berada di Paris ini memang aneh.

“tak apa ‘kan?” ucapnya santai. “lagipula, dia orang yang baik. Aku yakin dia tak akan membeberkan berita ini pada siapapun….”

“iya sih….”

“Eh iya…. Sekali-sekali, cubit pipinya….”

“Kenapa?” Aku terkejut. Menyuruhku mencubit pipinya? Apa itu tak aneh?

“kau tahu, The Phantom Thief itu bisa menyamar jadi siapapun kan? Aku takut, dia malah menyamar menjadi Kai, dan malah menculikmu dari pelukan Kai….”

“Ayah ini bilang apa?” bentakku. Ayah sering sekali membuatku tersipu malu. Dan semua berkaitan dengan Kai a.k.a Kim Jong In.

“Hahaha!! Sepertinya ayah sudah berhasil membuat anak ayah malu….”

“Sudahlah….” Aku berusaha mengalihkan perhatian. “Lalu, apakah The Phantom Thief sudah terpancing?”

“Hahaha…. Putriku mengalihkan pembicaraan….”

“Ayah!!!!!”

“Iya iya….” Ayahku tertawa. Puas sekali. “sudah…. Sudah…. Dia sekarang tengah mencari patung Victoria, lalu mengembalikan Sapphire Blue itu ke genggaman patung itu.”

“Sebenarnya dia baik ya yah? Aku merasa bersalah telah salah sangka padanya….”

“titipkan saja rasa maafmu pada Kai. Dia bilang, dia temannya kan?”

“i~”

Ting Tong!!!

“Aemi…. Ini aku Kai….”

“sudah ya ‘yah? Ada tamu….” Ucapku mendengar suara barusan.

“iya…. Tak baik mengacuhkan Kai….”

“Ayah!!!!”

CKLEK!!

Ayah menutup telponnya.

Aku segera membuka pintu ruang tamu.

“Masuklah….” Ucapku padanya sambil tersenyum.

Ia masuk. Entah mengapa, senyumnya tidak menghiasi wajahnya. Ia malah terlihat gugup.

“Kau kenapa?”

Sekarang, ia baru tersenyum. Walau tersenyum tipis.

“tak apa….” Jawabnya singkat.

Eh, iya. Aku teringatkan kata-kata ayah.

“kau tahu, The Phantom Thief itu bisa menyamar jadi siapapun kan? Aku takut, dia malah menyamar menjadi Kai, dan malah menculikmu dari pelukan Kai….”

Aku segera mencubit pipinya. Mungkin dia gugup karena berhasil menyamar menjadi Kai dan harus berhadapan denganku, orang yang belum pernah ia temui.

“AAAA!!!!” ia berteriak sangat kencang. Ah, iya. Powernya memang kuat kan? Saat bernyanyi juga langsung terdengar.

“kenapa kau mencubitku?” ia membentakku sambil mengelus pipinya yang baru kucubit.

“Maaf….” Ucapku sambil tersenyum kecut padanya. “Ayahku bilang, aku harus waspada. Bisa saja Th Phantom Thief menyamar menjadi kau dan akhirnya menculikku….”

~*Kai PoV*~

Orang tua itu!! Sialan!! Dia kan sudah tahu, aku adalah phanthom Thief? Mana mungkin diriku sendiri menyamar menjadi aku?? Bodoh!!

“Jadi, kau bermaksud membuka topeng dari Phantom Thief?” tebakku. Ia mengangguk.

“Sakit?”

“Tentu saja!!”

“Maaf….” Aku hanya mengangguk pelan. Dasar.

“Aku…. Ingin bilang….”

Ia menatapku lekat.

“Begini, kalau misalkan aku bilang, aku adalah Phantom Thief, bagaimana reaksimu?”

“Hahaha…. Jangan bodoh!!” ia tertawa lepas. Sialan!! Malah mengataiku bodoh pula.

“Kenapa?”

“Kau itu cool, sementara Phantom Thief itu ‘sok’ cool…. Kalian itu beda….”

“Hey…. Yang membangun kesan ‘sok’ cool itu kan dirimu sendiri, yang membenci Phantom Thief…. Bukan karena Phantom Thief itu ‘sok’ cool….”

“Iya sih….” Kali ini, dia berhasil menangkap keseriusan di wajahku. “Jadi benar, kau Phantom Thief?”

Aku mengangguk pelan.

“kenapa kau tidak mau mengakuinya?”

“aku tahu rasa bencimu pada Phantom Thief, mana mungkin aku mengakui hal itu dan membuatmu menjauh dariku?”

Ia masih tak percaya. Aku benar-benar Jengkel.

“Kalau tak percaya, tanya saja ayahmu….”

“tapi, kenapa ayah bilang~”

Aku tahu maksudnya. “dia memancingku untuk membuat pengakuan padamu. Supaya saat bertemu kau tak mencubit pipiku lagi….”

“Hahaha….”

Kali ini kubiarkan ia tertawa diatas penderitaanku. Pipinya sampai merah, memegangi perutnya, dan disela-sela tawanya ia berkata, “aduh…. Aduh….”

Dia benar-benar tertawa mendengar ucapanku tadi, dan mungkin melihat wajahku yang sekarang memerah karena menahan rasa malu.

Tak lama kemudian, ia berhenti tertawa.

“Puas?” tanyaku.

Ia mengangguk. Masih ada sisa-sisa tawa dibibirnya itu.

“Aku minta maaf….” Ucapnya kemudian.

“Karena telah menertawakanku?”

“Bukan….” Sergahnya. “karena aku sudah salah paham atas apa yang kau lakukan selama ini….”

Aku tersenyum. “baguslah, akhirnya kau mengerti….”

Ia mengangguk.

“Ehm….” Aku berdehem. “Hari ini, aku mengakui itu semua, supaya aku bisa mengatakan ini dengan tenang….”

“mengatakan….” Ia terlihat gugup saat aku menggenggam kedua tangannya dan menatap matanya sedalam mungkin. “apa?”

“Bahwa aku mencintaimu….” Ucapku lugas. “begini, aku sudah lama ingin mengatakannya. Tapi, karena kau belum tahu jati diriku yang sebenarnya, aku mengurungkan niatku. Apalagi, kau terus-terusan menyalahkan Phantom Thief, tanpa tahu yang sebenarnya.”

Ia terpaku menatapku, setelah mendengar penuturanku tadi.

“berkali-kali, aku berusaha meyakinkanmu, bahwa Phantom Thief melakukan semuanya dem sebuah kebenaran, tapi kau malah membantahnya dengan segudang argumentasi….”

Aku menghela nafas. “Dan, akhirnya, hari ini datang juga. Hari dimana kau tahu yang sebenarnya tentang Phantom Thief, membuat aku merasa tenang untuk mengakui kenyataan bahwa akulah Phantom Thief. Kau sudah tahu jati diriku yang sebenarnya….”

“Lalu?”

“Kau mau, menjadi kekasihku?”

Lama-kelamaan, tersungging senyuman yang indah di bibirnya, lalu bibir itu bergerak, “ya.”

10 thoughts on “[EXO in Love] Kai – Sapphire Blue

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s