Inveartible 06 :: Baekhyun :: Kill My Mom


Inveartible 05 ::: Byun Baekhyun:: Kill My Mom

Author : Sasphire

Main cast : Byun Baekhyun EXO K

Ratting : PG 16, NC 17

Genre : Thriller

Length : Chaptered

Preview ::

Ren | Krystal | Baekhyun | Jeongmin | Ren (2) | Baekhyun (2)

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery | Blog

 

Aku berdiri di lantai paling atas sebuah apartemen besar di kota ini

Malam ini, aku menatap para manusia yang berjalan santai di bawahku. Banyak mobl lalu lintas yang juga melewati jalan raya itu.

Aku mendesah kesal.

Kenapa aku harus hidup sebagai Inveartible jenis kedua? Kenapa bukan manusia biasa?

Lalu, kenapa harus ada Inveartible di dunia ini?

Menggangu.

Aku juga pernah hidup sebagai manusia yang tak tahu apa-apa tentang Inveartible. Hidup diantara sesama manusia itu sudah menyusahkan, apalagi dengan perusak semacam Inveartible?

Aku menghela nafas.

“Baekhyun…. Kau ini calon ketua Inveartible, berhentilah memikirkan hal yang aneh….”

Aku tersentak mendengar suara itu.

Aku menoleh ke belakang. Kudapati lelaki bermantel berjalan menghampiriku. Gawat.

Ketua.

Dia selalu bisa membaca pikiran Inveartible lain.

Aku langsung membuang pandanganku ke bawah, seperti tadi. Pura-pura mengacuhkannya. Pura-pura tak mempedulikan kehadirannya. Padahal aku tegang setengah mati.

Perlahan, tangannya menepuk pundak kiriku.

“Takdirmu menjadi ketua Inveartible. Dan itu tak bisa dipungkiri. Ingat itu baik-baik….”

“Tak mungkin….” Aku tertawa kecil. Tangan kananku menyingkirkan tangannya dari pundakku. “aku sangat menyayangi ibuku. Aku tak mungkin memangsanya….”

“tapi aku yakin, tak lama lagi, kau akan jadi ketua Inveartible….”

“darimana ketua punya keyakinan besar atas hal itu?” tanyaku, berusaha sabar. Walaupun kata yang kulontarkan barusan kuucapkan dengan nada tinggi. Dan aku begitu bodoh, mengajukan pertanyaan barusan. Dia bisa melihat masa depan. Aku baru ingat itu.

Dia tak menjawab.

Beberapa waktu kami lewati, diiringi angin yang berhembus kencang.

“Yang penting…. Kau akan menjadi ketua…. Dalam waktu 2 hari ini….”

“hei…. Aku sudah bilang kan? Aku tidak suka menjadi ketua…. Ren tuh, yang punya ambisi untuk menjadi ketua….” Kali ini aku benar-benar kehabisan kesabaranku!!

“Nah…. Itu…. Itu….” Ia melayang ke depanku sambil menunjuk-nunjuk wajahku dengan cepat. “itulah sifatmu yang sudah menggambarkan kalau kau adalah ketua Inveartible sesungguhnya…..”

Aku kembali tertawa kecil, berusaha terlihat acuh pada ucapannya. Padahal sekarang aku terkejut bukan main!!

“kau bisa mengetahui apa yang ada di pikiran temanmu…. Kau juga bisa menerka apa yang dilakukan temanmu, sekarang, ataupun masa depan!! Kau juga bisa tahu apa ambisi temanmu, tanpa dia pernah bilang padamu!! Itu hal terpenting yang harus dimiliki ketua. Kau bisa memikirkan kebaikan untuk teman-temanmu. Dan, masalah Ren,” ia menghela nafas. Mungkin dia kelelahan berbicara banyak. Dia kan sudah tua, “dia itu Individualistis. Dia sama sekali tidak bisa menjadi ketua….”

“Bagaimana kau bisa bilang begitu??”

“Coba kau lihat, apa yang Krystal lakukan sekarang?”

“Masa bodoh tentang Krystal!!” sekelebat bayangan begitu saja melewati benakku.

“Yang aku tahu hanyalah, sekarang Krystal sedang mencari mangsanya dengan membuat onar di….”

Aku tercekat, tak meneruskan kata-kataku. Aku memegangi kepalaku dengan kedua tanganku sambil menggeleng.

“bukan…. Bukan aku….” Aku menggeleng kuat. “bukan aku…..”

“kau tak bisa memungkirinya…..”

“Cukup!!” aku membentak. “Cukup omong kosongmu itu!!”

Aku menatap lurus ke depan dengan ragu. Sudah tak ada. Orang yang cerewet itu sudah tak ada.

Aku membalikkan badanku. Aku semakin terkejut.

Ren.

“Sejak kapan kau disitu?”

Ren menatapku dingin, lalu berjalan menghampiriku.

“Kalau kau manusia, kau sudah kumakan jantungnya….”

Aku menatapnya bingung. “hah??”

Dia menepuk pundakku, lalu memaksaku untuk menjabat tangannya. “selamat ya…. 2 hari dari sekarang, kau jadi Inveartible sesungguhnya, dan menjadi ketua Inveartible….”

Dia sudah dengar semuanya.

Iapun pergi meninggalkanku, tanpa mengucapkan kata-kata lain.

~***~

Untuk menyegarkan kembali pikiranku, aku memutuskan untuk menjenguk ibuku. Kali ini aku membawa setangkai mawar merah.

Saat aku melewati kamar yang bersebalahan dengan kamar ibuku, seorang perawat keluar ruangan. Ia tersenyum menatapku.

“wah…. Tuan Byun…. Kemari untuk menjenguk nyonya Byun kan?”

Aku mengangguk pelan sambil tersenyum. Ramah sekali perawat itu.

Pada dasarnya semua manusia itu baik. Aku bisa bilang begitu karena aku berasal dari manusia biasa.

Kecuali ketiga kakakku, dan ayahku.

Mereka penjahat.

Aku memasuki kamar ibuku.

“Ibu…. Aku datang….”

Aku menutup pelan kamar ibu, lalu memandangnya lekat sambil tersenyum. Akupun berjalan menghampiri meja yang ada di sampingnya, mengambil bunga mawar yang sudah layu, membuang air ke dalam plastic yang sudah kubawa, lalu kuganti dengan air baru yang segar, dan tentu saja meletakkan mawar yang baru.

Ibu suka mawar.

Aku duduk di sampingnya. Lalu menggenggam erat tangannya yang sudah bertahun-tahun di suntik jarum infus. Karena aku.

“ibu….” Aku menatapnya penuh kasih sayang.

“sadarlah…. Lalu kita melarikan diri…. Kita menjadi keluarga yang bahagia…. Aku rela melepas statusku sebagai Inveartible….” Ucapku setengah berbisik.

~***~

Aku duduk di sofa ruang tengah, memikirkan sesuatu. 2 hari? Memangnya apa yang ibu lakukan hingga aku tega membunuhnya?

Kalau dihitung dari ucapan ketua, berarti hari inilah eksekusinya.

Apa salah ibu? Bukankah dia terbaring koma?

Ah, iya. Lupa.

Aku boleh memakan keluargaku tanpa mementingkan benar-salahnya mereka. Yang penting keberanian untuk membunuh.

Berarti omongan ketua hanya gertak sambal.

Kali ini, Ren lewat di depanku.

“Hai Ren….”

Ia menatapku sekilas dengan tajam, lalu berlalu begitu saja. Oh, dia masih marah padaku? Kekanak-kanakan sekali.

TRIRIT TRIRIT

Aku merogoh saku celanaku untuk mengambil handphoneku yang berdering. Aku membaca tulisan di  layar handphone.

Rumah sakit?

Pikiranku menuju ibu yang sudah koma 7 tahun ini.

Penuh keraguan, aku mengangkat telepon. “Halo….?”

~***~

Aku berjalan di sepanjang koridor rumah sakit sambil tersenyum cerah.

Ibu sudah sadar dari komanya.

Dan katanya, kondisinya langsung membaik, meski butuh beberapa terapi untuk melemaskan ototnya yang kaku karena terlalu lama berbaring.

Saat aku berdiri di depan pintu dan memegang gagangnya….

“Tapi…. Anda beruntung sekali nyonya, punya anak yang baik dan tampan….” Ucap suster yang kemarin menyapaku.

“Anak? Aku tak punya anak….”

Aku tercekat. Tidak punya? Dia lupa aku masih hidup? Atau, jangan-jangan, dia amnesia?

Aku khawatir.

“Tidak punya?” perawat itu mengernyit. “tapi, tiap hari, selalu ada seorang lelaki tampan yang datang kemari setiap hari…. Dan seminggu sekali mengganti bunga mawar yang ada di meja anda….”

Ibu terlihat mengernyit. “benarkah?”

Perawat itu mengangguk. “tingginya sekitar 183 cm…. namanya Byun Baekhyun….”

“oh…. Baekhyun….”

Ternyata ibu ingat.

“dia itu, pembawa sial bagi keluarga Byun….”

Aku tercekat. Ibu bilang apa?

“pembawa sial?”

“iya…. Pembawa sial…. Dia itu, suka sekali membuat onar….”

Hey, yang sering membuat onar itu ketiga kakakku bu!! Ibu tidak ingat bagaimana mereka merusak sekolah mereka sendiri karena tawuran?

“dia tidak patuh pada ucapan orang tua….”

Hah??!!

Ibu tidak ingat, saat Ayah memukul punggungku karena baju ayah tak sengaja hanyut di sungai saat aku mencucinya? Saat itu aku hanya diam, meski mata sudah memerah, ingin membunuh Ayah, aku tetap diam!! Apa itu belum cukup untuk dikatakan patuh?

Dan lagi….

Saat aku kecil, aku jadi pesuruh di keluarga Byun. Aku juga tak pernah memberontak. Aku kurang apa??!!

“aku juga mengira dia itu keturunan iblis…. Di tubuhnya terdapat ukiran hitam yang agak mengerikan….”

Oh…. Begitukah??!!

“aku juga sempat melihat motif itu…. Tapi, kukira dia orang baik….”

“yang membunuh semua anggota keluargaku adalah dia….”

“Benar-benar kejam….”

Kalian berdua manusia brengsek!!!

Bunga mawar di tanganku sudah terlepas.

Aku melihat jam dinding yang ada di atas pintu kamarku. Hampir jam 12 malam.

Suasana di koridor pun sepi.

Beberapa saat kemudian, aku baru ingat, malam ini malam bulan purnama.

Malam dimana kekuatanku lebih besar 10 kali lipat dari biasanya, atau, 100 kali lipat dari manusia.

Mulai detik ini juga, aku benci manusia.

Setelahnya, perawat itu keluar dari kamarku. “wah…. Tuan Byun~”

Aku langsung menamparnya dengan lenganku hingga ia terpelanting jauh.

“AAKKKHH!!!”

Aku berjalan cepat menghampirinya, lalu menjambak rambutnya, dan menatap tajam matanya.

Saat itu juga, dia melihat bola mataku yang memerah. Api yang keluar dari motif hitam di tubuhku.

“Kalau kau berani membuat kegaduhan, hidupmu akan lebih pendek lagi….”

“A…. am…. Pun….” Rintihnya.

Aku berdesis, “aku benci gadis yang suka gossip….”

Aku mendorongnya ke arah dinding putih yang seketika itu juga berubah menjadi merah pekat, terkena darah gadis itu.

Aku kembali berjalan menghampirinya yang sedang pingsan, lalu menjambak rambutnya lagi.

Aku menyeret tubuhnya ke ruang mayat.

Aku membaringkannya ke salah satu kasur yang kosong.

Aku melihat kesekeliling ruangan. Di pojok ruangan  ada gunting. Mungkin bekas otopsi.

Kulihat, di ujung gunting itu terdapat darah yang sudah mengering.

“matilah….”

Aku menancapkan gunting ini ke dada kiri perawat itu, tempat jantungnya berada.

Aku mencabutnya kembali, lalu menancapkannya ke otaknya. Darah kembali mengucur deras.

Aku mengambil psau itu lagi, lalu menghujatkannya ke matanya.

Itu penyiksaanku yang terakhir padanya. Akupun menarik pisau yang penuh dengan darah itu lalu menjilatnya.

Aku tak punya niatan untuk memakan jantungnya.

Niat yang ada saat ini,

Membunuh ibu.

Percuma aku menunggu selama 7 tahun kalau ujung-ujungnya dia malah mengumbar aibku di depan orang lain.

Bagaimana mungkin seorang ibu melakukan hal keji seperti itu?

Induk Inveartible jenis pertama yang punya anak Inveartible jenis ketiga saja tidak pernah terima jika anaknya di ejek inveartible lain, mereka juga selalu membangga-banggakan anak mereka, kenapa ibu tidak?

Percuma aku mempertahankannya selama ini.

Aku menggenggamkan pisau ini ke tangannya, supaya terlihat bahwa ia bunuh diri.

Sekarang, bunuh ibuku.

Dengan menguatkan hatiku yang sebenarnya rapuh karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa ibu adalah orang yang seperti itu, aku membuka kasar pintu ruangannya.

“Baekhyun?” ucap ibu tersenyum cerah. “kau sudah besar nak…. Ibu merindukanmu…. Sini, duduk di dekat ibu….”

Sekelebat kenangan indah kembali terlintas di benakku. Aku mau menangis.

Tidak, aku tidak boleh menangis demi wanita tua ini.

Aku harus bisa menerima kenyataan, dia, munafik.

Api yang keluar semakin menyala, semakin besar.

Aku berjalan pelan menghampirinya.

“ke…. Kenapa…. Baekhyun?”

Ia bergetar ketakutan.

“kenapa?”

Kini aku sudah berada di samping ranjang ibu. “kenapa?” aku mengulangi pertanyaan ibu dengan senyum sinis. “ibu bilang kenapa?”

Ia masih terdiam ketakutan.

“pembawa aib…. Pembuat onar…. Keturunan iblis….”

Ibu terlihat terkejut.

“aku seperti itu kan?”

“Baekhyun…. Ibu tidak bermaksud….”

“MUNAFIK!!!”

Tanganku langsung bergerak mencakar perutnya lagi. Membuat luka yang membuatnya koma 7 tahun ini semakin parah.

“KAU BUKAN IBUKU!!!” aku mencakar dadanya, namun tidak cukup dalam.

“AAkhh!!”

Kali ini aku menangis, mengingat kebaikan ibu. Lebih tepatnya, menangis karena marah, mengingat kebaikan ibu selama ni hanyalah topeng.

“PENJAHAT!!”

Aku mencakar tubuhnya bertubi-tubi dengan umpatan dan makian yang semakin lama semakin tak jelas pengucapannya. Aku benar-benar tak bisa menahan amarahku.

“KAU TAK TAHU SELAMA INI AKU HIDUP DALAM PENDERITAAN??!! HAH??!! AKU MENDERITA BATIN HANYA UNTUK MEMPERTAHANKANMU!!!”

“baekhyun….” Ibu merintih saat terbaring sekarang. Tubuhnya sudah tercabik-cabik tak karuan.

“DAN ORANG YANG KUPERTAHANKAN MALAH MENYAKITI HATIKU SEPERTI INI??!! KAU TAK TAHU RASANYA KAN??”

Air mata ibu mengalir. “….af….”

“af? Maaf?” aku tersenyum sinis. Aku membuka mulutnya secara paksa dan mencabut lidahnya.

“ARGGHH!!”

“terlalu mudah lidahmu untuk mengucap kata maaf….”

Kali ini, aku menghujat jantungnya, dan mencabutnya secara paksa. Dia mati saat itu juga.

Pada awalnya, aku merasa berdosa telah membunuhnya.

Sesaat setelah itu, aku tertawa. Tertawa puas.

Aku sudah mengambil jantungnya. Jantung yang sudah membuatnya hidup. Jantung yang sudah membuat 7 tahunku sia-sia.

Aku segera memakannya dengan cara biasa. Penuh amarah. Penuh kebencian.

Setelah menelan jantung itu seluruhnya, aku merasa tubuhku berubah. Sakit yang sangat mendalam.

“AARGGHH!!!”

Bajulu robek karena ukuran tubuhku membesar.

Tumbuh bulu-bulu hitam di sekujur tubuhku.

Rambutku memanjang.

Hingga akhirnya bajuku robek sana-sini. Tinggal memakai celana.

Aku tahu kakiku berubah, namun ukurannya tidak berubah.

Inilah wujud asliku.

Serigala hitam yang bertangan.

Aku melolong keras.

“AAOOO!!!!”

Akupun membuka jendela kamar, dan meloncat kesana kemari.

Aku sudah menjadi Inveartible sesungguhnya.

“Selamat Baekhyun….”

Aku menoleh. “ketua?”

“Hari ini, kau resmi menjadi ketua Inveartible….”

JLEBB!!!

Dari ekspresi wajahnya, terlihat sekali kesakitan yang sangat. Aku terkejut mendapati mata tombak perak berada di perutnya.

Seketika itu juga, Ketua melebur menjadi debu. Hilang tak berbekas.

Singkatnya, mati.

EXTEARMINED!!! BRENGSEK!!! BERANI SEKALI MEMBUNUH KETUA!!!

Saat extearmined cecurut itu mengayunkan tombak padaku, aku langsung menarik tombaknya, lalu mematahkannya menjadi dua.

“AAAOOOO!!!!”

JLEB!!!

Aku menusukkan tombak perak itu ke perutnya, lalu mencakar wajahnya.

“AEGGHHH!!!”

Selanjutnya, aku menancapkan mata tombak ini ke kepalanya.

Pecah seketika.

Aku juga merasakan adanya bahaya di belakangku. 2 orang.

Aku langsung balik badan dan mencakar keduanya dengan sekali ayunan tangan. Aku langsung menginjak wajah dua orang itu dengan kaki serigalaku. Kuku-kuku yang tajam ini sudah cukup untuk membuat wajah mereka hancur.

“Extearmined payah seperti kalian bukan tandingan para Inveartible….”

Aku sudah puas membunuh ibu tadi. Aku juga sudah puas memakan jantungnya. Maka tak ada satupun alasan yang menguatkanku untuk memakan jantung ketiga cecurut ini, karena aku tak punya hasrat untuk makan. Alasanku membunuh mereka, karena mereka sudah membunuh ketua.

Orang cerewet yang sangat kuhormati itu.

Baiklah ketua.

Aku tak akan membangkang lagi dari ucapanmu. Aku akan patuhi ucapan terakhirmu padaku.

Menjadi ketua inveartible.

“menjadi ketua Inveartible itu adalah takdir yang tak bisa kau pungkiri begitu saja…. Ingat itu….”

Suara ketua. Barusan aku mendengarnya.

Aku tersenyum.

Iya ketua…. Aku tahu….

Aku memetikkan jari.

Seketika itu juga aku kembali dalam wujud manusia.

Saat aku tidak dalam keadaan bahaya, lebih baik aku berwujud seperti Inveartible jenis kedua.

Aku lebih suka seperti itu. Seperti ketua terdahulu.

 ~***~

11 thoughts on “Inveartible 06 :: Baekhyun :: Kill My Mom

  1. wawawa yang disini lebih panjang ya ceritanya asek aseekk..
    nyesek banget pas ibunya ngata ngatain baekhyun *pukpuk bacon
    meskipun nggak sadis tapi jalan ceritanya paling bagus ini.. jempol buat sasa!

    1. lho? gak sadis? ._. haha.. iya loh.. katanya part ini bener2 unpredictable, aku nyampek bingung, berarti part sebelumnya itu bisa di teak semua ya?😄 #kopak

      makasih unn ^^

  2. Sa, aku syok bgt pas bc ff ini. Bukan syok aja, tp merinding yg menjalar ke seluruh tubuh dan langsung inget film horor~Phobia sm The Ring.

    Tp Sa, ini ada yg msh ngeganjel di pikiranku. Sebenarnya itu ibunya Baekhyun itu beneran ngatain hal itu atau itu teh si ketua yg nyamar jd ibunya Baekhyun? Asa ga percaya klo ibunya beneran ngatain.

    1. haha.. yah… emang sengaja dibuat penasaran😄 iya… ibunya beneran bilang gitu… keren kan ya? mungkin unn bertanya-tanya, mang ada ya, ibu setega itu? nah…. itu juga yang buat aku bingung (lho?)

      tapi emang sengaja dibuat gini unn… biar lebih ngena aja…. nyesek-nya biar ngena aja… T.T

  3. chingu , aku nyesek baca FF ini T.T
    sadis banget bacon..
    dibalik wajah imutnya tersembunyi sejuta kedengkian..
    bacon..bacon.. kejem banget..
    tapi ibunya sadis juga ituh.. setuju kalo bacon bunuh ibunya😀 #loh..
    author , maaf yaah aku baru komen disini >_<

  4. sial. padahal lebih seru kalau ibunya bener” baik. dan baekhyun melarikan diri sama ibunya terus baekhyun diserang sama inveartible lain. kan jadi ada kesan sad nya. ya tapi cuma saran sih

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s