[Freelance] Failed Revenge part 6


 

Author         : Shafira Firdaus [cloudsungie]
Tags             : All member of Super Junior
Catatan        : Cerita ini adalah cerita fiksi. Semua yang terjadi disini murni buatan

author. Jadi kalau ada kesalahan apapun mohon dimaafkan.
Poster by illuth@parrkyuri.wordpress.com

CHAPTER 6 [RYEOWOOK]

“Hyung! Bangunlah!” Aku memukul-mukul punggung Yesung hyung yang masih tidur lelap di sebelahku.

“Ne…” Jawabnya malas sambil mengubah posisi tidurnya.

“Yesung hyung paboya!” Aku menyibak selimut yang masih menutupi setengah tubuhku dan langsung bangun, berjalan ke arah dapur.

Sial, kenapa masih sepi sekali? Jam berapa sih ini? Aku mengangkat mataku ke arah jam dinding yang tergantung tepat di depan pintu dapur. Pukul 6 tapi belum ada yang bangun.

Kemana manager hyung? Biasanya kalau jam segini kami belum bangun pasti dia akan datang. Hah, masa bodoh. Akupun mengambil sebuah gelas di dalam rak dan langsung mengisinya dengan susu putih segar. Aku berjalan kembali ke kamar.

Hm? Bau apa ini? Aku mengendus-ngendus koridor. Seperti ada bau amis yang sangat menusuk. Aku terus mengikuti bau ini. Hingga akhirnya menemukan sebuah jejak berwarna merah di lantai.

Da-darah? Mataku terbelalak melihatnya. Dengan ragu kusentuh jejak itu. Sudah kering. Itu berarti darah ini sudah menetes lebih dari sejam yang lalu. Aku terus berjalan ke koridor kamar Eunhyuk hyung, Donghae hyung dan Kyuhyun. Aku menemukan bekas darah nyaris di setiap lantai. Dadaku langsung berdegup tak keruan. Menunggu ujung dari jejak darah ini.

PRRANGG!!! Gelas susu yang tadi kupegang langsung terjatuh. Mataku membesar. Tubuhku bergetar hebat. Air mataku nyaris keluar. Saat kulihat sesosok bayangan yang sangat kukenal tergeletak lemas dengan tubuh bersimbah darah.

“AAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!”

***

          “Ryeowook-ssi, bagaimana awalnya anda bisa menemukan mayat mereka?”

“Ryeowook-ssi, bagaimana keadaan Sungmin-ssi saat anda menemukannya? Apakah anda tidak melihat pelakunya?”

“Ya! Sudahlah, Ryeowook masih syok dengan kejadian ini! Nanti saja tanyanya!”

Aku masih diam. Menuruti Yesung hyung yang langsung menarikku dari kerumunan para wartawan nitizen. Aku benar-benar terpukul dengan kejadian ini. Aku bukanlah orang yang sanggup melihat darah sebanyak itu.

Ya, aku melihatnya. Aku melihat Sungmin hyung tergeletak lemas di depan kamar Eunhyuk hyung yang terbuka lebar. Tubuhnya bersimbah darah dan wajahnya sudah pucat pasi. Banyak tumpahan susu di sebelahnya. Dan ini masih permulaan. Kalian harus tau apa yang ada di dalam kamar Eunhyuk hyung.

Di kasur Eunhyuk hyung, terlihat pemandangan yang lebih mengerikan lagi. Eunhyuk hyung, sudah tidak bernyawa tergeletak di atas kasurnya dengan keadaan kepala tercabik-cabik. Menurut polisi kepalanya ditusuk-tusuk dengan benda tajam dan setelah itu dipukul dengan barbel yang ditemukan di samping pintu kamar. Aku bisa melihat—entahlah apa itu—yang langsung kudefinisikan sebagai isi kepala Eunhyuk hyung. Simpelnya dapat kukatakan mungkin itu otaknya. Aigo! Aku langsung mual membayangkannya. Saat ini air mataku tidak bisa berhenti mengalir.

“Ryeowook-ah, gwenchanayo?” Kangin hyung yang biasanya kasar dan tidak pedulian langsung menyambutku seketika aku sampai di dorm sebelas. Diikuti dengan hyung-hyungku yang lain.

“Banyak sekali wartawan di bawah sana. Bagaimana bisa berita ini tersebar begitu cepat.” Gerutu Yesung hyung yang masih berdiri di sebelahku. Dialah yang tadinya mengantarku ke kantor polisi untuk memberi keterangan. Hyung-hyungku yang lainnya sibuk mengurusi wartawan dan polisi-polisi di dorm.

“Wajar saja lah, hyung. Sudah ada twitter dan internet.” Komentar Siwon.

“Wook? Bagaimana hasilnya? Apa sudah ditemukan pelakunya?” Leeteuk hyung dan Heechul hyung langsung mendekatiku seusai berbicara dengan salah satu polisi yang menyelidiki mayat Eunhyuk hyung.

“Ani.” Jawabku pelan. “Mereka bilang akan segera datang jika sudah ditemukan petunjuk mengenai pelakunya.” Lanjutku.

“Su-sungmin hyung… sudah tidak bisa diselamatkan ya?” Tanya Kyuhyun disela isaknya. Saat ini dialah yang paling terpukul dengan kepergian Sungmin hyung.

Kami semua menoleh ke arahnya. Wajahnya begitu sedih. Aku bersumpah pemandangan ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Hari ini si evil Kyu itu benar-benar terlihat sedih dan kecewa.

“Mianhae, Kyu-ah. Andai saja aku menemukannya lebih cepat…” Ujarku sambil mengusap punggungnya.

“Ini semua bukan salahmu, Wook. Ini semua salah pembunuh itu!” Seru Heechul hyung berkoar-koar.

“Benar. Kita harus segera menemukannya sebelum jatuh korban lagi.” Sambung Leeteuk hyung.

“Omong-omong soal korban, kenapa saat ini ada dua korban yang dibunuh? Bukankah menurut ucapannya di pesan di ponsel Donghae, hanya Eunhyuk hyung yang dibunuh?” Kibum meremas dagunya. Dia berpikir keras.

“Benar juga.” Kangin hyung ikut-ikut berpikir.

“Kalau menurutku, Sungmin hyung melihat pelaku, jadi dia dibungkam.”

Kami semua menoleh ke arah sumber suara. Suara yang mengeluarkan argumen tadi. Yang bersangkutan malah tampak bingung.

“Ada apa? Ada yang salah? Itu hanya pendapat kok.” Kyuhyung mengangkat kedua tangannya di depan dada. “Jangan terlalu diambil pusing.”

“Tapi sebenarnya omongan Kyuhyun ada benarnya juga.” Ujar Yesung hyung. “Oya! Apa di ponsel Eunhyuk tidak ada pesan dari Hye Jung?”

Kami semua terdiam. Pandangan kami langsung mengarah ke kamar Eunhyuk yang sedang diselidik.

“Siapa tau ada, ayo kita cek!” Komando Leeteuk hyung sambil berlari ke arah kamar Eunhyuk hyung. Kami semua langsung mengikutinya.

“Permisi, pak. Apa kalian menemukan ponsel milik Eunhyuk-ssi?” Tanya Leeteuk hyung sopan. Kami semua menunggu dengan cemas.

“Ponsel?” Polisi itu langsung menoleh ke arah salah satu polisi lain yang sedang menyelidik kasur Eunhyuk. “Ada ponsel?”

“Oh, ne!” Polisi yang diajak bicara itu langsung mengambil sebuah plastik tembus pandang dan didalamnya ada ponsel milik Eunhyuk hyung.

“Ne! Itu dia!” Seru Leeteuk hyung sambil menunjuk plastik itu. “Bolehkah kami mengeceknya? Siapa tau di dalam sana ada petunjuk.”

“Andwae. Ponsel itu barang bukti. Tidak boleh disentuh siapapun.” Jawab polisi itu.

“Ayolah, pak. Ini penting. Soalnya di korban sebelumnya ditemukan pesan aneh.” Hankyung hyung turun tangan.

“Tetap tidak bisa.” Polisi itu tetap menolak.

“Jebal…” Kali ini Kyuhyun yang meminta. Wajahnya sudah memasang aegyo tingkat akut.

“Baiklah, tapi tetap dalam keadaan terbungkus.” Akhirnya polisi itu menyerah. Apakah polisi itu tidak tahan dengan aegyo Kyuhyun? Hanya Tuhan yang bisa menjawab.

Kami semua menunggu dengan cemas diluar kamar Eunhyuk hyung. Polisi tadi datang dengan plastik yang berisikan ponsel hyung.

“Apa yang kalian maksud dengan pesan aneh adalah ini?” Polisi itu memberikan ponsel Eunhyuk hyung sambil tersenyum mengejek. Kami buru-buru membacanya.

Eunhyuk sayang, tidur yang nyenyak ya. Jaga kesehatan. Jangan takut, eomma nanti akan menemuimu di dorm. Eomma sayang padamu. Saranghae.

Aku nyaris tak bisa menahan tawa. Tapi aku tahu ini buakn saat yang tepat untuk tertawa.

“HAHAHAHAHA!!!” Aku menoleh ke samping. Tampaknya Kyuhyun tak bisa menahan tawanya. Maknae evil itu tertawa terbahak-bahak sampai air matanya nyaris keluar.

“Kyuhyun!” Yesung hyung menyenggol rusuk Kyuhyun.

“Mwo, hyung? Mian aku benar-benar tak tahan untuk tertawa.” Ujar Kyuhyun di sela tawanya. Padahal baru beberapa menit yang lalu dia menangis. “Aku tau pasti kau juga ingin tertawa hyung.”

Yesung hyung hanya senyam senyum sendiri. Aku yakin dia sedang menahan tawanya. Begitu juga dengan member lain. Pipi Shindong hyung sudah memerah saking tak tahannya.

“A-apa tidak ada pesan lain selain pesan dari eommanya ini?” Tanya Leeteuk hyung berusaha tegas. Polisi itu menggeleng.

“Ani. Tidak ada pesan lain selain itu. Paling ada pesan-pesan lama di inbox-nya dari kalian.” Ujar polisi itu. “Yasudah, aklau tidak ada lagi yang ditanyakan saya kembali bekerja, ne?”

Kami semua mengangguk sembari mengucapkan teirmakasih. Polisi itu langsung kembali mengurus TKP.

“Sadar tidak sih kalau tadi kita mengetawai orang mati?” Ujar Kyuhyun sudah berhenti tertawa. Tapi wajahnya masih cengengesan.

“Hanya kau yang tertawa pabo! Kami tidak tertawa.” Heechul hyung menempeleng kepala Kyuhyun.

“Aku tau kalian ingin tertawa hyung.” Sangkal Kyuhyun sambil menyeringai.

“Sudah-sudah! Hal kecil seperti itu saja diributkan.” Seru Hankyung hyung. “Jadi bagaimana nih?”

“Entahlah. Mungkin pembunuhan berantai ini sudah usai.” Jawab Kangin hyung enteng.

“Ya! Enak sekali kau bicara! Apa motif sang pelaku kalau hanya membunuh Donghae, Eunhyuk dan Sungmin! Pasti ada sesuatu di balik semua ini.” Seru Heechul hyung.

“Permisi.” Beberapa orang berpakaian polisi datang menghampiri kami. Mereka polisi yang tadi mengintrogasiku di kantor polisi. Pasti ada sesuatu yang membawa mereka kesini.

“Oh, ne. Annyeong. Apa ada sesuatu, pak?” Leeteuk hyung buru-buru membungkuk dan menyambut mereka.

“Ne. Kami sudah menemukan beberapa petunjuk.” Ujar salah satu polisi yang paling depan. Kalau tidak salah namanya Inspektur Yunho. “Dari beberapa bukti yang ada, pembunuhan terhadap sodara Sungmin-ssi adalah diluar rencana pelaku. Ini terbukti dari banyaknya jejak yang ditinggalkan pelaku. Sedangkan pada pembunuhan Eunhyuk-ssi semuanya begitu bersih. Sama sekali tidak meninggalkan jejak. Sehingga, kami menyimpulkan bahwa Sungmin-ssi sebenarnya tidak masuk dalam daftar korban si pelaku. Mungkin saat pembunuhan terjadi, Sungmin-ssi tidak sengaja melihat pelaku dan untuk membungkamnya, si pelaku membunuhnya. Hal ini juga terbukti dari gelas dan tumpahan susu disekitar korban. Mungkin saja Sungmin-ssi terbangun tengah malam, hendak meminum susu dan dia tak sengaja melihat pelaku.”

Kami semua manggut-manggut antusias. Ternyata benar apa yang dibilang Kyuhyun. Tak salah psikolog kami menyebutnya pintar.

“Kemudian baju, sarung tangan, dan senjata yang dipakai pelaku kami temukan di tong sampah depan apartemen. Dan yang harus kalian tau, semua bersih. Tak ada satupun sidik jari disana. Paling yang kami temukan hanya darah dan sidik jari Ryeowook-ssi di pisaunya.”

DEG DEG. Dadaku berdegup kencang. Sidik jariku? Semua member menoleh ke arahku. Tidak, aku tidak membunuh.

“Tapi tenang saja, kami sudah tau kalau pisau yang digunakan pelaku adalah pisau yang sering digunakan Ryeowook-ssi untuk memasak.” Lanjut Inspektur Yunho. Perkataannya langsung membuatku tenang.

“Dan yang ketiga, kami menemukan ponsel Sungmin-ssi tergeletak di sampingnya, dan ada satu pesan aneh di dalamnya. Pesan itu akan kami beritahukan sehabis petunjuk yang keempat.”

Wajah kami menegang mendengar perkataan Inspektur Yunho. Ternyata bukan di ponsel Eunhyuk hyung, tapi di ponsel Sungmin hyung!

“Dan yang keempat adalah poin yang paling penting. Poin yang menunjukan identitas pelaku.” Lanjut Inspektur Yunho. “Kalau dilihat dari korban, pasti ini adalah perbuatan seorang pembunuh berdarah dingin yang sangat membenci Super Junior. Atau mungkin dia memiliki dendam kepada Super Junior. Kami simpulkan bahwa pelakunya adalah orang luar. Tapi ketika dilihat dari lokasi pembunuhan dan senjata, kesimpulan kami tidak bisa dipertahankan…”

“Maksud anda tidak bisa dipertahankan? Kesimpulan anda salah?” Tanya Siwon hyung. Wajahnya benar-benar cemas.

“Ne. Dorm kalian adalah dorm yang terletak di pusat kota. Dengan segala fasilitas canggih dan keamanan yang tidak ada duanya. Dan disetiap kamar apartemen, terdapat mesing canggih penjaga keamanan yang hanya bisa dibuka oleh kalian, sang manager, dan oran-orang SM yang bersangkutan. Sehingga, kami menyimpulkan bahwa ini bukan perilaku orang luar. Pelakunya ada di antara kalian, dan staff SM.”

Dadaku untuk yang kesekian kalianya berpacu dengan kencang. Aku mengedarkan pandangan kepada seluruh member. Wajah mereka benar-benar menunjukan ketakutan yang amat besar. Tidak mungkin.

“Ta-tapi itu mustahil, pak.” Kibum tampak protes. “Diantara kami terjalin kasih sayang. Tidak mungkin kami saling membunuh. Diantara kami juga tidak ada yang psycho. Kami tidak ada yang saling membenci.”

“Tahan argumenmu itu sampai kamu mendapatkan bukti, Kibum-ssi. Saya hanya menyimpulkan atas bukti-bukti dan keterangan yang ada. Kalian bisa cari bukti lain jika tidak setuju dengan kesimpulan kami. Dan selama belum terbukti pembunuhnya tidak diantara kalian, kami mengadakan pengawasan ketat 24 jam kepada kalian.”

“Tapi, kami tidak—”

“Sudahlah, Bummie.” Leeteuk hyung mendorong Kibum ke belakang perlahan dengan satu tangannya. Ia mengisyaratkan kepada Kibum agar diam. “Baiklah, kami menyetujui kesimpulan bapak…” Ujar Leeteuk hyung. Apa dia bilang tadi? Dia setuju? Apa mungkin dia pembunuhnya? Aish! Pabo! Tidak mungkinlah! “Tapi apakah tidak ada cara lain selain pengawasan ketat? Privasi kami sudah terganggu dengan banyanya wartawan diluar sana. Sekarang kemanapun kami pergi kami harus dikawal polisi? Apa itu tidak berlebihan?”

“Ne. Benar, pak. Itu terlalu berlebihan.” Kyuhyun menyetujui. Akhirnya Inspektur Yunho berdiskusi sebentar dengan kedua rekannya. Tak lama, beliau menghadap kami lagi.

“Kalau begitu kami akan berjaga disekitar kamar kalian dan apartemen ini saja. Kami tidak akan masuk.” Ujarnya. Leeteuk hyung mengangguk menyanggupi. “Dan, soal pesan aneh di ponsel Sungmin-ssi. Ini kopian dari isi pesan itu. Ponsel Sungmin-ssi sudah disimpan di kantor untuk pemeriksaan. Jadi kami hanya menulis kopiannya.” Inspektur Yunho memberi kami selembar kertas.

You must pay it! Wait for my next action, Kim Ryeowook. –Hye Jung-

***

To be continued

One thought on “[Freelance] Failed Revenge part 6

  1. Astaga… siapa sich pembunuh sebenarnya?
    Awas aja kalau dia berani sentuh my yeye, dia udah bunuh abang ikan sama pumpkin oppa T_T

    Aigoo! itu sich Kyu udah tau suasana lagi genting-gentingnya dia malah ketawa lepas kayak begitu.. dasar evill…
    hahaha😀

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s