[Freelance] Failed Revenge part 4


 

Author         : Shafira Firdaus [cloudsungie]
Tags             : All member of Super Junior
Catatan        : Cerita ini adalah cerita fiksi. Semua yang terjadi disini murni buatan

author. Jadi kalau ada kesalahan apapun mohon dimaafkan.

Poster by illuth@parkkyuri.wordpress.com

CHAPTER 4 [DONGHAE]

Aku merebahkan tubuhku di ranjang. Ini sudah memasuki musim gugur tapi udara di luar masih sangat panas. Padahal aku tidak melakukan apapun hari ini, tapi entah kenapa aku benar-benar sangat lelah.

Ponselku bergetar. Dengan malas kuraih ponsel itu yang berada di atas meja riasku. Ada sebuah pesan. Mwo? Unknown Sender?

Sekarang juga datanglah ke jalan kecil Gangnam-gu sebelah perempatan! Datang sendiri dan jangan lapor siapa-siapa! Jika tidak datang, maka nanti malam aku bersumpah kau tidak akan bisa melihat dunia lagi.

-HYE JUNG-

Jantungku berhenti berdetak. Kubaca pesan itu baik-baik. Bulu kudukku langsung merinding. Keringatku kembali bercucuran.

Aku menoleh ke kanan dan ke kiri dengan takut. Memastikan bahwa tidak ada satupun manusia—atau mahkluk gaib—yang sedang berada di kamarku. Aku membaca ulang pesan itu. Hye Jung?! Tubuhku menegang membaca nama yeoja itu. Yeoja yang sudah berkali-kali hadir dalam mimpiku. Bukan memperindah, malah dia berusaha untuk membunuhku.

Aku terduduk di kasurku. Frustasi. Rasa takut terus menyelimuti tubuhku. Otakku seolah-olah mengulang kejadian saat hantu yeoja itu mencekikku. Meskipun hanya mimpi, entah kenapa aku merasa itu nyata. Tangannya, rambutnya, kuku-kuku panjangnya, matanya. Oh, God. Aku bisa gila kalau memikirkan ini terus.

“Donghae-ya!” Aku terjengkang ke belakang. Terkejut. Kupandang namja sialan yang berani-beraninya mengangetkanku itu.

“Kau membuatku kaget, Hyukie! Bisa tidak mengetuk pintu dulu?” Seruku sambil menyembunyikan rasa takutku.

“Hahaha, kau ini seperti bukan temanku saja. Kenapa kau? Wajahmu lecek banget? Sakit?” Eunhyuk memegang keningku dengan gaya sok dokternya. Langsung kutepis tangan cungkringnya itu.

“Anio! Aku tidak sakit. Hanya saja…” Otakku terus berpikir. Apakah sebaiknya memberitahu Eunhyuk? Bagaimanapun orang iseng yang mengirimiku pesan itu tidak akan tahu kalau aku memberitahu Eunhyuk. Tapi bagaimana kalau dia tau? Bagaimana kalo nanti malam aku akan dibunuh?

“Ya!” Eunhyuk memukulku, membuatku sadar dari lamunanku. “Kalau ngomong yang jelas dong!” Serunya.

“Oh… anu… ah! Nggak jadi. Haha.” Aku tertawa garing. Eunhyuk menatapku sebal. “Hyuk, Leeteuk hyung dimana?” Aku mengalihkan perhatian.

“Hyung sedang mandi. Memangnya ada apa?” Tanyanya.

“Ah, gwenchana. Aku cuma mau izin keluar. Ada urusan mendadak. Kalau begitu aku bilang Yesung hyung saja.” Ucapku gugup. Aku yakin jika ditampung keringatku sudah seember.

“Kemana?” Hyuk mengikutiku yang beranjak pergi dari tempat tidur. Aku mengambil mantelku yang tergantung di belakang pintu—meskipun aku tau ini panas sekali—dan kacamata hitam pantaiku di atas lemari.

“Ke…” Aku memutar otak. Mencari tempat yang logis untuk kukunjungi. “Donghwa hyung membuat acara di Seoul. Dia ingin aku datang.”

“Acara apa? Aku ikut dong! Banyak makanan gratis pasti!” Eunhyuk bersorak girang. Glek. Semakin runyam saja.

“Andwae! Kamu nggak boleh ikut!” Protesku memukul kepalanya.

“Waeyo?”

“Kalau kubilang nggak boleh ya nggak boleh!” Jawabku kehabisan alasan. Eunhyuk menatapku curiga.

“Kau bukan mau kencan dengan yeoja kan?” Tanyanya penuh selidik. Aish! Apa pula yang dipikirkan monyet satu ini.

“Anio! Tidak mungkin lah!” Bantahku sambil membetulkan mantelku. “Sudah, aku mau pergi dulu.” Aku berlenggang keluar dari kamar, meninggalkan Eunhyuk yang masih di kamarku.

“Ya! Hyung!” Aku terkejut untuk yang kedua kalinya. Aku menoleh ke belakang. Kudapati si evil Cho Kyuhyun mendekat ke arahku.

“Kalau kamu mau menjahiliku nanti saja. Aku ada urusan penting.” Ucapku datar. Tapi kelihatannya Kyuhyun belum puas.

“Mau pergi kemana?” Tanyanya berdiri di hadapanku, menghalangi jalanku.

“Bukan urusanmu.” Jawabku cuek. Aku berjalan melintasinya. Dan kurasa dia sudah tidak akan bertanya lagi.

Tunggu sebentar. Apa yang kulakukan? Ngapain aku menuruti pesan usil itu? Bisa saja itu kerjaan member lain untuk menakutiku. Dan jika pesan itu benar dari Hye Jung, tidak mungkin juga hantu bisa mengetik pesan. Hah, seperti orang bodoh saja aku. Tapi bagaimana kalau nanti malam aku benar-benar mati? Sial, aku benar-benar bingung.

“Hyung? Tidak jadi pergi?” Seolah siluman, Kyuhyun tiba-tiba muncul dihadapanku. Membuatku mundur beberapa langkah.

“Ya! Kau membuatku kaget!” Seruku padanya. Kulihat Yesung hyung berdiri tak jauh dibelakangnya.

“Donghae-ya! Mau pergi kemana kau memangnya?” Yesung hyung mendekatiku dengan segelas susu stroberi di tangannya.

“Ada urusan penting yang mendadak, hyung. Aku benar-benar harus pergi.” Ujarku. Yesung hyung kelihatan bingung tapi dia langsung mengangguk.

“Annyeong, hyung, Kyu. Aku akan kembali nanti sore.” Aku langsung membuka pintu dorm dan keluar meninggalkan Yesung hyung dan Kyuhyun.

***

          Aku berjalan di trotoar jalanan Gangnam dengan santai. Seolah aku kesini tanpa sebab apa-apa. Seolah saat ini nyawaku tidak terancam.

Aku mengedarkan pandangan di sekitar Gangnam. Sepi. Hanya satu-dua mobil saja lewat. Ada apa? Biasanya jalanan ini penuh sesak dengan kendaraan dan orang-orang yang hilir mudik. Ini benar-benar tidak seperti biasanya. Daerah ini terlalu sepi.

Aku berbelok ke arah kanan. Mencari gang sempit yang dimaksud orang gila yang mengirimiku pesan itu. Dan aku melihatnya. Jalan gang itu berada tepat di depan sebuah van berwarna merah. Dengan hati-hati aku berjalan ke arah gang itu. Pelan-pelan, aku melirik ke dalam jalan sempit itu.

Tidak ada apa-apa. Hanya sebuah gang kecil yang kurang disinari cahaya matahari, dengan tong sampah besar di ujungnya. Aku menghela nafas lega. Aku kembali melanjutkan perjalananku masuk ke dalam gang itu. Aku memperhatikan sekelilingku. Hampa. Tidak ada apa-apa. Sudah kuduga, hanya perasaanku saja.

Semenit… dua menit… limabelas menit sudah terlewat. Aku persis seperti orang bodoh menunggu orang yang bahkan tidak kuketahui siapa di dalam sebuah gang gelap. Aku mendecak. Sudah kuduga pasti ini hanya kerjaan member lainnya, memanfaatkan kejadian Hye Jung dan rasa paranoidku. Aku pun berjalan keluar sambil mengumpat-ngumpat kebodohanku.

Tiba-tiba aku berhenti. Aku mundur beberapa langkah, tepat di depan van merah tadi. Aku mendekati kaca bangku pengemudi van itu. Terlihat pantulan wajahku disana dengan ukuran yang lebih besar.

“Wah, tampan sekali aku ya. Aish! Sial! Jerawat apa ini?!” Kuakui aku persis seperti orang gila berbicara dengan mobil.

Tiba-tiba aku merasa dunia langsung berhenti berputar. Dadaku berdegup kencang. Mulutku menganga lebar. Tanganku langsung terasa beku. Mataku membulat tak berkedip. Menatap sesosok bayangan dengan masker dan topi hitam. Menatap tajam ke arah pantulan diriku di kaca van tadi.

Tanpa berani menoleh ke arahnya sedikitpun aku memperhatikannya dari pantulan kaca tadi. Seluruh pakaiannya berwarna hitam. Dan tatapannya… hei! Aku pernah melihat tatapan namja ini. Sumpah! Tapi dimana? Ah! Aku tau!

Aku langsung membalikkan badanku, berniat meneliti tatapan orang ini lebih jelas. Tetapi tiba-tiba saja sekelebat benda runcing panjang menghujam perutku. Mataku membesar. Dan saat itu juga, duniaku menjadi gelap.

***

To be continued

P.S.

Author mohon maaf karena untuk part ini terlalu sedikit. Gomawo.

One thought on “[Freelance] Failed Revenge part 4

  1. omo~ omo~ oppa? gwenchana? berharap Donghae oppa hidup lagi di chapter berikutnya😀 #loh
    jangan-jangan namja yang didalam mobil itu Kyu #plakkk# *mianthorasalnebakajakoq*
    hufftt… jadi penasaran…

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s