[Freelance] Failed Revenge part 3


 

Author         : Shafira Firdaus [cloudsungie]
Tags             : All member of Super Junior
Catatan        : Cerita ini adalah cerita fiksi. Semua yang terjadi disini murni buatan

author. Jadi kalau ada kesalahan apapun mohon dimaafkan.

Poster by illuth@parkkyuri.wordpress.com

 

CHAPTER 3 [YESUNG]

“Waeyo, hyung?” Sungmin dan Kibum langsung mendekatiku saat aku menutup telepon.

“Gwenchana. Hanya saja Donghae pingsan tiba-tiba. Eunhyuk membawanya ke rumah sakit.” Ucapku datar. Mereka berdua tampak terkejut.

“Mwo?! Tadi kau bilang apa? Gwenchana? Donghae siup dan hyung masih bisa bilang gwenchana? Omo…” Komentar Sungmin tampak cemas. “Bagaimana keadaannya? Sudah bangun?”

“Molla. Eunhyuk hanya bilang itu.” Jawabku masih dengan tampang jutekku. Ne, aku memasang tampang jutek ini untuk menutupi rasa cemas dan sedih dihatiku karena kejadian ini. Haha, aku tidak akan mau terlihat lembek.

“Aku akan bilang yang lain.” Ujar Kibum dan langsung keluar dari kamarku dan Ryeowook. Aku dan Sungmin mengikutinya keluar.

Keadaan di ruang tamu dorm sebelas masih sangat riuh. Banyak balon dan gelas-gelas bir di atas meja. Kangin sudah sempoyongan karena kebanyakan meminum bir-bir bawaan Cho Kyuhyun itu. Ne, member Super Junior yang baru. Aku memandang namja itu dari atas sampai bawah.

Dia lebih tinggi daripada aku. Mungkin sekitar 180 cm. Padahal umurnya terpaut 4 tahun dibawahku. Wajahnya putih bersih meskipun ada sedikit bekas jerawat, hidungnya mancung dan kuakui wajahnya sangat tampan. Oh, tapi tidak lebih tampan dari aku. Kata manajer hyung sih suara dan kemampuan menarinya sangat bagus, tapi aku belum mendengar suaranya. Bagaimana Soo Man ahjussi bisa langsung memasukkan dia ke dalam grup kami padahal dia baru di training selama 3 bulan? Sial. Aku saja 5 tahun lebih. Apa spesialnya namja ini?

“Mwo?! Benarkah itu?” Leeteuk hyung mendekatiku dengan tampang terkejut. “Benarkah Donghae masuk rumah sakit?”

“Ne. Barusan Eunhyuk yang bilang. Sekarang mereka berdua ada di rumah sakit. Aku sudah bilang padanya sehabis pesta ini aku dan hyung akan pergi kesana.” Jawabku.

“Anio… kenapa cuma kalian berdua?” Protes Sungmin. “Aku ikut!” Pintanya. “Ajak saja semuanya. Termasuk Kyuhyunnie itu. Dia kan perlu tau juga Donghae dan Eunhyuk.”

“Ya! Bilang saja kau ingin dekat-dekat dengan Cho Kyuhyun, Ming. Aku sudah tau dari sikapmu pasti kau menyukainya kan?” Goda Leeteuk hyung. Wajah Sungmin tampak kesal.

“Ya! Apa kau bilang tadi hyung? Menyukainya? Kau pikir aku gay.” Rutuknya. “Aku hanya penasaran saja padanya. Dia namja yang menarik bukan?” Ucapnya sambil melirik ke arah Cho Kyuhyun yang sedang berbicara dengan Heechul hyung.

“Ani.” Bantahku sambil memandangi namja itu. “Aku merasa dia tidak seperti yang kita lihat.”

“Maksudmu, hyung? Dia penyihir? Vampir? Hantu? Atau bahkan siluman?”

“Berhenti ngelantur, Ming!” Leeteuk memukul kepala dongsaeng-nya itu.

“Hmm… molla. Itu hanya perasaanku saja kali.” Aku mengangkat bahu. “Hanya saja dia terlihat aneh.” Ucapku.

“Sebenarnya kaulah yang aneh, hyung.” Jawab Sungmin dan aku langsung memberikan death glare terbaikku padanya.

***

          “Kyuhyun, aku dan member lainnya akan menjenguk Donghae yang sedang dirawat di rumah sakit. Kau mau ikut?” Tanya Leeteuk hyung kepada Kyuhyun yang sedang kerepotan merapikan barang-barangnya dibantu dengan Ryeowook. Karena keterbatasan kamar, aku memberikan tumpangan untuk tidur di tendaku. Memang miris sekali nasib Cho Kyuhyun ini. Untung saja aku baik.

“Hah? Ada yang belum sembuh dari kecelakaan ya?” Tanyanya sedikit kaget. Aku memandangnya heran.

“Kau tahu kecelakaan itu?” Tanyaku. Dia menatapku datar.

“Ne. Tentu saja. Berita itu disiarkan di seluruh channel Korea, hyung.” Jawabnya enteng.

“Bukan karena kecelakaan, Kyu. Donghae tadi sempat pingsan saat dalam perjalanan ke sini. Jadi? Kau mau ikut?” Ulang Teuk hyung.

“Tentu saja.” Jawabnya sambil tersenyum tipis. Hanya saja dimataku lebih terlihat seperti evil smirk. Sebenarnya namja ini siapa sih? Kok tidak asing ya?

“Baiklah, ayo berangkat.” Komando Leeteuk hyung sambil membuka pintu dorm.

***

          “Donghae!” Leeteuk hyung langsung menyambar lengan Donghae saat kami baru saja menginjakkan kaki di kamar rawatnya. “Bagaimana keadaannya?” Tanyanya sambil menoleh ke arah Eunhyuk.

“Yah, bisa kau lihat hyung. Dia masih belum bangun.” Ucap Eunhyuk pasrah.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengannya sih?” Tanya Hankyung hyung. Tumben sekali dia berbicara.

“Molla, hyung. Saat di mobil tiba-tiba saja dia pingsan sehabis berteriak kencang. Awalnya kupikir dia mimpi buruk. Tapi setelah kutampar berkali-kali dia masih belum bangun, hyung. Jadilah aku membawanya kesini.” Terangnya. “Dia juga kelihatan sesak nafas. Kalau menurut dokter sih dia ada gangguan dengan mimpinya. Mungkin dia lagi mimpi dikejar Heechul hyung kali.”

“Ya! Bicara apa barusan kau monyet?” Heechul hyung langsung memukul kepala Eunhyuk.

“Anio, hyung. Mian-mian.” Rutuknya sambil menggosok-gosok kepalanya.

“Lalu? Apakah dia akan mati?”

Kami semua langsung menoleh ke arah sumber suara. Suasana berubah menjadi hening. Cho Kyuhyun. Bilang apa dia barusan?

“Mwo? Siapa kau?” Tanya Eunhyuk. Leeteuk hyung langsung menyenggol rusuknya. Ia langsung tersadar. “Pasti kau Cho Kyuhyun, ne? Bicara apa kau barusan?”

“Ah… ani. Aku hanya bertanya apakah dia akan mati?” Kyuhyun mengulangi pertanyaannya dengan wajah tanpa dosa. Anak ini sudah tidak waras.

“Ya tidak lah! Tidak mungkin! Buat apa kamu bertanya pertanyaan tidak penting seperti itu sih?” Seru Hyuk. “Kau mendoakannya mati?”

“Tentu tidak, hyung. Mianhae. Aku kan hanya bertanya.” Jawabnya santai sambil sedikit membungkuk. Tiba-tiba matanya membesar. “Ya! Dia bangun!” Serunya sambil menunjuk ke arah Donghae. Kami semua buru-buru menoleh. Benar saja, Donghae sudah membuka matanya.

“Donghae-ya? Hae? Kau sudah bangun?” Tanyaku mendekatinya.

“Kalau aku bilang belum gimana? Hyung paboya!” Rutuknya sambil memijat-mijat keningnya. “Ini di rumah sakit?”

“Ne. Tadi kau tidak sadarkan diri. Ada apa sih?” Tanya Eunhyuk. “Kau mimpi buruk?”

Tiba-tiba saja wajah Donghae langsung berubah pucat. Matanya bergerak tak keruan. Dia menutup wajah dengan tangannya.

“Waeyo, Hae-ya? Wae?” Teuk hyung mengguncang lengan Donghae.

“Aku lihat hyung… aku lihat… yeoja itu…” Hae tampak seperti orang tidak waras. Wajahnya benar-benar pucat.

“Ya! Ada apa? Ngomong yang jelas!” Seru Heechul hyung.

“Hye Jung…” Mendengar nama itu jantungku langsung berhenti berdetak. “Hantu Hye Jung hampir membunuhku! Dia mencekikku dengan tangannya yang berlumuran darah!” Seru Donghae histeris. Kami semua terdiam. Tak terkecuali Kyuhyun.

“T-tapi itu hanya mimpi kan?” Ryeowook berusaha mencairkan suasana. Meskipun aku yakin sekali dia paling takut disini.

“Ne… tapi terasa begitu nyata, Wook. Dadaku sesak sekali. Wajahnya… matanya… rambut panjangnya itu…” Donghae tidak melanjutkan kata-katanya. Dia tampak sangat frustasi. Akupun untuk yang satu ini tidak banyak komentar. Beberapa hari yang lalu selama 2 hari berturut-turut pun aku mengalami mimpi yang sama. Hye Jung. Hantu yeoja itu berusaha membunuhku.

“Apa karena mimpi itu jadi kamu gak bisa bangun?” Tanya Eunhyuk. Wajahnya sudah takut stadium 4. Hae menggeleng tidak tahu. Apa-apaan sih ini? Kenapa bisa separah ini? Tidak mungkin hanya gara-gara mimpi itu Donghae tidak sadarkan diri. Tidak ada penyakit seperti itu. Lagipula, apa kematian yeoja itu salah kami seutuhnya? Tidak kan? Lagipula tidak ada juga yang menyuruh yeoja itu menyelamatkan kami. Salahin truk-nya dong! Walaupun aku gila jika aku menuntut sebuah truk di pengadilan.

“Ya! Tunggu sebentar. Aku tidak mengerti apa yang kalian ucapkan. Siapa Hye Jung? Apa yang terjadi sih? Mimpi apa? Hantu apa?”

Untuk yang kedua kalinya kami bersebelas—tanpa Kangin yang masih mabuk di dorm—menatap ke arah Cho Kyuhyun. Namja itu tampak kebingungan. “Apa yang salah?”

“Hye Jung itu… yeoja yang mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan kami.” Tutur Teuk hyung pelan. Wajahnya tertunduk. Seperti menerawang kejadian beberapa minggu yang lalu.

“Menyelamatkan apa? Bagaimana ceritanya?” Tanya Kyuhyun lagi. Kali ini dia tampak memaksa.

Akhirnya Teuk hyungpun menceritakan kejadian sebulan silam. Saat kami baru pulang dari sebuah show dan yeoja itu datang hampir ditabrak oleh van kami. Saat truk kontainer menabrak van kami, saat kami dengan susah payah keluar dari van—meskipun aku keluar dengan mulus—saat yeoja itu terjebak dalam van beberapa detik sebelum van meledak.

Kyuhyun mendengarkannya dengan sangat antusias. Seolah-olah ia tidak mau kehilangan informasi sehurufpun. Wajahnya begitu tegang. Dan menurutku matanya memancarkan kemarahan yang mendalam. Entahlah, marah pada Hye Jung atau kami.

“Kenapa kalian setega itu? Kenapa tidak menyelamatkannya?”

“Tidak semudah itu, Kyu. Saat itu polisi sudah berada dimana-mana. Kami tidak diperbolehkan mendekati van hingga akhirnya van itu meledak.” Jawabku mendahului Teuk hyung yang kelihatan sebal karena aku serobot.

“Jadi? Kalian meninggalkannya?” Kali ini nada suara Kyuhyun terdengar seperti menyindir.

“Tenanglah Kyuhyun. Kamu tidak perlu berkoar-koar seperti itu. Aku sudah mencoba menerobos kerumunan untuk menyelamatkannya. Tapi aku terlambat. Van meledak begitu saja. Aku sangat menyesal.” Ujar Teuk hyung. Setetes air mata membasahi pelupuk matanya. Hyungku yang satu ini memang sangat cengeng.

“Ne, sehari penuh kamu menangis terus, hyung.” Ucap Siwon. “Kau yang paling sedih saat itu. Bahkan kau memintaku untuk pergi ke gereja, berdoa.” Komentarnya lagi. Kyuhyun manggut-manggut.

“Oh, jadi kalian dihantui sama hantu Hye Jung itu gara-gara kejadian ini?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Ne! Padahal kematiannya tidak sepenuhnya salah kami! Aku jadi muak sekarang! Kalau dia ELF harusnya dia bangga karena mati demi kami! Apa-apaan sih dia!” Seru Eunhyuk keras. Semua mata langsung menatap ke arahnya. Dia tampak marah.

“Sabarlah, hyung. Lagipula di dunia ini tidak ada hantu. Hye Jung tidak akan mungkin benar-benar membunuhmu.” Ucap Siwon lagi. Gayanya sudah seperti pasteur saja.

“Tapi aku tidak tahan kalau terus dihantui seperti ini! Kematiannya bukan salah kita! Siapa suruh dia masuk-masuk ke dalam van sok pahlawan seperti itu!” Pekiknya lagi.

“Tapi kalau tidak ada dia mungkin sekarang kau sudah di alam sana, Hyuk.” Selaku datar.

“Tidak juga. Justru jika tidak ada dia yang memperlambat waktu kita, kita tidak akan bertemu truk itu.” Sangkal Eunhyuk.

“Sudah-sudah!” Leeteuk hyung langsung berdiri sambil mengangkat tangannya, menyuruh kami diam. “Kalian tau kalian sedang meributkan siapa? Meributkan orang yang sudah mati! Bisa dikutuk oleh dewa kalian.” Tambahnya. Aku ingin tertawa mendengarnya. Dewa? Zaman kapan ini?!

“Aish hyung… kau masih percaya yang seperti itu?” Hankyung hyung menahan tawanya. Wajah Teuk hyung memerah.

“Memangnya kenapa? Memang tidak baik kan membicarakan orang yang sudah mati.” Ucapnya kesal.

“Ya! Kalian itu kesini bukannya buat aku tambah baik malah buat aku tambah pusing tau!” Donghae tampak sebal. Eunhyuk mengacak-ngacak rambutnya. “Hyung! Aku ingin pulang! Aku sudah tidak kenapa-napa. Aku tidak akan mau bermalam di rumah sakit lagi!” Donghae menarik lengan baju Teuk hyung. Persis seperti anak yang meminta dibelikan balon oleh orang tuanya.

Deg-deg. Tiba-tiba dadaku langsung berdegup kencang. Aku merasa ada yang tidak beres. Aku menoleh ke kanan dan kiri. Tidak ada apa-apa. Tidak ada penampakan hantu Hye Jung. Mungkin hanya perasaanku saja. Sial, sejak kapan aku paranoid begini?

***

          Seminggu telah berlalu sejak Kyuhyun bergabung bersama kami. Aku sudah mendengar suara dan tarian si maknae itu. Suara bass-nya memang bagus dan enak didengar, tapi kemampuan menarinya biasa saja. Dan apa kalian tahu? Dia dijadikan Lead Vocal dan Lead Dance! Omo, gimana aku nggak kesal? Padahal aku sudah merengek-rengek pada Shindong dan Eunhyuk supaya dijadikan Lead Dance juga. Kemampuan menariku bagus kok. Tidak ada yang bisa menari seperti gurita sepertiku di dunia ini.

Dan bicara soal Kyuhyun, kurasa apa yang kukatakan kemarin benar. Wajah polos dan tenang Cho Kyuhyun itu berlawanan dengan sikap dan sifatnya aslinya. Apa kalian tahu? Hampir setiap detik di dalam hidupnya dia habiskan dengan bermain games! Kalau tidak dengan laptopnya pasti dengan PSP-nya. Jika bermain games dengan kadar wajar seperti Jongjin atau Sungjin, itu bukan masalah yang besar. Tapi yang kubicarakan sekarang benar-benar sudah kelewat batas! Dia pernah tidak tidur hanya karena bermain games! Tapi aku langsung kaget saat mendengar bahwa Kyuhyun adalah orang yang pintar. Menurut seorang psikolog yang memeriksa kejiwaan kami beberapa hari yang lalu dia memiliki IQ yang tinggi, kedua setelah Kibum. Dia juga jago sekali dalam mengerjakan soal hitung-hitungan. Sial, aku kalah.

Dan kalo soal sikap, aku angkat tangan dengan yang satu ini. Jika kalian pikir ia seorang dongsaeng sopan yang patuh dan penurut, kalian salah besar. Dia orang yang tingkat ke-evil-annya melebihi si 4D Heechul hyung. Kami semua sudah menjadi korban kejahilannya. Tak terkecuali Heechul hyung dan Wook yang biasanya paling jahil diantara kami. Padahal kami tinggal bersamanya baru seminggu! Seminggu! Tapi tanpa segan-segan dia sudah menunjukan sikap aslinya itu. Tidak tahu malu memang bocah itu. Pantas saja semua senyum di wajahnya terlihat seperti seringai evil.

“Huahaahahahaha!!!” Kyuhyun tertawa terbahak-bahak melihat susu stroberi Eunhyuk tumpah di baju Shindong. Ya, dialah yang menyebabkan ini. Dia mendorong Eunhyuk yang sedang membawa segelas susu stroberi ditangannya.

“Ya! Cho Kyuhyun! Kau berbuat apa lagi?!” Sungmin yang mendengar ribut-ribut langsung keluar dari kamarnya. Kyuhyun mengecilkan suara tawanya. “Omo, Shindong hyung! Kenapa kau mandi susu stroberi seperti itu!?” Sungmin langsung mengambil tisu dan memberikannya kepada Shindong.

“Apalagi kalau bukan kerjaan maknae titisan iblis itu!” Ketus Shindong sebal menatap Kyuhyun yang berusaha menahan tawanya.

“Kyuhyun, kau tidak kapok-kapok ya. Kau sendiri mau tidak kalau ditumpahi susu stroberi seperti itu?!” Seruku turun tangan.

“Memangnya siapa yang mau menyiramku dengan susu? Coba saja sih kalau berani.” Ucap Kyuhyun enteng dan langsung berlari meninggalkan kami. Tentu saja aku yakin sekali tidak ada yang berani melawan anak itu.

“Oya, hyung. Aku mau keluar dulu ya. Kita tidak ada jadwal kan sore ini? Aku mau jalan-jalan sebentar.” Ujarnya sambil menongolkan kepalanya dari kamar. Meskipun aku bilang tidak boleh juga anak itu tetap akan pergi.

“Terserah kau, Kyu.” Jawabku pasrah. Anak itu langsung menghilang.

“Ada apalagi dengan si Kyu?” Teuk hyung keluar dari kamar mandi dengan handuk tersampir di bahunya.

“Yah, biasalah.” Balasku sambil berjalan kembali ke kamar.

“Ya! Tunggu, Yesung! Ada yang mau kubicarakan.”

“Ada apa?” Tanyaku berbalik badan.

“Yesung, kamu merasa nggak sih pernah melihat Cho Kyuhyun dilain tempat? Kok menurutku wajahnya familiar banget ya?” Tanya Teuk hyung sambil sedikit berbisik.

“Molla. Entah, aku juga pernah merasa begitu tapi setelah kuingat-ingat tampaknya tidak.” Ujarku. “Mungkin hyung pernah melihatnya di gedung SM kali? Kan dia sudah trainee sejak beberapa bulan yang lalu. Pasti dia pernah berkeliaran di gedung SM kan?” Tanyaku. Teuk hyung tampak berpikir sebentar.

“Mungkin kali ya,” Teuk hyung menggosok-gosok rambutnya yang basah dengan handuk tadi. “Oya, yang lainnya mana? Pada di dorm sebelas semua?”

“Entahlah.” Jawabku seadanya. “Setauku Kyuhyun sih pergi keluar nyari udara segar, Donghae ada acara mendadak diluar, kalo Heechul hyung sama Hankyung hyung pergi ke rumah Tan ahjumma.”

“Acara mendadak apa?”

“Nggak tahu, yang jelas Donghae bilang acara itu penting, waktu itu mukanya cemas dan takut banget. Jadi kubolehin aja, siapatau acara penting keluarganya.” Tuturku. Tiba-tiba telepon dorm berbunyi. Aku buru-buru mengangkatnya. “Yeoboseyo?… ne, Yesung imnida… hm?… Donghae? Ah iya, dia… hah?… MWO?!”

***

          Aku lebih memilih untuk mati sekarang, dibanding melihat Lee Donghae, dongsaeng kesayanganku itu terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan keadaan tak bernyawa. Aku mengambil selembar tisu lagi untuk menghapus air mata yang daritadi tidak bisa berhenti mengalir.

Kupandang wajahnya. Pucat. Bibirnya biru. Dan sudah tak terlihat lagi tanda-tanda kehidupan. Jujur, aku masih belum percaya dengan kejadian ini. Terjadi begitu cepat. Bahkan aku sama sekali tidak ada pikiran jika ia akan pergi secepat ini.

Baru beberapa menit yang lalu aku menerima telepon dari pihak rumah sakit, yang mengatakan bahwa Donghae sedang dalam keadaan kritis di rumah sakit. Tanpa banyak tanya aku langsung berlari keluar dorm tanpa memberitahu member lain terlebih dahulu. Pikiranku kacau. Tangisku yang biasanya sulit sekali turun, meledak begitu saja. Dengan kecepatan super aku langsung melesat ke rumah sakit. Dan terlambat. Masa kritisnya memang sudah lewat, tapi tidak dalam arti membaik, malah dia sudah tidak bernafas. Banyak luka goresan di seluruh tubuhnya, terkecuali wajahnya. Wajahnya masih mulus seperti sedia kala.

Dan alangkah terkejutnya, ketika aku mengetahui bahwa penyebab Donghae meninggal adalah dibunuh. Beberapa orang menemukannya di salah satu gang sempit Gangnam dengan keadaan perut berlumuran darah, dan tubuh penuh luka goresan. Aku tidak bisa membayangkan keadaannya saat itu. Siapa? Siapa yang tega-teganya melakukan hal ini?

“Aku berjanji akan membalaskan dendam Donghae! Kucari kau wahai pembunuh berdarah dingin!” Seru Eunhyuk tiba-tiba masih berlinangan air mata. Tidak ada yang menanggapinya saat itu. Semuanya sibuk menangis. Termasuk aku, Hankyung hyung dan Kibum yang biasanya susah menangis. Tak terkecuali maknae titisan iblis itu. Ia juga ikut menangis meskipun hanya setetes dua tetes.

Selamat jalan Donghae. Kami akan mencari pembunuhmu dan memasukkannya ke penjara. Kami janji. Tenanglah di alam sana.

***

To be continued

2 thoughts on “[Freelance] Failed Revenge part 3

  1. mwo? Donghae meninggal?
    Apa-apa.an ini?!? bang ikan kenapa kau yang harus mati T_T #cari-cariauthor ^_^V
    Sebenernya si Kyu itu siapa ya? apa dia ada hubungannya sama Hye Jung?
    haduuhh… jangan buat ada yang mati lagi dong thor T_T🙂

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s