When I Think of You [chap 2 – End]


Author : Sasa Anwar

Main cast : Choi Soo Young, Cho Kyu Hyun

Support cast : Choi SiWon, Seo Joo Hyun, Geum Bo Ra, Jang Seo Hee

Genre : Angst, Romance

Length : 2 Shoot (previous)

 

ini last chapter yah :D Don’t miss it!!

 ~***~

paginya….

“hei….” Kyu Hyun berlari menghampiri Dong Hae. “bagaimana kesimpulanmu tentang adikku?”

“dia baik…. Sementara kau jahat.”

Kyu Hyun terkejut. “apa maksudmu?”

Dong Hae hanya diam.

beberapa saat kemudian.. ia berkata pada Kyu Hyun, “Aku ingat saat dulu kau bilang aku kampungan, saat kau  merusak satu-satunya mainanku yang di buatkan oleh kakek…. Bahkan yang lebih parah… kau  telah membunuh cinta pertamaku, di kecelakaan 6 bulan yang lalu. Aku tak bisa melupakannya.”

Kyu Hyun menunduk. “ini salahku….”

“kenapa kau malah menunduk?” Dong Hae emosi. “Jawab!!! kenapa kau menunduk? kau menyesali perbuatanmu 6 bulan yang lalu? Iya??? Terlambat sudah!!! Harusnya kau yang menanggung kesalahanmu sendiri saat itu, bukannya malah menabrak pacarku 6 bulan yang lalu tanpa ada pertanggung jawaban.”

Kyu Hyun menatap Dong Hae. “maaf.. saat itu.. aku mabuk. Kau tahu kan? aku tak bisa mengendalikan diri dan akhirnya melakukan hal itu…”

“kau bicara apapun aku tak peduli,” Dong Hae berteriak. “Jika kau tak menabrak Yuri kemarin, maka aku tak perlu menerima cinta YooNa, adik kandung Yuri yang keras kepala itu!!! Wasiat dari Yuri padaku adalah menerima cinta Yoona!!!”

“Dong Hae..”

“aku menyesal telah mengenalmu.,..” bentak Dong Hae. “dasar keras kepala!!! hanya karna masalah kecil dalam keluargamu, kau bisa membawa banyak korban!!! Korban nyawa, Korban perasaan, semuanya!!!”

“aku kan sudah minta maaf!!!” kini Kyu Hyun berteriak. “kau fikir aku tak tersiksa kejadian itu? Kau tak tahu betapa aku tersiksa karena rasa bersalah itu? Saat aku melihat kalender, melihat tanggal kejadian itu, melihat tanggal hari ulang tahun Yuri… Saat…”

“aku tak peduli!!! apa kau tak paham kata-kata itu? hah????” Teriak Dong Hae. “karena kau, tersiksa sampai sekarang!!!! Kau tahu hanya ada Yuri yang ada di hatiku, tapi kenapa kau melakukan itu padanya?”

Dong Hae meninggalkan Kyu Hyun. Kyu Hyun memegang tangan Dong Hae.

Dong Hae menatap Kyu Hyun. ia melepaskan tangannya dari Kyu Hyun. ia pun berlari. Kyu Hyun berteriak, “aaahhhh….”

~***~

sesuai perjanjian, hari itu, Dong Hae, Soo Young dan YooNa berkumpul di taman kota.

“kau?” ucap YooNa dan Dong Hae sereempak saat melihat satu sama lain.

“kenapa?” Soo Young penasaran. “kalian sudah pernah bertemu sebelumnya?”

“tidak.. tidak pernah…” ucap YooNa.

“tidak…” ucap Dong Hae.

“oh.. baiklah..” Soo Young pun menyusun sebuah rencana untuk menjatuhkan Kyu Hyun.

“hari ini adalah pengangkatan Kyu Hyun sebagai wakil direktur di perusahaan ayah..” Soo Young menghela nafas sebelum melanjutkan. “Ayah akan menyerahkan seluruh tugasnya kepada Kyu Hyun.. dengan alasan untuk melatih Kyu Hyun sebagai Presdir yang baik.”

“lalu, kita ambil point disitu,.. kita perburuk langkahnya saat bekerja jadi presdir.. benar tidak?” ucap YooNa.

“yah.. benar sekali.”

“apa yang kita perbuat untuk menjatuhkannya?” tanya Dong Hae.

“membuat kerugian besar-besaran…” Soo Young berkata dengan tatapan mata sinis.

mereka pun berdiskusi.

~***~

Soo Young, YooNa dan Dong Hae melakukan tugas mereka dengan baik. membuat gosip tak enak tentang perusahaan majalah ayahnya, membayar beberapa orang untuk menjadi saksi, dan sebagainya.

mereka meraih hasil yang sangat maksimal.

~***~

“bagaimana kau ini? baru bekerja 10 bulan, kau sudah membuat perusahaan ayah hampir bangkrut!!!!” Byun Woo Min  berbicara kepada Kyu Hyun sambil melempar dokumen data keuangan perusahaannya.

“maaf ayah.. ini diluar kendaliku…” ucap Kyu Hyun pasrah.

“apa maksudmu di luar kendalimu? jelas-jelas ini berada di bawah kendalimu!!! kau adalah wakil presdir.. tapi kau tidak bisa melakukan tugas dengan baik…”

“maaf…”

“sudahlah…” Byun Woo Min  membentak. “sekarang ayah bingung, siapa kira-kira orang yang bisa menggantikan kerugian perusahaan ini sebesar 20%.”

“aku bisa yah…” Soo Young melangkah dengan tegap. ia mengenakan Jas hitam, kemeja putih dan celana hitam.

“benarkah?” aku tak yakin!!!” ucap Byun Woo Min  ketus.

“beri aku 3 bulan. Jika ada hasilnya, maka Ayah harus mengangkatku sebagai presdir, dan mengakuiku sebagai anakmu yah.. selama bertahun-tahun ayah tak pernah menganggapku ada.”

“b-baiklah…” Byun Woo Min  berkeringat. “jika tidak… bagaimana?”

“anda bisa mengusirku dari rumah….”

“Soo Young… hati-hati kalau bicara. mengganti 20 % itu tidak mudah bagi perusahaan besar seperti perusahaan ayah.” ucap Kyu Hyun khawatir.

Byun Woo Min  bertepuk tangan. “tak apa Kyu Hyun. biarkan. dia adalah gadis yang penuh keyakinan.”

“ayah?” Kyu Hyun terkejut.

“setidaknya… jika dia berkata seperti itu, ayah yakin dia bisa. aku senang, daripada punya anak yang bisanya hanya minta maaf.”

Kyu Hyun menunduk. Soo Young tersenyum.

~***~

Dalam waktu kurang dari 3 Bulan, Soo Young, Dong Hae, YooNa dan anak buahnya berhasil mengganti kerugian perusahaan itu.

Soo Young pun diangkat menjadi presdir, Dong Hae menjadi wakilnya, dan YooNa menjadi sekretaris.

“kau hebat ya?” Kyu Hyun menghampiri Soo Young saat Soo Young mengerjakan beberapa arsip penting. “dalam waktu kurang dari 3 bulan, aku bisa mengembalikan keuntungan perusahaan sampai lenbih dari 20 %.”

“memangnya kenapa?” jawab Amia cuek, dengan tetap mengerjakan tugasnya.

“aku hanya kasian, kau sangat sibuk dengan tugasmu sekarang. kau sudah lembur sampai 3 hari,. tak pulang ke rumah. kau tak lelah?”

Soo Young berhenti mengetik, lalu menatap Kyu Hyun. “aku tak akan pernah lelah, atau berhenti, jika itu membuatku berhasil menjatuhkanmu.”

“apa?”

Soo Young hanya tersenyum. lalu meneruskan kembali tugasnya.

Kyu Hyun menghampiri Soo Young. “apa yang membuatmu begitu benci padaku? hah????!!!”

Soo Young menjawab dengan santai. “tebak saja.” Soo Young menatap mata Kyu Hyun. “jika berhasil menjawab, akan kuberi hadiah.”

Kyu Hyun marah. ia mendobrak meja kerja Soo Young. “aku yakin kau tak membenciku. aku akan membuktikannya suatu saat nanti.”

Soo Young tersenyum. “aku tunggu.”

Kyu Hyun meninggalkan Soo Young. “kau sudah gila.”

Soo Young berkata santai. “karena kau…”

saat di pintu, Kyu Hyun berpapasan dengan Dong Hae.

Kyu Hyun menyapa Dong Hae. “hai…”

Dong Hae mengacuhkan Kyu Hyun dan berjalan menghampiri Soo Young. Kyu Hyun memegang tangan Dong Hae. “tolong dengarkan aku…”

“apa lagi? aku sudah bilang aku tak mau melihatmu lagi…” Jawab Dong Hae. ia membanting tangan Kyu Hyun, lalu mendorongnya hingga jatuh, lalu menutup pintu ruangan.

Kyu Hyun menghela nafas. ia tak pergi dari kantor. ia memutuskan untuk menunggu di pintu. iya duduk di bawahnya.

Dong Hae menghampiri Soo Young. “kau masih mencintai kakak angkatmu itu kan?”

Soo Young menatap Dong Hae. “apa maksudmu?”

“tanganmu..” Dong Hae menatap Soo Young. “setelah bertemu dengannya, tanganmu bergetar.”

“tidak.. hanya masalah itu kau bilang aku masih mencintainya? huh… tak masuk akal..”

“tentu saja masuk akal… “

“sudahlah…” Soo Young berteriak. ia berdiri. “sekarang, kau lanjutkan tugasku, sudah 3 hari 3 malam aku tidak tidur untuk menyelesaikan proyek ini.”

Dong Hae menunduk. “baiklah…”

saat Soo Young membuka pintu, ia melihat Kyu Hyun duduk di bawah pintu. “Kyu Hyun?”

“oh… hai..” Kyu Hyun berdiri. “Soo Young.. aku boleh pulang bersamamu?”

“kemana mobilmu?”

“aku kesini naik taxi…”

“baiklah…”

~***~

Soo Young menyetir mobil, sementara Kyu Hyun duduk di samping kirinya.

Soo Young mendengarkan lagu dari earphone-nya.

“Soo Young, kenapa kau begitu membenciku? aku salah apa?” tanya Kyu Hyun.

tak ada jawaban.

“Soo Young…” Kyu Hyun menoleh. ia melihat Soo Young bersenandung menikmati lagunya.

“hei…” Kyu Hyun melepas paksa earphone Soo Young sebelah kiri dengan paksa.

“heh…” mobil itu berhenti. Soo Young mengerem mobil dan membentak Kyu Hyun.  “kau ingin aku menjadi korban Tuli kedua setelah Dong Hae? hah?”

“aku minta tolong jawab pertanyaanku,” Kyu Hyun balas membentak. “kenapa kau membenciku? padahal dulu kau pernah mencintaiku?”

Soo Young terkejut atas pertanyaan itu. ia pun menjawab dengan membentak lebih keras. “aku beri 2 pilihan, kau turun di sini, atau diam dan tetap ikut aku pulang ke rumah??”

Kyu Hyun diam. “aku menginginkan jawabanmu.”

Soo Young membuka pintu mobil lalu mendorong Kyu Hyun. ia pun menutup pintu mobil dengan keras dan melaju kencang, meninggalkan Kyu Hyun sendirian di tengah jalan.

“Soo Young…..” Kyu Hyun berteriak. namun percuma. Soo Young telah jauh di depan mata.

~***~

Beberapa bulan kemudian…..

“Soo Young….” Kyu Hyun memasuki ruang kerja Soo Young.

“apalagi?”

“aku sudah mengetahui semuanya…”

“apa?”

Kyu Hyun meletakkan beberapa map berisikan dokumn tebal. “kecuranganmu untuk mendapatkan kedudukan Presdir.”

“apa?”

“kau tak bisa mengelak lagi… ini semua bukti yang beratas namakan dirimu. aku hanya heran saja, dalam waktu kurang dari 2 bulan, kau bisa mengembalikan kerugian Perusahaan. padahal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. maka dari itu, selama ini aku berusaha mencari bukti yang ada untuk membuktikan kecurigaanku. Lalu…”

“diammm….!!!!” Soo Young berteriak. “jika kau melakukan hal ini hanya untuk menggulingkanku dari jabatanku yang sekarang, maka mulai sekarang kau tak boleh meremehkanku. Kau fikir, hanya dengan bukti-bukti ini, kau bisa menjatuhkanku begitu saja? hah?”

“Soo Young…”

“kau tak boleh meremehkanku.. Kau tak boleh meremehkanku…” Soo Young berteriak, dia sangat marah, nafasnya tersengal-sengal. “jika kau fikir ini bisa menjatuhkanku, maka itu salah.. aku tak semudah itu di jatuhkan…. bahkan dokumen-dokumen ini tak membuktikan apa-apa…” Soo Young membanting seluruh dokumen itu ke lantai. Soo Young menangis. nafasnya masih tersengal-sengal setelah mengeluarkan seluruh Amarahnya.

“Soo Young…” Kyu Hyun membentak Soo Young.

“kau tak akan bisa menjatuhkanku… sudah susah payah aku meraih ini semua.. kau fikir apa yang telah aku korbankan demi semua ini? aku sudah mengorbankan harga diriku untuk melakukan kejahatan keji seperti ini… aku selalu merasa takut seiring berjalannya waktu.. Kau fikir aku bisa kalah dengan cara yang semudah ini??? hah??? ini tak sebanding dengan pengorbananku untuk mendapatkannya… tidak akan aku lepaskan ini pergi begitu saja…”

Soo Young berteriak sambil menangis.

“Soo Young…” Kyu Hyun memotong perkataan Soo Young.

“AKu belum selesai bicara, lelaki bodoh…” Soo Young tetap menangis, namun nada suaranya masih dipenuhi amarah. “Aku benar-benar tak mau mengibarkan bendera putih di hadapanmu begitu saja.. tak akan.. aku tak mau mengorbankan diriku untuk kesekian kalinya hanya untuk sesuatu hal yang mempermalukanku…”

“tapi itu akan terjadi, Soo Young…”

“Soo Young mengikuti arah suara. “Ayah?”

Kyu Hyun terkejut. ia menoleh. “Ayah?”

Byun Woo Min  memberikan isyarat kepada Kyu Hyun untuk meninggalkan ruangan.

Soo Young berlari menghampiri Byun Woo Min . “ayah… ini tak seperti kelihatannya. Kak Kyu Hyun hanya ingin menjatuhkanku dengan alasan dan bukti yang palsu seperti ini Ayah…”

“Soo Young…” bentak Byun Woo Min . Soo Young menunduk.

~***~

“kenapa kau melakukan hal ini nak?” Tanya Byun Woo Min .

Dengan berani, Soo Young menatap tajam mata Byun Woo Min . “Demi meraih segalanya …”

“apa?”

“untuk saat ini, tak ada orang jujur yang mampu meraih keinginannya.” Soo Young menghela nafas. “untuk saat ini, semua orang yang berkuasa selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan tertinggi. Dan orang yang berkuasa selalu benar kelakuannya.”

“Soo Young… kau benar-benar berubah. Dulu kau tak seperti ini, nak…”

“Ya..” Soo Young berkata. “yang membuatku berubah adalah Ayah…”

“apa?”

Soo Young tersenyum sinis. “Ayah tak menyadari kesalahannya sendiri. Jadi, mana mungkin aku mau menjelaskan panjang lebar tentang itu semua? aku muak Yah..”

“Soo Young…”

“Dan jika Ayah ingin aku meminta maaf sambil bertekuk lutut di hadapan Ayah maupun Kyu Hyun..” Soo Young memotong perkataan Byun Woo Min . “Aku tak akan sudi melakukan itu. Aku memang salah, tapi aku tak akan begini jika Ayah dan Kyu Hyun mampu menyadari perilaku yang tak semsestinya padaku.”

“baiklah…” ucap Byun Woo Min . “apa kalimat terakhir yang ingin kau ucapkan, sebelum ayah…” bibir Byun Woo Min  bergetar. “… memecatmu menjadi Presdir?”

Dengan tegar, Soo Young berkata, “Dong Hae, wakilku, dan YooNa, sekretarisku.. mereka tak ada kaitannya dengan kejahatan yang kulakukan selama ini. mereka orang baik. semua kejahatan, dari mulai isu tak sedap sampai kebangkrutan perusahaan ini, itu semua murni kejahatanku. Jadi jangan pecat mereka. Mereka orang-orang baik. tetap pekerjakan mereka di jabatan yang sekarang.”

Byun Woo Min  menangis. “baiklah nak.. baiklah…”

Tatapan mata Soo Young kosong. sebentar kemudian, ia berdiri. membungkukkan badannya, memberikan penghormatan kepada Ayahnya. “trimakasih Pak…”

“Soo Young…”

Soo Young menatap mata Byun Woo Min  sekali lagi. “Saya tak pantas menjadi putri bapak…”

Byun Woo Min  menangis tersedu-sedu. Soo Young membalikkan badan dan keluar dari ruangan itu.

“kenapa kau bilang ke Ayah tentang ini semua?” tanya Kyu Hyun kepada asistennya. “sudah kubilang, jangan bilang dulu.”

Asistennya tersenyum. “maaf tuan, aku tidak sabar melihat Nona Soo Young yang arogan itu menderita. biar dia tahu rasa.”

Kyu Hyun tak terima. “hei…” ia membentak Asistennya. Asistennya yang bernama Roni hanya tersenyum.

Kyu Hyun melihat Soo Young keluar ruangan. Soo Young tetap berjalan tegap. Pandangan matanya lurus ke depan.

“Soo Young….”

Soo Young berhenti melangkah. ia menoleh ke arah Kyu Hyun. ia menatap tajam Kyu Hyun.

“Soo Young… aku tak bermaksud…”

PLAKK!!!

Soo Young menampar pipi Kyu Hyun. ia pun berjalan menjauh dari Kyu Hyun.

~***~

Soo Young telah resmi di pecat dari jabatannya. Presdir baru pun di lantik. a adalah Kyu Hyun.

saat pelantikan, Soo Young tidak menghadiri acara itu. ia lebih memilih jalan santi di sekitar panti asuhan tempat ia di adopsi oleh Almh ibu angkatnya dulu.

“Soo Young…”

Soo Young menoleh ke arah suara. “Kak Dong Hae?”

Dong Hae tersenyum.

~***~

mereka duduk bangku taman kota.

“kenapa kakak tak menghadiri upacara pelantikan itu?”

Dong Hae tersenyum. “kalau pagi, aku tak ke kantor. aku ke TK.”

“TK?” Soo Young mengernyit. “untuk apa?”

“aku suka anak-anak. maka dari itu,. aku jadi guru TK. aku senang mengajari mereka membaca. mengeja huruf, berhitung, dan sebagainya.”

“oh…”

“Soo Young…”

“iya?”

“aku berniat untuk mengundurkan diri jadi wakil presdir.”

“hah? kenapa?”

Dong Hae tersenyum. “aku dulu bekerja padamu. jika kau dipecat, namun aku tetap berada di jabatanku, aku merasa tak tahu diri.kan yang mengangkatku jadi wakil itu kau. Jadi…”

“jangan…” sergah Soo Young cepat. “jangan… kakak tahu.. aku sudah melakukan hal bodoh untuk mempertahankan kakak di jabatan itu. jadi jangan mundur. aku tak mau.”

“tapi…”

“kak…” Soo Young memotong perkataan Dong Hae sekali lagi. “tolong hargai kerja kerasku untuk mempertahnkan kakak di sana.”

Dong Hae menghela nafas. “baiklah… aku tak akan mengundurkan diri.”

Soo Young tersenyum. “itu yang kuharapkan. jangan lupa bilang juga ke YooNa, jangan sampai ia mengundurkan diri.”

“iya…” Dong Hae tersenyum. “aku juga sudah berbaikan dengan Kyu Hyun.”

“Baguslah…” kata Soo Young. “aku bisa menyesal seumur hidup karena perpecahan di antara kalian. bukankah, yang menyebabkan kalian saling membenci itu aku?”

Dong Hae tersenyum.

“Baiklah.. aku pergi dulu.”

“kemana?”

Soo Young tersenyum. “menyiapkan sesuatu yang besar.”

~***~

“Soo Young…” Kyu Hyun yang hendak membangunkan Soo Young terkejut. tak ada siapapun di kamarnya. “apa dia pergi ke panti asuhan lagi?”

saat Kyu Hyun akan mengambil air putih di lemari es, ada secarik kertas tertempel di pintu kulkas. ia membacanya.

“SELAMAT TINGGAL SEMUA. SEMOGA TAK BERTEMU DIRIKU YANG KEJI INI DI MASA MENDATANG. SOO YOUNG.”

“Ayah… ayah….” Kyu Hyun berlari ke kamar ayahnya.

“Haduh… ada apa sih? lagi mimpi indah kok di ganggu..” ucap Byun Woo Min.

“ayah.. baca ini…”

mata Byun Woo Min terbelalak. “Soo Young?”

~***~

sementara itu…. di tempat lain…

Soo Young melamun di kamar kost-nya. ia terus memikirkan kata-kata dokter setelah ia pingsan beberapa hari yang lalu. di hari Kyu Hyun berhasil menemukan kecurangannya.

“kau mengidap kanker paru-paru stadium akhir.”

Soo Young menangis. “mungkin ini memang pantas.”

ia melihat beberapa botol obat-nya. ia menghampiri botol-botol itu, lalu membuangnya ke tempat sampah.

lalu, ia teringatkan kata-kata dokter. “jangan gampang kelelahan, itu bisa membuat kondisi tubuhmu lebih buruk.”

Soo Young memutuskan untuk berjalan mengikuti langkah kakinya.

“mungkin aku akan bertemu ajalku di jalan, siapa tahu?” pikirnya. “aku sudah tak mau hidup lagi.”

~***~

Saat Kyu Hyun sibuk mencari Soo Young di jalanan yang sepi, ia di hadang oleh perampok.

5 perampok itu menyodong pistol di kepala Kyu Hyun. “keluar dari mobil.”

Dengan tenang, Kyu Hyun pun keluar dari mobil.

“Pilih nyawa, atau mobil?” teriak salah satu dari mereka.

“Kalau pilih dua-duanya, bagaimana?”

“kurang ajar….” ucap perampok yang lainnya.

Kyu Hyun tersenyum. “harusnya saya yang bilang kurang ajar. saya yang di rampok, kkok malah kalian yang bilang kurang ajar.”

Kyu Hyun mengeluarkan jurus Taekwondo yang ia pelajari saat dia masih SMP-SMA.

ia berhasil menyingkirkan pistol-pistol yang menyergapnya. ia lempar semua pistol itu dengan tendangan dan keahlian tinjunya. ia juga berhasil membuat para peramok itu jatuh.

namun, saat Kyu Hyun kelelahan, pemimpin perampok itu mengeluarkan belati dari jaket kulit hitamnya.

“kau boleh menghilangkan pistol ini, tapi,… kau tak bisa menghindari ini….”

Kyu Hyun pasrah. tenaganya habis. saat perampok itu mengayunkan belatinya ke jantung Kyu Hyun….

“Hei…” Soo Young berlari ke arah Kyu Hyun dan memeluk Kyu Hyun untuk melindunginya.

dan, belati itu menancap di punggun Soo Young.

“Soo Young…”

Soo Young jatuh. bersamaan dengan itu, terdenga sirine mobil polisi.

“angkat tangan..”

“Sialan…” para perampok itu mengangkat tangan mereka.

“Soo Young… Soo Young…” Kyu Hyun memangku Soo Young. Kyu Hyun melihat tangannya. Berlumuran darah.

“Soo Young… Sadar…” Kyu Hyun menepuk pipi Soo Young. Soo Young tak sadarkan diri.

~***~

Soo Young di larikan ke rumah sakit. ia mengalami pendarahan besar di punggungnya.

Byun Woo Min sampai di rumah sakit. “Soo Young kecelakaan?”

Kyu Hyun mengangguk. “dia juga mengidap kanker paru2 stadium akhir. ia meninggalkan kita, karena dia tak mau kita kesusahan lagi karenanya.”

Byun Woo Min mengangguk-angguk. “lau, bagaimana kejadiannya, sampai dia kecelakaan?”

“dia menolongku… saat aku akan di tusuk perampok, ia berlari memelukku untuk melindungiku. tapi ia malah kena tusuk.”

Byun Woo Min terkejut.

“andai saja aku lebih kuat lagi… andai saja aku bisa melawan perampok… andai saja aku tak pergi mencarinya… andai saja aku tak membuktikan semua kejahatannya… Tidak.. andai saja aku tak pernah membaca buku hariannya. ia tak akan seperti ini…”

“Kyu Hyun…”

“Apapun keputusanku selalu salah….”

“Kyu Hyun…” Byun Woo Min menepuk pundak Kyu Hyun. “itu bukan salahmu. itu semua berjalan karena sudah ada yang mengatur. yang kau lakukan sekarang, hanyalah mendoakan Soo Young supaya ia cepat sembuh.”

“iya…”

“ayah tahu, dia gadis yang tegar, yang kuat. ia bukan tipe gadis yang menyerah begitu saja. ya kan?”

Kyu Hyun mengangguk. Bajunya perlumuran darah.

~***~

tak lama kemudian…

Dokter yang menangani Soo Young di UGD keluar ruangan. Kyu Hyun dan Byun Woo Min menghampiri Dokter itu. tanpa ditanya, Dokter itu menjelaskan, “pendarahannya sudah berhenti.”

Byun Woo Min dan Kyu Hyun tersenyum.

“tapi kankernya semakin memburuk. sepertinya, ia tak punya banyak waktu untuk hidup. tapi, perkiraan dokter mungkin saja salah. hanya Tuhan yang tahu.”

ekspresi wajah Byun Woo Min dan Kyu Hyun berubah.

~***~

Atas permintaan Soo Young, Soo Young pun pulang ke rumah. ia tak suka bau obat-obatan yang ada di rumah sakit.

Sorenya…. di kamar Soo Young…

“aku kira kalian mengantarkanku pulang ke kost-ku. ternyata malah mengajak ke rumah ini.”

“memang kenapa? ini juga rumahmu…” Ucap Kyu Hyun yang saat itu menemani Soo Young berbaring. ia duduk di sampingnya.

“aku bukan putri Byun Woo Min Rahmadiansyah lagi…”

“siapa yang bilang?” sergah Kyu Hyun. “kau tetap putri Byun Woo Min. apapun katamu, kau tetap keluarga kami.”

Soo Young menangis terharu. “padahal aku sudah berbuat jahat. tapi kalian malah berbuat baik padaku. saat aku masih baik, kenapa kalian mengacuhkanku?”

“lupakan itu semua. sekarang, jangan berfikir yang aneh-aneh. fikirkan kesehatanmu saja.”

“huh..” Soo Young mendesah. “memikirkan kesehatanku hanya buang-buang waktu. sudah pasti aku akan mati. mungkin, menit ini juga aku akan mati.”

“Soo Young…” bentak Kyu Hyun.

“apa?” Soo Young menangis. “aku benar kan?”

Kyu Hyun diam.

“aku sudah bertindak jahat. sudah sewajarnya aku menerima ini.” Soo Young menghela nafas sebelum melanjutkan. “aku sudah bertindak bodoh. merebut kasih sayang ayah darimu, dengan melakukan kejahatan. bahkan dengan sangat bodoh aku melupakan rasa cintaku padamu hanya karena aku ingin mendapatkan jabatan Presdir.”

“apa?”

“iya…” Soo Young menghela nafas lagi. “yang kukorbankan untuk menjadi Presdir adalah.. Harga diriku, dan rasa cintaku kepadamu.” ucap Soo Young. ia menatap jauh keluar jendela, menanti saat-saat terbenamnya matahari, dan juga menanti saat-saat nyawanya di ambil.

“tapi semua pengorbanan itu tak sia-sia.. toh kau tak mencintaiku… dan buktinya, aku juga bisa menjadi Presdir, walau hanya 1 tahun..”

“tidak.. itu semua sia-sia…” potong Kyu Hyun.

“apa?” Soo Young menatap mata Kyu Hyun.

“tahu dari mana kau, kalau aku tak mencintaimu? kau tahu, betapa senangnya aku saat membaca buku harianmu, yang bertuliskan kata-kata AKU MENCINTAI KAKAKKU? aku merasa, cintaku selama ini tak pernah bertepuk sebelah tangan.”

Soo Young tetap menangis. a menatap matahari yang sudah berwarna Jingga. “jangan berkata seperti itu hanya untuk menghiburku.”

“aku sama sekali tak menghiburmu.” ucap Kyu Hyun. “lihat mataku. apakah ada pancaran kebohongan dari sini?”

Soo Young menatap sekilas mata Kyu Hyun. lalu melihat matahari yang sudah hampir terbenam. “ya.. aku percaya..”

Kyu Hyun tersenyum.

Soo Young menatap Kyu Hyun. pada saat itu, Soo Young merasakan sakit yang luar biasa. Kankernya sudah menyebar keseluruh tubuh.

“aku senang mengetahui hal itu…” Bibir Soo Young bergetar. tersungging senyuman di bibrnya.

“Soo Young?” Kyu Hyun menggenggam tangan Soo Young.

“ada beberapa kata… yang harus kuucapkan padamu…” nafasnya mulai tersengal-sengal.

“Jika aku mati saat ini.. jangan tangisi kematianku…”

“Soo Young…”

“bukankah.. setiap makhluk yang hidup… selalu mengalami kematian?” Soo Young tersenyum. ia mengeluarkan keringat dingin. “jadi.. jangan.. tangisi.. kematianku… jangan anggap… ini sebuah kemalangan… anggap.. ini.. sebuah.. kewajaran…”

“aku mohon.. jangan mengatakan hal itu…”

“yang kedua…” Soo Young mengabakan ucapan Kyu Hyun. “jangan buat… kerja kerasku… selama menjadi presdir… sia-sia…” Soo Young tetap tersenyum, walau ia kesakitan. “buatlah aku bangga… buatlah aku kagum… buat semua.. orang… menghargai… kerja kerasmu… aku tak ingin… kau seperti aku… kerja kerasku.. selama ini… sia sia…”

“Berhenti mengatakan kalimat kosong itu Soo Young…”

“Soo Young tersenyum. “Aku mencintaimu kak…”

Saat itu, matahari tenggelam. Soo Young memejamkan matanya. ia menghembuskan nafas terakhirnya.

“Soo Young? Soo Young?” panggil Kyu Hyun. ia menepuk2 pipi Soo Young. tak ada respons.

“Soo Young….” teriak Kyu Hyun. ia memeluk jasad adik angkatnya itu.

Byun Woo Min yang mendengar teriakan Kyu Hyun langsung menaiki tangga dan memasuki Kamar Soo Young. saat masuk, ia sudah melihat Kyu Hyun memeluk Soo Young yang telah terlelap dalam pembaringannya. Byun Woo Min menghela nafas. ia segera menenangkan Kyu Hyun.

“Sudah Kyu Hyun… sudah…” Byun Woo Min melepaskan pelukan Kyu Hyun dengan Soo Young. “biarkan  ia tenang.”

Kyu Hyun tetap menangis.

~***~

Kyu Hyun, Byun Woo Min, YooNa dan Dong Hae menghadiri pemakaman Soo Young.

“pergilah dengan tenang Soo Young…” ucap YooNa. “pergilah ke kehidupanmu yang lebih baik.”

Dong Hae menyahut. “ya.. di kehidupanmu, kau sudah cukup hidup menderita. sekarang, jemputlah hidupmu yang abadi..” Dong Hae menghela nafas. “yang bisa membuatmu tersenyum senang… tanpa ada sesuatupun yang menyakitimu.”

Kyu Hyun dan Byun Woo Min menyebarkan bunga ke atas makam Soo Young.

~***~

Habis baca ini, jangan Nangis loh ya ^^

Amanat dari cerita ini : bersungguh2lah saat akan menggapai sesuatu, maka kau akan sukses meraihnya. walaupun dengan cara licik, tetap akan berhasil walau hanya sesaat.

2 thoughts on “When I Think of You [chap 2 – End]

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s