[Freelance] Rainbow In The Night chap-1


Title : Rainbow In The Night Part 1

Author : Rizka Anugrahyanti
Main Cast : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Lee Sungmin and Lee Sunkyuu

Support Cast : Lee Donghae, Kim Hyoyeon, Kim Heechul, Hankyung, Jessica and Kim Taeyeon

Rating : 13
Genre : Friendship

Ps : Ini FF pertama saya, terimakasih buat admin yang telah mengizinkan untuk menyelipkan FF saya,terimakasih *bow*

Let the Story begin….

Cewek itu berlari kencang ketika melihat bis yang dia tunggu melaju di depannya. Ah sial, lagi-lagi aku lengah, gumamnya. Kakinya yang panjang membantunya dalam hal berlari. Ia tak peduli tatapan aneh disekitarnya. Ia hanya menginginkan bis berwarna hijau itu berhenti. Sehingga ia bisa sampai di sekolah sebelum gerbangnya ditutup.

Syal merahnya nya berkibar dibelakangnya, membuat leher panjangnya bergidik kedinginan. Belum lagi rok nya yang terangkat dihembus angin. Angin di musim semi belum begitu bagus untuk dinikmati. Tapi mau bagaimana lagi ? Aku bisa telat nanti!! Gumamnya sambil terus berlari.

“Ya! Stop!!!!” teriaknya, membuat pengendara motor disebelahnya menatapnya tajam. Pengendara itu melihat sosok aneh dan bodoh yang mencoba mengejar bis. Sungguh bodoh, mana mungkin dengan kakimu itu bisa melawan 6 roda sekaligus? batinnya. Topi si pengejar bis itu  terbang dibelakangnya, memperlihatkan rambut coklat yang tergerai dibelakangnya. Seorang gadis rupanya, batin Sungmin yang masih terus memperhatikan cewek aneh itu. Cewek itu tak memperdulikan topinya yang terbang, malah ia terus saja mengejar bis didepannya itu.

“Oppa…Kukira mengendara lambatnya sudah cukup. Aku pikir, gerbang sekolahku akan tutup sebentar lagi” seseorang berbicara dibelakangnya. Sungmin baru saja ingat, kalau dia sedang mengantar Sunny ke sekolah pagi ini.

“Ahh!! Mian~ Aku terlalu menikmati kota Seoul pagi ini, padahal ini kan hari pertamamu masuk sekolah kan?” Sungmin mengencangkan suaranya. Awalnya Sungmin ingin menikmati kota Seoul setelah kepulangannya dari Inggris kemarin. Tetapi dia sudah berjanji, jika ia sudah sampai di Seoul, orang pertama yang akan diajaknya jalan-jalan adalah cewek mungil dibelakangnya. Jadilah hari ini, Sunny adalah orang pertama yang menemaninya jalan-jalan mengelilingi kota Seoul.

“Aku juga minta maaf, karena seharusnya kau menikmati kota Seoul lebih lama. Gara-gara aku, kau kurang puas menikmatinya. Ini gara-gara aku memaksa untuk ikut. Mian oppa…”

“Ah tidak apa-apa. Toh aku juga tak mau sendirian menikmati kota ini..” jawab Sungmin mantap. Sejurus tatapannya melihat cewek yang sedang berlari itu. “Sunny a~..”

“Ne~ waeyo oppa?”

“Apa kalian satu sekolah? Seragam kalian sama,” katanya sambil menunjuk cewek yang sedang berlari itu. Sunny mengikuti telunjuk Sungmin dan melotot setelah melihat temannya sedang berlari mengejar bis.

“Ya!! Itu Choi Sooyoung teman sekelasku!!” Sungmin terlonjak mendengar nama itu. Nama yang mirip dengan seseorang yang dia kenal. Tiba-tiba saja ia terbayang dengan senyuman lebar itu, suranya yang nyaring dan matanya yang selalu berbinar-binar ketika ia berbicara. Sungmin merasakan hari Sabtu yang dibencinya lebih indah dari hari apapun. “Ya ampun sedang apa dia? Mengejar bis? Bocah gila…” tanpa diberi aba-aba oleh Sunny, Sungmin langsung menarik gas motornya lebih keras, membuat Sunny terlonjak dan cepat-cepat merangkul pinggang Sungmin. Sunny merasakan jantungnya berhenti berdegup ketika mencium aroma tubuh Sungmin yang harum. Belum lagi tubuhnya yang hangat. Seketika Sunny merasakan mukanya memerah.

“Maaf Sunny, pegangan yang erat, aku akan mengejar bis itu” Sunny hanya mendengar kata-kata ‘pegangan yang erat’, selebihnya terdengar sayup-sayup baginya. Akhirnya ia mengencangkan rangkulannya dan tenggelam bersama harumnya tubuh Sungmin.

Sungmin menghilangkan lamunannya dan tanpa ia sadari ia bersemangat ingin melihat gadis itu. Apakah benar ia Choi Sooyoung yang kukenal? Sungmin menambah kecepatan motornya dan berusaha menyalip bis itu. Dan benar saja, sejurus kemudian ia menyalip di depan bis yang sedang melaju itu dan berhenti di depannya, memaksa supir bis itu menginjak remnya.

Dari balik kaca Sungmin bisa melihat supir itu mengumpat. Sungmin melongok ke belakang bis dan melihat cewek berambut coklat itu masih berlari. Anehnya, cewek itu masih bisa tersenyum, padahal jarak yang ditempuhnya untuk mengejar bis lumayan jauh. Ia melihat wajah cewek itu samar, ia belum bisa memastikan apakah cewek itu adalah orang yang sama atau bukan. Tiba-tiba saja pinggangnya terasa kaku, Sungmin memegang pinggangnya dan menyentuh kulit yang sedingin es. Lagi-lagi ia lupa bahwa Sunny sedang diboncengnya.

“Ya, Sunny..Gwaencahana??” terlihat Sunny meringkuk di balik punggungnya. Rambutnya yang berantakan menyadarkan Sungmin bahwa ia tadi mengendarai motor terlalu kencang. Bahkan ia lupa memakaikan Sunny helm.

Sungmin berusaha turun dari motor tetapi rangkulan Sunny sangat kencang sekali. “Yaaaa….Sunny, apakah kau baik-baik saja?” Sungmin mulai khawatir karena Sunny diam tak bergerak.

“Ne…Aku baik-baik saja oppa. Tadi itu sungguh sangat bagus” katanya sambil mengangkat wajahnya. Rambutnya acak-acakan tapi mukanya memerah seperti orang ketakutan.

“Ya!! Mukamu kenapa memerah seperti itu? Kau butuh air? Apa kau ingin muntah? Kalau kau ingin muntah, tunggu disini sebentar aku akan membelikan kau..” sebelum Sungmin beranjak turun, tangannya sudah ditahan oleh Sunny. Sunny bingung ketika menyadari ada sebuah bis dibelakangnya.

“Oppa, kau benar-benar mengejar bis ini?” katanya sambil melongok ke kanan dan ke kiri. Sungmin mengangguk pelan, bingung dengan Sunny yang kebingungan juga.

“Hey bocah tengik!!! Kenapa kau melakukan ini?? Kau tahu tindakanmu itu sangat berbahaya!! Untung saja aku cepat menginjak rem, kalau tidak kau akan mati terlindas oleh ban-banku!!!!” supir bis itu berteriak dari balik jendelanya, memperlihatkan kumisnya yang bergerak-gerak, seakan menandakan ia benar-benar marah.

“Aku benar-benar minta maaf, tapi anak itu daritadi mengejar bis anda” katanya sambil menunjuk Sooyoung yang sedang memegang lututnya, kelelahan. Sejurus kemudian ia menaikkan kepalanya dan menatap lurus Sungmin dan Sunny. Sungmin melihat mata itu.

Supir itu menoleh dan bergumam, “Aishh jinjja…”

“Gamsahamnida, sungguh terima kasih banyak” Katanya sambil membungkuk 90 derajat. Cewek itu berperawakan kurus, dengan kaki yang panjang menopangnya. Ia mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajahnya, lalu tersenyum.

‘Senyum itu!!’ Sungmin tak bergerak ketika melihat cewek itu. Sensasi aneh menjalar ke tubuhnya. Sooyoung menatap Sunny yang duduk dibelakang Sungmin dan belum menatap Sungmin sama sekali.

“Lee Sunkyuu!!!!” teriaknya. Sunny bergidik di belakang mendengar suara Sooyoung yang nyaring. Dan membuat jantung Sungmin terlonjak, ingin rasanya ia mengubur dirinya disana, di dalam aspal yang panas dan tak keluar lagi hingga Sooyoung pergi dari sana. Ia merasa ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu kembali…

“Aku tak menyangka kita akan bertemu disini. Terimakasih ngomong-ngomong” katanya sambil nyengir lebar lagi. Kini Sungmin benar-benar meraba dadanya, memastikan apakah jantungnya masih bekerja disana.

“Haaa…Choi Sooyoung, jika aku bertemu denganmu kau pasti sedang melakukan hal aneh” cewek mungil itu turun dari motor diikuti oleh Sungmin yang kini pinggangnya telah bebas. “Perkenalkan, ini Lee Sungmin oppa” DEG!! Sungmin merasakan panas mulai menjalari tubuhnya.

            Sooyoung menatapnya melalui mata bulatnya, sesaat mata mereka bertemu. Dan untuk pertama kalinya ia melihat Sooyoung lagi setelah sekian lama. Senyum hilang dari wajah Sooyoung dan matanya menatap lurus ke mata Sungmin. Kini, Sungmin merasa benar-benar akan mati!

~***~

To : Sungmin Oppa❤

Oppaa…sudahkah kau berkeliling kota? Andaikan aku tidak       masuk sekolah hari ini, aku pasti akan menemanimu             berjalan-jalan hari ini :( . Oh iya oppa, apakah kau sudah            memutuskan untuk masuk sekolah di mana?

Jemari kecil Sunny menekan tombol Send. Lalu bibirnya membentuk senyuman kecil, kepulangan orang ini telah membuatnya gila, sewaktu melihat Sungmin untuk pertama kalinya di bandara, Sunny merasakan perasaan aneh di dadanya. Mungkin perasannya terlalu cepat, tapi mungkin inilah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Ia tak menyangka Sungmin Oppa akan tumbuh dengan sangat tampan.

Ia ingat bagaimana pipi Sungmin Oppa yang bersemu merah muda pada waktu ia sampai di bandara, ia ingat juga tangan Sungmin Oppa menyambutnya begitu hangat, ia pun ingat bagaimana cowok mungil itu memeluknya hangat untuk pertama kalinya. Sunny mengetuk-ngetukkan kepalanya dengan handphonenya. Tidak salah lagi, otaknya saat ini sedang berimajinasi betapa indahnya dunia apabila Sungmin Oppa menjadi kekasihnya.

“Sarangheeee….” katanya sambil membuat pelukan di udara.

“I love you too..” seseorang menyahut disebelahnya. Sunny menoleh, ternyata Sooyoung sedang asyik memakan kuaci disebelahnya.

“Ya!!! Kau membuatku kaget saja!” katanya sambil menyikut Sooyoung. “Sejak kapan kau sudah duduk di sebelahku?”

“Baru saja..” katanya datar. “Mau..?” katanya sambil menyodorkan kuacinya.

“Anni~ untukmu saja. Badan seperti kau membutuhkan makanan yang lebih banyak” Sooyoung merengut disebelahnya. Sooyoung memang disebut si “Giraffe Girl” di kelasnya. Kaki dan lehernya panjang membuat badannya pun tertarik. Anehnya sebanyak apapun dia makan, berat badannya akan terus seperti itu –tidak gemuk-gemuk- . Mungkin karena semua makanan terserap oleh tulangnya yang panjang.

“Itu karena kau gendut!!” Sunny cekikikan mendengar Sooyoung protes seperti nenek sihir disebelahnya. “Makanya kau tidak mau makan supaya kau bisa mempunyai tubuh sepertiku” timpal Sooyoung nyaring.

“Yasudahlah, aku sedang malas bergelut denganmu sekarang. Ya!! Temanku Choi Sooyoung! Kau mempunyai berat badan yang sangat ideal!” teriaknya sambil menepuk bahu Sooyoung, membuat seisi kelas menoleh kepada mereka. Sebagian ada yang menggeleng-geleng dan sebagian lagi berbisik-bisik, mungkin mereka tidak setuju bahwa Sooyoung memiliki berat badan yang ideal.

“Sepertinya kau benar-benar gila karena cowok yang tadi pagi yah?”

“Ha??! Anniiiii….a..aaku..”

“Aaaaahhh…Sunny-a… Tidak usah berbohong, aku sudah tahu kalau kau berbohong. Kekekee…” kata Sooyoung sambil tertawa kecil.

“Memangnya kau ini apa? Dukun? Darimana kau tahu aku berbohong?” Sooyoung menunjuk hidungnya. “Apa? Hidungku? Hidungku kenapa?”

“Kalau kau berbohong, hidungmu akan seperti ini” Sooyoung menarik cuping hidungnya dan memainkannya dengan menutup buka cuping hidungnya. “Hidungmu akan kembang kempis seperti ini”

“Ya!!!!” Sunny hendak memukul kepala Sooyoung tetapi terlambat. Gadis itu telah berlari ke arah koridor dan berteriak,

“Aku akan menemui Heechul!!!” kata Sooyoung sambil terus berlari.

“Cih, bocah itu, benar-benar membuatku kehilangan selera”

“Biarkan saja dia pergi, aku pusing mendengar suaranya” Sunny menoleh, Kyuhyun sedang asyik membaca buku di belakangnya. ‘Pantas saja dia tiba-tiba mendekatiku, pasti dia ingin melihat Kyu lebih dekat’ batin Sunny. Sooyoung naksir berat sama Kyu sejak masuk sekolah.

Sunny memang tidak begitu dekat dengan Sooyoung. Dulu sewaktu mereka sekolah di satu SD yang sama, mereka selalu bersama-sama karena rumah mereka yang berdekatan. Tetapi setelah lulus SD, Sunny pindah rumah dan sekolah. Akhirnya mereka tak pernah bertemu lagi dan di bangku SMA lah mereka bertemu kembali.

Sooyoung SD dulu tak sependiam sekarang, memang dia itu seperti anak-anak ceria lainnya. Tapi sesungguhnya dia benar-benar manusia yang paling pendiam di kelas. Awalnya Sunny kaget dengan perubahan Sooyoung, tapi ternyata Sooyoung masih seperti yang dulu. Matanya yang selalu berbinar ketika berbicara, dan senyumnya yang tak pernah surut dari wajahnya.

Tapi tetap saja, Sunny merasa ada yang aneh dari sikap Sooyoung. Matanya memang selalu berbinar, tetapi itu kalau dia sedang berbicara. Selebihnya, dia benar-benar pendiam dan tak pernah mengucapkan satu kata pun. Beda sekali dengan dulu, dia yang selalu meramaikan suasana.

Belum lagi, dia kini sepertinya tidak pernah dekat dengan siapapun, yah kecuali dengan si Heechul aneh itu. Sooyoung dulu selalu berjalan bergerombol bersama anak perempuan lainnya. Tapi Sunny tidak pernah memperhatikan Sooyoung jalan dengan siapapun, dia selalu sendirian, ke kantin sendirian, ke tempat Heechul sendirian, pulang sekolah sendirian. Seperti ada tameng yang memisahkan dirinya dengan lingkungannya.

Lamunan Sunny tentang Sooyoung pun buyar ketika handphonenya bergetar diatas meja. Drrrt! Drrrt!

 

From : Sungmin Oppa❤

Bagaimana kalau aku ternyata bersekolah di sekolahmu? :)

            Hati Sunny berlonjak bahagia ketika membaca pesan itu, tanpa ia sadari ia menaiki kursinya dan melompat-lompat disana, membuat Kyuhyun lagi-lagi menutup telinganya. Sunny berulang-ulang membaca pesan itu, ia takut ini hanya imajinasinya saja. Tapi setelah ia meyuruh beberapa temannya untuk membaca sms itu barulah ia yakin kalau sms itu benar adanya!

“Memangnya siapa yang akan bersekolah disini?” tanya Taeyeon teman sebangkunya. Sunny tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan menciumi layar handphonenya. “Dia benar-benar sakit jiwa..” bisik Taeyeon.

~***~

Sungmin menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Pikirannya hanya dipenuhi dengan satu hal, satu orang dan satu pertanyaan. Kenapa Choi Sooyoung seperti orang yang tidak mengenalku? Ia lalu mengambil topi berwarna merah jambu dari tasnya, menatapnya.

Cewek itu benar Choi Sooyoung, aku yakin. Matanya, wajahnya, senyumnya, aku tak akan lupa sampai kapanpun. Hhhhh…Sungmin menghela nafas panjang. Tiba-tiba saja Handphonenya bergetar Drrrt! Drrrrt!

From : Sunny

Oppaa…sudahkah kau berkeliling kota? Andaikan aku tidak       masuk sekolah hari ini, aku pasti akan menemanimu             berjalan-jalan hari ini :( . Oh iya oppa, apakah kau sudah            memutuskan untuk masuk sekolah di mana?

Setelah membaca pesan itu, Sungmin langsung teringat ke seragam yang dikenakan Sooyoung dan Sunny. Ia lalu turun dari ranjangnya dan mengobrak-abrik lacinya. Sampai akhirnya ia menemukan amplop coklat besar yang dicarinya. Ia mengeluarkan beberapa dokumen didalamnya dan membaca tulisan yang tertera di kepala dokumen.

Jemarinya langsung bergerak cepat dan menekan tombol call  pada handphonenya. Setelah terdengar suara di sebrang sana, ia berkata “Apakah nama sekolah adikmu itu Seoul High School?”

“Iya, memangnya ada apa hyung?”

“Anni, terimakasih ya”

“Iya sama-sama hyung”

            Flip, telefon tertutup. Sungmin menggumam pelan membaca tulisan besar di atas dokumennya itu, “Seoul High School yah, sepertinya kita akan bertemu lagi yah Sooyoung..”

 ~*TBC*~

RCL

2 thoughts on “[Freelance] Rainbow In The Night chap-1

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s