[Ficlet] Love You to Death


Love You to Death

Author : Sasphire

Main cast : Byun Baek Hyun EXO, Han Mi Young (OC)

Ratting : Teen, General

Genre : Romance

Length : Ficlet (1193 word)

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery |

Note : Anggep aja umur BaekHyun 22 tahun, Mi Young 15 tahun…. trus, semua adalah BaekHyun PoV

maaf, belakangan nulis cerita BaekHyun mulu, ngefans soalnya😄
dan ada beberapa kata BaekHyun yg aku ambil di “The Moon That Embrace The Sun” :D
Untuk cover, maaf ya…. aku gak sempat buat ._.v
Warning : Typo, perpindahan waktu cepat ._.v

Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Minggu depan aku harus menikah dengan Sung Ju, orang yang sama sekali tak pernah aku cintai. Kalau ibu tidak sakit karena penolakanku, sudah kubuang gadis itu jauh-jauh.

Mi Young, kau dimana?

“Bagaimana nak? Kau cocok dengan tuxedo itu?” ucap ibu saat melihatku bercermin menggunakan tuxedo hitam dan dasi hitam. Aku hanya diam.

Aku merasakan genggaman tangannya yang hangat di pundakku. Aku masih bungkam.

“Kau kenapa nak?” ucapnya pelan. “pandangan matamu kosong…. Seperti tak ada harapan, tak ada kesenangan….”

Sama seperti tadi, aku diam. Lalu mengancingkan kancing di lengan kemeja putihku.

“Kau masih memikirkan Mi Young?”

Kali ini aku menatap matanya yang teduh, namun saat ini sendu.

Perlahan, aku menyunggingkan senyumku untuknya, walau tipis.

Ia terlihat menghela nafas. “Kenapa kau terus memikirkan orang yang sudah lama mati? Ingatlah, dia sudah meninggal 7 tahun lalu….”

Jujur saja, berkali-kali ibu bilang begitu, berkali-kali pula aku merasakan sakit yang luar biasa di jantungku. Aku juga merasa sulit bernafas. Aku sangat sakit hati jika ada orang lain yang bilang dia sudah meninggal, termasuk ibuku. Memang, dia adalah korban kecelakaan pesawat 7 tahun lalu saat ia akan pergi ke Jerman, tapi dia masuk daftar nama orang hilang, bukan tewas. Sampai saat ini tak ada kabar ditemukan mayatnya. Aku tak akan mudah percaya begitu saja.

Aku berusaha mengatur nafasku, susah payah ku melakukannya, hingga ras-rasanya mata ini hampir lepas. Aku menggenggam erat dada kiriku.

“Nak…. Kau kenapa?” ibu terlihat cemas.

Aku berusaha tersenyum, menahan sakit ini. Aku tak boleh terlihat sakit di depannya. Aku sudah sering membuatnya terluka. Kali ini pun tidak boleh.

Aku menggeleng pelan. “Aku tidak apa-apa bu….”

“Kau yakin?” tanyanya lagi.

Aku mengangguk pelan. “Yakin bu….” Dalam hati meneruskan, yakin sekali bahwa jantungku sangat sakit.

“Baek Hyun….” Aku melihat seorang gadis memasuki ruangan sambil mengenakan gaun panjang berwarna putih. Ya. Sung Ju. Senyum manisnya yang dibuat-buat itu membuatku muak.

Ibu tersenyum penuh arti padaku. “ibu tinggalkan dulu ya….”

Aku mengangguk pelan, membiarkan ibu pergi meninggalkan kami berdua.

“Kau sangat tampan….” Ucapnya.

Aku hanya mengangguk, lalu tersenyum.

“Bagaimana denganku?”

“Kau?”

Aku tersenyum sinis, lalu berjalan menghampirinya. “Kau jelek sekali,…. Sangat tidak pantas disejajarkan denganku….”

“BaekHyun….”

“Kau lupa atas apa yang kukatakan saat pertunangan kita?”

Ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat keruh.

“Kalau lupa, biar kuingatkan….”

Aku mendekapnya, lalu berbisik di telinga kanannya, “kau bisa merebut semuanya yang seharusnya di miliki Mi Young, kau juga bisa merebut kasih sayang ibuku…. Bahkan kau bisa memiliki ragaku…. Tapi kau tak bisa memiliki hati, jiwa, dan cintaku…. Sama sekali tidak bisa, jadi mestinya, kau tahu diri….”

Aku melepas dekapanku, menatap wajahnya. Sudah berurai air mata. Kasihan sekali.

“Kenapa gadis kecil? Kau sakit? Demam?” ucapku, lalu mengelus pipinya. “Kasihan….”

“Mau sampai kapan kau seperti ini? Terus mengacuhkanku, dan selalu memikirkan Mi Young yang sudah mati?? Sampai kapan??!!”

Sial!! Rasa sakit yang sudah susah payah kutahan kini semakin menyiksaku. Aku kembali mencengkram kuat dada kiriku.

“BaekHyun…. BaekHyun….”

Aku mengelak dari genggamannya pada lenganku, lalu menatapnya tajam, penuh rasa tidak suka. “Mi Young tak pernah mati….”

Ia menatapku pilu.

“Dia….”

Aku masih mencengkeram kuat dada kiriku, berusaha menguatkan diriku untuk melontarkan kalimat yang utuh untuknya.

“selalu hidup di hatiku…. Dia yang selalu menguasai hati, jiwa dan cintaku….”

Sekarang ia menatapku terkejut.

“Sementara kau adalah gadis kecil di hatiku, saking kecilnya…. Sampai kapanpun, kau tak akan pernah bisa menguasai sanubariku yang luas…. Karena apa? Karena sanubariku sudah dikuasai sepenuhnya oleh Mi Young…. Kau harus bisa menerima kenyataan itu….”

Aku tersenyum padanya, lalu bergegas keluar dari ruangan itu, meninggalkannya sendirian.

~***~

“BaekHyun….”

Aku terkejut mendapati seorang gadis kecil memakai jas almamater berwarna hitam dengan logo sekolah di dada kirinya, menggunakan rok bermotif kotak-kotak setinggi lutut dan kaos kaki putih beserta sepatu warna hitam.

“Mi Young?”

Aku berjalan menghampirinya. Ia sama sekali tak berubah. Anak SMP kelas 3 yang tingginya hanya sebatas dadaku. Aku membelai rambutnya. Aku sudah besar, kenapa dia masih kecil?

“Mi Young….”

Ia tersenyum padaku. “Kau baik-baik saja kan?”

Aku mengangguk. “kemana saja kau selama ini?”

“Aku dihatimu ‘kan?” ia tersenyum nakal. Aku mencubit pipinya.

“Nakal….” Desisku.

Ia mengelus pelan pipinya, masih tersenyum padaku.

“7 tahun berlalu tanpamu, aku kesepian….” Ucapnya, membuatku merasa pilu. Jantungku kembali merasakan sakit.

“jangan buat aku kesepian….”

“harusnya aku yang bilang begitu, dasar gadis bodoh….”

Tanpa menghiraukan ucapanku, dia malah mencium pipiku. “aku akan menunggumu….”

Perlahan, ia menghilang di kegelapan yang ada di belakangnya.

“Mi Young…. Mi Young….” Aku berusaha meraih tangannya, tapi tak bisa. “Mi Young….”

~***~

“Mi Young!!!”

Nafasku tersengal-sengal. Jantungku kembali merasakan siksanya. Tadi itu mimpi?

Aku melihat sekelilingku. Kamarku. Aku berada di atas kasurku. Benar itu mimpi.

Keringat dingin mengucur deras dari tubuhku.

Mi Young, aku senang kau mendatangiku tadi. Tapi kenapa begini? Kenapa kau datang di saat seperti ini? Apa kau tak mau aku menikah dengan Sung Ju? Jujur saja Mi Young, aku juga tak mau menikah dengannya. Tapi aku terpaksa.

Maka dari itu, bantu aku untuk itu, bantu aku untuk menghindari pernikahan ini….

~***~

“Tuan Byun Baek Hyun. Apakah saudara bersedia menerima Lee Sung Ju sebagai istri dengan tulus dan ikhlas?”

“Ya, saya bersedia.”

“Bersediakah saudara mengasihi, menghormati dan selalu setia kepada istri saudara seumur hidup sampai maut memisahkan kalian?”

“Ya, saya bersedia.”

“Bersediakah saudara menjadi ayah yang baik atas anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada saudara dan mendidik mereka dalam iman kepada Tuhan?”

“Ya, saya bersedia.”

Setelahnya, pastur itu melemparkan pertanyaan serupa pada Sung Ju. Kulihat, Sung Ju menjwabnya dengan penuh senyuman. Kau pikir kau siapa? Sebenarnya, ingin sekali aku menjawab ketiga pertanyaan tadi dengan kata-kata, “Tidak. Saya tidak bersedia….”

Tapi bagaimana dengan ibu? Bagaimana jika ia jatuh sakit?

Setelahnya, aku menyematkan cincin ke jarinya. Saat menggenggam tangannya, jantungku kembali merasakan sakit luar biasa. Kenapa? Kenapa?

Aku memegangnya kuat.

“BaekHyun….”

Kali ini aku tidak kuat menahannya. Nafasku tak karuan, pandangan mataku kabur, lalu gelap. Aku tak sanggup melihat sekelilingku. Aku hanya mendengar riuh rendah kata-kata orang disekitarku yang meneriakkan namaku.

“BaekHyun….”

Sepertinya kepalaku berada di pangkuan Sung Ju. Entahlah, aku tak bisa memikirkan apapun saat ini. Dadaku benar-benar sakit.

Tapi, didalam kegelapan itu aku melihat sekelebat bayangan Mi Young yang membawa setitik cahaya untukku. Lama-kelamaan cahaya itu mendekat, semakin besar. Mi Young tersenyum padaku. “Ayo….”

Ia mengulurkan tangannya padaku. Aku ragu. Aku takut aku tak bisa menggapai tangannya seperti di mimpiku. Namun, perlahan kusentuh tangannya. Bisa. Kemudian ku genggam. Bisa.

Senyumnya semakin lebar. “sekarang, tak akan ada yang mengganggu kita….”

~***~

“Ini dimana?”

Mi Young kecil menghampiriku. “di sebuah tempat….”

“iya…. Tapi dimana?”

“di tempat berkumpulnya sepasang kekasih saat mereka sudah meninggalkan dunia….”

“J… jadi… aku….”

Ia mengangguk. “Kenapa? Kau tidak suka?”

Aku tersenyum. “Suka sekali…. Bisa berkumpul lagi denganmu, itu adalah hal yang paling kusukai…. Kau tahu? Rasa rindu padamu sudah sering membuat jantungku tak karuan….”

Ia tertawa kecil. Aku menggenggam tangannya. Memang, ia masih kecil, dan aku sudah dewasa. Tapi, aku merasa senang walau seperti ini. Bagaimanapun, yang kuinginkan selama ini hanyalah bertemu kembali dengannya.

Biarlah seperti ini. Aku tak butuh ia dewasa.

Kami pun berjalan menyusuri jalan panjang yang terbentang di depan kami. Jalan misterius yang harus kami tempuh.

“Kau siap?” tanyanya padaku.

“Kapanpun kau siap…. Saat itu juga aku siap….”

Ia tersenyum riang, lalu mengajakku menyusuri jalan itu. Hidup baru kami baru saja dimulai.

~***~

Ok… selesai… gaje? yah, saya memang gaje…. moga temen2 suka yah ^^

Series :

Oneshoot

OS EXO in Love Series

BaekHyun | Sehun | ChanYeol | Suho | Kai | D.O | Luhan | Xiumin | Kris | Lay | other >>>> process

One thought on “[Ficlet] Love You to Death

  1. wah ceritanya mengharukan chingu😦 tapi bagus
    baekhyun sama mi young.a bersatu kembali walaupun di alam yang lain. terharu T.T #plak reader lebay# mianhe y kalo gak suka sama komenku
    kalo boleh kenalan nama pagilanku Mee bisa juga elma 14 yo🙂

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s