My Boyfriend Is My Manager 02


II

paginya…….

terdengar waka-waka dari hp Kana. masih pukul 4 pagi.

“hei, bangun,” kata Nuno saat Kana mengangkat telponnya.

“masih jam 4, aku tidur lagi ya. aku akan bangun setengah 5. jangan khawatir”, ucap Kana sambil terkantu-kantuk.

“tidak bisa. lebih baik pagi daripada kesiangan.”

“lebih baik kesiangan daripada tidak sama sekali.”

“kau ini. apa perlu aku masuk ke kamarmu?” ancam Nuno.

“ah, tak perlu,” kata Kana. “iya, iya, aku bangun.”

“begitu lebih baik. jangan bohong, karena aku sudah ada di depan pintu kamarmu.”

“hah?!!” Kana meloncat dari tempat tidurnya dan berlari membuka pintu kamarnya.

“hai….” sapa Nuno ketika Kana membuka pintu.

***

“cepat cuci mukamu,” kata Nuno. “jangan lupa pakai sabun cuci muka yang kubelikan kemarin.

“iya”.

“cepat sedikit, supaya kita dapat berolahraga lebih lama.”

“iya, dasar cerewet”.

Nuno tersenyum.

beberapa saat kemudian……..

“ayo”.

“kemana?” tanya Kana.

“jogging”.

“sepagi ini?”

“iya, biar lebih segar,” Nuno menarik tangan Kana.”sudah, jangan banyak tanya. ayo.”

setelah beberapa lama……..

“bisakah kita beristirahat, pangeran?” kata Kana. “sudah lebih dari dua setengah jam kita mengelilingi taman hotel ini.”

“baiklah”.

mereka duduk di bangku taman itu.

“bagaimana rasanya?” tanya Nuno.

“apa?”

“berolahraga di pagi hari?”

“melelahkan. tapi enak di tubuh”.

“benar kan? makanya, jika di bangunkan pagi, langsung bangun. jangan malas-malasan.”

“baik.”

“nanti, kau ada pemotretan. “

“dimana?”

“kau akan tahu nanti.”

“tidak seru.”

“benarkah? menurutku seru.”

***

08.00

sampai….

“pak Nuno. apa kabar pak?” sapa seorang wanita paruh baya itu ketika melihat Kana dan Nuno datang.

“baik-baik bu. kabar ibu Retno sendiri bagaimana?”

“ya, sehat wal afiat. alhamdulillah.”

bu Retno menatap Kana. “ini model yang bapak janjikan untuk menjadi icon produk saya?”

“iya. apa ada masalah?”

“nggak. nggak ada masalah. saya cuma kaget, ternyata pak Nuno ngasih saya model yang cantik seperti ini.”

“kan buat icon produk kecantikan. jadi yang dipilih harus yang cantik.”

“oh, model produk kosmetik,” gumam Kana.

bu Retno menarik tangan Kana. “ayo sayang, kita melakukan pemotretan.”

“iya.”

Kana menoleh ke Nuno. Nuno mnggenggam tangannya.”semangat.”

Kana mengangguk.

setelah itu, Kana melakukan pemotretan dengan penuh percaya diri. padahal, itu pemotretan pertamanya. ia seperti telah akrab dengan kamera.

ia di make-up dengan berbagai macam suasana. dari make-up natural, sampai make-up gothic. di make-up seperti apapun ia tetap cantik.

***

perjalanan pulang > 12.00

“hanya pemotretan saja bisa sampai 4 jam”, keluh Kana.

“lama-lama kau juga akan terbiasa”, kata Nuno sambil menyetir mobil. “minggu depan foto-fotomu itu akan di pasang di billboard, internet, dan di seluruh supermarket kota ini.”

“benar?”

“iya.”

Kana tersenyum. “trimakasih. ini semua karena kau.”

“karna kau juga. kau mau aku bantu, jadi aku tak kerepotan. coba kalau kau tak punya tekad, pasti tak akan seperti ini.”

“iya,iya.”

***

What Do You Think About it?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s